hadisetyono

Sri Sultan Hamengku Buwono Seharusnya Menyerahkan Tahtanya kepada Satro Piningit

In indonesia emas, kitab musasar jayabaya, Satrio Pinandito on February 8, 2009 at 6:35 am
Sri Sultan Hamengkubuwono X

Sri Sultan Hamengkubuwono X

Sri Sultan Hamengkubuwo saat ini sedang memeriahkan pesta demokrasi Indonesia 2009, yaitu menjadi capres golkar, maupun menjadi cawapres PDIP. Nun jauh di sana ada kewajiban dari Sri sultan hamengkubuwono untuk bersiap-siap menantikan datangnya sang ratu adil di pulau Jawa.

Buddha Maitreya

Buddha Maitreya

Tokoh satrio piningit yang diramalkan akan menduduki tahta kerajaan Jawa menggantikan kekuasaan Sri sultan hamengkubuwono X. Saat ini ada tokoh lain yang bernama Sultan herucakra yang akan menggantikan kekuasaan Sri sultan Hamengkubuwono X di Pulau Jawa. Sultan Herucakra adalah tokoh pembawa pencerahan bagi rakyat Indonesia. Saat ini rakyat Indonesia tengah di landa keterpurukan karena kebangkrutan ekonomi dan perpecahan antar bangsa yang dikenal dengan anarkisme. Adanya tokoh satrio piningit hendak memerintah di pulau Jawa sudah diramalkan jauh hari dalam kitab kuno Jawa dan diajarkan secara turun-temurun oleh raja-raja Jawa. Misalnya dari kitab kuno Jawa yang mengajarkan adanya tokoh ratu adil dipulau jawa sebagai berikut:

Jangka Jayabaya-Sabda Gaib-KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta

1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.

1. Seluruh tanah Jawa, pada berbenah, membetulkan tata cara, golongan empat perkara, meluluh menjadi satu merasuk kepada rakyat kecil, negara tanpa aturan, hanya menguntungkan diri pribadi, kelihatannya tujuannya salah dari pelaksanaannya.

2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Allah, wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Allah.

2. Bunga cinta perwira perkasa, membawa tugas suci mengaturkan hening, berbaluhkan tempat Allah, sudah keluar dari tempat persembunyian, sudah diurus sama hasilnya, yang mendapatkan titah untuk menggelar perang pupuh, untuk menghapuskan kejahatan, yang menjadi bencana manusia Jawa, untuk bertindak melakoni kehendak Allah.

3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.

3. Meraba perang hanya sendirian, tidak mengadu manusia prajuritnya hanya sirrullah, senjatanya selalu ingat, mengakibatkan semunya musuh terkalahkan, yang durhaka pada di tumpas, tidak lama hanya tertidur oleh ilmu sirep, bergantinya zaman kaya sejahtera.

4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.

4. Sudah hilang bencananya,berganti kebaikan yang tulus, semua murah sandang pangan, tidak ada kejahatan, hilangnya bencana, enak hatinya semua, orang Jawa semuanya, setelahnya tentram semuanya, hanya menemui sang satria suci, sudah dijunjung orang banyak mendirikan pemerintahan.

5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.

5. Membawahi tanah Jawa, berjuluk Narapati, Kanjeng Sultan Herucakra, disebut juga Kanjeng Ratu Adil, Terkenal namanya, sampai tanah sebrang di sana, karamahnya ada, nyata-nyata kekasihnya Tuhan, ikut menjadi pujian dari orang sejagad.

6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring
Widhi, tobatira mung suci manah raharja.

6. Duh seluruh anak cucu, mari sama-sama diingat, tidak perlu ditolak, perkataan riwayat gaib, semoga bisa melahirkan, yaitu pertolongan agung, hanya perlu mempersiapkan sarananya, sarananya yaitu taubat terhadap Tuhan, tobatnya hanya suci supaya sejahtera.

7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.

7. Riwayat gaib yang terbaca, yaitu tidak tercederai secara pasti, kenalilah sri herucakra, jika bisa dipagari, yang mencapai kesempurnaan tempat pusatnya, Tanah Jawa sama-sama ingat, mengajari para bawahan, namun jika menunduk sama-sama salah saling berebut mendapatkan tempat.

8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Allah mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.

8. Jika demikian pasti gila, Herucakra Ratu Adil, tidak datang malah pulang, bisa bersabda menyumpahi, duh Allah semoga saja, beri kami berkat, terhadap para abdi kerajaan, suci jujur satu setia, bahwa di sana Ratu Adil muncul memerintah.

Semoga Sri Sultan Mau menyerahkan tahta kerajaannya kepada sultan herucakra sebagai amanat negara dan sesepuh yang dijunjung tinggi.

Bandung, 08 Februari 2009

  1. Moga2 saja hb x sadar dan insyaf akan kekeliruannya… bila masih ngeyel/membandel… mungkin jawa akan terbelah menjadi 2, jawa barat dan jawa timur, sedangkan jawa tengah tinggal kenangan karena amblas blas blas di telan bumi.
    Belajarlah dari sejarah dan sudah saatnya tidak ada penghianat di bumi pertiwi ini.. cukup sudah konspirasi yang kalian lakukan.. Tidak mentang2 posisi anda sebagai keturunan radja, atau tidak mentang2 kalian sebagai orang yang mampu dan mempunyai ilmu dan pengetahuan yang tinggi.. lantas serta merta mengaku dan ngaku-ngaku bahwa anda adalah si satrio piningit! LIHAT, LIHAT dan lihat kembali perjalanan dan takdir ANDA! karena semua sudah tertulis, sudah ada dalam script Allah, tuhan sang pencipta..
    Jangan terkecoh! baca kembali, renungkan dan sadarkan diri kalian!

    Tempatkanlah raja sebagai raja, ksatria sebagai ksatria, punggawa sebagai punggawa dan penasihat sebagai penasihat! Bantu yang punya hak! Jangan merebut yang BUKAN menjadi HAK KALIAN!

    Wassalam,
    Gege Gorogoro

  2. Wah bukannya di kinanthi jayabaya sabda gaib dengan jadinya suramadu keraton yogya sumingkir, ratune murca ing kraton, keraton solo kalebon toya , terjadi peperangan agung merata di seluruh bumi indonesia / jawa desa2 moratmarit, kutha2 karusakan lho, pepati tumpuk undung

    sedang di sabda pamasa, keluarnya SP atau RA ditandai panjebluge gunung tidar di Jateng

  3. Akoe brayat mangiran…kang oncat saka Mataram (P.Jawa ) nadyan isih ana Nuswantara ananging taksih bisa nyawang solah bawaning wong Mataram ywa aku kang saiki duweni reksaning Ruh Joko Piturun utawa Joko Pitulung…sapa wae sing kapondokan wujude si Joko yen durung panggih lawan akoe bakal nemoni katiwasan………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: