hadisetyono

Archive for January, 2009|Monthly archive page

Tahun 2009, Zaman hadi dimulai

In kitab musasar jayabaya on January 28, 2009 at 2:27 am

Indonesia Saat Ini

Indonesia Saat Ini

Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan

 

Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;

(Tanda-tanda kehadiran Ratu Adil sudah dekat:

 

Padha kaping 1

Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.

(Nanti pada jaman akhir, setelah jaman hadi (Imam Mahdi orang asli Indonesia tetapi kebetulan beragama Islam) , ratu adil Imam Mahdi dari tanah Arab hampir datang, tandanya sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah; tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengamalannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh.  

 

Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh:

Tanda-tanda jika datangnya Ratu Adil sudah dekat sekali;

 

1) yen sasi sura ana tundhan dhemit.

(bulan sura ini terjadi pada sekitar Januari-Februari 2007, sebagai bulan sura duraka, di tahun kalabendu; maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat, laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)

2) srengenge salah mangsa mletheke.

(awal 2007 matahari terbit setelah jam 06.00 wib; seharusnya terbit mulai jam 05.30 wib)

3) rembulan ireng rupane

(dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara).

4) banyu abang rupane.

(awal bulan februari 2007 hampir diseluruh  wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3-5 hari)

 

Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala jim, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.

(tengara ini 3 hari lamanya, bila sudah terdapat tengara itu, mulai memasuki zaman di mana semua orang akan ditanyai, yang tidak bisa menjawab bakal menjadi makanan makhluk halus, sebab ratu Adil kedatangannya membawa berjuta malaikat, jin dan makhluk halus (siluman) banyak tak terhitung.

Keterangan; semua orang “ditanyai”; dalam arti disodorkan dua pilihan, ingin jalan yang baik dengan mengikuti langkah RA atau memilih jalan kegelapan dengan menentang RA. Yang tidak bisa menjawab, berarti termasuk orang-orang menentang kedatangan RA utusan Tuhan. RA dibimbing dan dituntun (jangkung dan jampangi) berjuta leluhur bumi nusantara (mayuta malekat), sedangkan orang-orang yang melawan RA akan mendapatkan celaka sebagai hukuman tuhan.

 

Padha kaping 2

Dene pitakone lan wangsulane mangkene;

(Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)

 

asalmu saka ngendi = saking kodratulah,

yen bali apa sangumu = sahadat iman tokid makripat islam,

apa kowe weruh aranku = Gusti Ratu Adil Idayatullah,

apa agamamu = sabar darana,

apa kowe weruh bapakku = Gusti ratu adil Idayat Sengara,

apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake = Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangandhaping cemara pethak.

Keterangan: ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk Islam. “berbaju” Islam tetapi memperoleh “makrifat” seluruh agama di bumi.

 

Dari mana asalmu ? Jawab; atas kehendak Gusti Allah. Ratu adil lahir di bumi nusantara,  sudah menjadi kehendak Tuhan. Jika ‘pulang’ mempertanggungjawabkan tugas manusia sebagai utusan Tuhan, bekalnya adalah ikrar janji dan menepati janjinya, sebagai manusia yang menggapai makrifat. Kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang  universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.

 

Apa kamu tahu namaku? Jawab; gusti Ratu Adil pembawa petunjuk dari Tuhan.

 

Apa agamamu? Jawab; kesabaran yang seluas samudera.

 

Apa kamu tahu bapakku? Jawab; gusti Ratu Adil Idayah Sengara, orang selalu mengutamakan keadilan dan keluhuran budi pekerti, dan hidupnya berada selalu dalam ‘laku prihatin’.

 

Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab; Dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawahnya pohon cemara putih.

Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.

Advertisements

Wahyu Soekarno, Syarat Presiden

In GlobalVillage, indonesia emas, main, pemilu 2009, Pemuda Bani Tamim, religius, Satrio Pinandito, uga siliwangi, Warisan Bung Karno on January 28, 2009 at 2:07 am

Wahyu Soekarno, Syarat Presiden

Tampaknya, sosok Ir. Soekarno (Presiden pertama RI) sangat legendaris. Betapa tidak, kerinduan akan munculnya pemimpin yang mirip Bung Karno, diwujudkan dengan bertafakur dan berharap akan kedatangan tokoh yang memiliki kharismatik seperti Soekarno.

Soekarno Speech

Soekarno Speech

Seorang spiritualis bernama wiryo Soekarno mengatakan Indonesia saat ini dalam kondisi gelap. Untuk mengubah kondisi ini harus dipimpin oleh seseorang yang mendapatkan wahyu eko bawono. Penerus ajaran
Soekarno harus tegas, gagah dan berani. Dengan demikian, lanjutnya, bisa menjadi pemimpin Indonesia seperti yang diimpikan oleh proklamator tersebut. Wahyu eko bawono sesungguhnya adalah wahyu Seokarno,
yakni kemampuan memimpin sebagaimana Bung Karno. Padahal, dalam pewayangan, disebutkan, penerima wahyu Eko Bawono adalah raden sadewa, bungsu dari ksatria Pandawa, yang secara esensial merupakan wahyu ketentraman untuk bangsa dan negara.

Kepemimpinan Nusantara mendatang adalah yang bisa memimpin revolusi. Dari latar belakang apa saja, dan dengan segala resikonya. Menurut Bung Karno, yang perlu dipegang dari ajaran islam adalah apinya, yaitu api yang
bersemayang didalam dada, sehingga bisa berkobar dan bersemangat dan bergema setiap harinya. Api revolusi dan api cinta yang merupakan sebaran dari api Tuhan itu sendiri. Revolusi cinta yang menyala setiap harinya memberikan kemampuan bagi bangsa dan negara untuk bertahan. Solusi dan alternatif bangsa hanya bisa ditempuh dengan revolusi. Jika ini dilaksanakan, dijamin atau pasti bangsa dan negara mencapai cita-citanya. Jika tidak bisa dilaksanakan, nusantara bisa buyar (bubar).

Ini adalah visi. Pemimpin mendatang harus yang berani memimpin revolusi, bisa ditafsirkan sebagai tokoh yang mirip Ir. Soekarno (Presiden pertama RI). Sepanjang sejarah bangsa Indonesia, hanya Bung Karnolah yang berani memimpin revolusi. Kalau sekarang ada figur yang seperti itu, dialah yang pantas memimpin Nusantara.

Menurut Al-Quran, orang yang munafik diibaratkan orang yang menyalakan api tetapi dipadamkan oleh Allah, sebagai berikut:
matsaluhum kamatsali alladzii istawqada naaran falammaa adhaa-at maa hawlahu dzahaba allaahu binuurihim watarakahum fii
zhulumaatin laa yubshiruuna

[2:17] Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api {26}, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya
Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
(AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 17)

allaahu waliyyu alladziina aamanuu yukhrijuhum mina alzhzhulumaati ilaa alnnuuri waalladziina kafaruu awliyaauhumu
alththaaghuutu yukhrijuunahum mina alnnuuri ilaa alzhzhulumaati ulaa-ika ash-haabu alnnaari hum fiihaa khaaliduuna
[2:257] Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya
(iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya
kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
(AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 257)

sedangkan orang yang beriman mendapatkan cahaya dari Allah diibaratkan sebagai misykat yang menaungi cahaya. Cahaya di atas
cahaya. Itulah cahaya Allah yang melindungi orang-orang beriman dari kekafiran.

allaahu nuuru alssamaawaati waal-ardhi matsalu nuurihi kamisykaatin fiihaa mishbaahun almishbaahu fii zujaajatin
alzzujaajatu ka-annahaa kawkabun durriyyun yuuqadu min syajaratin mubaarakatin zaytuunatin laa syarqiyyatin walaa
gharbiyyatin yakaadu zaytuhaa yudhii-u walaw lam tamsas-hu naarun nuurun ‘alaa nuurin yahdii allaahu linuurihi man
yasyaau wayadhribu allaahu al-amtsaala lilnnaasi waallaahu bikulli syay-in ‘aliimun
[24:35] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus {1040}, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) {1041}, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu. (AN NUUR (Cahaya) ayat 35)

Misykat Insaniah

Misykat Insaniah