hadisetyono

Archive for February, 2009

JK Rangkul PKS, SBY Jadi Musuh Bersama

In Satrio Pinandito, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, uga siliwangi on February 27, 2009 at 8:37 am

SBY JK Turun

SBY JK Turun

JK Rangkul PKS, SBY Jadi Musuh Bersama

 

 Malam nanti Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla akan mendatangi markas besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). JK dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara yang digagas partai Islam itu. Benarkah PKS hanya sekadar mengundang JK?

Sumber detikcom di DPP PKS menyebutkan bahwa langkah PKS menggandeng JK dalam rangka menjajaki pembentukan blok alternatif di antara SBY dan Mega. Kalu informasi ini benar, berarti PKS juga ingin menjadikan SBY sebagai ‘lawan’ politiknya.

“Selama ini kan hanya blok M dan Blok S yang seolah-olah paling siap mengajukan capres. Padahal tidak. Kalau Golkar dan PKS bersatu, peta akan berubah,” papar sumber itu. Benarkah SBY ingin dijadikan musuh bersama? Jawabannya memang tidak bisa diketahui sekarang. Namun, tanda-tanda ke arah sana sudah mulai tampak. Setidaknya tanda-tanda itu muncul dari sikap partai politik yang selama ini menjadi teman koalisi SBY di pemerintahan.

Satu persatu partai yang selama ini menjadi teman diskusi SBY mulai lari menjauh. PPP dengan manuver ketua umumnya, Suryadharma Ali mulai lirik-lirikan dengan PDIP. PAN dengan komandannya Soetrisno Bachir juga sudah jauh hari mengaku pisah dengan SBY.

Golkar yang selama ini menjadi partai pendukung paling ampuh di pemerintahan SBY-JK sudah tidak bisa lagi diharapkan. Karena ketua umumnya yang juga wakil presiden sudah terang-terangan siap meladeni SBY dalam pilpres 2009.

Bahkan, untuk ‘nakut-nakuti’ SBY, Golkar mencoba menggandeng kekuatan yang konon selama ini diincar SBY, PKS. Kesan yang muncul, Golkar ingin menegaskan bahwa dirinya lebih dekat dan bisa kerja sama dengan PKS daripada SBY dan PD-nya dengan pertemuan sore ini.

Kondisi ini meniscayakan kesan posisi PKS yang selalu bermain aman dan cari untung. Saat ini dengan bermanis-manis dengan JK, PKS pasti akan memainkan strateginya untuk mencitrakan partai yang digemari banyak capres. Akibatnya, SBY terlihat semakin terdesak.

Hanya PKB yang sampai saat ini masih setia bersama barisan SBY. PKB masih bersabar dengan tidak melakukan manuver apapun soal capres dan cawapres. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan komitmennya menuntaskan koalisi dengan SBY sampai akhir pemerintahan.

Dalam peta politik yang seperti ini, SBY dan PD hanya bisa bermain-main dengan PKB dan partai-partai kecil lainnya yang selama ini belum bermanuver. Kalau SBY gagal menjaring kekuatan partai menegah yang saat ini menjauh, bukan tidak mungkin SBY akan kesepian seperti
nasib PDIP yang ‘kelimpungan’ mencari cawapres.

Atau semua manuver ini adalah upaya sistematis semua parpol yang ingin menjadikan SBY musuh bersama? Menjelang Pemilu, peta politik berubah setiap saat dalam hitungan menit.

Potensi Ancaman pada Pemilu

In Hukum dan Keamanan, indonesia emas, pemilu 2009 on February 25, 2009 at 8:10 am

Jendral TNI Djoko Santoso

Jendral TNI Djoko Santoso

Potensi Ancaman pada Pemilu 

Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menegaskan, momen Pemilihan Umum 2009 adalah salah satu episode paling krusial dalam proses perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Meski begitu, Pemilu 2009 diyakini berpotensi menghadirkan kerawanan dan ancaman. Potensi tersebut akan muncul terutama jika semua pihak yang terlibat lebih menonjolkan logika ”kepentingan politik” demi mencapai kepentingan kelompok dan politik pragmatis dari aspirasi politik sendiri-sendiri. Hal itu disampaikan Djoko, Selasa (24/2), dalam pidato di depan 1.257 komandan kompi di lingkungan Komando Garnisun Tetap 1/Jakarta di Balai Samudra, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, ia juga melansir delapan poin indikator potensi ancaman. ”Diyakini, dalam prosesnya, sejumlah gesekan antarkepentingan politik bakal muncul dan terus meningkatkan suhu politik ke depan. Bukan tidak mungkin hal itu dapat mengganggu kondisi stabilitas nasional yang harusnya senantiasa dijaga agar kondusif, mantap, dan terkendali,” ujar Djoko. Acara bertajuk ”Commander’s Call” itu dihadiri ketiga kepala staf angkatan dan sejumlah panglima komando utama. Seusai pengarahan, acara dilanjutkan dengan proses tanya jawab yang dilakukan secara tertutup. Djoko menyatakan, ia hadir memberi pengarahan atas undangan Komandan Gartap I/Jakarta sekaligus Panglima Kodam Jaya Mayjen Darpito. Menurut Djoko, kedelapan poin indikator yang berpotensi sebagai ancaman itu secara umum diyakini dapat memicu gesekan, benturan, dan konflik kepentingan terbuka. Beberapa poin indikator itu adalah banyaknya jumlah partai politik peserta Pemilu 2009, masa kampanye yang panjang, serta banyaknya jumlah tokoh calon presiden-wakil presiden yang akan maju. Selain itu, faktor lain yang berpotensi memicu konflik juga terjadi akibat kuatnya nuansa ketidakpuasan parpol dan masyarakat terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU). Belum lagi soal makin terakumulasinya endapan persoalan, terutama akibat sengketa pemilihan kepala daerah dan pemekaran daerah. Endapan dan penumpukan persoalan seperti itu terjadi karena masalah yang muncul tidak segera diselesaikan. Masalah-masalah itu malah tertimpa isu baru lain yang jauh lebih besar. Kondisi seperti itu diibaratkan ”api dalam sekam” yang tinggal menunggu ”sumbu ledak” pemicu konflik komunal. ”Dalam alam demokrasi, kritik adalah hal wajar. Namun, ada kecenderungan kritik menjadi tidak konstruktif dan solutif serta hanya bersifat waton suloyo atau asal berbeda. Semangatnya bukan lagi untuk perbaikan dan kebaikan bersama,” papar Djoko. Manuver politik yang terjadi juga cenderung saling fitnah provokatif dan saling serang secara pribadi dalam bentuk kampanye hitam. Tak hanya itu, Djoko juga melihat masih ada kecenderungan untuk menarik TNI kembali dalam kancah politik, yang diwarnai pula dengan nuansa kecurigaan terhadap netralitas TNI. Wajar Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bhakti, menganggap wajar pemaparan Djoko terkait potensi ancaman pada Pemilu 2009. Namun, Ikrar meminta TNI tidak perlu bersikap khawatir berlebihan terhadap proses demokrasi di Indonesia yang, menurut dia, terus berproses mencari keseimbangan baru. Sementara itu, pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Andi Widjojanto, menganggap apa yang dipaparkan Panglima TNI itu konsisten dengan naluri organisasi militer. Militer memang akan selalu melihat segala sesuatunya dengan kerangka skenario terburuk. ”Apa yang disampaikan Panglima TNI mungkin hanya untuk kalangan internal, yang mengingatkan agar jajarannya selalu bersiap-siap mengantisipasi. Akan tetapi, penanganan masalah-masalah seperti itu sebenarnya sudah bukan lagi urusan TNI, tetapi institusi-institusi lain, seperti Polri, Mahkamah Konstitusi, dan KPU. Semua ada aturan mainnya,” ujarnya. Ikrar juga menilai, cara pandang TNI seperti itu masih menganut cara pandang lama yang melihat demokrasi sebagai sesuatu yang menakutkan. Padahal, dalam beberapa kali pemilu, terbukti maraknya parpol dan kandidat peserta pemilu adalah hal yang biasa-biasa saja dan malah menjadi hiburan tersendiri, seperti terkait ramainya aktivitas kampanye. Menurut Ikrar, justru pada masa Orde Baru, dengan jumlah parpol yang hanya tiga partai, pemilu malah lebih menyeramkan. Pada pemilu masa Orde Baru justru terjadi yang namanya insiden semacam peristiwa ”Lapangan Banteng”, yang bertujuan mendiskreditkan parpol-parpol lawan penguasa ketika itu. Sementara itu, Andi menambahkan, apa pun hasil Pemilu 2009, baik prosesnya berlangsung damai maupun memicu konflik, netralitas TNI tetap harus dijaga dalam arti TNI tidak berpolitik praktis. (DWA)

Tank Baja

Tank Baja

Waspadai Guncangan Dalam Pemerintahan

In kitab musasar jayabaya on February 23, 2009 at 6:15 am
SBY JK Pisah

SBY JK Pisah

Waspadai Guncangan Dalam Pemerintahan
Rivalitas SBY-JK Timbulkan Kekhawatiran
Minggu, 22 Februari 2009 | 02:00 WIB

Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengenai kesiapan menjadi calon presiden pada Pemilihan Umum 2009 sangat berpotensi menimbulkan guncangan dalam pemerintahan.

Rivalitas antara Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono dikhawatirkan membuat terbengkalai agenda pemerintahan yang masih akan berlangsung hingga Oktober 2009.

Oleh karena itu, komitmen kedua pemimpin negara untuk melanjutkan pemerintahan sampai akhir masa jabatan sangat dibutuhkan.

Demikian rangkuman pendapat pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Saldi Isra, dan pakar hukum tata negara dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Isharyanto, yang dihubungi terpisah, Sabtu (21/2).

Menurut Saldi, walau belum ada jaminan sepenuhnya Jusuf Kalla betul-betul akan menjadi presiden, pernyataan Kalla otomatis menempatkan dirinya pada dua posisi, yakni posisi wakil presiden yang harus menyelesaikan pemerintahan bersama Yudhoyono hingga Oktober 2009 dan posisi sebagai rival Yudhoyono pada Pemilu 2009. Hal itu akan membuat duet ini sulit menjalankan sisa masa jabatan seperti layaknya hubungan presiden dan wakil presiden.

”Bagaimana keduanya bisa berjalan bersama kalau tahu di sampingnya rival. Ibaratnya tidur dengan musuh sendiri. Ini juga akan berdampak pada anggota kabinet, sebagian akan mengelompok ke Yudhoyono, sebagian lagi kepada Jusuf Kalla. Jadinya, satu perahu akan didayung dua nakhoda,” papar Saldi.

Kendati rivalitas sulit dihindari, Saldi menegaskan, seperti apa akhir pemerintahan Yudhoyono-Kalla akan menjadi poin penting. Jika mereka mengabaikan agenda pembangunan nasional, hal itu akan menjadi penilaian rakyat terhadap keduanya.

Pada bagian lain, dia melihat, kondisi politik yang terjadi saat ini sebenarnya merupakan gambaran utuh sistem ketatanegaraan dari pusat hingga daerah. Yang terjadi di pemerintahan pusat mirip dengan yang terjadi di daerah ketika kepala daerah dan wakil kepala daerah mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di daerah.

Etika berpolitik

Menurut Isharyanto, apa yang terjadi saat ini menunjukkan tata krama berpolitik di Indonesia belum melembaga sehingga menimbulkan berbagai spekulasi politik. Potensi keguncangan pemerintah pun akan sulit dihindarkan.

”Yang pasti, pemerintahan akan terguncang. Sulit membayangkan presiden menjalankan agenda pemilu dan wakil presiden juga punya agenda sendiri. Belum lagi di bawah presiden dan wakil presiden ada sejumlah menteri, termasuk menteri yang juga ketua partai,” ujarnya.

Hal itu sangat memprihatinkan, kata Isharyanto, karena para pemimpin lebih mengedepankan aspek legal ketimbang moralitas politik.

Dalam kondisi seperti ini, sangat sulit mengharapkan sisa pemerintahan Yudhoyono-Kalla akan diselesaikan dengan baik. Padahal, Yudhoyono banyak menetapkan pencapaian kinerja pemerintahan hingga tahun 2009.

Agar tidak terjadi keguncangan pemerintahan yang besar, sebaiknya Yudhoyono-Kalla menjelaskan kepada publik mengenai kontrak politik mereka dan komitmen untuk menyelesaikan pemerintahan sampai akhir masa jabatan. ”Penjelasan mereka berdua harus didampingi Ketua DPR dan DPD sehingga ada simbol rakyat sudah bertanya,” ujarnya.

Hanya emosional

Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia, Andrinof A Chaniago, menilai pernyataan Kalla yang menyatakan dirinya siap maju sebagai capres disulut oleh sikap emosional sejumlah elite Partai Golkar di pusat yang kemudian menggalang para elite Partai Golkar di daerah.

”JK sebetulnya telah terjebak oleh sikap emosional elite Golkar tadi. Bagi saya, seandainya Golkar menang sekalipun pada pemilu legislatif pada April nanti, bukanlah tempat yang realistis bagi JK untuk mencalonkan diri sebagai RI 1 atau untuk cawapres dari capres yang berhadapan dengan SBY,” ujarnya.

Menurut Andrinof, dua jalur itu hanya akan mengantarkan kepada kekalahan. Kalau mau realistis, hanya ada dua tempat terbaik bagi Kalla pasca-Pemilu 2009, tetap menjadi cawapres Yudhoyono atau menjadi negarawan.

Berbeda dengan Andrinof, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz justru menyambut baik kesiapan Kalla menjadi capres. Hal itu akan membuat Pilpres 2009 lebih dinamis dan menambah pilihan bagi masyarakat. ”PPP mengapresiasi sikap tersebut. Artinya sekarang tersedia banyak figur nasional yang siap mengemban kepemimpinan nasional,” ujar Irgan.

PPP menyambut kesiapan Kalla dengan melakukan kajian yang lebih intensif dan komprehensif untuk menentukan kecenderungan sikap politiknya, sambil menunggu hasil pemilu legislatif.

Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismed Hasan Putro menilai pernyataan kesiapan Jusuf Kalla maju sebagai capres memang semakin menambah seru pertarungan politik nasional.

Akan tetapi, ia mengingatkan jangan sampai elite politik keasyikan mengatur strategi politik untuk berebut posisi presiden dan wakil presiden, lantas agenda utama dan prioritas paling mendesak bangsa ini terbengkalai, yakni mengatasi dampak krisis ekonomi global pada perekonomian nasional.

”Semakin hari dampak negatifnya kian dirasakan masyarakat paling bawah, seperti pemutusan hubungan kerja yang berarti semakin membuat angka pengangguran membengkak dan bermuara pada angka kemiskinan yang kian membesar,” katanya.

”Pesawat Golkar”

Jusuf Kalla dalam pembukaan Musyawarah Besar VIII Pemuda Pancasila (PP) di Jakarta, Sabtu, mengajak anggota PP dalam pemilu 9 April untuk memilih partai yang bisa cepat membawa ke tujuan bernegara dan berbangsa.

Pilihannya adalah naik ”pesawat terbang” bersama Partai Golkar, naik ”kereta api” ataupun ”jalan kaki” bersama partai lain.

Jika anggota PP memilih naik ”pesawat terbang” bersama Partai Golkar, kata Kalla, mereka akan cepat sampai ke tujuan bernegara, yaitu mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Adapun kalau naik ”kereta api”, apalagi ”jalan kaki”, cepat atau lambat sampai ke tempat tujuan akan berbeda.

Dalam acara itu hadir, antara lain, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, yang juga anggota Majelis Pertimbangan Organisasi PP, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, dan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional PP Japto S Soerjosoemarno.

Menurut Kalla, secara psikologis, jika mau bepergian, seseorang akan selalu ingin cepat sampai ke tujuan sehingga mereka akan memilih alat transportasi yang lebih cepat dan aman.

Sebelumnya, dalam laporannya, Japto mempersilakan warga dan anggota PP untuk bebas memilih partai yang sesuai dengan pilihan masing-masing.

”Terserah anggota PP mau naik ’pesawat terbang’ Partai Golkar atau mau naik ’kereta api’ atau memilih ’jalan kaki’ partai lain, silakan. Asalkan, partai yang dipilih adalah partai nasionalis berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI,” katanya.

Arsip Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu › Perkakas — WordPress

In Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, pemilu 2009 on February 20, 2009 at 7:41 am

Situs ini berisi informasi tentang Satrio Pinandito, tokoh yang diramalkan akan membawa bangsa Indonesia menuju kejayaan. Satrio pinandito adalah nama lain dari satrio piningit atau ratu adil. Indonesia dikatakan akan dipimpin oleh tujuh satrio yang masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Satrio pambukaning gapuro dikatakan identik dengan Susilo Bambang Yudhoyono, bertugas untuk membuat sistem guna membuka gerbang kejayaan bagi bangsa Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi mercusuar dunia.

Berbalas Pantun Partai PKS dan Partai Demokrat

In Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, pemilu 2009, religius on February 19, 2009 at 4:18 am

Kamis, 19/02/2009 10:52 WIB

PKS

PKS

Perang Pro SBY Vs PKS di Pantun Politik Berlanjut

Jakarta – Makin hari, Pantun Politik makin ramai. Saat ini, pertempuran pantun berjalan detik demi detik. Menjelang siang, pendukung SBY dan Partai Demokrat mendominasi. Namun, pendukung PKS masih memberikan perlawanan.

Ke Pulau Madura jangan lupa lihat karapan sapi
Kuda diikat ingin berlari-lari
Buat apa partai Nomor 8 yang gayanya sok suci
Lebih baik Partai Demokrat yang sudah teruji (ade_imang)

Jumlah caleg sampai ribuan
Jumlah partai sampai puluhan
Daripada milih yang tidak karuan.
Yang sudah ada, kita lanjutkan (abuwaras)

Telor di dadar delapan senti
Ikan kembung miring ke kiri
Kader delapan telah terbukti
Kembalikan semua gratifikasi (ahmaadya)

Pagi-pagi menggali sumur
Sumur digali air merembes
Kalau ingin negeri makmur
Jangan lupa pilih PKS

Sumur digali air merembes
Air mengalir sampailah ke laut
Kalau semua pilih PKS
Negri ini tak akan bangkrut

Air mengalir sampailah laut
Jaring nelayan tersangkut rumput
Kalau tak ingin negeri bangkrut
Jangan pilih yang suka ribut

Jaring nelayan tersangkut rumput
Ambil sabit di atas lemari
kalau partai sukanya ribut
gimana bisa mengurus negri

Ambil sabit di atas lemari
Naik meja diatas kursi
Kalau ingin membangun negri
Partai PKS pilihan pasti (guswib

Gempita tahun baru sudah lewat
Tak disangka bulan April sudah dekat
Golkar, PDIP dan Demokrat
Jangan dipilih karena Pengkhianat

Menyambut hari di pagi yang cerah
Awan bertabur mentari bersinar
Rakyat mendengar janji sudah gerah
Pilihlah nomor delapan PKS yang benar (D_Die)

Dari Bau-bau ke Kendari lewat Raha
Naik kapal lewat laut Banda
Jangan lupa pilih Partai Keadilan Sejahtera
Insya Allah Rakyat Indonesia akan bahagia (berdanhena)

Anak Jakarta nonton Film Batman
sambil nonton membawa es
Gue juga bekas preman
pilihan gue tetep PKS

Dulu preman sekarang bukan
menjadi preman karena stess
Dulu preman sekarang mantan
karena jasa ustadz PKS (dwijp)

Ayo pendukung partai lain jangan sampai kalah. Buktikan kedigdayaanmu! Gabung dan kirimkan pantun politik Anda lewat: Forum Pantun Politik. ( asy / asy )

Superman muncul dari Indonesia

In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, kota Bandung, religius, uga siliwangi on February 14, 2009 at 4:35 am

 Diceritakan ada seorang anak super yang lahir di kota Bandung. Namanya berinisial S. Dia memiliki kemampuan super yaitu bisa mengetahui canggah, anak cucu, kakek buyut dari seseorang. Tidak hanya itu saja, dia bisa melihat sesuatu dibalik tembok dan dibelakang sesuatu penghalang. Bukan itu saja, dia juga bisa memiliki pendengaran super selain pandangan infra merah.

Superman

Superman

Superman muncul dari Indonesia

Pemuda berinisial S ini sekarang tengah menggodok ilmunya agar bisa memimpin bangsa Indonesia keluar dari kemelut berkepanjangan. Dia pernah menghajar banyak orang yang tidak mau taat kepadanya. Kekuatan supernya bisa mengangkat pesawat dari satu kota ke kota lainnya. Selain itu pukulan mataharinya bisa merontokkan gigi orang didepannya yang melakukan perlawanan terhadapnya.

Dia dinaungi oleh komet Halley yang muncul di tahun 1986. Selain membantu memimpin bangsa Indonesia, dia juga membantu bangsa Amerika agar tidak arogan dan bisa berlapang dada membantu bangsa Asia.

Tokoh S ini sekarang melihat berita di detik.com. Yaitu adanya suatu bongkahan es di sayap pesawat yang disinyalir berhubungan dengan kemunculan tokoh S ini nantinya di Indonesia.

Komet Halley ini selalu menanunginya dan berkunjung ke bumi setiap 76 tahun sekali. Warnanya berwarna biru laut, dan berkilauan dengan kekuatan yang menyejukkan umat manusia di bumi.

Kekuatan spiritual tokoh S ini menjadi-jadi ketika terjadi gerhana matahari cincin. gerhana matahari cincin ini telah datang terakhir di Indonesia awal tahun ini. Selain itu akan muncul lagi di pertengahan tahun ini dan terakhir akan muncul di tahun 2010.

Kemunculannya akan membawa pembaharuan bagi bangsa Indonesia dan akan membawa kemajuan bangsa-bangsa di dunia.

(c) Februari 2009.

Ketua MPR: Ajak Teladani Nabi Muhammad Saat Tertimpa Musibah

In indonesia emas, religius on February 13, 2009 at 10:52 am
Muhammad

Muhammad

Ketua MPR Ajak Teladani Nabi Muhammad Saat Tertimpa Musibah

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyatakan keprihatinannya, khususnya kepada masyarakat Jakarta yang tertimpa musibah banjir. Hidayat berpesan, agar masyarakat meneladani nabi Muhammad SAW dalam menghadapi musibah.

“Kami turut prihatin dan merasakan kesusahan yang dirasakan saudara-saudara. Semoga semuanya tetap memiliki semangat yang sama guna menyelesaikan problem banjir di lingkungan masing-masing,” sapa Hidayat, saat menemui warga Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat, daerah banjir paling parah di sebelah Barat Jakarta, Rabu (6/2).

Hidayat terkesan dengan raut muka masyarakat, meski telah berlangsung 5 hari rumah mereka tergenang banjir. Namun, tidak terlihat rawut muka keputusasaan. Seolah-olah masyarakat tidak memiliki masalah apapun.

“Memang bukan hanya di tempat ini saja yang tertimpa musibah banjir. Dahulu, tahun 2002 di tempat tinggal saya (Pondok Gede) tidak terkena banjir. Tapi sekarang malah terkena banjir. Sekarang banjir di sini lebih parah dari tahun 2002 lalu. Kita berdoa semoga banjir bisa segera surut. Sehingga kita bisa dan melanjutkan aktivitas keseharian.,” ujarnya.

Masalah yang dihadapi Jakarta memang bukan sekadar banjir. Untuk itu, yang diperlukan sekarang, yaitu kebersamaan, ketabahan, dan gotong-royong seluruh komponen warga. Apalagi, sudah ada relawan yang siap membantu. Tanpa perlu mengaitkan mereka (para relawan) dengan kepentingan kelompok atau partai. “Kita semua satu warga Jakarta, satu umat, dan satu bangsa. Saya sendiri telah terjun langsung ke daerah lain yang juga terkena banjir,” tuturnya.

Hidayat mengajak seluruh warga mengingatkan kembali ajaran agama. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menurunkan sesuatu untuk menyusahkan umatnya. Tetapi untuk menguatkan iman, tawakal, dan kesabaran. Persaudaraan dan kebersamaan.

Tujuannya, agar umatnya mampu meneladani nabi Muhammad SAW. Bagaimana dulu, sebelum nabi hijrah, ditimpa kesulitan luar biasa. Bukan hanya tertimpa bajir. Bahkan sampai 3 tahun lamanya ‘dibanjiri’ dengan masalah. Tidak ada yang bisa dimakan. Tidak ada yang mengajak bicara, tidak ada yang mengajak dagang. Belum lagi istri tercintanya Khadijah diwafatkan Allah. Pamannya juga.

“Tetapi karena nabi tetap tabah, istiqamah, menjalin kebersamaan. Maka Allah SWT memberikan Isra’ Mi’raj untuknya,” sitir Hidayat. (mca)

Di Cari Satrio Piningit Untuk Memimpin Bangsa Ini

In Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009 on February 13, 2009 at 10:39 am

Satrio piningit diramalkan akan memimpin bangsa ini dengan kepemimpinan wahyu. Dengan kepemimpinan wahyu, insya Allah bangsa ini terlepas dari bala dan kutukan. Diramalkan oleh ki ronggowarsito bahwa bangsa ini akan dipimpin oleh tujuh satria dan satria ke tujuh berjuluk satrio pinandito sinisihan wahyu. Siapakah beliau ini? Sosoknya yang sangat misterius menjadi kewajiban bagi bangsa ini untuk mencari beliau. Karena hanya beliaulah yang mampu memimpin bangsa ini keluar dari kemelut. Menurut Sabda Nabi Muhammad:

Sesungguhnya Allah telah menguatkan lagi agama ini dengan seorang lelaki yang gagah perkasa. (H.R. Bukhari)

Dialah satrio piningit yang mendapatkan derajat sebagai mujaddid atau sang pembaharu dalam bidang agama.

Inilah waktunya, waktunya sudah dekat, karena tahun 2009 adalah tahun akhir dari kala bendu. kala bendu adalah zaman di mana bangsa Indonesia tengah di landa keterpurukan dan berbagai macam bala bencana melanda bangsa ini. Belum lagi tindakan anarkis yang melanda bangsa ini dari berbagai macam kejadian di muka bumi Indonesia. Hanya dengan kembali kepada Al-Quran dan Al-hadist saja bangsa ini hanya bisa keluar dari kemelut dan menjadi bangsa yang besar, aman tentram, tata titi tentrem loh jinawi.

satrio piningit presiden berikutnyasatrio piningit presiden berikutnya

Imam Ali as

In Ahlul Bait, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, religius on February 13, 2009 at 10:11 am

imamali

Keutamaan dan Keagungan Imam Ali AS

1- Kepahlawanan dan Pengorbanan

Ali bin Abi Thalib adalah sosok manusia yang sempurna dari semua sisi. Kebesarannya diakui oleh kawan maupun lawan. Tidak ada seorangpun yang dapat melukiskan keagungan dan keutamaannya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepada Ali, “Wahai Ali tidak ada yang mengenal Allah dengan sebenarnya kecuali aku dan engkau. Tidak ada yang mengenalku dengan sebenarnya kecuali Allah dan engkau, dan tidak ada yang mengenalmu dengan sebenarnya kecuali Allah dan aku.”

Untuk itu, apa yang coba kami angkat dalam kesempatan ini, tak lain adalah upaya untuk mengenalkan sosok agung yang pernah ada di tengah umat Islam ini, sekaligus menghiasi pertemuan kita ini dengan nama Ali bin Abi Thalib. Sebab Rasulullah SAW pernah bersabda, “Menyebut Ali termasuk amal ibadah.”

Keutamaan pertama Imam Ali bin Abi Thalib adalah keberanian, kepahlawanan dan pengorbanannya dalam membela Rasulullah dan ajaran yang beliau bawa. Sejarah menyebutkan bahwa ketika berada di Mekah dan diboikot oleh Quresy, Rasulullah SAW bersama pamannya Abu Thalib dan keluarga besar Bani Hasyim tinggal di lembah atau Syiib Abu Thalib. Masa yang sulit itu berlangsung selama tiga tahun. Setiap malam, karena khawatir akan keselamatan Rasulullah SAW, Abu Thalib memerintahkan beberapa orang termasuk Ali untuk tidur di pembaringan Rasul, secara bergilir.

Malam ketika Nabi Muhammad SAW hendak pergi meninggalkan rumah menuju Madinah, beliau memerintahkan Ali untuk berbaring di tempat tidur Nabi dan mengenakan selimut beliau, padahal puluhan pemuda Arab sedang menunggu di luar dengan pedang terhunus untuk secara serentak menyerang rumah Nabi dan membunuh beliau. Pengorbanan Ali di malam itu disanjung oleh Allah dan diabadikan di dalam Al-Qur’an.

Ketika pasukan muslim yang berjumlah sedikit untuk pertama kalinya bertemu dengan pasukan kafir Quresy yang jumlahnya tiga kali lebih besar di Badr, Ali dengan keberanian dan kepahlawanan yang tertandingi berhasil menyungkurkan jawara-jawara kafir Quresy semisal Walid, Syaibah, Ash, Handhalah dan Naufal. Sejarah bahkan mencatat bahwa setengah dari 70 korban tewas di kubu pasukan Quresy, tersungkur setelah terkena sabetan pedang Ali.

Di Uhud, ketika pasukan kafir Quresy berhasil membuat barisan muslimin kocar-kacir, bahkan banyak yang melarikan diri, Ali tetap menyertai Nabi dan berperang dengan gigih di sisi orang yang ia cintai itu. Di tangan Ali-lah pasukan Quresy yang mengepung dan berusaha membunuh Nabi, berhasil dipukul mundur. Di medan yang penuh hiruk pikuk itu, luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya, tidak membuat kendur semangat Ali untuk berkorban dan membela Rasulullah SAW. Di Uhud inilah terdengar suara Jibril yang memuji Ali dengan mengatakan, “Tidak ada pahlawan seperti Ali dan tidak ada pedang seperti Dzul Fiqar.”

Tahun kelima Hijriyah, di saat kaum kafir dengan pasukannya yang berjumlah besar mengepung Madinah dan tertahan karena benteng parit yang dibuat kaum muslimin, Ali menunjukkan kepahlawanan dengan melawan Amr bin Abdi Wadd, jawara Arab yang sangat ditakuti. Ketika kuda tunggangannya, berhasil melompati parit, dengan congkak, Amr menantang siapa saja yang berani bertarung dengannya. Tantangan itu ia ulangi tiga kali berturut-turut, dan tiga kali pula Ali menyatakan kesiapannya untuk menjawab tantangan itu. Rasul mengizinkan dan Ali berhasil memenggal kepala Amr setelah melalui pertarungan yang sengit.

Kisah kepahlawanan Ali terulang di Khaibar ketika beliau berhasil menundukkan benteng Khaibar yang paling kuat, padahal pasukan muslim telah dua kali gagal mendudukinya. Dalam perang itu, Marhab bin Abi Marhab, jawara Yahudi Khaibar tersungkur setelah pedang Ali memilah tubuhnya menjadi dua bagian. Padahal saat bertarung dengan Ali Marhab mengenakan pakian besi yang menutupi seluruh tubuhnya.

Di Hunain, ketiika pasukan muslimin yang berjumlah sepuluh ribu orang diserang secara mendadak oleh suku Hawazin dan sebagian besar dari mereka lari tunggang-langgang meninggalkan Nabi, Ali bersama segelintir orang tetap berada di sisi Rasulullah SAW. Tebasan pedang Ali yang menjungkalkan Abu Jarwal, pahlawan kaum kafir di Hunain, berhasil menyiutkan nyali musuh-musuh Rasulullah dan mengundang pasukan muslim yang lari untuk kembali menyusun barisan.

Apa yang disebutkan tadi hanyalah sedikit contoh dari kepahlawanan dan pengorbanan besar Ali bin Abi Thalib untuk agama Allah dan ajaran Rasulullah SAW. Tidak sedikit pujian yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an dan hadis mengenai pengorbanan Ali di jalan Allah ini.

2- Keluasan dan kedalaman Ilmu

Keutamaan Imam Ali as berikutnya adalah keluasan ilmu beliau. Sejak masa kanak-kanak, Ali selalu menyertai Rasulullah SAW ke manapun beliau pergi bahkan dalam sebuah ungkapannya, Imam Ali menyatakan bahwa beliau sering diajak Nabi SAW berkhalwat dan beribadah di gua Hira yang berada di luar kota Mekah. Imam bahkan menuturkan bahwa beliau merasakan kehadiran malaikat Jibril yang membawa wahyu untuk Nabi SAW di gua itu. Dengan menyertai Nabi, Ali menimba ilmu-ilmu ilahiyah dari manusia paling agung di dunia itu. Ali pernah mengatakan bahwa Nabi mengajarinya seribu macam ilmu yang masing-masing memiliki cabang seribu.

Di hadapan sahabat-sahabatnya, Nabi SAW berulang kali bersabda bahwa beliau adalah kota ilmu yang pintunya adalah Ali bin Abi Thalib as. Sabda Nabi ini dibenarkan oleh para sahabat yang menyaksikan sendiri betapa Ali adalah satu-satunya orang sepenninggal Nabi yang menjadi rujukan dalam berbagai hal. Bahkan para khalifah, khususnya khalifah Umar bin Khattab sering meminta pendapat Ali dalam memghambil keputusan. Lebih jauh Umar mengatakan, “Jika tidak ada Ali maka celakalah Umar.”

Pernyataan Ali yang meminta umat untuk bertanya kepadanya sebelum mereka kehilangan dirinya, adalah ungkapan yang diabadikan oleh para sejarawan dan ahli hadis. Ali dikenal sebagai bapak dari berbagai cabang ilmu. Abdullah bin Abbas yang dikenal sebagai guru besar tafsir Al-Qur’an sepanjang sejarah, adalah orang yang berguru kepada Ali. Abul Aswad Al-Duali, sasterawan besar Arab dan penyusun ilmu Nahwu adalah murid Imam Ali as. Bahkan, beliaulah yang memerintahkan dan menuntun Abul Aswad untuk menyusun ilmu Nahwu.

Kepada sahabat dekatnya yang bernama Kumail bin Ziyad, Imam Ali as pernah menjelaskan kemuliaan ilmu dibanding harta. Kemudian beliau menunjuk dadanya secara mengatakan, “Di sini terpendam ilmu yang sangat luas. Andai saja aku menemukan orang yang bisa menerimanya.”

BIDADARI DI SURGA

In Satrio Pinandito, Shalawat Nabi, religius on February 13, 2009 at 9:15 am

BIDADARI DI SURGA
Sumber ajaran Islam, yaitu Al-Qur’an dan hadist banyak memuat penjelasan tentang kondisi di surga terkait dengan keberadaan bidadari ini. Beberapa hadist (sekurang-kurangnya melalui terjemahan Bahasa Inggeris atau Indonesia) memberikan gambaran tentang adanya hubungan seksual di surga, disamping adanya penjelasan Rasulullah tentang surga yang ‘tidak pernah terlihat oleh mata dan terpikirkan oleh pikiran’ – karena itu sulit untuk mengasosiasikannya dengan hasrat dan naluri seksual manusia – maka penjelasan hadist terasa terlalu simpang-siur. Untuk itu saya mencoba menjelaskan persoalan ini menitik-beratkan dengan ‘mengutak-utik’ Al-Qur’an.

bidadari

bidadari

Melalui terjemahan Al-Qur’an berbahasa Indonesia kita menemukan sekurang-kurangnya 8 kelompok ayat yang memuat kata tentang bidadari di surga. Dari 8 kelompok ayat tersebut hanya 3 ayat yang menyebut secara jelas tentang bidadari, yaitu kata ‘huurin ‘iin’ :

kadzaalika wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin
[44:54] demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.

muttaki-iina ‘alaa sururin mashfuufatin wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin
[52:20] mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Wahuurun ‘iinun, ka-amtsaali allu/lui almaknuuni
[56:22] Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, [56:23] laksana mutiara yang tersimpan baik.

kata bidadari melalui kata ganti termuat dalam 5 kelompok ayat Al-Qur’an :

1. wa’indahum qaasiraatu alththharfi ‘iinun, ka-annahunna baydhun maknuunun

[37:48] Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, [37:49] seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

wa’indahum = dan disisi mereka
qaasiraatu = tidak liar pandangan
atthafri = ujung/mata
‘inun = mata

2. wa’indahum qaasiraatu alththharfi atraabun

[38:52] Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.

wa’indahum = dan disisi mereka
qaasiraatu = tidak liar pandangan
atthafri = ujung/mata
atraabun = sebaya

3. fiihinna qaasiraatu alththharfi lam yathmitshunna insun qablahum walaa jaannun, ka-annahunna alyaaquutu waalmarjaanu

[55:56] Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. [55:58] Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

fiihinna = didalamnya mereka
qaasiratu = pendek/menundukkan
athafri = ujung/mata
lam yathmitshunna = tidak/belum menyentuh mereka
insun = manusia

4. fiihinna khayraatun hisaanun, huurun maqshuuraatun fii alkhiyaami

[55:70] Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. [55:72] (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.

fiihinna = didalamnya mereka
khayraatun = baik-baik
hisaanun = bagus-bagus/cantik-cantik
huurun = yang putih/jelita
maqsuuraatun = tersimpan/terpingit
filkhiyaami = dalam mahligai/rumah

5. innaa ansya/naahunna insyaan, faja’alnaahunna abkaaraan, ‘uruban atraabaan

[56:35] Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung [56:36] dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. [56:37] penuh cinta lagi sebaya umurnya.

inna = sesungguhnya Kami
ansya’naahunna = Kami jadikan mereka
insyaa’an = dengan kejadian
faja’alnaahunna = maka kami jadikan mereka
abkaaran = gadis-gadis perawan

Dari kelima kelompok ayat tersebut hanya yang nomer 5 yang secara jelas menyebut objek yang dimaksud adalah berjenis kelamin wanita, sedangkan keempat ayat lainnya tidak secara jelas mengindikasikan apakah yang dimaksud adalah wanita atau bukan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia kelompok ayat nomer 5 dibuat penjelasan dalam tanda kurung ‘bidadari’. Tafsir Jalalain juga memberikan penjelasan bahwa makhluk yang diciptakan tersebut adalah bidadari sekalipun Al-Qur’an tidak menyebut objeknya, dan kata ‘insyaa’an’ diartikan dengan kata ‘langsung’ yaitu yang diciptakan tanpa melalui proses kelahiran terlebih dahulu, sedangkan Tafsir Al-Mishbah tidak mengartikannya sebagai ‘bidadari’ dan tetap memakai kata ganti ‘mereka’, sedangkan kata ‘insyaa’an’ ditafsirkan dengan kata ‘sempurna’, sehingga bunyinya :”Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan penciptaan sempurna..”, suatu penafsiran yang belum tentu berarti ‘diciptakan tanpa melalui proses kelahiran’.

Selanjutnya Ustadz Quraish Shihab menjelaskan kalimat ‘lagi sebaya umurnya’ dengan menyampaikan hadist diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa seorang wanita tua datang kepada Nabi Muhammad SAW memohon dido’akan agar masuk surga. Nabi menjawabnya dengan bersabda (dengan tujuan bergurau sambil mengajar) :”Beritahu wanita itu, bahwa dia tidak akan memasukinya dalam keadaan tua. Sesungguhnya Allah berfirman (lalu beliau membacakan ayat-ayat diatas) . Hadist ini diriwayatkan juga oleh al-Baihaqi dan ath-Thabarani, namun oleh Ibnu Hajar dinilai merupakan hadist lemah. Kalau kita merujuk kepada penjelasan ini maka ‘diduga keras’ wanita yang dimaksud QS[56:35-37] adalah manusia biasa yang mendapat anugerah surga dan bukan bidadari seperti yang dimaksud dengan kata ‘huurin ‘iin’ dalam QS[44:54], QS[52:20], QS[56:22].

Dalam keempat kelompok ayat yang lain, Al-Qur’an menyampaikan adanya ‘sesuatu’ di surga yang mempunyai ciri-ciri : punya pandangan yang tidak liar, jelita matanya ibarat telur burung unta, berumur sebaya, sopan dan selalu menundukkan pandangan, belum pernah disentuh manusia, seperti permata yakut dan marjan, yang cantik (atau bagus) , putih dan tersimpan dalam mahligai. Kita tentunya boleh saja mengartikan ciri-ciri ini secara fisik dan harfiah dan itu mempunyai ‘peluang besar’ menuju kepada sosok wanita. Namun tidak salah juga kalau beberapa ahli tafsir mengartikan ciri-ciri tersebut secara majaazi, bahwa maksud ‘pandangan tidak liar’ adalah ‘sesuatu’ tersebut punya perhatian hanya terbatas kepada pasangannya, pandangan yang terbuka lebar penuh perhatian, murni, tulus dan setia kepada pasangan, intinya betul-betul merupakan ‘sesuatu’ yang cocok dihati. Keempat kelompok ayat tersebut tidak menjelaskan apa jenis kelamin ‘sesuatu’ itu. Dan ternyata ini juga sejalan dengan pengertian kata ‘huurin ‘iin’. Penjelasan ini juga tidak membatasi penafsiran bahwa yang dimaksud adalah ‘sesuatu’ yang diciptakan di surga atau merupakan manusia yang menjadi penghuni surga, baik laki-laki maupun perempuan.

Tafsir al-Mishbah menjelaskan bahwa kata ‘hur’ adalah bentuk jamak dari kata ‘hauraa’ yang pertama menunjuk kepada jenis kelamin feminin dan yang kedua jenis maskulin. Ini berarti bahwa kata ‘hur’ adalah kata yang netral kelamin – bisa laki-laki dan bisa perempuan. Kata ‘hur’ sendiri menurut ar-Raghib al-Ashfahaani adalah tampak sedikit keputihan pada mata disela kehitamannya (dalam arti yang putih sangat putih dan yang hitam sangat hitam). Bisa juga ia berarti ‘bulat’, ada juga yang mengartikan ‘sipit’. Sedangkan kata ‘iin’ adalah jamak dari kata ‘aina’ dan ‘ain’ yang berarti’ bermata besar dan indah’. Penjelasan kata ‘huurin ‘iin’ berdasarkan arti katanya ternyata sejalan dengan bunyi ayat lain tentang ‘sesuatu’ yang akan menjadi pasangan manusia yang masuk surga nantinya.

Pertanyaan muncul dengan adanya ayat [52:20] ..dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. Kata ‘dikawinkan’ berasal dari kata ‘zawwajnaahum’ tidak dipahami dalam arti mengawinkan. Ini bukan saja karena di akherat ini tidak ada lagi ‘taklif’ dan kewajiban syariat berupa akad nikah dan lain-lainnya, tetapi juga karena ayat diatas menggunakan idiom ‘bi’ ketika menggunakan kata ‘zawwaja’. Biasanya kata mengawinkan diungkapkan tanpa menyertakan idiom ‘bi’ yakni ‘zawwaja fulanah’ atau dalam konteks ayat ini – jika yang dimaksud dengannya mengawinkan tentu redaksinya ‘zawwajnaahum Huur ‘in’ dan bukan ‘zawwajnaahum bihuurin ‘iinin. Kalau begitu maka arti kata ‘zawwajnaahum’ bisa kita artikan lebih luas dan tidak hanya terbatas pada hubungan perkawinan antara laki-laki dan wanita. Kata ini mungkin boleh diartikan dengan ‘dipasangkan’ yang punya arti luas.

Sekarang kita coba mencari penjelasan Al-Qur’an tentang adanya hubungan antar penghuni surga, misalnya disampaikan dalam ayat ini :

[2:25] ..Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

Dalam tafsir Jalalain, Imam Jalaluddin al-Mahalli secara jelas mengartikan ‘azwaajun muthahharatun’ sebagai isteri-isteri yang disucikan, sedangkan dalam Tafsir Al-Mishbah, Ustadz Quarish Shihab mengartikannya dengan ‘pasangan-pasangan yang disucikan’, sekalipun dalam beberapa penjelasannya beliau menyinggung bahwa yang dimaksud pasangan itu adalah suami atau isteri. Kalimat ‘azwaajun muthahharatun’ terkait dengan surga ini juga diungkapkan dalam QS[3:15], QS[4:57]. Kata ’azwaajun’ juga dipakai dalam beberapa ayat Al-Qur’an yang merujuk kepada ‘istri’ antara lain pada ayat QS[2:232], QS[9:24], QS[24:6]. QS[64:14], QS[66:5], dst. Sedangkan kata yang sama dan diartikan ‘pasangan’ dipakai pada ayat : QS[78:8], QS[6:143], QS[35:11], QS[36:36], QS[38:58], kata ‘pasangan’ pada ayat terakhir tidak selalu diartikan sebagai suami atau istri, misalnya QS [6:143] ..(yaitu) delapan binatang yang berpasangan (tsamaaniyata azwaajin).

Berdasarkan beberapa penjelasan ayat Al-Qur’an diatas, marilah kita mencoba untuk ‘sedikit berkhayal’ tentang surga. Ternyata Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa di surga, manusia yang jadi penghuninya mempunyai pasangan dan hal tersebut tidak selalu diartikan sebagai pasangan suami istri, dan yang dikatakan sebagai ‘bidadari’ itu ternyata tidak hanya terbatas pada pengertian pasangan wanita saja. Persoalan ini tidaklah aneh dalam sejarah penafsiran Al-Qur’an, karena sebagai firman Allah, kemampuan kita untuk menafsirkannya sangat terbatas. Ketika Allah menyampaikan hanya satu kata firman-Nya, kelihatan tidak cukup jutaan buku yang dibuat manusia untuk menjelaskan maknanya, Allah menyatakan :

[18:109] Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

[31:27] Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Maka ketika manusia berusaha menjelaskan kalimat-kalimat Allah, apalagi yang terkait dengan sesuatu yang masih ghaib, tidak akan habis-habisnya manusia memberikan penafsirannya, hebatnya seluruh penafsiran tersebut seolah-olah ‘tenggelam’ dalam kalimat-kalimat Allah tersebut.

Disisi lain, Al-Qur’an juga bisa berfungsi sebagai cermin bagi manusia, memantulkan apa yang ada dalam diri kita ketika berhadapan dengannya. Pada mulanya Al-Qur’an diturunkan pada bangsa Arab dan para penafsir awal adalah kaum laki-laki dari bangsa tersebut, maka mereka yang memang terkenal punya karakter ‘manusia gurun yang perkasa’ terutama terkait dengan wanita, ayat tersebut ‘memantulkan’ karakter tersebut sehingga muncul penafsiran yang ‘berpihak’ kepada kaum lelaki yang menggambarkan wanita cantik, putih bersih, setia, tunduk, dan inilah penafsiran yang muncul bertahun-tahun sehingga membentuk ‘stereotip’ tentang surga yang dipenuhi bidadari. Tentu saja ini tidaklah salah karena seperti yang saya katakan sebelumnya, penafsiran ini seolah-olah ‘tenggelam’ didalamnya dan artinya tetap bisa diterima . Namun bagaimana kalau yang berhadapan dengan ayat tersebut adalah seorang wanita..?? kita juga ‘mempersilahkan’ wanita tersebut ‘berkhayal’ bahwa di surga nanti dia akan menemui pasangan, bisa seorang suami, bisa juga suaminya yang di dunia, bisa juga wanita lain sebagai sahabat ‘sejiwa’, pasangan yang tidak akan mengkhianati dan yang selalu mendampingi, tidak seperti pasangannya di dunia, bisa pacar, suami, sahabat yang dipastikan pernah berkhianat.

Di kantor saya mempunya rekan seorang yang terobsesi untuk menjadi vokalis group heavy metal, namun sayang cita-citanya kandas karena umurnya sudah menjelang ’50-an dan group musik yang dibentuknya ketika remaja hancur berantakan akibat ketidak-kompakan. Apakah yang akan dia khayalkan kalau nantinya dia bisa masuk surga..?? tentu saja di surga nanti dia ingin menjadi vokalis dan rocker terkenal, seperti Ian Gillan ataupun Ronny james Dio. Tahukan anda siapa yang akan menjadi ‘bidadari’nya..?? maka yang akan menjadi ‘huurin ‘iin’ adalah teman se group, bisa gitaris model Ritchie Blackmore atau Steve Morse atau drummer jagoan seperti Ian paice, dll. Temannya tersebut akan menjadi pasangan yang setia, group musiknya tidak bakalan bubar, anggota yang lain hanya punya perhatian dan pandangan terfokus padanya, itulah yang menjadi ‘bidadari’ miliknya di surga nanti.

Atau katakanlah anda terobsesi menjadi pemain bola seperti David Beckham, maka yang menjadi ‘huurin ‘iin’ anda adalah pemain lain seperti Garry Neville atau Wayne Rooney serta punya ‘huurin ‘iin’ pelatih sehebat Sir Alex Ferguson. ‘Huurin ‘iin’ anda tersebut merupakan anggota se team anda yang selalu tahu dan mengerti apa maunya anda, mampu memberikan ‘umpan-umpan matang’ agar anda bisa beraksi. Namun boleh-boleh saja kalau anda adalah seorang yang punya naluri model Kaisar Caligula, kaisar Romawi yang ‘gadang salero’, yang gemar mengoleksi perempuan sehingga singgasananya selalu dikelilingi puluhan wanita cantik dan seksi, maka ‘huurin ‘iin’ anda di surga ‘tidak akan jauh-jauh’ dari hal tersebut.

Kalaupun kita bertanya :”Lalu apa maksudnya Allah sengaja menyampaikan ‘sesuatu’ di surga yang akan menjadi pasangan manusia penghuninya..??, apa pentingnya hal tersebut..??”. Kita mengetahui bahwa manusia adalah makhluk sosial karena tidak bakalan bisa hidup sendiri. Kelihatannya di surga nanti nalurinya sebagai makhluk sosial tidak akan berubah. Maka ketika manusia bersosialisasi di surga nanti dia akan berhadapan dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk lain. Dengan menyampaikan adanya ‘huurin ‘iin’ ini, maka Allah – yang sangat mengerti tentang manusia – tidak hanya menyiapkan, makanan dan minuman dan tempat tinggal yang indah, tapi juga menyiapkan ‘masyarakat’ tempat para penghuninya bersosialisasi dan berinteraksi.

Ternyata ‘bidadari’ di surga tidak harus perempuan, dan hubungan kita dengannya tidak harus berupa hubungan seksual. Apa yang kita tafsirkan dari penjelasan Al-Qur’an tentang itu merupakan ‘pantulan’ dari obsesi kita sendiri, Allah menyampaikan :

[43:71] Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”.

Total Reply 441 | Read 904 hits | Beritahu Teman | Print | Reply this Entry

Home War Siyasah E-Book Foto Galery Islam Fakta Hikayat | Chatting Active Forum Arsip1 Arsip-0

Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta’ala
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari swaramuslim dicantumkan

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster

Copyright © Sep 2002 – swaramuslim – power with Pmachine All right reserved

in association with Muslim Netters Association

best viewed with IE Resoluton 1024 X 768

Sri Sultan Hamengku Buwono Seharusnya Menyerahkan Tahtanya kepada Satro Piningit

In Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya on February 8, 2009 at 6:35 am
Sri Sultan Hamengkubuwono X

Sri Sultan Hamengkubuwono X

Sri Sultan Hamengkubuwo saat ini sedang memeriahkan pesta demokrasi Indonesia 2009, yaitu menjadi capres golkar, maupun menjadi cawapres PDIP. Nun jauh di sana ada kewajiban dari Sri sultan hamengkubuwono untuk bersiap-siap menantikan datangnya sang ratu adil di pulau Jawa.

Buddha Maitreya

Buddha Maitreya

Tokoh satrio piningit yang diramalkan akan menduduki tahta kerajaan Jawa menggantikan kekuasaan Sri sultan hamengkubuwono X. Saat ini ada tokoh lain yang bernama Sultan herucakra yang akan menggantikan kekuasaan Sri sultan Hamengkubuwono X di Pulau Jawa. Sultan Herucakra adalah tokoh pembawa pencerahan bagi rakyat Indonesia. Saat ini rakyat Indonesia tengah di landa keterpurukan karena kebangkrutan ekonomi dan perpecahan antar bangsa yang dikenal dengan anarkisme. Adanya tokoh satrio piningit hendak memerintah di pulau Jawa sudah diramalkan jauh hari dalam kitab kuno Jawa dan diajarkan secara turun-temurun oleh raja-raja Jawa. Misalnya dari kitab kuno Jawa yang mengajarkan adanya tokoh ratu adil dipulau jawa sebagai berikut:

Jangka Jayabaya-Sabda Gaib-KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta

1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.

1. Seluruh tanah Jawa, pada berbenah, membetulkan tata cara, golongan empat perkara, meluluh menjadi satu merasuk kepada rakyat kecil, negara tanpa aturan, hanya menguntungkan diri pribadi, kelihatannya tujuannya salah dari pelaksanaannya.

2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Allah, wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Allah.

2. Bunga cinta perwira perkasa, membawa tugas suci mengaturkan hening, berbaluhkan tempat Allah, sudah keluar dari tempat persembunyian, sudah diurus sama hasilnya, yang mendapatkan titah untuk menggelar perang pupuh, untuk menghapuskan kejahatan, yang menjadi bencana manusia Jawa, untuk bertindak melakoni kehendak Allah.

3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.

3. Meraba perang hanya sendirian, tidak mengadu manusia prajuritnya hanya sirrullah, senjatanya selalu ingat, mengakibatkan semunya musuh terkalahkan, yang durhaka pada di tumpas, tidak lama hanya tertidur oleh ilmu sirep, bergantinya zaman kaya sejahtera.

4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.

4. Sudah hilang bencananya,berganti kebaikan yang tulus, semua murah sandang pangan, tidak ada kejahatan, hilangnya bencana, enak hatinya semua, orang Jawa semuanya, setelahnya tentram semuanya, hanya menemui sang satria suci, sudah dijunjung orang banyak mendirikan pemerintahan.

5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.

5. Membawahi tanah Jawa, berjuluk Narapati, Kanjeng Sultan Herucakra, disebut juga Kanjeng Ratu Adil, Terkenal namanya, sampai tanah sebrang di sana, karamahnya ada, nyata-nyata kekasihnya Tuhan, ikut menjadi pujian dari orang sejagad.

6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring
Widhi, tobatira mung suci manah raharja.

6. Duh seluruh anak cucu, mari sama-sama diingat, tidak perlu ditolak, perkataan riwayat gaib, semoga bisa melahirkan, yaitu pertolongan agung, hanya perlu mempersiapkan sarananya, sarananya yaitu taubat terhadap Tuhan, tobatnya hanya suci supaya sejahtera.

7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.

7. Riwayat gaib yang terbaca, yaitu tidak tercederai secara pasti, kenalilah sri herucakra, jika bisa dipagari, yang mencapai kesempurnaan tempat pusatnya, Tanah Jawa sama-sama ingat, mengajari para bawahan, namun jika menunduk sama-sama salah saling berebut mendapatkan tempat.

8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Allah mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.

8. Jika demikian pasti gila, Herucakra Ratu Adil, tidak datang malah pulang, bisa bersabda menyumpahi, duh Allah semoga saja, beri kami berkat, terhadap para abdi kerajaan, suci jujur satu setia, bahwa di sana Ratu Adil muncul memerintah.

Semoga Sri Sultan Mau menyerahkan tahta kerajaannya kepada sultan herucakra sebagai amanat negara dan sesepuh yang dijunjung tinggi.

Bandung, 08 Februari 2009

Isu ABS dan Presiden Buddha

In Departemen Dalam Negeri, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Lembaga-Lembaga Negara, Satrio Pinandito, Sekretariat Negara, indonesia emas, pemilu 2009 on February 4, 2009 at 11:36 am

Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meminta polemik ABS (asal bukan capres S) dianggap selesai dan berhenti digulirkan.

Budda Maitreya

Budha Maitreya

“Sudah selesai dan tidak perlu dikembangkan lagi,” ujar Juwono seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/2).

Sedangkan juru bicara kepresidenan Andi Mallaranggeng mengatakan isu yang dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapim TNI dan Rakor Polri, pekan lalu guna menegaskan netralitas TNI-Polri. “Salah satu unsur reformasi ialah netralitas TNI-Polri dalam kegiatan politik praktis, baik kelembagaan maupun individual. Ini perlu ditegaskan oleh Presiden karena beliau adalah selain kepala negara dan pemerintahan tapi waktu dulu sewaktu menjadi Kasospol beliau merumuskan cetak biru reformasi,” ujar Andi.

Lima tahun lalu, ramai diberitakan oleh media massa adanya anggota TNI-Polri yang melanggar netralitas dalam pelaksanaan pemilu 2004. “Karena itu Presiden mengatakan yang dulu sudah saya maafkan tapi jangan terulang lagi,” tukas Andi.

Presiden, ujar Andi sudah menyatakan tidak percaya terhadap informasi itu. Dimana informasi yang menyatakan adanya anggota TNI-Polri yang menjadi tim sukses calon presiden tertentu pada pemilu 2009.

Mengenai sumber isu itu, diakui Andi diterima melalui pesan singkat yang masuk ke presiden. “Presiden ada sms kepada presiden, info-info yang masuk ke presiden tentang macam-macam,” ujar Andi yang membantah pernyataan itu terkait dengan kekhawatiran presiden tentang pemilu 2009.

ABS (Asal Bukan Capres S) adalah isu yang mencuat menjelang pesta demokrasi tahun 2009 ini. Pesan yang tersirat dari isu ini adalah adanya calon presiden baru yang menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan ini merupakan presiden Buddha. Presiden Buddha yang akan mengajarkan kebaikan dan cara berfikir yang benar sehingga dapat meredakan kekalutan dan gontok-gontokkan antar komponen masyarakat, sehingga dapat membangun bangsa ini menuju kebahagiaan yang hakiki. Rumus dari isu ini adalah adanya kata S dibelakang isu ini yaitu Sang Buddha, yang terpilih dan diterangi Cahaya Ilahi untuk mengajarkan bangsa ini melaksanakan dharma dan kebaikan.

Pembangunan di Bidang Pertanian

In kitab musasar jayabaya on February 3, 2009 at 6:02 am

Pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani dan nelayan, memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha, serta mengisi dan memperluas pasar, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri, melalui pertanian yang maju, efisien dan tangguh sehingga makin mampu meningkatkan dan menganekaragamkan hasil, meningkatkan mutu dan derajat pengolahan produksi, dan menunjang pembangunan wilayah.

Penataan tata ruang perlu dilaksanakan agar perkembangan sektor industri, pemukiman, dan prasarana jalan tidak mengurangi lahan pertanian yang produktif.

Pertanian di Indonesia

Pertanian di Indonesia

Keikutsertaan petani, peternak, dan nelayan dalam pembangunan pertanian melalui koperasi dan kelompok tani perlu lebih ditingkatkan.

Usaha pertanian besar didorong untuk ikut serta dalam meningkatkan kegiatan koperasi dan membantu pengembangan usaha pertanian rakyat termasuk hasil produksinya.