hadisetyono

Archive for February, 2010|Monthly archive page

Kakawin Arjunawiwaha

In indonesia emas, kitab musasar jayabaya, Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito on February 14, 2010 at 2:43 pm


Kakawin
adalah sebuah bentuk syair dalam bahasa Jawa Kuna dengan metrum yang berasal dari India.

Sebuah kakawin dalam metrum tertentu terdiri dari minimal satu bait. Setiap bait kakawin memiliki empat larik dengan jumlah suku kata yang sama. Lalu susunan apa yang disebut guru laghu[1] juga sama. Guru laghu adalah aturan kuantitas sebuah suku kata.

Suku kata bisa panjang atau pendek. Sebuah suku kata panjang adalah suku kata yang memuat vokal panjang atau sebuah suku kata yang memuat sebuah vokal yang berada di depan dua buah konsonan.

Berikut ini adalah kakawin arjunawiwaha. Kakawin arjunawiwaha adalah kakawin pertama yang berasal dari Jawa Timur. Karya sastra ini ditulis oleh Mpu Kanwa pada masa pemerintahan Prabu Airlangga, yang memerintah di Jawa Timur dari tahun 1019 sampai dengan 1042 Masehi. Sedangkan kakawin ini diperkirakan digubah sekitar tahun 1030.

Kakawin ini menceritakan sang Arjuna ketika ia bertapa di gunung Mahameru. Lalu ia diuji oleh para Dewa, dengan dikirim tujuh bidadari. Bidadari ini diperintahkan untuk menggodanya. Nama bidadari yang terkenal adalah Dewi Supraba dan Tilottama. Para bidadari tidak berhasil menggoda Arjuna, maka Batara Indra datang sendiri menyamar menjadi seorang brahmana tua. Mereka berdiskusi soal agama dan Indra menyatakan jati dirinya dan pergi. Lalu setelah itu ada seekor babi yang datang mengamuk dan Arjuna memanahnya. Tetapi pada saat yang bersamaan ada seorang pemburu tua yang datang dan juga memanahnya. Ternyata pemburu ini adalah batara Siwa. Setelah itu Arjuna diberi tugas untuk membunuh Niwatakawaca, seorang raksasa yang mengganggu kahyangan. Arjuna berhasil dalam tugasnya dan diberi anugerah boleh mengawini tujuh bidadari ini.

Oleh para pakar ditengarai bahwa kakawin Arjunawiwaha berdasarkan Wanaparwa, kitab ketiga Mahābharata.

Manggala Terjemahan
1. Ambek sang paramārthapaṇḍita huwus limpad sakèng śūnyatā, Batin sang tahu Hakikat Tertinggi telah mengatasi segalanya karena menghayati Kehampaan[1],
Tan sangkèng wiṣaya prayojñananira lwir sanggrahèng lokika, Bukanlah terdorong nafsu indria tujuannya, seolah-olah saja menyambut yang duniawi,
Siddhāning yaśawīrya donira sukhāning rāt kininkinira, Sempurnanya jasa dan kebajikan tujuannya. Kebahagiaan alam semesta diperihatinkannya.
santoṣâheletan kelir sira sakèng sang hyang Jagatkāraṇa. Damai bahagia, selagi tersekat layar pewayangan dia dari Sang Penjadi Dunia.
2. Us.n.is.angkwi lebûni pâdukanirâ sang hyang Jagatkâran.a Hiasan kepalaku merupakan debu pada alas kaki beliau Sang Hyang Penjadi Dunia
Manggeh manggalaning miket kawijayan sang Pârtha ring kahyangan Terdapatkan pada manggala dalam menggubahkan kemenangan sang Arjuna di kahyangan
Advertisements

Kisah Bunda Mariam yang mengandung Nabi Isa as dan analoginya dengan kelahiran satrio piningit

In kitab musasar jayabaya on February 4, 2010 at 5:22 am

Kisah Bunda Mariam yang mengandung Nabi Isa as
dan analoginya dengan kelahiran satrio piningit


Satrio piningit merupakan sosok pemimpin yang mencerminkan sosok imam mahdi dan Nab isa as di masa mendatang. Tidak adanya imam mahdi dan Nabi isa as adalah suatu keniscayaan ketiadaanya sosok satrio piningit. sosok satrio piningit adalah sosok yang dicari-cari oleh seluruh warga Indonesia untuk memimpin bangsa ini keluar dari keterpurukan. Pada kitab injil dapat ditemukan ayat bahwa satrio piningit disebut dengan the comforter. Sosok ini yang memimpin bangsa dengan segala tindak-tanduknya untuk membuat suasana menjadi nyaman dan layak dinikmati sebagai kehidupan yang idealis. pada ayat yang lainnya disebutkan bahwa sosok ini adalah cerminan dari sosok nabi isa as. adanya sosok satrio piningit karena adanya doa yang tulus dari nabi isa untuk dilahirkan disisi Tuhan sebagai tokoh penyelamat atau the chosen one atau sang avatar, sebelum kedatangan yang kedua dari nabi isa.

Kita bisa mengetahui dari sejarah bagaimana perjuangan bunda maria mengandung Nabi isa dalam buaian dan ditempatkan secara terpencil dalam lindungan para malaikat yang diutus Tuhan.


Dan ceritakanlah  Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Maryam 19:16)
maka ia mengadakan tabir  dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami  kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya  manusia yang sempurna. (Maryam 19:17)
Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (Maryam 19:18)
Ia  berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.(Maryam 19:19)
Maryam berkata:  “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan  seorang pezina!”(Maryam 19:20)
Jibril berkata: “Demikianlah”.  Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.(Maryam 19:21)
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
(Maryam 19:22)

Dari ayat-ayat di atas, nampak nyata bahwa perjuangan Mariam dapat diidentikkan dengan perjuangan seorang akhwat yang akan melahirkan tokoh satrio piningit di Indonesia. Tokoh ini adalah cerminan dari sosok Nabi Isa dengan karakteristiknya menyerupai tokoh Nabi isa. Bunda mariam adalah ibunda bani israel, demikian juga perjuangan seorang akhwat yang tengah mengandung bayi satrio piningit. Akhwat ini tidak mengandung secara fisik, melainkan mengandung secara metafora. Ini adalah hukum sunatullah yang berlaku di Indonesia saat ini. Adanya kehidupan yang penuh kesucian dari Nabi Isa masa lampau, juga dipercaya menjadi cerminan dari kehidupan satrio piningit saat ini. Buah kehidupan israel masa lampau terjadi di Indonesia. Indonesia dijanjikan sebagai buah kehidupan israel saat ini.

Kisah cinta satrio piningit dan akhwat M

Adanya seorang akhwat yang dipercaya cerminan dari bunda mariam, menjadikan dirinya sebagai ibu negara kerajaan israel yang baru yaitu di Indonesia. Kehidupan berbangsa saat ini dipimpin oleh satrio piningit yang sejatinya adalah suami dari akhwat M yang merupakan cerminan dari bunda mariam. Ketika masa perkenalan dengan satrio piningit, akhwat M memencilkan diri ke arah timur kemudian ke arah barat karena memendam rindu kepada satrio piningit, namun akan dikucilkan oleh keluarganya jika jadi menikah dengan satrio piningit. Akhirnya akhwat M membuat tabir dengan adanya halangan pertemuan dengan manusia lain. Akhirnya malaikat melindungi akhwat M ini, demikian pula tokoh satrio piningit dilindungi oleh malaikat. Satrio piningit adalah sosok manusia sempurna layaknya malaikat yang diutus oleh Tuhan. Selain itu satrio piningit adalah sosok laki-laki suci yang dilindungi kesuciannya oleh Allah. Namun karena di dunia ini banyak tersebar tabir-tabir dan jaring-jaring kehidupan yang menghalangi keduanya untuk bertemu dan melangsungkan kehidupan di tahap yang lebih lanjut, akhirnya keduanya hanya bisa bertatap muka secara tidak langsung dan saling berkomunikasi dengan media komunikasi yang tersebar di muka bumi. Akhirnya secara metafora, akhwat ini dikatakan mengandung benih kasih satrio piningit yang dipisahkan oleh tabir-tabir dimuka bumi. Namun cinta mereka berdua tak lekang dimakan zaman, dan akan senantiasa menghiasi kehidupan berbangsa di Indonesia.

Ekonometrik dari akhwat M

Dari sudut pandang kacamata ekonomis, akhwat M ini bernilai begitu tinggi, layaknya seorang ibu negara. Sebut saja ibu negara yang pernah memimpin bangsa yaitu ibu fatmawati, ibu tien soeharto, ibu Megawati Soekarnoputri, dan Ibu Ani Yudhoyono. Bahkan lebih mahal lagi karena diidentikkan dengan bunda mariam yang merupakan ibu dari bangsa israel.
Kita akan menghitung nilai rupiah dari akhwat M ini dan menkonversikannya ke benda-benda di negara Indonesia. Sebut saja sebuah fungsi yang diambil dari ayat-ayat suci di Al-Quran:

Hai saudara perempuan Harun , ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, (Maryam 19:28)

Dari ayat di atas dapatlah dilihat bahwa ayah dari akhwat M ini bukanlah seorang laki-laki jahat dan dari golongan baik-baik. Misalkan akhwat M menghendaki sebuah mobil Ford, maka negara ini berhutang sebesar mobil ford kepada satrio piningit melalui akhwat M. Mobil ford ini yang akan dimiliki oleh satrio piningit dan menjadi modal bagi perjuangan selanjutnya. Demikian seterusnya sampai harta amanah dikuasai oleh satrio piningit dan keluarganya melalui akhwat M dan dibagikan bagi yang berkenan dan membutuhkan lewat tangan satrio piningit atau imam mahdi Indonesia.

“Salah satu tanda Imam Mahdi ialah dia amat tegas terhadap orang bawahannya, harta bendanya melimpah ruah dan amat pemaaf kepada para hamba (pekerja bawahan).” (perkataan tabiin A. Imam Tawus Ra)

Imam Mahdi memang diutus oleh Allah untuk memberkatkan harta benda sehingga melimpah ruah di sana-sini, akhirnya orang ramai jemu melihat harta benda yang bertimbun-timbun di sana-sini, sedangkan tidak seorang pun yang mahu membawanya pulang atau ambil peduli tentangnya.
Imam Mahdi juga sangat berbelas kasihan kepada golongan hamba, pekerja bawahan dan orang awam. Mereka ini sentiasa mendapat bantuan dan perhatian berat daripada Imam Mahdi sendiri. Mereka selalu dibantu, ditolong, didoakan dan dihiburkan oleh Imam Mahdi dari semasa ke semasa.
Akhirnya setiap orang merasakan mereka sentiasa diambil berat dan diperhatikan oleh Imam Mahdi, pemimpin agung mereka. Semuanya amat berpuas hati dengan pemerintahan Imam Mahdi yang amat adil lagi saksama itu.