hadisetyono

Posts Tagged ‘Soekarno’

Raja Jawa Tiru SBY

In indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, Pemuda Bani Tamim, religius, Satria Piningit, Satrio Pinandito on July 21, 2009 at 8:38 am

Raja Jawa Tiru SBY

Perjalanan bangsa dan para pemimpin tidak lepas dari latar belakang kosmologi. Perjalanan masyarakat yang kini disebut bangsa Indonesia ini sempat diwarnai pengaruh ajaran Hindu-Buddha selama 12 abad.Sementara tiga abad sesudahnya masuk pengaruh Islam melalui pendatang. Setelah itu datang pula nilai-nilai Barat, akibat kolonialisme Belanda sekitar 300 tahun dan fasisme Jepang selama 3,5 tahun. Dari beragam latar belakang pengaruh itulah berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

SBY

SBY

Yang paling berpengaruh dari kesemuanya ini adalah ajaran Hindu-Buddha yang berwujud tataran kesadaran yang meliputi dharma,harta, kama, dan moksa. Keempat tingkat kesadaran secara mikrokosmologis mempengaruhi tampilan para pimimpin. Dengan wawasan makrokosmos ini, akhirnya muncul pemimpin negeri yang diyakini dari liturgy Notonogoro. Notonogoro pertama-tama bukanlah nama orang, tetapi perbuatan menata negara kendati yang mengemukakan pertama kali adalah prof. Natanagara (bahasa Jawa dibaca Notonogoro). Maka pengaruh Hindu-Buddha selama puluhan abad itu pun mengena pada Bung Karno yang kemudian menjadi presiden pertama Republik
Indonesia.

Temple of Kamasutra

Temple of Kamasutra

Istri-Istri Soekarno

Istri-Istri Soekarno

Kemunculan Bung Karno inilah yang dianggap sesuai dengan periode Dharma, yaitu gambaran sosok yang berjiwa ksatria, melaksanakan api ajaran agama, tokoh pendobrak belenggu penjajahan. Kemudian beranjak kepada Soeharto yang tampil sebagai presiden kedua Republik Indonesia dengan pedoman Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Dari sudut wawasan kosmologis, Pak Harto juga sosok yang tepat dengan periode kosmologis harta. Ini menjadi pertentangan, karena tekadnya yakni Mukti apa Mati (Sejahtera atau Mati), karena dipercaya tidak ada dalam ajaran Jawa itu orang mencari kekayaan. Orang Jawa itu diidentikkan dengan kerendahan hati dan kesaktian.

Soeharto

Soeharto

Sinergi dengan Goro-goro

Menginjak pada peimpin selanjutnya, BJ. Habibie, Gus Dur dan Megawati. Ketiganya tidak dianggap sesuai dengan periode kosmologis selanjutnya. Mereka masih dipercaya berkutat pada periode harta. Kini, setelah SBY dipercaya memimpin bangsa Indonesia lagi, maka periode kosmologis selanjutnya yakni kama, dianggap sebagai hal yang memenuhi diera kepemimpinan SBY.
Program yang digulirkan oleh pemerintahannya sudah dianggap masuk dalam praktik udik-udik (kekayaan) diserahkan kepada rakyat. Yaitu program BOS, BLT, Tabung gratis, Jamkes, Raskin, dan lainya dilakukan dalam pemerintahannya.

Jadi secara liturgy Notonogoro dan periode kosmologis yaitu dharma, arta, kama, dan moksa, hampir seluruh perjalanannya tercover. Bung Karno masuk pada No pertama dan periode dharma. Soeharto masuk dalam To dan periode harta, dan raja Jawa yang baru, Hadi Setyono, masuk dalam No yang kedua dan periode Kama.

Hadi Setyono - Raja Jawa
Hadi Setyono – Raja Jawa
Dan, kini mau tidak mau, 5 tahun mendatang dipastikan akan melangkah pada liturgy selanjutnya. No yang kedua ini bisa berarti tokoh yang dicari oleh bangsa Indonesia. Bisa diyakini bahwa Go dan Ro itu bisa tersambung yang akhirnya menjadi Goro-goro, sementara periode kosmologi yang menaunginya adalah periode moksa yang bisa diartikan Nusantara akan menjadi hancur atau hilang. Maka disinilah kekacaua, zaman edan menumpuk, yang akhirnya diyakini akan hadir sosok Imam Mahdi yang menyelamatkan bumi ini dari kehancuran. Itu sebagian yang bisa dianggap sebagai ramlan ataupun utak-atik ghatuk. Namun, semuanya dikembalikan kepada individu yang menjalaninya.

Advertisements

Situasi Semula, Sarana Alternatif, Tujuan Hipotesis (Babak Sejarah Perjalanan Bangsa Indonesia)

In indonesia emas, Pemuda Bani Tamim, Perekonomian Syariah, Satria Piningit, Satrio Pinandito on April 25, 2009 at 1:48 pm

Telah lebih dari 63 tahun bangsa Indonesia mengecap kemerdekaannya. Sudah berbagai sejarah bangsa kita lalui. Namun yang patut disesalkan ketika memasuki era reformasi, bangsa Indonesia banyak terlena, dibuai oleh hawa nafsunya sendiri, dan tidak melihat ajaran agama yang benar. Hal ini terus berlanjut hingga sekarang. Akibatnya adalah banyaknya berbagai bencana alam terjadi di Indonesia, mulai dari tsunami tahun 2004, bencana gunung merapi,
bencana gempa bumi, bencana banjir seperti di situ gintung, dan bencana akibat kekisruhan politik, seperti pilkada, zakat di pasuruan dan BLT. Namun kita perlu melihat kembali ke belakang, kembali melihat sejarah, seperti yang di amanatkan oleh Soekarno, melihat sejarah bangsa, bahwa situasi semula adalah dimulai dengan adanya pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia, bahwa Bangsa Indonesia mencapai pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Setelah itu terjadi berbagai orde yang disebut dengan orde lama dan orde baru. Orde lama diperintah oleh Soekarno, sedangkan orde baru diperintah oleh Soeharto.

proklamasi Indonesia

proklamasi Indonesia

Setelah itu muncul yang dinamakan orde reformasi. Inilah yang disebut dengan sarana alternatif, yang membuka banyak cabang dan kemelut tak bertepi di Indonesia. Kini saatnya bangsa Indonesia berbenah untuk merumuskan kembali tujuan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Orde alternatif ini atau yang disebut dengan orde reformasi diperintah oleh BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Terakhir dimotori oleh Amien Rais
yang berasal dari Muhammadiyah. Hal ini terus terjadi sampai saatnya bangsa Indonesia memasuki era lepas landas  yang akan diperintah oleh Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Inilah yang akan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Amien Rais

Amien Rais

Tujuan bangsa ini tercakup dalam GBHN yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan
pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

Tujuan ini bisa diperbaiki jika kita merujuk kepada Al-Quran dan Al-hadist. Salah satu ayat dari Al-Quran yang dapat dijadikan pegangan kita adalah:

wa-idz qulnaa udkhuluu haadzihi alqaryata fakuluu minhaa haytsu syi/tum raghadan waudkhuluu albaaba sujjadan waquuluu hiththhatun naghfir lakum khathaayaakum wasanaziidu almuhsiniina

[2:58] Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini,
dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai,
dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud {54}, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada¬† orang-orang yang berbuat baik”. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 58)

negeri yang baldatun toyibatun gafurrur rahim, yaitu negeri yang aman, yang dapat dimakan hasil buminya, yang banyak lagi enak dan disukai, yang dapat dimasuki pintu gerbangnya sambil bersujud, dan dapat terampuni dari dosa dan kesalahan, serta mendapat karunia dari Allah karena banyak orang-orang yang berbuat baik.

Dengan merujuk kepada Al-Quran dan Al-hadist insya Allah tujuan bangsa ini akan tercapai dan kehidupan bangsa dan negara ini akan membaik.

Jika diringkas maka babak sejarah bangsa Indonesia meliputi:
Situasi semula: Proklamasi Kemerdekaan NKRI, Orde Lama, dan Orde Baru (1945-1998)
Sarana Alternatif: Orde Reformasi (1998-2009)
Tujuan Hipotesis: Era lepas landas (2009-akhir zaman)