Telah lebih dari 63 tahun bangsa Indonesia mengecap kemerdekaannya. Sudah berbagai sejarah bangsa kita lalui. Namun yang patut disesalkan ketika memasuki era reformasi, bangsa Indonesia banyak terlena, dibuai oleh hawa nafsunya sendiri, dan tidak melihat ajaran agama yang benar. Hal ini terus berlanjut hingga sekarang. Akibatnya adalah banyaknya berbagai bencana alam terjadi di Indonesia, mulai dari tsunami tahun 2004, bencana gunung merapi,
bencana gempa bumi, bencana banjir seperti di situ gintung, dan bencana akibat kekisruhan politik, seperti pilkada, zakat di pasuruan dan BLT. Namun kita perlu melihat kembali ke belakang, kembali melihat sejarah, seperti yang di amanatkan oleh Soekarno, melihat sejarah bangsa, bahwa situasi semula adalah dimulai dengan adanya pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia, bahwa Bangsa Indonesia mencapai pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Setelah itu terjadi berbagai orde yang disebut dengan orde lama dan orde baru. Orde lama diperintah oleh Soekarno, sedangkan orde baru diperintah oleh Soeharto.

proklamasi Indonesia
Setelah itu muncul yang dinamakan orde reformasi. Inilah yang disebut dengan sarana alternatif, yang membuka banyak cabang dan kemelut tak bertepi di Indonesia. Kini saatnya bangsa Indonesia berbenah untuk merumuskan kembali tujuan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Orde alternatif ini atau yang disebut dengan orde reformasi diperintah oleh BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Terakhir dimotori oleh Amien Rais
yang berasal dari Muhammadiyah. Hal ini terus terjadi sampai saatnya bangsa Indonesia memasuki era lepas landas yang akan diperintah oleh Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Inilah yang akan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Amien Rais
Tujuan bangsa ini tercakup dalam GBHN yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan
pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.
Tujuan ini bisa diperbaiki jika kita merujuk kepada Al-Quran dan Al-hadist. Salah satu ayat dari Al-Quran yang dapat dijadikan pegangan kita adalah:
wa-idz qulnaa udkhuluu haadzihi alqaryata fakuluu minhaa haytsu syi/tum raghadan waudkhuluu albaaba sujjadan waquuluu hiththhatun naghfir lakum khathaayaakum wasanaziidu almuhsiniina
[2:58] Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini,
dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai,
dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud {54}, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 58)
negeri yang baldatun toyibatun gafurrur rahim, yaitu negeri yang aman, yang dapat dimakan hasil buminya, yang banyak lagi enak dan disukai, yang dapat dimasuki pintu gerbangnya sambil bersujud, dan dapat terampuni dari dosa dan kesalahan, serta mendapat karunia dari Allah karena banyak orang-orang yang berbuat baik.
Dengan merujuk kepada Al-Quran dan Al-hadist insya Allah tujuan bangsa ini akan tercapai dan kehidupan bangsa dan negara ini akan membaik.
Jika diringkas maka babak sejarah bangsa Indonesia meliputi:
Situasi semula: Proklamasi Kemerdekaan NKRI, Orde Lama, dan Orde Baru (1945-1998)
Sarana Alternatif: Orde Reformasi (1998-2009)
Tujuan Hipotesis: Era lepas landas (2009-akhir zaman)


