hadisetyono

Isra Mi’raj

In GlobalVillage, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, Pemuda Bani Tamim, religius, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, uga siliwangi on May 5, 2010 at 9:02 am


Andaikata peristiwa Isra’ tersebut hanyalah sekedar mimpi, maka orang-orang kafir Quraisy tidak akan menentangnya dan peristiwa Isra’ tersebut tidak akan menjadi salah satu mukjizat Rasulullah yang terbesar. Mi’raj Kemukjizatan Mi’raj telah dinash secara jelas dalam hadits shahih, seperti yang diriwayatkan Imam Muslim. Adapun dalam al Qur’an tidak ada nash yang menyebutkan lafazh “Mi’raj”. Namun ada ayat yang menjelaskan kejadian tersebut. Firman Allah ta’ala: (14-13 :‫) ﻭﻟﻘﺪ ﺭﺁﻩ ﻧﺰﻟﺔ ﺃﺧﺮﻯ $ ﻋﻨﺪ ﺳﺪﺭﺓ ﺍﳌﻨﺘﻬﻰ ( )ﺍﻟﻨﺠﻢ‬ Maknanya : “Dan sungguh beliau (Rasulullah) telah melihat Jibril untuk yang kedua kalinya di Sidrat al Muntaha” (Q.S. an-Najm : 13-14) Mi’raj adalah perjalanan yang dimulai dari Masjid al Aqsha hingga ke atas langit ke tujuh dengan menaiki tangga yang terpaut di antara langit dan bumi, dengan anak tangga yang terbuat dari emas dan perak. Kisah Mi’raj ini secara terperinci diriwayatkan dalam hadits yang shahih riwayat Imam Muslim. Disebutkan dalam hadits tersebut bahwa ketika Rasulullah bersama Jibril sampai pada langit yang pertama, dibukalah pintu langit tersebut setelah terjadi percakapan antara Jibril dan penjaga pintu. Hal ini terjadi setiap kali Rasulullah dan Jibril hendak memasuki tiap-tiap langit yang tujuh. Di langit pertama, Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam, di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa, di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun, di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa, di langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim shallallahu ‘alayhim wasallam. Keajaiban-keajaiban Mi’raj Ketika Rasulullah berada di suatu tempat yang berada di atas (suatu tempat yang lebih tinggi dari langit ke tujuh), beliau diperlihatkan oleh Allah beberapa keajaiban ciptaan-Nya. Antara lain : 1. al Bait al Ma’mur, yaitu rumah yang dimuliakan, yang berada di langit ke tujuh. Setiap hari 70.000 malaikat masuk ke dalamnya lalu keluar dan tidak akan pernah kembali lagi dan seterusnya. 2. Sidrat al Muntaha, yaitu sebuah pohon yang amat besar dan indah, tak seorangpun dari makhluk yang dapat menyifatinya. 3. Surga, yaitu tempat kenikmatan yang disediakan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Surga berada di atas langit http://www.darulfatwa.org.au Maknanya : “Telah disediakan (surga) bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Q.S. Ali Imran : 133) Di dalam surga Rasulullah juga melihat al Wildan al Mukhalladun, yaitu makhluk yang diciptakan Allah untuk melayani penduduk surga. Mereka bukan Malaikat, Jin, atau Manusia, mereka juga tidak punya bapak atau ibu. Rasulullah juga melihat para bidadari. Jibril meminta Rasulullah untuk mengucap salam kepada mereka, dan mereka menjawab : “Kami adalah wanita yang baik budi pekerti lagi rupawan. Kami adalah istri orang-orang yang mulia”. 4. ‘Arsy, yaitu makhluk Allah yang paling besar bentuknya (H.R. Ibn Hibban) dan makhluk kedua yang diciptakan Allah setelah air (Q.S. Hud : 7). Imam al Bayhaqi mengatakan : “Para ahli tafsir menyatakan bahwa ‘arsy adalah benda berbentuk sarir (ranjang) yang diciptakan oleh Allah. Allah memerintahkan para malaikat untuk menjunjungnya dan menjadikannya sebagai tempat ibadah mereka dengan mengelilinginya dan yang ke tujuh dan sekarang sudah ada. Firman Allah ta’ala : (133 : ‫) ﺃﻋﺪﺕ ﻟﻠﻤﺘﻘﲔ ( )ﺳﻮﺭﺓ ﺀﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ‬ mengagungkannya sebagaimana Ia menciptakan ka’bah di bumi ini dan memerintahkan manusia untuk mengelilinginya ketika thawaf dan menghadap ke arahnya di saat shalat” (lihat al Asma’ wa ash-shifat, hlm. 497). ‘Arsy bukanlah tempat bagi Allah, karena Allah tidak membutuhkan tempat. Sayyidina ‘Ali berkata : ‫”ﺇﻥ ﺍﷲ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺇﻇﻬﺎﺭﺍ ﻟﻘﺪﺭﺗﻪ ﻭﱂ ﻳﺘﺨﺬﻩ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻟﺬﺍﺗﻪ” ﺭﻭﺍﻩ‬ Maknanya:”Sesungguhnya Allah menciptakan ‘arsy untuk menunjukkan kekuasaan-Nya, dan tidak menjadikannya tempat bagi Dzat-Nya”. (Riwayat Abu Manshur al Baghdadi dalam al farq bayna al firaq, hlm : 333) Kembalinya Rasulullah dari Mi’raj Sebagian ulama’ mengatakan : perjalanan Isra’ dan Mi’raj hingga kembalinya Rasulullah ke Makkah di tempuh dalam tempo sepertiga malam. Setelah itu Rasulullah mengabarkan kejadian tersebut kepada kaum kafir Quraisy, namun mereka tidak percaya. Lalu mereka datang kepada Abu Bakr ash-Shiddiq untuk menyatakan hal itu, dan beliau membenarkan cerita Rasulullah seraya mengatakan: “Aku mempercayainya ketika ia

  1. satriopinandito.wordpress.com’s done it once more. Amazing post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: