hadisetyono

Posts Tagged ‘Soeharto’

Hasta Brata

In GlobalVillage, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, Pemuda Bani Tamim, religius, Satria Piningit, Satrio Pinandito, uga siliwangi on July 27, 2009 at 2:48 am

Hasta BrataPerihal falsafah Pak Harto yang juga menjadi falsafah manajemen negara kita hingga saat ini saya kira bersumber kepada budaya bangsa Indonesia yaitu ajaran Hasta Brata. Pak Harto sebagai top manager sudah melihat dan melaksanakannya secara konsisten sejak tahun 1969.

Soeharto

Soeharto

Beberapa inti dari ajaran hasta brata adalah salah satu esensi manajemen, yaitu leadership (kepemimpinan). Kepemimpinan itu banyak teorinya. Tetapi yang banyak kita lihat dalam lakon wayang Wahyu Makutha Rama yang berisi ajaran Hasta Brata. Hasta artinya 8, Brata artinya sikap atau laku. Hasta Brata ini adalah ajaran quality of leadership yang digali dari budaya Indonesia dan asli Indonesia.

Cara mencarinya adalah dari fenomena alam, karena memang hukum manusia itu adalah nature (alam). Kita harus belajar dari alam, jagat kecil yaitu diri kita sendiri dikaitkan dengan jagat besar yaitu jagat raya. Kita pribadi selalu dilihat dengan konteks jagat yang lebih besar. Kita belajar dari konteks yang lebih besar itu. Hasta Brata adalah ajaran tentang kepemimpinan, bahwa siapa pun adalah pemimpin, apalagi kalau memegang jabatan yang tinggi. Sebagai pemimpin maka setiap orang harus mengerti bagaimana bersikap sebagai pemimpin yang baik. Secara singkat isi Hasta Brata itu adalah:

1. Surya atau matahari

Matahari memancarkan sinar terang sebagai sumber kehiduan yang membuat semua makhluk tumbuh dan berkembang. Seorang pemimpin hendaknya mampu menumbuhkembangkan daya hidup rakyatnya untuk membangun bangsa dan negara dengan bekal lahir dan batin untuk dapat berkarya.

matahari

matahari

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan  matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-An-am:96)

2. Candra atau bulan

Bulan memancarkan sinar kegelapan malam. Cahaya bulan yang lembut mampu menumbuhkan semangat dan harapan-harapan yang indah. Seorang pemimpin hendaknya mampu memberikan dorongan atau motivasi untuk membangkitkan semangat rakyatnya, dalam suasana suka dan duka.

bulan

bulan

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah  bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan . Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak . Dia menjelaskan tanda-tanda  kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Yunus:5)

3. Kartika atau bintang

Bintang memancarkan sinar indah kemilau, mempunyai tempat yang tepat di langit hingga dapat menjadi pedoman arah. Seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan, untuk berbuat kebaikan. Tidak ragu menjalankan keputusan yang disepakati, serta tidak mudha terpengaruh oleh pihak yang akan menyesatkan.

bintang

bintang

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran  kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Al-An’am:97)

4. Angkasa yaitu langit

Langit itu luas tak terbatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, hingga dengan sabar mampu menampung pendapat rakyatnya yang bermacam-macam.

langit

langit

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air  dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah , padahal kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah:22)

5. Maruta atau angin

Angin selalu ada di mana-mana, tanpa membedakan tempat serta selalu mengisi semua ruang yang kosong. Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan rakyat, tanpa membedakan derajat dan martabatnya, bisa mengetahui keadaan dan keinginan rakyatnya. Mampi memahami dan menyerap aspirasi rakyat.

angin

angin

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh  tanda-tanda  bagi kaum yang memikirkan. (Q.S. Al-Baqarah:164)

6. Samudra yaitu laut/air

Laut, betapapun luasnya, senantiasa mempunyai permukaan yang rata dan bersifat sejuk menyegarkan. Seorang pemimpin hendaknya menempatkan semua orang pada derajat dan martabat yang sama, sehingga dapat berlaku adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya.

laut

laut

Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.(Q.S.Al-Israa:66)

7. Dahana atau api

Api mempunya kemampuan untuk membakar habis dan menghancurleburkan segala sesuatu yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan berano menegakkan kebenaran dan keadilan secara tegas dan tuntas tanpa pandang bulu.

Fire

Api

Allah telah menurunkan air  dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa  yang mereka lebur dalam api untuk membuat  perhiasan  atau alat-alat, ada  buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah  Allah  membuat perumpamaan    yang  benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan . (Q.S. Ar’Ra’d:17)

8. Bumi yaitu tanah

Bumi mempunyai sifat kuat dan bermurah hati. Selalu memberi hasil kepada siapa pun yang mengolah dan memeliharanya dengan tekun. Seorang pemimpin hendaknya berwatak sentosa, teguh dan murah hati, senang beramal dan senantiasa berusahan untuk tidak mengecewakan rakyatnya.

Tanah

Tanah

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air  dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah , padahal kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah:22)

Advertisements

Situasi Semula, Sarana Alternatif, Tujuan Hipotesis (Babak Sejarah Perjalanan Bangsa Indonesia)

In indonesia emas, Pemuda Bani Tamim, Perekonomian Syariah, Satria Piningit, Satrio Pinandito on April 25, 2009 at 1:48 pm

Telah lebih dari 63 tahun bangsa Indonesia mengecap kemerdekaannya. Sudah berbagai sejarah bangsa kita lalui. Namun yang patut disesalkan ketika memasuki era reformasi, bangsa Indonesia banyak terlena, dibuai oleh hawa nafsunya sendiri, dan tidak melihat ajaran agama yang benar. Hal ini terus berlanjut hingga sekarang. Akibatnya adalah banyaknya berbagai bencana alam terjadi di Indonesia, mulai dari tsunami tahun 2004, bencana gunung merapi,
bencana gempa bumi, bencana banjir seperti di situ gintung, dan bencana akibat kekisruhan politik, seperti pilkada, zakat di pasuruan dan BLT. Namun kita perlu melihat kembali ke belakang, kembali melihat sejarah, seperti yang di amanatkan oleh Soekarno, melihat sejarah bangsa, bahwa situasi semula adalah dimulai dengan adanya pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia, bahwa Bangsa Indonesia mencapai pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Setelah itu terjadi berbagai orde yang disebut dengan orde lama dan orde baru. Orde lama diperintah oleh Soekarno, sedangkan orde baru diperintah oleh Soeharto.

proklamasi Indonesia

proklamasi Indonesia

Setelah itu muncul yang dinamakan orde reformasi. Inilah yang disebut dengan sarana alternatif, yang membuka banyak cabang dan kemelut tak bertepi di Indonesia. Kini saatnya bangsa Indonesia berbenah untuk merumuskan kembali tujuan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Orde alternatif ini atau yang disebut dengan orde reformasi diperintah oleh BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Terakhir dimotori oleh Amien Rais
yang berasal dari Muhammadiyah. Hal ini terus terjadi sampai saatnya bangsa Indonesia memasuki era lepas landas  yang akan diperintah oleh Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Inilah yang akan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Amien Rais

Amien Rais

Tujuan bangsa ini tercakup dalam GBHN yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan
pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

Tujuan ini bisa diperbaiki jika kita merujuk kepada Al-Quran dan Al-hadist. Salah satu ayat dari Al-Quran yang dapat dijadikan pegangan kita adalah:

wa-idz qulnaa udkhuluu haadzihi alqaryata fakuluu minhaa haytsu syi/tum raghadan waudkhuluu albaaba sujjadan waquuluu hiththhatun naghfir lakum khathaayaakum wasanaziidu almuhsiniina

[2:58] Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini,
dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai,
dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud {54}, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada  orang-orang yang berbuat baik”. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 58)

negeri yang baldatun toyibatun gafurrur rahim, yaitu negeri yang aman, yang dapat dimakan hasil buminya, yang banyak lagi enak dan disukai, yang dapat dimasuki pintu gerbangnya sambil bersujud, dan dapat terampuni dari dosa dan kesalahan, serta mendapat karunia dari Allah karena banyak orang-orang yang berbuat baik.

Dengan merujuk kepada Al-Quran dan Al-hadist insya Allah tujuan bangsa ini akan tercapai dan kehidupan bangsa dan negara ini akan membaik.

Jika diringkas maka babak sejarah bangsa Indonesia meliputi:
Situasi semula: Proklamasi Kemerdekaan NKRI, Orde Lama, dan Orde Baru (1945-1998)
Sarana Alternatif: Orde Reformasi (1998-2009)
Tujuan Hipotesis: Era lepas landas (2009-akhir zaman)