hadisetyono

Target Perdagangan Indonesia-RRT Terlampaui

In Perdagangan on February 11, 2008 at 8:07 am

Senin, 11 Februari 2008, 11:12:51 WIB
Target Perdagangan Indonesia-RRT Terlampaui

Presiden SBY, didampingi Menlu Hassan Witajuda, menerima Dubes RI untuk RRT Sudrajat, di Kantor Presiden, Senin (11/2) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Perdagangan Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berhasil melampaui target. Untuk tahun 2008, ditargetkan 20 miliar dolar AS. Tapi berkat kerja keras kedua belah pihak target itu sudah kita lampaui pada 2007. Dubes RI untuk RRT, Sudrajat, menjelaskan hal ini usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (11/2) pagi, di Kantor Presiden.

“Perdagangan kita dengan RRT tahun 2007 telah mencapai 25,01 miliar dolar AS, sehingga tadi Bapak Presiden menyampaikan, target yang dicanangkan oleh kedua Presiden tahun 2010 akan mencapai 30 miliar dolar AS, insya Allah bisa kita capai pada tahun 2009. Hal ini kalau kita lihat pertumbuhan rata-rata tahun lalu sekitar 31 persen,” kata Sudrajat.

Tahun 2007, lanjut Sudrajat, impor kita dari RRT senilai 12,6 miliar dolar AS, sedangkan ekspor 12,4 miliar dolar AS. Jadi ada selisih 200 juta dolar AS. “Perbedaan itu karena kita banyak mengimpor capital goods, seperti mesin-mesin dan lain-lain. Sehingga Bapak Presiden mengatakan ini tidak terlalu mengkhawatirkan, karena ini sebetulnya untuk rencana investasi yang akan datang,” Sudrajat menjelaskan.

Aspek lain yang dilaporkan kepada Presiden SBY, ujar Sudrajat, adalah situasi politik, keamanan, dan pertahanan. Sejak dicanangkannya hubungan kemitraan strategis Indonesia-RRT pada tahun 2005 antara Presiden SBY-Presiden Hu Jintao, telah dicapai beberapa langkah konkret. Misalnya di bidang politik dan keamanan. Kedua negara terus melakukan komunikasi menyangkut isu-isu yang berhubungan dengan masalah kedaulatan. Indonesia menganut prinsip one China policy, tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan. “Pemerintah Cina telah memahami bahwa Indonesia sangat konsisten melaksanakan kebijakan one China policy,” Sudrajat menambahkan.

Untuk aspek pertahanan dan keamanan, tahun 2007 lalu telah ditandatangani kerjasama pendidikan dan latihan, serta pertukaran para perwira militer kedua negara. Bahkan saat ini sedang dirintis joint production manufacture alat-alat pertahanan.

Soal kerjasama turisme, tahun lalu terdapat 230 ribu wisatawan RRT ke Indonesia. Tahun ini ditargetkan 300 ribu wisatawan. Sekarang, ujar Sudrajat, banyak pesawat sewa dari Shanghai langsung menuju Bali, sepekan empat kali penerbangan. Belum lagi penerbangan-penerbangan yang langsung dari Jakarta-Guangzhou dan Guilin dan Kun Ming melalui Shenzen. “Ini menunjukkan adanya peningkatan kunjung-mengunjung antara Indonesia dan Cina. Bahkan Menbudpar kita aktif sekali untuk mempromosikan pariwisata di Cina dengan program Visit Indonesia 2008. Kita harapkan target 300 ribu pengunjung dari Tiongkok tercapai,” Sudrajat menambahkan.

Ketika menerima Dubes RI untuk RRT ini, Presiden SBY didampingin Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. (nnf)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: