hadisetyono

Wahyu Soekarno, Syarat Presiden

In GlobalVillage, indonesia emas, main, pemilu 2009, Pemuda Bani Tamim, religius, Satrio Pinandito, uga siliwangi, Warisan Bung Karno on January 28, 2009 at 2:07 am

Wahyu Soekarno, Syarat Presiden

Tampaknya, sosok Ir. Soekarno (Presiden pertama RI) sangat legendaris. Betapa tidak, kerinduan akan munculnya pemimpin yang mirip Bung Karno, diwujudkan dengan bertafakur dan berharap akan kedatangan tokoh yang memiliki kharismatik seperti Soekarno.

Soekarno Speech

Soekarno Speech

Seorang spiritualis bernama wiryo Soekarno mengatakan Indonesia saat ini dalam kondisi gelap. Untuk mengubah kondisi ini harus dipimpin oleh seseorang yang mendapatkan wahyu eko bawono. Penerus ajaran
Soekarno harus tegas, gagah dan berani. Dengan demikian, lanjutnya, bisa menjadi pemimpin Indonesia seperti yang diimpikan oleh proklamator tersebut. Wahyu eko bawono sesungguhnya adalah wahyu Seokarno,
yakni kemampuan memimpin sebagaimana Bung Karno. Padahal, dalam pewayangan, disebutkan, penerima wahyu Eko Bawono adalah raden sadewa, bungsu dari ksatria Pandawa, yang secara esensial merupakan wahyu ketentraman untuk bangsa dan negara.

Kepemimpinan Nusantara mendatang adalah yang bisa memimpin revolusi. Dari latar belakang apa saja, dan dengan segala resikonya. Menurut Bung Karno, yang perlu dipegang dari ajaran islam adalah apinya, yaitu api yang
bersemayang didalam dada, sehingga bisa berkobar dan bersemangat dan bergema setiap harinya. Api revolusi dan api cinta yang merupakan sebaran dari api Tuhan itu sendiri. Revolusi cinta yang menyala setiap harinya memberikan kemampuan bagi bangsa dan negara untuk bertahan. Solusi dan alternatif bangsa hanya bisa ditempuh dengan revolusi. Jika ini dilaksanakan, dijamin atau pasti bangsa dan negara mencapai cita-citanya. Jika tidak bisa dilaksanakan, nusantara bisa buyar (bubar).

Ini adalah visi. Pemimpin mendatang harus yang berani memimpin revolusi, bisa ditafsirkan sebagai tokoh yang mirip Ir. Soekarno (Presiden pertama RI). Sepanjang sejarah bangsa Indonesia, hanya Bung Karnolah yang berani memimpin revolusi. Kalau sekarang ada figur yang seperti itu, dialah yang pantas memimpin Nusantara.

Menurut Al-Quran, orang yang munafik diibaratkan orang yang menyalakan api tetapi dipadamkan oleh Allah, sebagai berikut:
matsaluhum kamatsali alladzii istawqada naaran falammaa adhaa-at maa hawlahu dzahaba allaahu binuurihim watarakahum fii
zhulumaatin laa yubshiruuna

[2:17] Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api {26}, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya
Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
(AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 17)

allaahu waliyyu alladziina aamanuu yukhrijuhum mina alzhzhulumaati ilaa alnnuuri waalladziina kafaruu awliyaauhumu
alththaaghuutu yukhrijuunahum mina alnnuuri ilaa alzhzhulumaati ulaa-ika ash-haabu alnnaari hum fiihaa khaaliduuna
[2:257] Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya
(iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya
kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
(AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 257)

sedangkan orang yang beriman mendapatkan cahaya dari Allah diibaratkan sebagai misykat yang menaungi cahaya. Cahaya di atas
cahaya. Itulah cahaya Allah yang melindungi orang-orang beriman dari kekafiran.

allaahu nuuru alssamaawaati waal-ardhi matsalu nuurihi kamisykaatin fiihaa mishbaahun almishbaahu fii zujaajatin
alzzujaajatu ka-annahaa kawkabun durriyyun yuuqadu min syajaratin mubaarakatin zaytuunatin laa syarqiyyatin walaa
gharbiyyatin yakaadu zaytuhaa yudhii-u walaw lam tamsas-hu naarun nuurun ‘alaa nuurin yahdii allaahu linuurihi man
yasyaau wayadhribu allaahu al-amtsaala lilnnaasi waallaahu bikulli syay-in ‘aliimun
[24:35] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus {1040}, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) {1041}, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu. (AN NUUR (Cahaya) ayat 35)

Misykat Insaniah

Misykat Insaniah

  1. sulit cari figur mirip bung karno,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: