hadisetyono

Ketua MPR: Ajak Teladani Nabi Muhammad Saat Tertimpa Musibah

In indonesia emas, religius on February 13, 2009 at 10:52 am
Muhammad

Muhammad

Ketua MPR Ajak Teladani Nabi Muhammad Saat Tertimpa Musibah

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyatakan keprihatinannya, khususnya kepada masyarakat Jakarta yang tertimpa musibah banjir. Hidayat berpesan, agar masyarakat meneladani nabi Muhammad SAW dalam menghadapi musibah.

“Kami turut prihatin dan merasakan kesusahan yang dirasakan saudara-saudara. Semoga semuanya tetap memiliki semangat yang sama guna menyelesaikan problem banjir di lingkungan masing-masing,” sapa Hidayat, saat menemui warga Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat, daerah banjir paling parah di sebelah Barat Jakarta, Rabu (6/2).

Hidayat terkesan dengan raut muka masyarakat, meski telah berlangsung 5 hari rumah mereka tergenang banjir. Namun, tidak terlihat rawut muka keputusasaan. Seolah-olah masyarakat tidak memiliki masalah apapun.

“Memang bukan hanya di tempat ini saja yang tertimpa musibah banjir. Dahulu, tahun 2002 di tempat tinggal saya (Pondok Gede) tidak terkena banjir. Tapi sekarang malah terkena banjir. Sekarang banjir di sini lebih parah dari tahun 2002 lalu. Kita berdoa semoga banjir bisa segera surut. Sehingga kita bisa dan melanjutkan aktivitas keseharian.,” ujarnya.

Masalah yang dihadapi Jakarta memang bukan sekadar banjir. Untuk itu, yang diperlukan sekarang, yaitu kebersamaan, ketabahan, dan gotong-royong seluruh komponen warga. Apalagi, sudah ada relawan yang siap membantu. Tanpa perlu mengaitkan mereka (para relawan) dengan kepentingan kelompok atau partai. “Kita semua satu warga Jakarta, satu umat, dan satu bangsa. Saya sendiri telah terjun langsung ke daerah lain yang juga terkena banjir,” tuturnya.

Hidayat mengajak seluruh warga mengingatkan kembali ajaran agama. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menurunkan sesuatu untuk menyusahkan umatnya. Tetapi untuk menguatkan iman, tawakal, dan kesabaran. Persaudaraan dan kebersamaan.

Tujuannya, agar umatnya mampu meneladani nabi Muhammad SAW. Bagaimana dulu, sebelum nabi hijrah, ditimpa kesulitan luar biasa. Bukan hanya tertimpa bajir. Bahkan sampai 3 tahun lamanya ‘dibanjiri’ dengan masalah. Tidak ada yang bisa dimakan. Tidak ada yang mengajak bicara, tidak ada yang mengajak dagang. Belum lagi istri tercintanya Khadijah diwafatkan Allah. Pamannya juga.

“Tetapi karena nabi tetap tabah, istiqamah, menjalin kebersamaan. Maka Allah SWT memberikan Isra’ Mi’raj untuknya,” sitir Hidayat. (mca)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: