hadisetyono

JK Rangkul PKS, SBY Jadi Musuh Bersama

In kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, Satrio Pinandito, uga siliwangi on February 27, 2009 at 8:37 am

SBY JK Turun

SBY JK Turun

JK Rangkul PKS, SBY Jadi Musuh Bersama

 

 Malam nanti Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla akan mendatangi markas besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). JK dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara yang digagas partai Islam itu. Benarkah PKS hanya sekadar mengundang JK?

Sumber detikcom di DPP PKS menyebutkan bahwa langkah PKS menggandeng JK dalam rangka menjajaki pembentukan blok alternatif di antara SBY dan Mega. Kalu informasi ini benar, berarti PKS juga ingin menjadikan SBY sebagai ‘lawan’ politiknya.

“Selama ini kan hanya blok M dan Blok S yang seolah-olah paling siap mengajukan capres. Padahal tidak. Kalau Golkar dan PKS bersatu, peta akan berubah,” papar sumber itu. Benarkah SBY ingin dijadikan musuh bersama? Jawabannya memang tidak bisa diketahui sekarang. Namun, tanda-tanda ke arah sana sudah mulai tampak. Setidaknya tanda-tanda itu muncul dari sikap partai politik yang selama ini menjadi teman koalisi SBY di pemerintahan.

Satu persatu partai yang selama ini menjadi teman diskusi SBY mulai lari menjauh. PPP dengan manuver ketua umumnya, Suryadharma Ali mulai lirik-lirikan dengan PDIP. PAN dengan komandannya Soetrisno Bachir juga sudah jauh hari mengaku pisah dengan SBY.

Golkar yang selama ini menjadi partai pendukung paling ampuh di pemerintahan SBY-JK sudah tidak bisa lagi diharapkan. Karena ketua umumnya yang juga wakil presiden sudah terang-terangan siap meladeni SBY dalam pilpres 2009.

Bahkan, untuk ‘nakut-nakuti’ SBY, Golkar mencoba menggandeng kekuatan yang konon selama ini diincar SBY, PKS. Kesan yang muncul, Golkar ingin menegaskan bahwa dirinya lebih dekat dan bisa kerja sama dengan PKS daripada SBY dan PD-nya dengan pertemuan sore ini.

Kondisi ini meniscayakan kesan posisi PKS yang selalu bermain aman dan cari untung. Saat ini dengan bermanis-manis dengan JK, PKS pasti akan memainkan strateginya untuk mencitrakan partai yang digemari banyak capres. Akibatnya, SBY terlihat semakin terdesak.

Hanya PKB yang sampai saat ini masih setia bersama barisan SBY. PKB masih bersabar dengan tidak melakukan manuver apapun soal capres dan cawapres. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan komitmennya menuntaskan koalisi dengan SBY sampai akhir pemerintahan.

Dalam peta politik yang seperti ini, SBY dan PD hanya bisa bermain-main dengan PKB dan partai-partai kecil lainnya yang selama ini belum bermanuver. Kalau SBY gagal menjaring kekuatan partai menegah yang saat ini menjauh, bukan tidak mungkin SBY akan kesepian seperti
nasib PDIP yang ‘kelimpungan’ mencari cawapres.

Atau semua manuver ini adalah upaya sistematis semua parpol yang ingin menjadikan SBY musuh bersama? Menjelang Pemilu, peta politik berubah setiap saat dalam hitungan menit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: