hadisetyono

Archive for 2009

Mata Uang Emas dan Rupiah

In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, religius on August 11, 2009 at 9:07 pm
UANG EMAS DAN PERAK  

Oleh KH. M. Shiddiq Al-Jawi

Mata Uang Emas

Mata Uang Emas

Pengantar

Ketika dunia menggunakan emas dan perak sebagai mata uang, tidak pernah terjadi sama sekali masalah-masalah moneter (masyakil naqdiyyah), seperti inflasi, fluktuasi nilai tukar, dan anjloknya daya beli. Profesor Roy Jastram dari Berkeley University AS dalam bukunya The Golden Constant telah membuktikan sifat emas yang tahan inflasi. Menurut penelitiannya, harga emas terhadap beberapa komoditi dalam jangka waktu 400 tahun hingga tahun 1976 adalah konstan dan stabil. (Nurul Huda dkk, 2008:104).

Masalah-masalah moneter itu justru terjadi setelah dunia melepaskan diri dari standar emas dan perak serta berpindah ke sistem uang kertas (fiat money), yaitu mata uang yang berlaku semata karena dekrit pemerintah, yang tidak ditopang oleh logam mulia seperti emas dan perak. Dalam sistem Bretton Woods yang berlaku sejak 1944, dolar masih dikaitkan dengan emas, yaitu uang $35 dolar AS dapat ditukar dengan 1 ounce emas (31 gram). Namun pada 15 Agustus 1971, karena faktor ekonomi, militer, dan politik, Presiden AS Richard Nixon akhirnya menghentikan sistem Bretton Woods itu dan dolar tak boleh lagi ditukar dengan emas. (Hasan, 2005). Mulailah era nilai tukar mengambang global yang mengundang banyak masalah. Dolar semakin terjangkit penyakit inflasi. Pada tahun 1971 harga resmi emas adalah $38 dolar AS per ounce. Namun pada tahun 1979 harganya sudah melonjak jadi $450 dolar AS per ounce. (El-Diwany, 2003).

Masalah-masalah moneter seperti itu hanya dapat diatasi oleh mata uang emas dan perak saja. Mengapa? Sebab emas dan perak mempunyai banyak keunggulan. Telaah ini bertujuan mengupas lebih dalam mengenai keunggulan-keunggulan sistem emas dan perak tersebut, sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum dalam kitabnya Al-Amwal fi Daulah Al-Khilafah (2004), khususnya bab Fawa`id Nizham Adz-Dzahab wa Al-Fidhdhah. (h. 224-dst).

Keunggulan Mata Uang Emas dan Perak

Mata Uang Persia

Mata Uang Persia

Syaikh Zallum menerangkan setidaknya terdapat 6 (enam) keunggulan mata uang emas dan perak sebagai berikut (h. 224-227) :

Pertama, emas dan perak adalah komoditi, sebagaimana komoditi lainnya, semisal unta, kambing, besi, atau tembaga. Untuk mengadakannya perlu ongkos eksplorasi dan produksi. Komoditi ini dapat diperjualbelikan apabila ia tidak digunakan sebagai uang. Jadi, emas dan perak termasuk uang komoditi/uang barang (commodity money). (Nasution, 2008:241). Artinya, emas dan perak mempunyai nilai intrinsik (qimah dzatiyah) pada dirinya sendiri. Beda dengan uang kertas yang tidak memiliki nilai intrinsik pada barangnya sendiri. (Thabib, 2003:326).

Maka dengan menggunakan mata uang emas dan perak, suatu negara tidak akan dapat mencetak mata uang sesukanya lalu mengedarkannya ke pasar. Ini berbeda dengan uang kertas, suatu negara dapat saja mencetak uang kertas berapa pun ia mau, karena uang kertas tidak mempunyai nilai intrinsik pada dirinya sendiri. (Zallum, 2004:224). Ilustrasinya, untuk mencetak lembaran uang satu dolar AS, biayanya 4 sen dolar. Dengan anggapan 1 dolar senilai Rp 10.000, maka nilai 4 sen dolar hanya Rp 400 (1 dolar = 100 sen dolar). Kalau mau mencetak lembaran 100 dolar, biayanya juga masih sekitar 4 sen dolar itu. Inilah yang mengakibatkan The Fed (Bank Sentral AS) sangat leluasa mencetak dolar hampir unlimited sehingga menimbulkan inflasi permanen. (Hamidi, 2007:37). Namun untuk mencetak 1 lembaran uang senilai 1 dinar emas, diperlukan emas seberat 4,25 gram. Maka negara yang menggunakan standar dinar tidak bisa mencetak uang semaunya, kecuali dalam batas kuantitas emas yang dimilikinya. Uang yang beredar hanya bisa ditambah ketika negara menerima sejumlah emas baru dari pihak luar. Sebaliknya uang yang beredar bisa berkurang kalau ada orang yang menukarkan sebagian uangnya dengan emas. (El-Diwany, 2003:92).

Kedua, sistem emas dan perak akan menimbulkan kestabilan moneter. Tidak seperti sistem uang kertas yang cenderung membawa instabilitas dunia dikarenakan penambahan uang kertas yang beredar secara tiba-tiba. (h. 226). Emas biasanya tidak mudah ditemukan dalam jumlah berlimpah. Dalam perkiraan terbaik, persediaan emas global dalam 300 tahun terakhir hanya bertambah rata-rata 2 % per tahun. Tingkat pertumbuhan ini jauh di bawah pertumbuhan uang beredar berdasarkan perbankan modern yang menggunakan uang kertas. (El-Diwany, 2003:93). Dalam setahun, seluruh industri tambang emas dunia hanya menghasilkan kira-kira 2000 ton emas, sangat jauh di bawah produksi baja di AS saja yang menghasilkan 10.500 ton per jamnya pada tahun 1995. (Hamidi, 2007:109)

Ketiga, sistem emas dan perak akan menciptakan keseimbangan neraca pembayaran antar-negara secara otomatis, untuk mengoreksi ketekoran dalam pembayaran tanpa intervensi bank sentral. (Zallum, 2004:226). Mekanisme ini disebut dengan automatic adjustment (penyesuaian otomatis) yang akan bekerja menyelesaikan ketekoran dalam perdagangan (trade imbalance) antar negara. (Hamidi, 2007:137; Nurul Huda dkk, 2008:103).

Mekanismenya : jika suatu negara (misal negara A) impornya dari negara B lebih besar daripada ekspornya, maka akan makin banyak emas dan perak yang mengalir dari negara A itu ke negara B. Ini karena emas dan perak digunakan sebagai alat pembayaran. Kondisi ini akan mengakibatkan harga-harga di dalam negara A turun, lalu menyebabkan harga-harga komoditi dalam negara A lebih murah daripada komoditi impor dari negara B, dan pada gilirannya akan mengurangi impor dari negara B. Sementara dalam sistem uang kertas, jika terjadi ketekoran semacam ini, negara A akan mencetak lebih banyak uang, sebab tak ada batasan untuk mencetaknya. Tindakan ini justru akan meningkatkan inflasi dan menurunkan daya beli pada uang di negara A.

Dalam sistem emas dan perak, negara tidak mungkin mencetak uang lagi, selama uang yang beredar dapat ditukar dengan emas dan perak pada tingkat harga tertentu. Karena negara khawatir tidak akan mampu melayani penukaran tersebut. (Zallum, 2004:226).

Keempat, sistem emas dan perak mempunyai keunggulan yang sangat prima, yaitu berapapun kuantitasnya dalam satu negara, entah banyak atau sedikit, akan dapat mencukupi kebutuhan pasar dalam pertukaran mata uang. (Zallum, 2004:227). Jika jumlah uang tetap, sementara barang dan jasa bertambah, uang yang ada akan mampu membeli barang dan jasa secara maksimal. Jika jumlah uang tetap, sedang barang dan jasa berkurang, uang yang ada hanya mengalami penurunan daya beli. Walhasil, berapa pun jumlah uang yang ada, cukup untuk membeli barang dan jasa di pasar, baik jumlah uang itu sedikit atau banyak. (Yusanto, 2001:144).

Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk sistem uang kertas. Jika negara mencetak semakin banyak uang kertas, daya beli uang itu akan turun dan terjadilah inflasi. Jelaslah, sistem emas dan perak akan menghapuskan inflasi. Sedang sistem uang kertas sebaliknya akan menyuburkan inflasi. (Zallum, 2004:227).

Kelima, sistem emas dan perak akan mempunyai kurs yang stabil antar negara. Ini karena mata uang masing-masing negara akan mengambil posisi tertentu terhadap emas atau perak. Dengan demikian, di seluruh dunia hakikatnya hanya terdapat satu mata uang, yaitu emas atau perak, meski mata uang yang beredar akan bermacam-macam di berbagai negara (Zallum, 2004:227).

Benar hanya ada satu mata uang, karena satu ounce koin emas (31 gram) di AS, tidak akan berbeda dengan satu ounce koin emas di Jepang, Jerman, atau Perancis. Mungkin satu ounce emas itu akan diberi nama yang berbeda-beda di masing-masing negara ini, apakah diberi nama 20.000 Yen (Jepang), 200 Deutschemark (Jerman), 10.000.000 Rupiah (Indonesia), atau 1000 Franc (Perancis). Tetapi tidak akan ada biaya transaksi signifikan yang menggambarkan perbedaan kurs. Konsekuensinya, spekulasi mata uang asing (valas) tidak akan dapat lagi dilakukan dan perdagangan internasional pun akan makin bergairah, karena emas dan perak telah menghindarkan para eksportir/importir dari sumber ketidakpastian yang terbesar, yaitu kurs yang tidak tetap (fluktuatif). (El-Diwany, 2003:97).

Keenam, sistem emas dan perak akan memelihara kekayaan emas dan perak yang dimiliki oleh setiap negara. Jadi emas dan perak tidak akan lari dari satu negeri ke negeri lain. Negara manapun tidak memerlukan pengawasan untuk menjaga emas dan peraknya. Mengapa? Sebab emas dan perak itu tidak akan berpindah secara percuma atau ilegal. Emas dan perak tidak akan berpindah kecuali menjadi harga bagi barang atau jasa yang memang hal ini dibolehkan syara’. (Zallum, 2004:227; An-Nabhani, 2004:277). Contohnya : untuk mengimpor bahan pangan, alat-alat berat, persenjataan, atau untuk membayar tenaga ahli dari berbagai bidang dari luar negeri yang diperlukan untuk membangun negara Khilafah. Dengan kata lain, tidak akan ada keuntungan investasi asing yang dapat diterjemahkan sebagai kerugian mata uang dalam negeri. (El-Diwany, 2003:98).

Penutup

Itulah sekilas beberapa keunggulan mata uang emas dan perak yang diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum dalam kitabnya Al-Amwal fi Daulah Al-Khilafah (2004), dengan pengayaan dari berbagai referensi berharga lainnya. Dengan memahami berbagai keunggulan itu, kita tak perlu lagi meragukan kemampuan mata uang emas dan perak dalam mengatasi masalah-masalah moneter yang menyengsarakan umat selama ini.

Namun kemampuan mata uang emas dan perak itu tak ada gunanya kalau hanya jadi wacana kosong di negeri-negeri Dunia Islam yang masih rela tunduk kepada hegemoni Barat pimpinan AS. Dengan patuh sebagai budak Barat, mereka memang masih bisa hidup sebagai “rumput”, tapi bukan sebagai “pohon cemara”. Mereka memang tidak terhempas angin, cuma diinjak-injak dengan hina. Hanya negara Khilafah kiranya yang akan mampu mengemban tugas memuliakan umat dengan emas dan perak. Allahu Akbar! [ ]

DAFTAR BACAAN

Abu Ar-Rasytah, Atha, Al-Azmat Al-Iqtishadiyah : Waaqi’uhaa wa Mu’aalajuthaa min Wijhah Nazhar Al-Islam, www.hizb-ut-tahrir.info

Al-Maliki, Abdurrahman, As-Siyasah Al-Iqtishadiyah Al-Mutsla, (T.tp. : T.p), 1963

An-Nabhani, Taqiyuddin, An-Nizham Al-Iqtishadi fi Al-Islam, (Beirut : Darul Ummah), 2004

El-Diwany, Tarek, The Problem with Interest : Sistem Bunga dan Permasalahannya, Penerjemah Amdiar Amir, (Jakarta : Akbar Media Eka Sarana), 2003

Hamidi, M. Luthfi, Gold Dinar Sistem Moneter Global Yang Stabil dan Berkeadilan, (Jakarta : Senayan Abadi Publishing), 2007

Hasan, Ahmad, Mata Uang Islami (Al-Awraq Al-Naqdiyyah fi Al-Iqtishad A-Islami), Penerjemah Saifurrahman Barito & Zulfikar Ali, (Jakarta : RajaGrafindo Persada), 2005

Lubis, Abdur-Razzaq dkk, Jerat Utang IMF? Sebuah Pelajaran Berharga Bagi Para Pemimpin Bangsa-Khususnya Indonesia (Discredit Interest-Debt!), Penerjemah Rofik Suhud, (Bandung : Mizan), 1998

Nasution, Mustafa Edwin dkk, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, (Jakarta : Kencana), 2007

Nurul Huda dkk, Ekonomi Makro Islam Pendekatan Teoretis, (Jakarta : Kencana), 2008

Salim, Fathi Muhammad, An-Naqd Ad-Duali, (T.tp. : T.p), Tt

Thabib, Hamad Fahmi, Hatmiyyah Inhidam Ar-Ra`sumaliyyah Al-Gharbiyyah, (T.tp. : T.p), 2003

Yusanto, Ismail dkk (Editor), Dinar Islam : Solusi Krisis Moneter, (Jakarta : PIRAC, SEM-Institute, Infid), 2001

Zallum, Abdul Qadim, Al-Amwal fi Daulah Al-Khilafah, (Beirut : Darul Ummah), Cetakan III, 2004

Hasta Brata

In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, religius, uga siliwangi on July 27, 2009 at 2:48 am

Hasta BrataPerihal falsafah Pak Harto yang juga menjadi falsafah manajemen negara kita hingga saat ini saya kira bersumber kepada budaya bangsa Indonesia yaitu ajaran Hasta Brata. Pak Harto sebagai top manager sudah melihat dan melaksanakannya secara konsisten sejak tahun 1969.

Soeharto

Soeharto

Beberapa inti dari ajaran hasta brata adalah salah satu esensi manajemen, yaitu leadership (kepemimpinan). Kepemimpinan itu banyak teorinya. Tetapi yang banyak kita lihat dalam lakon wayang Wahyu Makutha Rama yang berisi ajaran Hasta Brata. Hasta artinya 8, Brata artinya sikap atau laku. Hasta Brata ini adalah ajaran quality of leadership yang digali dari budaya Indonesia dan asli Indonesia.

Cara mencarinya adalah dari fenomena alam, karena memang hukum manusia itu adalah nature (alam). Kita harus belajar dari alam, jagat kecil yaitu diri kita sendiri dikaitkan dengan jagat besar yaitu jagat raya. Kita pribadi selalu dilihat dengan konteks jagat yang lebih besar. Kita belajar dari konteks yang lebih besar itu. Hasta Brata adalah ajaran tentang kepemimpinan, bahwa siapa pun adalah pemimpin, apalagi kalau memegang jabatan yang tinggi. Sebagai pemimpin maka setiap orang harus mengerti bagaimana bersikap sebagai pemimpin yang baik. Secara singkat isi Hasta Brata itu adalah:

1. Surya atau matahari

Matahari memancarkan sinar terang sebagai sumber kehiduan yang membuat semua makhluk tumbuh dan berkembang. Seorang pemimpin hendaknya mampu menumbuhkembangkan daya hidup rakyatnya untuk membangun bangsa dan negara dengan bekal lahir dan batin untuk dapat berkarya.

matahari

matahari

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan  matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-An-am:96)

2. Candra atau bulan

Bulan memancarkan sinar kegelapan malam. Cahaya bulan yang lembut mampu menumbuhkan semangat dan harapan-harapan yang indah. Seorang pemimpin hendaknya mampu memberikan dorongan atau motivasi untuk membangkitkan semangat rakyatnya, dalam suasana suka dan duka.

bulan

bulan

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah  bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan . Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak . Dia menjelaskan tanda-tanda  kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Yunus:5)

3. Kartika atau bintang

Bintang memancarkan sinar indah kemilau, mempunyai tempat yang tepat di langit hingga dapat menjadi pedoman arah. Seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan, untuk berbuat kebaikan. Tidak ragu menjalankan keputusan yang disepakati, serta tidak mudha terpengaruh oleh pihak yang akan menyesatkan.

bintang

bintang

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran  kepada orang-orang yang mengetahui. (Q.S. Al-An’am:97)

4. Angkasa yaitu langit

Langit itu luas tak terbatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, hingga dengan sabar mampu menampung pendapat rakyatnya yang bermacam-macam.

langit

langit

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air  dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah , padahal kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah:22)

5. Maruta atau angin

Angin selalu ada di mana-mana, tanpa membedakan tempat serta selalu mengisi semua ruang yang kosong. Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan rakyat, tanpa membedakan derajat dan martabatnya, bisa mengetahui keadaan dan keinginan rakyatnya. Mampi memahami dan menyerap aspirasi rakyat.

angin

angin

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh  tanda-tanda  bagi kaum yang memikirkan. (Q.S. Al-Baqarah:164)

6. Samudra yaitu laut/air

Laut, betapapun luasnya, senantiasa mempunyai permukaan yang rata dan bersifat sejuk menyegarkan. Seorang pemimpin hendaknya menempatkan semua orang pada derajat dan martabat yang sama, sehingga dapat berlaku adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya.

laut

laut

Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.(Q.S.Al-Israa:66)

7. Dahana atau api

Api mempunya kemampuan untuk membakar habis dan menghancurleburkan segala sesuatu yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan berano menegakkan kebenaran dan keadilan secara tegas dan tuntas tanpa pandang bulu.

Fire

Api

Allah telah menurunkan air  dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa  yang mereka lebur dalam api untuk membuat  perhiasan  atau alat-alat, ada  buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah  Allah  membuat perumpamaan    yang  benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan . (Q.S. Ar’Ra’d:17)

8. Bumi yaitu tanah

Bumi mempunyai sifat kuat dan bermurah hati. Selalu memberi hasil kepada siapa pun yang mengolah dan memeliharanya dengan tekun. Seorang pemimpin hendaknya berwatak sentosa, teguh dan murah hati, senang beramal dan senantiasa berusahan untuk tidak mengecewakan rakyatnya.

Tanah

Tanah

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air  dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah , padahal kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah:22)

Solar Eclipse 22 July 2009

In Ahlul Bait, Baiti Jannati, Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, religius on July 22, 2009 at 5:09 am

Solar Eclipse Pertanda Adanya Perubahan Mendasar di Muka Bumi.

Solar eclipse yang terjadi hampir disemua belahan bumi wilayah asia, terutama wilayah asia timur, menandakan bahwa Bumi mengalami peningkatan spiritual yang cukup signifikan. Contoh perubahan yang signifikan adalah dipertemukan kembali adam dan hawa saat ini. Nabi adam dan siti hawa memang sudah meninggal, tetapi ruhnya masih melekat di hati sanubari cucu nabi adam yang terpisah dan mengalami penderitaan bathin karena terpisah dengan istrinya. Menurut aturan Al-Quran, seorang suami tidak boleh meng’ilaa istrinya selama lebih dari empat bulan. Dengan adanya solar eclipse ini terlihatlah nyat kekuatan imam mahdi Indonesia untuk menjernihkan suasana yang tengah kemelut di Indonesia.

Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ isterinya  diberi tangguh empat bulan . Kemudian jika mereka kembali , maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Baqarah:226).

Solar eclipse yang terjadi tanggal 22 July 2009 ini adalah solar eclipse yang paling kuat yang terjadi tahun 2009. Banyak kejadian yang didambakan oleh umat manusia akan terjadi di Indonesia. Penguasa zalim akan tersingkir, orang-orang yang mendambakan kedamaian dan kesejukan akan mendapatkannya. Namun lain dari itu, orang-orang yang mendambakan kehidupan yang lebih harmonis akan mendapatkannya hari ini. Sebagaimana kisah Nabi adam dan Siti hawa, demikian pula terjadinya kejadian yang dinantikan saat ini. Selamat menikmati hari ini dan selamat merasakan kedamaian yang hakiki saat ini.

Salam

- SPSW -

Raja Jawa Tiru SBY

In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, religius on July 21, 2009 at 8:38 am

Raja Jawa Tiru SBY

Perjalanan bangsa dan para pemimpin tidak lepas dari latar belakang kosmologi. Perjalanan masyarakat yang kini disebut bangsa Indonesia ini sempat diwarnai pengaruh ajaran Hindu-Buddha selama 12 abad.Sementara tiga abad sesudahnya masuk pengaruh Islam melalui pendatang. Setelah itu datang pula nilai-nilai Barat, akibat kolonialisme Belanda sekitar 300 tahun dan fasisme Jepang selama 3,5 tahun. Dari beragam latar belakang pengaruh itulah berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

SBY

SBY

Yang paling berpengaruh dari kesemuanya ini adalah ajaran Hindu-Buddha yang berwujud tataran kesadaran yang meliputi dharma,harta, kama, dan moksa. Keempat tingkat kesadaran secara mikrokosmologis mempengaruhi tampilan para pimimpin. Dengan wawasan makrokosmos ini, akhirnya muncul pemimpin negeri yang diyakini dari liturgy Notonogoro. Notonogoro pertama-tama bukanlah nama orang, tetapi perbuatan menata negara kendati yang mengemukakan pertama kali adalah prof. Natanagara (bahasa Jawa dibaca Notonogoro). Maka pengaruh Hindu-Buddha selama puluhan abad itu pun mengena pada Bung Karno yang kemudian menjadi presiden pertama Republik
Indonesia.

Temple of Kamasutra

Temple of Kamasutra

Istri-Istri Soekarno

Istri-Istri Soekarno

Kemunculan Bung Karno inilah yang dianggap sesuai dengan periode Dharma, yaitu gambaran sosok yang berjiwa ksatria, melaksanakan api ajaran agama, tokoh pendobrak belenggu penjajahan. Kemudian beranjak kepada Soeharto yang tampil sebagai presiden kedua Republik Indonesia dengan pedoman Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Dari sudut wawasan kosmologis, Pak Harto juga sosok yang tepat dengan periode kosmologis harta. Ini menjadi pertentangan, karena tekadnya yakni Mukti apa Mati (Sejahtera atau Mati), karena dipercaya tidak ada dalam ajaran Jawa itu orang mencari kekayaan. Orang Jawa itu diidentikkan dengan kerendahan hati dan kesaktian.

Soeharto

Soeharto

Sinergi dengan Goro-goro

Menginjak pada peimpin selanjutnya, BJ. Habibie, Gus Dur dan Megawati. Ketiganya tidak dianggap sesuai dengan periode kosmologis selanjutnya. Mereka masih dipercaya berkutat pada periode harta. Kini, setelah SBY dipercaya memimpin bangsa Indonesia lagi, maka periode kosmologis selanjutnya yakni kama, dianggap sebagai hal yang memenuhi diera kepemimpinan SBY.
Program yang digulirkan oleh pemerintahannya sudah dianggap masuk dalam praktik udik-udik (kekayaan) diserahkan kepada rakyat. Yaitu program BOS, BLT, Tabung gratis, Jamkes, Raskin, dan lainya dilakukan dalam pemerintahannya.

Jadi secara liturgy Notonogoro dan periode kosmologis yaitu dharma, arta, kama, dan moksa, hampir seluruh perjalanannya tercover. Bung Karno masuk pada No pertama dan periode dharma. Soeharto masuk dalam To dan periode harta, dan raja Jawa yang baru, Hadi Setyono, masuk dalam No yang kedua dan periode Kama.

Hadi Setyono - Raja Jawa
Hadi Setyono – Raja Jawa
Dan, kini mau tidak mau, 5 tahun mendatang dipastikan akan melangkah pada liturgy selanjutnya. No yang kedua ini bisa berarti tokoh yang dicari oleh bangsa Indonesia. Bisa diyakini bahwa Go dan Ro itu bisa tersambung yang akhirnya menjadi Goro-goro, sementara periode kosmologi yang menaunginya adalah periode moksa yang bisa diartikan Nusantara akan menjadi hancur atau hilang. Maka disinilah kekacaua, zaman edan menumpuk, yang akhirnya diyakini akan hadir sosok Imam Mahdi yang menyelamatkan bumi ini dari kehancuran. Itu sebagian yang bisa dianggap sebagai ramlan ataupun utak-atik ghatuk. Namun, semuanya dikembalikan kepada individu yang menjalaninya.

Pemimpin Baru

In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, religius, uga siliwangi on July 15, 2009 at 5:36 am

 

kaisar Indonesia

kaisar Indonesia

 

 

Kita paham bahwa Indonesia sedang dalam proses persalinan massal. Para pemimpin-pemimpin baru sedang dilahirkan. Mereka yang dalam proses perebutan kekuasaan tahun-tahun ini akan digantikan oleh orang-orang yang sama sekali baru dalam satu dekade ke depan. Zaman baru telah datang dan tak bisa dihindari. Zaman baru meminta pemimpin-pemimpin baru. Zaman baru telah datang dan tak bisa dihindari. Zaman baru meminta pemimpin-pemimpin baru. Tentang pemimpin baru, John Scully, mantan CEO Apple Computer, pernah mengatakan bahwa, ”Para pemimpin baru menghadapi ujian baru, misalnya bagaimana dia dapat memimpin orang yang tidak pernah memberi laporan kepadanya-orang-orang yang berada di organisasi lain, di Jepang dan Eropa, bahkan para kompetitor.” Bagaimana Anda dapat memimpin di lingkungan yang padat ide dan berisikan jaringan-jaringan yang interdependen ini? Ini memerlukan seperangkat keterampilan yang sama sekali baru, yang berbasis pada ide-ide, orang-orang, dan nilai-nilai. Para pemimpin tradisional mengalami kesulitan untuk menerangkan apa yang sedang terjadi di dunia, karena mereka mendasarkan penjelasannya pada pengalaman. Pernyataan singkat di atas sarat makna. Mari kita telusuri beberapa di antaranya. Pertama, kepemimpinan yang bertumpu semata-mata pada pengalaman tidak lagi dapat diandalkan. Kita tidak sedang bergerak ke belakang, ke tempat pengalaman itu terjadi (terra firma). Kita, suka atau tidak suka, sedang bergerak ke depan, ke suatu tempat yang bahkan belum pernah kita datangi (terra incognita). Itu sebabnya kita tidak bisa menjelaskan tempat baru itu dengan berkaca pada pengalaman. Dia tidak berada dalam pengalaman kita. Dia justru berada di ruang kemungkinan-kemungkinan, di ruang-ruang maya yang merupakan proyeksi dari pikiran-pikiran manusia. Kedua, kalau pengalaman tidak bisa dijadikan tumpuan utama, ke mana para pemimpin baru itu berpaling? Jawabnya tegas: kepada ide-ide, orang-orang, dan nilai-nilai. Pemimpin baru bergaul dengan dunia maya, dunia virtual, di mana berbagai macam gagasan berseliweran untuk saling diapresiasi dan saling dikritisi sekaligus. Tembok-tembok birokrasi diluluhlantakkan dan suasana formal berubah menjadi informal dan kerap personal. Berdasarkan nilai-nilai tertentu, orang-orang yang secara fisik dekat menjadi berjauhan; sementara mereka yang secara fisik berjauhan menjadi berdekatan. Perekat dan magnetnya bukan hierarki organisasi yang struktural, melainkan kesamaan nilai-nilai yang dianut. Cermin Obama Barack Obama mungkin menjadi contoh paling populer untuk menegaskan hal ini. Dia datang dengan gagasan-gagasan, dengan orang-orang muda yang bergairah, dan menawarkan nilai-nilai yang diyakini lebih baik dari para pemimpin tradisional. Kita tidak perlu menjadi ahli ilmu politik lebih dulu untuk memahami, bahwa kemenangan Obama tidak berbasiskan pengalaman, tetapi lebih berbasiskan pada gagasan-gagasan segar di tengah pasar pengalaman yang kumuh oleh kepongahan. Obama melakukan hal yang benar (doing the right thing), berorientasi jangka panjang, bercumbu dengan masa depan, menginovasi dan mengembangkan, bertanya ”apa” dan ”mengapa”, mengatur irama dan arah bersama. Ia tidak tampil sebagai ”pemberi perintah”, tetapi lebih sebagai ”penjual gagasan”. Ketiga, ujian bagi para pemimpin baru adalah bagaimana ia menembus batas-batas yang ada untuk mengembangkan pengaruhnya. Bagaimana seorang pemimpin perusahaan memengaruhi tidak saja pegawai, dan konsumennya, tetapi juga mereka yang di luar perusahaannya, pegawai di organisasi pemasok, bahkan pegawai di organisasi kompetitornya. Atau bagaimana pemimpin sebuah partai politik (sebagai organisasi) memengaruhi tidak saja konstituennya sendiri, tetapi juga konstituen dari parta politik yang lain. Bukankah fenomena koalisi-koalisi antarpartai merupakan ujian yang sangat jelas mengenai kiprah para pemimpin baru? Bukankah ujian semacam ini telah membuat para pemimpin tradisional kalang kabut dalam menentukan posisinya sendiri? Konstituen dari partai-partai yang lemah kepemimpinannya, tampak kucar-kacir tersedot magnet dari para pemimpin di luar partai sendiri. Patut diduga fenomena ini masih akan terus berlangsung sampai satu dekade mendatang; sampai lahir pemimpin-pemimpin baru yang lolos ujian. Keempat, karena pemimpin baru menghadapi lingkungan yang padat ide dan berisikan jaringan-jaringan yang interdependen, dia tidak lagi sekadar main perintah seperti komandan upacara. Dia juga tidak memiliki ilusi berlebihan untuk bisa mengontrol semua hal bagi dirinya sendiri. Sebaliknya, para pemimpin baru sangat sadar bahwa dia berkewajiban untuk menginspirasi konstituennya dan mengembangkan kepemimpinan di segala level organisasi. Pemimpin baru percaya pada konsep the leader in you dan the leader in us. Itu sebabnya pemimpin baru lebih berkutat pada soal-soal visi dan nilai-nilai bersama. Jika para pemimpin tradisional mengambil posisi sebagai komandan upacara (mengatur barisan yang seragam), para pemimpin baru memilih posisi sebagai pemandu orkestra (mengatur orang-orang dengan fungsi dan peran yang beraneka ragam, sesuai dengan jenis alat musik yang dipegangnya). Keempat hal di atas memberi sedikit gambaran kepada kita tentang sosok pemimpin baru untuk zaman ini: pertama, karena pengalaman tidak bisa jadi acuan, maka senioritas dan usia tidak bisa lagi dijadikan isu untuk mengukur kecakapan seorang pemimpin. Kaum muda mendapatkan peluang untuk memainkan peran strategis mereka tanpa harus menunggu restu orang tua; kedua, pemimpin baru haruslah menjunjung tinggi nilai-nilai luhur-termasuk nasionalisme-dan mampu berpikir kreatif, serta cakap mengomunikasikan gagasan kepada publik, baik tertulis maupun lisan; ketiga, mampu bertenggang rasa, toleran, dan solider, apalagi dalam konteks masyarakat yang multikultur seperti Indonesia. Indonesia sedang dalam proses persalinan massal. Mari kita songsong para pemimpin baru. Selamat datang pemimpin!

Pernikahan di Lebak Cawene

In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, uga siliwangi on July 6, 2009 at 6:15 pm

Pernikahan Syurga antara Meta Maulida dan Hadi Setyono

Pernikahan Syurga ini telah diramalkan jauh-jauh hari di
dalam ramalan Prabu Siliwangi, Raja tanah sunda, yang
mengalami hijrah bersama penduduknya. Disaat Prabu Siliwangi
hendak berpisah dengan penduduknya, disebutkanlah sebuah uga
siliwangi yang membahas tentang pernikahan di lebak cawene.

Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi

Bunyi dari uga siliwangi itu adalah sebagai berikut:

Pun, sapun kula jurungkeun
Mukakeun turub mandepun
Nyampeur nu dihandeuleumkeun
Teundeun poho nu baréto
Nu mangkuk di saung butut
Ukireun dina lalangit
Tataheun di jero iga!

Bahasa Indonesianya:

Sudah, sudah saya utarakan
Membuka tutup di depan
Menghampiri rumah yang ada pohon handeulemnya
Menyimpan kelupaan masa lampau
Yang bertempat di saung yang jelek
Berukiran apa yang ada di langit
Di tatah di tulang rusuk

Meta Maulida adalah bagian dari tulang rusuk Hadi Setyono. Oleh karena itu Hadi Setyono terpilih sebagai pemimpin tanah sunda warisan dari prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi adalah
tokoh yang dikagumi dan diteladani oleh semua penduduk Bandung, khususnya yang merupakan ibukota dari tanah sunda ini. Simbol dari Kerajaan siliwangi adalah macan kumbang yang dijaga oleh TNI seluruh kota Bandung.

Meta maulida adalah bagian dari tulang rusuk Hadi Setyono. Oleh karenanya terpatri dalam Kitab Suci Al-Quran. Sebagaimana bunyi Al-Quran:

Ya ayyuha alnnasu ittaqoo rabbakumu allathee khalaqakum min nafsin wahidatin wakhalaqa minha zawjaha wabaththa minhuma rijalan katheeran wanisaan waittaqoo Allaha allathee tasaaloona bihi waal-arhama inna Allaha kana AAalaykum raqeeban
(Q.S. An-Nisaa:1)

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya  Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan  laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan  nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan  hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
(Q.S. An-Nisaa:1)

Semoga pernikahan Syurga ini terlaksana dengan mas kawin lebak cawene sebagaimana disebutkan dalam uga siliwangi.

“Engké jaga, mun tengah peuting, ti gunung Halimun kadéngé sora tutunggulan, tah éta tandana; saturunan dia disambat ku nu dék kawin di Lebak Cawéné.”

Nanti jaga, kalau sudah malam, dari gunung Halimun terdengar suara tetunggulan, yaitu tandanya, keturunan kalian akan disambat (dikeluhkan) oleh orang yang hendak menikah di Lebak Cawene.

Bagi yang mempercayai uga siliwangi doakan saja agar terjadi pernikahan syurga antara Hadi Setyono dan Meta Maulida.

Salam

- SPSW -

Kiat Memilih Istri

In Baiti Jannati, Pemuda Bani Tamim, indonesia emas, religius, uga siliwangi on June 18, 2009 at 10:55 am

Kiat Memilih Istri

wanita muslimah

wanita muslimah

Dalam memilih isteri, Islam mengajarkan kepadakaum lelaki muslim ‎untuk memperhatikan dua hal esensial, yaitu: 1) silsilah keturunan ‎calon isteri, dan 2) lingkungan tempat wanita itu hidup, berikut sejauh mana ‎lingkungan tersebut berpengaruh pada kepribadiannya. Rasul Saw bersabda: Pandai-pandailah memilih calon isteri karena saudara isteri ‎akan menurunkan sifat dan karakternya pada anak kalian. Dalam pitutur lain Rasul Saw berujar: Pilihlah dengan benar wanita yang akan mengandung ‎anakmu karena unsur keturunan sangat berpengaruh pada anak. Rasulullah menganjurkan untuk memilih isteri dari keluarga yang ‎memiliki sifat-sifat terpuji, karena keluarga yang baik akan ‎membentuk karakter yang baik pula pada diri wanita tersebut.

‎Islam juga menekankan untuk memilih isteri dari lingkungan sosial ‎yang bersih, karena lingkungan yang baik akan memberikan ‎pengaruh yang baik pula kepada wanita tersebut. Sebaliknya, Islam ‎melarang kaum lelaki memilih isteri dari lingkungan yang ‎buruk. Dalam hadis disebutkan, bahwa Rasul Saw melarang ‎untuk mempersunting wanita cantik yang hidup di lingkungan yang ‎sesat. Beliau bersabda: Berhati-hatilah terhadap wanita cantik yang hidup di ‎lingkungan yang tidak baik. Ajaran Islam juga melarang laki-laki menikahi wanita pezina. Sabda Nabi: Jangan sekalipun kalian menikahi wanita yang terang-‎terangan berzina. Juga wanita yang tidak sehat secara mental dan psikologis. Sebab, dikhawatirkan anak yang akan ‎dilahirkannya akan mewarisi kegilaan ibunya. Ketika Rasul Saw ditanya, perihal menikahi wanita yang cacat mental, beliau menjawab: Jangan!

Ali bin Abi Thalib Ra mengingatkan kepada para pria Muslim untuk tidak menikahi wanita dungu, ‎karena dikhawatirkan anak yang bakal dilahirkannya akan mewarisi ‎kedunguannya. Selain itu, wanita dungu tidak akan mampu ‎mendidik anak dengan baik dan benar. Ali Ra berujar: Jangan sekalipun kalian mengawini wanita dungu karena ‎bergaul dengan wanita seperti itu merupakan petaka bagi seseorang ‎dan anak yang dilahirkan bakal tidak berguna. Tatkala salah seorang sahabat berkonsultasi kepada Rasul Saw perihal kriteria dasar calon istri, beliau menjawab tegas: Nilai keimanan dan loyalitas keagamaan harus dijadikan acuan utama memilih pendamping hidup. Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwa suatu hari, seseorang datang menemui ‎Rasul Saw dan meminta nasehat darinya tentang ‎perkawinan. Rasul saw bersabda: Pilihlah wanita yang loyal kepada agamanya, niscaya engkau ‎akan bahagia” (HR Muslim).

Memilih pesangan hidup harus memprioritaskan masalah agama di atas ‎harta dan kecantikan wanita. Karenanya Rasul Saw mengingatkan: Jika lelaki mengawini seorang wanita karena kecantikan ‎atau hartanya, ia tidak bakal mendapatkan apa yang ia cari itu. Tetapi bila ia ‎mengawininya karena agamanya, Allah pasti akan memberinya ‎kecantikan dan harta” (HR Turmudzi). Seorang pria harus memilih wanita salehah dan dari klan keluarga baik-baik untuk pendamping hidupnya, sebab wanita yang berasal dari keturunan yang baik dan dibesarkan di ‎lingkungan keluarga yang beriman, akan menjadi wanita yang taat ‎beragama. Wanita seperti inilah yang kelak jika bersuami dapat mendidik anak-anaknya ‎sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Islam.

Para pria yang hendak menyunting wanita untuk pendamping hidupnya,  hendaknya menentukan pilihannya kepada wanita yang bisa mengantarkannya atau menjadi mitra hidupnya, untuk meraih kebahahiaan abadi di negeri akhirat (surga Allah), sebagaimana pitutur Rasul Saw: Jika wanita salat lima waktunya, berpuasa di bulannya, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka kelak akan dikatakan kepadanya:‘Masuklah ke dalam surga dari pintu surga mana saja yang kamu sukai’ (HR Ibnu Hibban dan Thabrani). Sebaliknya, hendaknya para lelaki tidak menikahi wanita jahat. Dalam sebuah riwayat dituturkan: Kejahatan seorang wanita jahat adalah seperti jahatnya seribu orang jahat dari kaum lelaki. Kebaikan seorang wanita yang salehah adalah sepadan dengan amal saleh tujuh puluh orang-orang shiddiqin.

Dalam sebuah riwayat ditandaskan, Rasul Saw bersabda tentang wanita yang digaransi (dijamin) masuk surga, yaitu: 1) Wanita yang memelihara dirinya, taat kepada Allah dan suami, subur (bisa mempunyai anak) serta sabar; 2) Menerima apa yang ada—pemberian suami—walaupun sedikit, dan bersifat pemalu; 3) Jika suaminya pergi, ia menjaga dirinya dan harta suaminya; 4) Wanita yang ditinggal mati suaminya, sedangkan ia mempunyai anak yang masih kecil-kecil lalu ia menahan dirinya, memelihara dan mendidik anak-anaknya, serta berbuat baik terhadap mereka dan tidak mau nikah lagi karena takut menyia-siakan mereka.  Rasul Saw juga mewartakan tentang wanita yang kelak menjadi penghuni neraka, yaitu: 1) Wanita yang jelek lisannya terhadap suami, jika suaminya pergi, ia tidak menjaga dirinya. Jika suaminya di rumah, ia menyakiti suaminya dengan ucapannya; 2) Wanita yang membebani suami (dengan tuntutan) yang suami tidak mampu melakukannya; 3) Wanita yang tidak menutup dirinya dari lelaki lain dan ia keluar dari rumahnya dengan berhias; 4) Wanita yang sama sekali tidak memiliki keinginan kecuali makan, minum, dan tidur. Ia tidak memiliki gairah untuk mengerjakan salat, untuk mentaati Allah Azza wa Jalla, mentaati Rasul, serta tidak mentaati suaminya. Maka jika ada wanita memiliki sifat-sifat tersebut, ia adalah wanita terlaknat, serta bakal menjadi penghuni neraka Allah, kecuali jika ia bertaubat.

Rasul Saw mewartakan karakteristik dasar wanita baik yang layak dijadikan mitra hidup, guna mengarungi bahtera kehidupan di alam wujud ini. Diantara karakter dasar pasangan hidup yang baik itu ialah:

Pertama: Menyejukkan hati apabila dipandang. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Umamah al-Bahiliy dituturkan: Bagi seorang Mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah, maka tidak ada sesuatu paling berguna bagi dirinya selain istri yang saleh, yaitu wanita yang taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, beramanah bila diberi janji, dan menjaga kehormatan dirinya dan suaminya ketika suaminya pergi (HR Ibnu Majah).

Kedua: Bisa dipercaya. Sa’ad bin Abi Waqas meriwayatkan, bahwasanya Rasul Saw bersabda: Ada tiga macam keberuntungan di dunia ini, yaitu istri yang salehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu; kuda yang penurut dan cepat larinya sehingga dapat membawa kamu menyusul temen-temanmu; rumah besar yang banyak didatangi tamu-tamu (HR Hakim).

Ketiga: Memendarkan nuansa teduh dan ketenangan pikir. Allah Azza wa Jalla mewartakan dalam Alquran: Di antara tanda kekuasaan-Nya yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya dan Dia menjadikan rasa cinta dan kasih sayang antara kamu. Sungguh di dalam hal yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) bagi kaum yang berpikir (QS al-Rum/30: 21).

Keempat: Menjadi motivator ibadah dan meneguhkan aqidah. Rasul Saw bersabda:  Barangsiapa diberi oleh Allah istri yang salehah, maka sesungguhnya ia telah diberi pertolongan oleh Allah meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah di dalam memelihara separuh lainnya (HR Thabrani dan Hakim).

Ajaran Islam memberi tuntunan terbaik kepada para lelaki di dalam menjatuhkan pilihannya kepada wanita yang hendak dijadikan pendamping hidup, agar pernikahannya membuahkan berkah hidup dan kehidupan dunia akhirat. Adapun kriteria wanita baik yang patut dijadikan istri, sebagaimana diajarkan Alquran dan Sunnah Nabi ialah:

1.      ‎Wanita yang memiliki rasa takut kepada Allah (bertakwa);

2.      ‎Wanita yang memiliki keimanan jernih kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik  maupun yang buruk;‎

3.      ‎Wanita yang tulus bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, ‎bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, ‎mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, ‎dan naik haji bagi yang mampu;‎

4.      ‎Wanita yang berkepribadian ihsanah, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, ‎jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah ‎melihat dirinya;‎

5.      ‎Wanita yang tulus ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakal kepada ‎Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap azab Allah, ‎mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas ‎segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang ‎diberikan kepadanya;‎

6.      ‎Wanita yang gemar membaca dan mendaras Alquran, serta berusaha memahami kandungan isinya, berzikir ‎mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan ‎berdoa kepada Allah semata;‎

7.      ‎Wanita yang tegak menghidupkan amar makruf dan nahi munkar pada keluarga maupun lingkungan ‎masyarakatnya;‎

8.      ‎Wanita yang teguh berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, ‎dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak ‎yang dia miliki;‎

9.      ‎Wanita yang senang menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang ‎memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian ‎kepada dirinya, dan memaafkan orang yang menzaliminya;‎

10.  ‎Wanita yang rajin berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, ‎menahan amarah dan memaafkan manusia;‎

11.  ‎Wanita yang senantiasa menegakkan sendi-sendi keadilan, serta berlaku adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh ‎makhluk;‎

12.  ‎Wanita yang eksis menjaga lisannya dari perkataan dusta, tidak bersaksi  maupun berjanji palsu dan tidak ‎menceritakan kejelekan orang lain (ghibah);

13.  ‎Wanita yang menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya;‎

14.  Wanita yang selalu berbakti kepada kedua orang tuanya, dan suaminya jika telah menikah;‎

15.  ‎Wanita yang suka menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat ‎terdekat dan terjauh.‎

Manakib Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi

In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, religius on June 18, 2009 at 10:50 am

Manakib Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi

Habib Muhammad Idrus Al-Habsyi

Habib Muhammad Idrus Al-Habsyi

Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi atau nama lengkapnya Al-Habib Muhammad bin Idrus bin Muhammad bin Ahmad bin Ja’far bin Ahmad bin Zain Al-Habsyi, beliau lahir di kota Hauthah (khala’Rasyid) hadramaut pada tanggal 20 syawwal tahun 1265 H. Sebelum beliau lahir ayahnya Al-Imam Al-‘Arif Billah Al-Habib Idrus bin Muhammad Al-Habsyi telah berpergian ke Indonesia untuk berdakwah. Al-Habib Muhammad tidak sempat mengenal ayahnya bahkan tidak pernah melihatnya, karena ketika sang ayah wafat di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat beliau belum lahir. Adapun ibunya Syaikhah Salamah binti Salim bin Abdullah bin Sa’ad bin Semir (Sumair).

Status sebagai anak yatim tidak berpengaruh kepada terhadap diri beliau, karena ibunya dengan penuh kesabaran mendidiknya dan tidak menikah lagi. Di tambah lagi asuhan dan perhatian dari para pamannya, terutama Al-Habib Sholeh bin Muhammad Al-Habsyi yang menjadi munshib Al-Habsyi di negerinya, beliau dibesarkan dalam didikan pamannya ini sehingga mengikuti jalan dan perilakunya.

Sebelum genap berusia tujuh tahun, beliau telah mulai mempelajariAl-Qur’an kepada mu’allim Ali Syuwa’i pada tempat pengajian umum di Hauthah. Kemudian beliau menghatamkannya pada Syaikh Ahmad Al-Baiti, munsyid di kubah datuknya, sayyidina Ahmad bin Zain Al-Habsyi. Dalam perjalanan menuntut ilmunya beliau mengerahkan seluruh segala kemampuannya untuk belajar baik ketika masih di Hauthah maupun di berbagai tempat lain di Hadramaut. Disebagian tempat beliau menetap dalam waktu lama dan di sebagian yang lain beliau hanya tinggal beberapa saat. Al-Ghorfah, Sewun, Tarim, Syibam dan Du’an adalah sebagian diantara kota-kota yang didatanginya.

Selain mempelajari Al-Qur’an, sejak kecil beliau juga belajar ilmu fiqih, hadits, tafsir, tasawwuf, nahwu, sharaf, dan sebagainya. Di dalam Qurrah al-‘Ain disebutkan, di antara kitab-kitab yang dibacanya pada pamannya, Al-Habib Sholeh dan pamannya yang lain Al-Habib Abdullah, adalah kitab Ar-Risalah Al-Jami’ah karya datuknya Al-Habib Ahmad bin Zain, Bidayah Al-Hidayah dan umdah as-Salik dalam fiqih, Al-Jurummiyah dan Al-Mutammimah dalam nahwu. Kepada gurunya Al-Habib Abdullah bin Thoha Al-Haddar Al-Haddad, beliau belajar membaca kitab Fathul-Mu’in, rujukan sangat penting dalam fiqih syafi’i.
Guru-gurunya yang lain dalam fiqih dan tasawwuf adalah Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Al-Habib Idrus bin Umar  Al-Habsyi, Al-Habib Idrus bin Abdul Qadir bin Muhammad Al-Habsyi, Al-Habib Muhsin bin Alwi Assegaf, Al-Habib Hasan bin Husein bin Ahmad Al-Haddad, dan lain-lain. Di antara semua gurunya yang menjadi syaikh fath (guru pembukanya) adalah Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.
Sejak kecil beliau sering didoakan dan diilbas (dikenakan pakaian, yang tujuannya sebagai pengangkatan atau pengakuan) oleh para alim ulama. Muridnya, Al-Allamah As-Sayyid Abdullah bin Thahir Al-Haddad mengatakan dalam kitab qurrah Al-‘Ain bahwa, di antara yang mendoakan dan meng-ilbas-nya adalah Al-Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr seorang ulama terkemuka. Banyak gurunya yang telah melihat kelebihannya sejak kecil. Mereka telah melihat tanda-tanda kewalian pada dirinya.
Tahun 1281 H, pada usia 16 tahun beliau menunaikan haji untuk pertama kalinya dengan menaiki kapal dagang yang menuju ke Jeddah. Setelah itu kembali ke negerinya, Hauthah. Tetapi hanya beberapa bulan berada di tengah-tengah keluarganya, setelah itu belaiu kembali lagi ke Hijaz untuk menunaikan haji yang kedua, setelah musim haji selesai beliau tidak pulang melainkan menetap di Haramain dan menimba ilmu kepada para ulama.
Di antara para gurunya di Haramain adalah sayyid Fadhl bin Alwi bin Alwi bin Muhammad bin Sahl maulad Dawileh (yang kemudian menjadi tokoh habaib di Turki, Al-Allamah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti syafi’I di Makkah, Al-Allamah Sayyid Umar bin Abdullah Al-Jufri, dan Al-Allamah Asy-Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-‘Azab, beliau juga mendalami tajwid kepada sayyid Muhammad An-Nuri.
Kemudian takdir Allah menentukan beliau untuk pergi ke India, tetapi karena hatinya merasa tak tenang tinggal disana akhirnya beliau menuju singapura dalam perjalannya di jawa. Selama beberapa tahun beliau tinggal di Jakarta menggeluti perdagangan di samping belajar kepada Al-Allamah Al-Habib Ahmad bin Muhammad bin Hamzah Al-Attas, Al-Allamah Al-Habib  Umar bin Hasan Al-Jufri  dan sejumlah tokoh ulama lainnya.
Demikianlah terus berlanjut sampai Allah melimpahinya cahaya ilmu dan kewalian yang membuatnya terkenal dimana-mana, maka berdatanganlah orang-orang yang ingin belajar dan mendapatkan manfaat darinya dari berbagai tempat di antaranya Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar, Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, Al-Habib Thahir bin Alwi Al-Haddad, Al-Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf.
Ahklak dan budi pekertinya sangatlah baik, beliau adalah seorang yang pemurah dan berkasih sayang terhadap orang lain, apalagi kepada orang-orang yang lemah, apa-apa yang Allah berikan kepadanya tidak segan-segan beliau memberikannya kepada siapa saja yang mendatanginya, beliau seorang yang murah senyum, lemah lembut tutur katanya dan sangat baik sambutannya, itulah perangainya meneladani perangai datuknya, Nabi Muhammad SAW. Setiap orang yang duduk di sampingnya akan merasa bahwa dirinyalah yang paling dicintai dan dipilihnya sebagai sahabat karib.
Ayah bagi orang miskin
Apabila ada orang bertamu kepadanya, beliau selalu bertanya tentang hal-ihwal anak-anak dan cucu-cucu orang tersebut, demikian juga dengan tamu dari luar kota, beliau menyambutnya dengan ramah dan senang hati, bahkan apabila yang datang fakir miskin, beliau memberikan ongkos pulang disertai hadiah untuk anak-istrinya. Inilah kebiasaan selama hidupnya. Rumahnya selalu terbuka untuk para tamu dan pernah kosong dari mereka. Terlebih lagi fakir miskin yang tidak mempunyai penghasilan yang menentu mereka menginap dirumahnya.
Anak-anak yatim yang dipelihara olehnya menilainya lebih baik dari ayah-ayah mereka karena beliau menyamakan mereka dengan anak-anaknya sendiri dalam memberikan pakaian, makanan, minuman dan tempat tidur. Ketika  anak-anak yatim itu telah besar  beliau juga mengurus perkawinan mereka dam memberikan apa-apa yang mereka butuhkan. Tidak mengherankan apabila dikatakan bahwa beliau adalah ayah bagi anak-anak yatim dan orang-orang miskin.
Beliau pun sangat dicintai oleh masyarakat umum maupun kalangan khusus, beliau selalu mendamaikan pihak-pihak yang bertengkar walaupun masalahnya besar dan sulit dapat beliau selesaikan dengan baik. Di antara amal jariyahnya adalah pembangunan masjid di purwakarta, Masjid Ar-Raudhah di jombang, dan lain-lain. Beliau juga adalah perintis penyelenggaraan haul para wali Allah dan orang-orang sholeh. Dialah yang pertama kali mengadakan haul Al-Imam Al-Habib Muhammad bin Thohir Al-Haddad yng terkenal di kota Tegal. Beliau juga banyak berziarah ke tempat bersejarah, makam para wali dan orang-orang sholeh dan kegiatan itu pula diikuti oleh khalayak ramai. Semasa hidupnya beliau rajin berdakwah ke beberapa daerah, dalam perjalanan dakwahnya beliau tidak pernah menginap di  hotel atau tempat penginapan lain, melainkan di rumah salah satu seorang habib.
Pada setiap hari kamis bulan Rabi’ul Awwal, beliau mengadakan pembacaan maulid Nabi seperti yang dilakukan oleh gurunya Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi di Sewun. Beliau melaksakannya di daerah jatiwangi dekat Cirebon. Lalu memindahkannya ke Bogor sampai timbul rintangan-rintangan dan fitnah dari orang-orang yang dengki. Kemudian beliau memindahkannya lagi ke Surabaya dengan bantuan kapten Arab dari keluarga Boubseith. Demikianlah hal itu berlangsung terus sampai beliau wafat. Sepeninggalnya yang meneruskan adalah Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi di Jakarta di sekolah jamiat kheir, setelah meminta izin kepada para pengurusnya. Maulid ini berlangsung terus sejak tahun 1338 H/1920 M sampai tahun 1355 H/1936 M (17 tahun). Ketika Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi membangun masjidnya di Kwitang ia pun memindahkan gelaran maulid ke masjid itu pada tahun 1356 H/1937 M.
Menjelang wafatnya, Habib Muhammad menyampaikan wasiat, “Aku wasiatkan kepada kalian agar selalu ingat kepada Allah SWT, semoga Dia menganugerahkan keberkahan kepada kalian dalam menegakkan agama terhadap istri, anak, dan para pembantu rumah tangga. Hati-hatilah, jangan menganggap remeh masalah ini, karena seseorang kadang mendapat musibah disebabkan orang-orang yang dibawah tanggungannya yaitu istri, anak, dan pembantu. Sebab, dia adalah pemegang kendali rumah tangga.”
Beliau wafat pada malam rabu 12 Rabi’uts Tsani 1337 H di Surabaya, dimakamkan pada waktu Ashar hari Rabu. Yang mengimami shalat jenazah tokoh besar ini adalah tokoh besar juga yang sekaligus juga menantunya Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar.

Rukun dan Syarat Akad Nikah

In Ahlul Bait, Baiti Jannati, Pemuda Bani Tamim, indonesia emas, religius on June 18, 2009 at 9:31 am

Rukun dan Syarat Akad Nikah

Menikah secara syariat Islam

Menikah secara syariat Islam

Akad nikah mempunyai beberapa rukun dan syarat yang harus dipenuhi. Rukun dan syarat menentukan hukum suatu perbuatan, terutama yang menyangkut dengan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dari segi hukum. Kedua kata tersebut mengandung arti yang sama dalam hal bahwa keduanya merupakan sesuatu yang harus diadakan. Dalam pernikahan misalnya, rukun dan syaratnya tidak boleh tertinggal. Artinya, pernikahan tidak sah bila keduanya tidak ada atau tidak lengkap.
Perbedaan rukun dan syarat adalah kalau rukun itu harus ada dalam satu amalan dan ia merupakan bagian yang hakiki dari amalan tersebut. Sementara syarat adalah sesuatu yang harus ada dalam satu amalan namun ia bukan bagian dari amalan tersebut. Sebagai misal adalah ruku’ termasuk rukun shalat. Ia harus ada dalam ibadah shalat dan merupakan bagian dari amalan/tata cara shalat. Adapun wudhu merupakan syarat shalat, ia harus dilakukan bila seseorang hendak shalat namun ia bukan bagian dari amalan/tata cara shalat.
Dalam masalah rukun dan syarat pernikahan ini kita dapati para ulama berselisih pandang ketika menempatkan mana yang rukun dan mana yang syarat. (Raddul Mukhtar, 4/68, Al-Hawil Kabir, 9/57-59, 152, Al-Mu’tamad fi Fiqhil Imam Ahmad, 2/154)
Akan tetapi karena perselisihan yang ada panjang dan lebar, sementara ruang yang ada terbatas, kita langsung pada kesimpulan akhir dalam permasalahan rukun dan syarat ini.

Rukun Nikah
Rukun nikah adalah sebagai berikut:
1. Adanya calon suami dan istri yang tidak terhalang dan terlarang secara syar’i untuk menikah. Di antara perkara syar’i yang menghalangi keabsahan suatu pernikahan misalnya si wanita yang akan dinikahi termasuk orang yang haram dinikahi oleh si lelaki karena adanya hubungan nasab atau hubungan penyusuan. Atau, si wanita sedang dalam masa iddahnya dan selainnya. Penghalang lainnya misalnya si lelaki adalah orang kafir, sementara wanita yang akan dinikahinya seorang muslimah.
2. Adanya ijab, yaitu lafadz yang diucapkan oleh wali atau yang menggantikan posisi wali. Misalnya dengan si wali mengatakan, “Zawwajtuka Fulanah” (“Aku nikahkan engkau dengan si Fulanah”) atau “Ankahtuka Fulanah” (“Aku nikahkan engkau dengan Fulanah”).
3. Adanya qabul, yaitu lafadz yang diucapkan oleh suami atau yang mewakilinya, dengan menyatakan, “Qabiltu Hadzan Nikah” atau “Qabiltu Hadzat Tazwij” (“Aku terima pernikahan ini”) atau “Qabiltuha.”
Dalam ijab dan qabul dipakai lafadz inkah dan tazwij karena dua lafadz ini yang datang dalam Al-Qur`an. Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا
“Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya (menceraikannya), zawwajnakaha1 (Kami nikahkan engkau dengan Zainab yang telah diceraikan Zaid).” (Al-Ahzab: 37)
Dan firman-Nya:
وَلاَ تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ
“Janganlah kalian menikahi (tankihu2) wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayah-ayah kalian (ibu tiri).” (An-Nisa`: 22)
Namun penyebutan dua lafadz ini dalam Al-Qur`an bukanlah sebagai pembatasan, yakni harus memakai lafadz ini dan tidak boleh lafadz yang lain. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu, demikian pula murid beliau Ibnul Qayyim rahimahullahu, memilih pendapat yang menyatakan akad nikah bisa terjalin dengan lafadz apa saja yang menunjukkan ke sana, tanpa pembatasan harus dengan lafadz tertentu. Bahkan bisa dengan menggunakan bahasa apa saja, selama yang diinginkan dengan lafadz tersebut adalah penetapan akad. Ini merupakan pendapat jumhur ulama, seperti Malik, Abu Hanifah, dan salah satu perkataan dari mazhab Ahmad. Akad nikah seorang yang bisu tuli bisa dilakukan dengan menuliskan ijab qabul atau dengan isyarat yang dapat dipahami. (Al-Ikhtiyarat, hal. 203, I’lamul Muwaqqi’in, 2/4-5, Asy-Syarhul Mumti’, 12/38-44, Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/283-284)
Adapun syarat nikah adalah sebagai berikut:
Syarat pertama: Kepastian siapa mempelai laki-laki dan siapa mempelai wanita dengan isyarat (menunjuk) atau menyebutkan nama atau sifatnya yang khusus/khas. Sehingga tidak cukup bila seorang wali hanya mengatakan, “Aku nikahkan engkau dengan putriku”, sementara ia memiliki beberapa orang putri.
Syarat kedua: Keridhaan dari masing-masing pihak, dengan dalil hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’:
لاَ تُنْكَحُ اْلأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلاَ تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ
“Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah/dimintai pendapat, dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 3458)
Terkecuali bila si wanita masih kecil, belum baligh, maka boleh bagi walinya menikahkannya tanpa seizinnya.
Syarat ketiga: Adanya wali bagi calon mempelai wanita, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ
“Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali.” (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 1839)
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ مَوَالِيْهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ
“Wanita mana saja yang menikah tanpa izin wali-walinya maka nikahnya batil, nikahnya batil, nikahnya batil.” (HR. Abu Dawud no. 2083, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud)
Apabila seorang wanita menikahkan dirinya sendiri tanpa adanya wali maka nikahnya batil, tidak sah. Demikian pula bila ia menikahkan wanita lain. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dan inilah pendapat yang rajih. Diriwayatkan hal ini dari ‘Umar, ‘Ali, Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Abu Hurairah dan Aisyah radhiyallahu ‘anhum. Demikian pula pendapat yang dipegangi oleh Sa’id ibnul Musayyab, Al-Hasan Al-Bashri, ‘Umar bin Abdil ‘Aziz, Jabir bin Zaid, Ats-Tsauri, Ibnu Abi Laila, Ibnu Syubrumah, Ibnul Mubarak, Ubaidullah Al-’Anbari, Asy-Syafi’i, Ahmad, Ishaq, dan Abu ‘Ubaid rahimahumullah. Al-Imam Malik juga berpendapat seperti ini dalam riwayat Asyhab. Adapun Abu Hanifah menyelisihi pendapat yang ada, karena beliau berpandangan boleh bagi seorang wanita menikahkan dirinya sendiri ataupun menikahkan wanita lain, sebagaimana ia boleh menyerahkan urusan nikahnya kepada selain walinya. (Mausu’ah Masa`ilil Jumhur fil Fiqhil Islami, 2/673, Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/284-285)

Siapakah Wali dalam Pernikahan?
Ulama berbeda pendapat dalam masalah wali bagi wanita dalam pernikahannya. Adapun jumhur ulama, di antara mereka adalah Al-Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad, dan selainnya berpandangan bahwa wali nasab seorang wanita dalam pernikahannya adalah dari kalangan ‘ashabah, yaitu kerabat dari kalangan laki-laki yang hubungan kekerabatannya dengan si wanita terjalin dengan perantara laki-laki (bukan dari pihak keluarga perempuan atau keluarga ibu tapi dari pihak keluarga ayah/laki-laki), seperti ayah, kakek dari pihak ayah3, saudara laki-laki, paman dari pihak ayah, anak laki-laki paman dari pihak ayah, dan seterusnya.
Dengan demikian ayahnya ibu (kakek), saudara perempuan ibu (paman/khal), saudara laki-laki seibu, dan semisalnya, bukanlah wali dalam pernikahan, karena mereka bukan ‘ashabah tapi dari kalangan dzawil arham. (Fathul Bari, 9/235, Al-Mughni, kitab An-Nikah, fashl La Wilayata lighairil ‘Ashabat minal Aqarib)
Di antara sekian wali, maka yang paling berhak untuk menjadi wali si wanita adalah ayahnya, kemudian kakeknya (bapak dari ayahnya) dan seterusnya ke atas (bapaknya kakek, kakeknya kakek, dst.) Setelah itu, anak laki-laki si wanita, cucu laki-laki dari anak laki-lakinya, dan terus ke bawah. Kemudian saudara laki-lakinya yang sekandung atau saudara laki-laki seayah saja. Setelahnya, anak-anak laki-laki mereka (keponakan dari saudara laki-laki) terus ke bawah. Setelah itu barulah paman-paman dari pihak ayah, kemudian anak laki-laki paman dan terus ke bawah. Kemudian paman-paman ayah dari pihak kakek (bapaknya ayah). Setelahnya adalah maula (orang yang memerdekakannya dari perbudakan), kemudian yang paling dekat ‘ashabah-nya dengan si maula. Setelah itu barulah sulthan/penguasa. (Al-Mughni kitab An-Nikah, masalah Wa Ahaqqun Nas bin Binikahil Hurrah Abuha, dan seterusnya). Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Bila seorang wanita tidak memiliki wali nasab atau walinya enggan menikahkannya, maka hakim/penguasa memiliki hak perwalian atasnya4 dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ
“Maka sulthan (penguasa) adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali.” (HR. Abu Dawud no. 2083, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud)

Syarat-syarat Wali
Ulama menyebutkan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang wali:
1. Laki-laki
2. Berakal
3. Beragama Islam
4. Baligh
5. Tidak sedang berihram haji ataupun umrah, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يُنْكِحُ الْـمُحْرِمُ وَلاَ يُنْكَحُ وَلاَ يَخْطُبُ
“Seorang yang sedang berihram tidak boleh menikahkan, tidak boleh dinikahkan, dan tidak boleh mengkhitbah.” (HR. Muslim no. 3432)
Sebagian fuqaha menambahkan syarat wali yang berikutnya adalah memiliki ‘adalah yaitu dia bukan seorang pendosa, bahkan ia terhindar dari melakukan dosa-dosa besar seperti mencuri, berzina, minum khamr, membunuh, makan harta anak yatim, dan semisalnya. Di samping itu, dia tidak terus-menerus tenggelam dalam dosa-dosa kecil dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak sepantasnya. Pensyaratan ‘adalah ini merupakan salah satu dari dua riwayat dalam mazhab Hanabilah dan merupakan pendapat yang kuat dalam mazhab Syafi’iyyah.
Adapun Hanafiyyah memandang seorang yang fasik tidaklah hilang haknya sebagai wali, kecuali bila kefasikannya tersebut sampai pada batasan ia berani terang-terangan berbuat dosa.
Demikian pula Malikiyyah berpandangan seorang yang fasik tidak hilang haknya sebagai wali. Adapun ‘adalah hanyalah syarat penyempurna bagi wali, sehingga bila ada dua wali yang sama derajatnya, yang satu fasik sedangkan yang satu memiliki ‘adalah, seperti seorang wanita yang tidak lagi memiliki ayah dan ia memiliki dua saudara laki-laki, satunya fasik sedangkan yang satunya adil, tentunya yang dikedepankan adalah yang memiliki ‘adalah. (Fiqhun Nisa` fil Khithbah waz Zawaj secara ringkas, hal. 68-70)

Kompilasi Hukum Islam di Indonesia
Dalam buku I Hukum Pernikahan, Pasal 19, 20, 21, 22 dan 23 berkenaan dengan wali nikah, disebutkan:

Pasal 19
Wali nikah dalam pernikahan merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita yang bertindak menikahkannya.

Pasal 20
(1) Yang bertindak sebagai wali nikah ialah seorang laki-laki yang memenuhi syarat hukum Islam yakni muslim, aqil, dan baligh.
(2) Wali nikah terdiri dari: a. wali nasab; b. wali hakim

Pasal 21
(1) Wali nasab terdiri dari empat kelompok dalam urutan kedudukan; kelompok yang satu didahulukan dari kelompok yang lain sesuai erat tidaknya susunan kekerabatan dengan calon mempelai.
Pertama: kelompok kerabat laki-laki garis lurus ke atas, yakni ayah, kakek dari pihak ayah dan seterusnya.
Kedua: kelompok kerabat saudara laki-laki kandung atau saudara laki-laki seayah, dan keturunan laki-laki mereka.
Ketiga: kelompok kerabat paman, yakni saudara laki-laki kandung ayah, saudara seayah, dan keturunan laki-laki mereka.
Keempat: kelompok saudara laki-laki kandung kakek, saudara laki-laki seayah kakek, dan keturunan laki-laki mereka.
(2) Apabila dalam satu kelompok wali nikah terdapat beberapa orang yang sama-sama berhak menjadi wali, maka yang paling berhak menjadi wali ialah yang lebih dekat derajat kekerabatannya dengan calon mempelai wanita.
(3) Apabila dalam satu kelompok sama derajat kekerabatannya, maka yang paling berhak menjadi wali nikah ialah kerabat kandung dari kerabat yang hanya seayah.
(4) Apabila dalam satu kelompok derajat kekerabatannya sama yakni sama-sama derajat kandung atau sama-sama derajat kerabat ayah, mereka sama-sama berhak menjadi wali nikah dengan mengutamakan yang lebih tua dan memenuhi syarat-syarat wali.

Pasal 22
Apabila wali nikah yang paling berhak urutannya tidak memenuhi syarat sebagai wali nikah atau oleh karena wali nikah itu menderita tunawicara, tunarungu, atau sudah uzur, maka hak menjadi wali bergeser kepada wali nikah yang lain menurut derajat berikutnya.

Pasal 23
(1) Wali hakim baru dapat bertindak sebagai wali nikah apabila wali nasab tidak ada atau tidak mungkin menghadirkannya atau tidak diketahui tempat tinggalnya atau gaib atau adhal atau enggan.
(2) Dalam hal wali adhal atau enggan, maka wali hakim baru bertindak sebagai wali nikah setelah ada putusan Pengadilan Agama tentang wali tersebut.

Syarat keempat: Persaksian atas akad nikah tersebut dengan dalil hadits Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma secara marfu’:
لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ وَشَاهِدَيْ عَدْلٍ
“Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi yang adil.” (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa’ no. 1839, 1858, 1860 dan Shahihul Jami’ no. 7556, 7557)
Oleh karena itu, tidak sah pernikahan kecuali dengan adanya dua orang saksi yang adil.
Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu mengatakan, “Pengamalan hal ini ada di kalangan ahlul ilmi, baik dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun orang-orang setelah mereka dari kalangan tabi’in dan yang lainnya. Mereka mengatakan bahwa tidak sah pernikahan tanpa adanya saksi-saksi. Tidak seorang pun di antara mereka yang menyelisihi hal ini, kecuali sekelompok ahlul ilmi dari kalangan mutaakhirin.” (Sunan At-Tirmidzi, 2/284)
Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia disebutkan pula aturan mengenai saksi dalam pernikahan. Keseluruhan materinya terambil dari kitab fiqih menurut jumhur ulama, terutama fiqh Syafi’iyah, sebagai berikut:

Pasal 24
1. Saksi dalam pernikahan merupakan rukun pelaksanaan akad nikah.
2. Setiap pernikahan harus dipersaksikan oleh dua orang saksi.

Pasal 25
Yang dapat ditunjuk menjadi saksi dalam akad nikah ialah seorang laki-laki muslim, adil, akil baligh, tidak terganggu ingatan, dan tidak tuna rungu atau tuli.

Pasal 26
Saksi harus hadir dan menyaksikan secara langsung akad nikah serta menandatangani Akta Nikah pada waktu dan di tempat akad nikah dilangsungkan.

1 Lafadz tazwij yaitu zawwajtuka.
2 Lafadz inkah yaitu ankahtuka.
3 Adapun bila hubungan kekerabatan itu dari jalur perempuan, maka tidak dinamakan ‘ashabah. Seperti saudara laki-laki ibu, ia merupakan kerabat kita yang diperantarai dengan perempuan yaitu ibu. Demikian pula kakek dari pihak ibu.
4 Adapun pelaksanaannya di Indonesia, lihat pada salinan yang dinukilkan dari Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, buku pertama tentang pernikahan, pasal 23.

Mencintai Keluarga Nabi Muhammad Saw

In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, indonesia emas, religius on June 18, 2009 at 9:21 am
Silsilah Keluarga Nabi Muhammad saw

Silsilah Keluarga Nabi Muhammad saw

Rasulullah Saw bersabda, “Wahai manusia sesungguhnya aku tinggalkan dua perkara yang besar untuk kalian, yang pertama adalah kitabullah (Al-Quran) dan yang kedua adalah ithrati (keturunan) Ahlulbaitku. Barangsiapa yang berpegang teguh kepada keduanya, maka tidak akan tersesat selamanya hingga bertemu denganku di telaga al-Haudh.” (HR. Muslim dalam Kitabnya Sahih juz. 2, Tirmidzi, Ahmad, Thabrani dan dishahihkan oleh Nashiruddin Al-Albany dalam kitabnya Silsilah Al-Hadits Al-Shahihah)

Marilah kita letakkan segala bentuk fanatisme yang ada di pundak kita selama ini. Tidak dipungkiri lagi bahwa keluarga Nabi Saw yang terkenal dengan sebutan Ahlulbait adalah manusia-manusia yang mempunyai kelebihan dan keutamaan-keutamaan yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya setelah Rasulullah Saw. Akan tetapi sangat disayangkan sekali bahwa banyak sekali kaum Muslimin yang melupakan dan bahkan tidak mengetahui eksistensi mereka (keluarga Nabi saw).

Hadits di atas adalah salah satu dari puluhan bukti otentik yang sangat jelas yang mengisyaratkan kepada kita semua bahwa begitu besar keutamaan mereka hingga Nabi Saw berwasiat kepada para sahabatnya dan kita khususnya sebagai umat Islam agar selalu berpegang teguh kepadanya (Al-Quran & Ahlulbait), jika tidak maka akan tersesatlah mereka yang berpaling dari dua perkara besar tersebut (Ath-Tsaqalain).

Mengapa keluarga Nabi Saw? Apakah beliau Saw berkata seperti itu hanya dikarenakan faktor kasih sayang beliau terhadap keluarganya dan juga karena hubungan darah semata? Tentu saja tidak, karena segala perkataan yang keluar dari mulut suci beliau pasti atas dasar petunjuk dari Tuhannya, Allah Swt, sebagaimana firman-Nya:

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.” (QS. An-Najm: 3-5)

Marilah kita bertabarruk dengan mempelajari ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits sahih yang berkenaan dengan Ahlulbait Rasulullah kemudian membuka mata dan hati kita untuk melihat kemuliaan-kemuliaan mereka yang selama ini tidak kita ketahui agar kita dapat mencintai mereka dan mengikuti apa yang diajarkan oleh mereka ‘alaihimussalam.

Hanash Kanani meriwayatkan dari Abu Dzar bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Ahlulbaitku bagaikan bahtera Nabi Nuh, barangsiapa yang menaikinya mereka akan selamat dan barangsiapa yang tidak mengikutinya (meninggalkannya) maka mereka akan tenggelam.” (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak Ash-Shahihain, juz 2, Al-Hakim berkata hadis ini Shahih)

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, ”Bintang-bintang adalah petunjuk keselamatan penghuni bumi dari bahaya tenggelam di tengah lautan. Adapun Ahlulbaitku adalah petunjuk keselamatan bagi umatku dari perpecahan. Maka apabila ada kabilah Arab yang berlawanan jalan dengan Mereka niscaya akan berpecah belah dan menjadi partai iblis”. (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak Ash Shahihain juz 3, Al-Hakim menyatakan bahwa hadis ini Shahih sesuai persyaratan Bukhari & Muslim)

Rasulullah Saw bersabda, “Belum sempurna keimanan seorang hamba Allah sebelum kecintaannya kepadaku melebihi kecintaannya kepada dirinya sendiri; sebelum kecintaannya kepada keturunanku melebihi kecintaannya kepada keturunannya sendiri; sebelum kecintaannya kepada Ahlibaitku melebihi kecintaannya kepada keluarganya sendiri.” (HR. Thabrani)

Ibnu `Abbas berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Cintailah Allah atas kenikmatan yang diberikan-Nya kepadamu sekalian dan cintailah aku dengan mencintai Allah dan cintailah Ahlulbaitku karena mencintaiku” (Al-Hadits)

Ibnu Taimiyah mengemukakan suatu hadits yang berkenaan dengan Ayat Shalawat (Qs. Al-Ahzab ayat 56) mengenai peringatan Rasulullah Saw kepada para sahabatnya, “Janganlah kalian bershalawat untukku dengan shalawat yang terputus.” Para sahabat bertanya “Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan Shalawat terputus?” Baginda menjawab, “Kalian mengucapkan, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, lalu kalian berhenti di situ! Ucapkanlah, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad (Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad)” (HR. Bukhari, kitab Tafsir, juz 6; Sahih Muslim Kitab Ash-Shalah juz 2; Tirmidzi juz 1, Sunan An-Nasa’i juz 3; Sunan Ibnu Majah juz 1; Sunan Abu Dawud juz 1, dll)

Tidakkah kita menyadarinya bahwa begitu tingginya kemuliaan mereka hingga setiap kali kita melakukan shalat baik yang wajib maupun yang sunnah sehari semalam umat Islam dimana saja mereka berada wajib mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw dan keluarganya, sehingga akan menyebabkan tidak sah shalat kita tanpa shalawat tersebut, Subhanallah.

Marilah kita lihat isyarat besar keagungan keluarga suci Rasulullah dari perspektif Al-Quran, dimana Allah Swt memilih mereka untuk menduduki kursi kepemimpinan dari sisi-Nya, ini bukanlah suatu hal yang baru, karena Allah Swt juga telah memilih keluarga nabi-nabi terdahulu untuk jabatan yang sama, seperti keluarga Ibrahim dan keluarga Imran. Allah Swt berfirman:

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 33-34)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” (QS. An-Nisaa: 54)

Jika sunatullah telah berlaku dalam hal pengutamaan keluarga Ibrahim dan keluarga Imran atas manusia yang lain maka bagaimana mungkin sunatullah itu tidak berlaku pada keluarga Rasulullah Saw?

Apabila kita mengetahui bahwa Rasulullah Saw adalah seutama-utamanya nabi dan semulia-mulianya rasul maka, keluarganya pun sudah pasti adalah seutama-utamanya manusia dan keturunan para nabi. Logika akal sehat tidak mungkin memungkiri hal ini.

Keutamaan dan kemuliaan mereka pun dipertegas oleh Allah di dalam Al-Quran tentang kesucian diri-diri mereka Ahlulbait sebagaimana firman-Nya di dalam Surah Al-Ahzab ayat 33 tentang pensucian Ahlulbait:

“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlulbait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Manusia-manusia suci sudah pasti segala perkataannya suci hingga akhir zaman. Hal inilah yang menjadi wasiat dari Rasulullah Saw untuk kita agar selalu mencintai dan berpegang teguh kepada Al-Quran dan Ahlulbaitnya hingga bertemu dengan beliau di telaga al-Haudh kelak.

Maha benar Allah dengan segala firmannya, dan shalawat-Nya terlimpah atas Muhammad dan keluarga Muhammad. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad.
Referensi:

1. Kitabullah, Al-Quran
2. Kitab-kitab Hadits Ahlussunnah (Sahih Muslim, Mustadrak, Tirmidzi, dll)
3. Mengapa Kita Mesti Mencintai Keluarga Nabi Saw, Penerbit Lentera.

Wahai Pencinta Keluarga Nabi Muhammad SAW

In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, indonesia emas, religius on June 18, 2009 at 7:10 am
Wahai Pencinta Keluarga Nabi Muhammad SAW
Ulama Habaib Indonesia

Ulama Habaib Indonesia

Wahai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW bersatulah dan jangan bercerai berai, jangan pula mudah di adu domba oleh orang-orang yang ingin memisahkan kalian kepada keluarga Nabi Muhammad SAW, para habaib itulah satu darah yang wajib kita mencintai mereka semua karena ditubuh mereka ada darah Nabi Muhammad SAW.

Ilmu yang diajarkan mereka semua sama walaupun cara mereka berbeda-beda, kita sebagai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW tidak boleh menyalahkan perbedaan mereka karena kecintaan itu tidak melihat perbedaan, kecintaan yang tulus di dalam hati ialah ia akan selalu menjunjung tinggi keluarga Nabi Muhammad SAW dan selalu membantu segala kesusahan mereka dari setiap kesulitan dan ancaman orang-orang yang di dalam hatinya memiliki ketidak senangan terhadap cucu Nabi Muhammad SAW, bersatulah dengan menjunjung tinggi majelis-majelis mereka, cintai mereka seperti kamu mencintai dirimu sendiri karena Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an surat As-Syuro “katakanlah yaa Muhammad Engkau tidak meminta upah apapun dari dakwahmu, suruhlah umatmu mencintai keluargamu

Dan di dalam surat Al-Kautsar Allah SWT berfirman : “Terputuslah mereka dari Rahmat Allah SWT bagi orang-orang yang yang membenci keluarga Nabi Muhammad SAW”.

Wahai pencinta keluarga Nabi Muhammad SAW orang-orang yahudi dan orang-orang nasrani tidak akan pernah ridho dengan adanya akan habaib dan begitu juga golongan-golongan islam yang sekongkol dengan orang-orang yahudi, mereka bagaimana pun caranya berusaha untuk menghancurkan para habaib dan pengikut-pengikutnya dengan menyebarkan bermacam-macam fitnah dan mengadu domba, berhati-hatilah dan selalu memohon kepada Allah SWT agar selalu dikuatkan iman dan islam karena tidak ada tempat yang lebih indah nanti kecuali bersama kakek mereka yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai kakek para habaib dan Nabi yang terakhir untuk umat manusia.

Lima Pesan SBY untuk Presiden Berikutnya

In indonesia emas, pemilu 2009 on June 1, 2009 at 8:07 am

Lima Pesan SBY untuk Presiden Berikutnya

Dimasa akhir jabatannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan lima pesan kepada presiden terpilih hasil Pemilu 2009. Lima pesan itu harus dilaksanakan untuk membawa Indonesia sejahtera.

“Pertama, memperbaiki ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat terus ditingkatkan,” pesan SBY dalam sambutan ‘Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2009′ di Sasana Budaya Ganesha, ITB, Bandung, Selasa, 26 Mei 2009.

Kedua, pengelolaan tata pemerintahan harus dikelola dengan baik agar tercipta pemerintahan yang bersih dan efektif. Sebab, pemerintahan yang bersih merupakan salah satu pilar yang dapat memperkokoh bangsa.

Ketiga, demokrasi di Indonesia harus terus berkembang dan membawa manfaat. “Keempat, hukum juga harus ditegakkan sehingga Indonesia bebas dari korupsi,” terang SBY.

Yudhoyono juga menambahkan, pembangunan yang merata juga menjadi instrumen penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. “Harus adil dan merata,” tegasnya.

Selain berpesan lima pilar untuk bangsa Indonesia, Yudhoyono dalam abad 21 ini mengingatkan agar terus bekerja keras dan terus menngkatkan tiga pilar bangsa yang lainnya yakni mandiri, mampu berdaya saing, dan unggul dalam peradaban.

Pemuda Bani Tamim dan Black Banner of Islam

In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, religius on May 11, 2009 at 2:06 pm
Black Banner of Islam

Black Banner of Islam

Narrated by the late Grand Muhaddith of Morocco, Shaykh Abdullah ben Sadek Al Ghumari , Ph.D,
(1914 – 1993) may Allah be pleased with him

1. The Youth of Tamimi

The Messenger of Allah, praise and peace be upon him,
was among a group of migrants and supporters.
Ali, the son of Abi Talib was on his left side and Abbas on his right side
when Abbas and a man from the supporters started to debate
with one another.
The supporter spoke harshly to Abbas,
then the Prophet, praise and peace be upon him,
took the hand of Abbas and the hand of Ali and said:

“From the loins of this (indicating to Abbas)
will come a youth who will fill the earth with transgression and injustice
and from the loins of this (indicating to Ali)
a man who will fill the earth with fairness and justice.
If you see this pay attention to the Tamimi youth who will come
from the direction of the east — he is the owner of the
Banner of Al Mahdi.”

Al Hasan Al Basri said:

“A man of medium stature will come from Ar-Ray (a far-eastern town).
He will be dark and from the children of Tamim -
a Wasaj, named Shuayb son of Salih with four thousand men.
Their clothes will be white and Banners black,
and at his front is Al Mahdi.
He meets no one that he does not defeat and scatter”.

Ka’b, the son of Alkamah said:

“In front of the Banner of Al Mahdi will come a youth
whose beard is yellowish and thin.
If he fights the mountains, he will destroy them
until he reaches Alya’.”

 

2. Black Banners from the EAST asking for the truth

Ibn Masood reported: “We went to the Messenger of Allah,
praise and peace be upon him,
and he came out with good news -
and happiness was easily recognizable upon his face.
When we asked him about a matter
he would tell us about it,
and we were never silent about anything until he spoke of it,

until a party from the Bani Hashim passed by
amongst whom were Al Hasan and Al Hussain, peace be upon them.
When he saw them he hugged them with tears in his eyes,so we asked:

‘O Messenger of Allah’
we see something has changed your face which distresses us

‘Thereupon he replied:

‘We are a Family of a House
for whom Allah has chosen the Hereafter rather than the present.
After me my family will be refugees,

driven out of countries until the Black Banners are raised in the east.

They will ask for the truth
but they will not be given it,
so they will ask again for it,
and they will not be given it ,
so they will fight and be given victory.

Those of you or your descendants who live during that time
go to the Imam of the Family of my house
even if you have to crawl over ice to him.

Indeed, they are banners of guidance.

They will deliver it to a man from the Family of my House
his name is the same as my name,
and the name of his father is the same as my father,
and he will fill the ground with fairness and justice.

 3. Black Banners from the East

“The Black Banners will come from the East for
the children of Al Abbas.
Then there will remain whatsoever Allah wishes.
Then, small Black Banners will come
to fight a man from the children of Abu Sufyan from the East.
They will give their allegiance to Al Mahdi.

“Allah will send a Black Banner from the East,
and Allah will give victory to whosoever supports it.
Whosoever does not support it,
Allah will forsake them!

 4. Hearts like Iron

“The Black Banners will come to you from the East,
their hearts are like iron.Whosoever hears about them
let them go crawling even over ice!”

black-banner-eastern-muslims.gif

 5. The Government of Al Mahdi:

“People will come from the east
and will establish the government for Al Mahdi.”

6. Al Mahdi : Resemble an Arab or an Israel

“Al Mahdi is a man from my children.
His face is like a glittering star,
his skin is the color of an Arab,
and his body is like that of Israel.
He will fill the earth with justice
just as it will have been filled by injustice,
and the dwellers of Heaven and Earth
will be pleased with his Caliphate.”

“If only one day remains in the world,
Allah will send a man with a name like mine.
His manners will be likened to my manners.”

“Al Mahdi is a man from my children
his color is that of the Arab,
and his body is like that of Israel.
On his right cheek there is a mole
that glitters like a star.”

7. Al Mahdi with his banner

Al Mahdi will come upon his Banner and the herald will proclaim:
‘This is Al Mahdi, the Caliph of Allah so follow him!”

8. A group keep fighting for the truth
A group from my nation will keep fighting for the truth
until Jesus, the son of Mary descends at dawn in the
Mosque of Jerusalem.
He will approach Al Mahdi who will say:
‘O Prophet of Allah, come, lead us in prayer.’

But he will decline saying:
‘This nation has princes over each other’

Pemuda Bani Tamim adalah Prince of Islam

In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, religius on May 11, 2009 at 1:01 pm

Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).

Pemuda Bani Tamim
Pemuda Bani Tamim

Ciri-ciri pemudah Bani Tamim adalah sebagai berikut:

  • Dia berkumis tipis, berjanggut panjang dan berjambang tipis ; Dalam Ihya Ulumuddin oleh Imam al-Ghazali disebutkan bahwa orang-orang wara adalah orang yang berkumis tipis. Janggut juga adalah sunnah Nabi SAW dan sunnah sekalian nabi dan rasul sejak zaman dahulu kecuali Nabi Adam AS, Nabi Adam AS memang sejak asal kejadiannya, tidak mempunyai janggut.
  • Dia mempunyai tongkat ; Tongkat juga merupakan sunnah Rasulullah SAW, para Khulafaur Rasyidin, para wali dan ulama muktabar zaman dahulu. Sungguh pun badannya masih segar dan boleh berjalan tanpa menggunakan tongkat, beliau memakainya sebagai suatu sunnah Nabi SAW yang perlu dijaga.
  • Dia bertubuh serba sederhana ; Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, bentuk tubuhnya tidak besar (gemuk) dan tidak kecil (kurus). Tubuh badannya adalah serba sederhana, sesedap mata memandang.
  • Kulitnya tidak terlalu gelap dan tidak terlalu putih ; Dikatakan kulitnya berwarna kuning, bahwa Nabi SAW menjelaskan bahawa Pemuda Bani Tamim itu memang bukan berkulit Arab karena orang Arab biasanya berkulit merah atau putih kemerah-merahan.
  • Dia bertutur dengan bahasa Ajam bukan bahasa Arab ; Pemuda ini sehari-harinya bertutur dengan bahasa lokal tempat ia hidup. Namun dia juga tetap bisa bertutur dalam bahasa Arab dengan baik dan fasih, sesuai dengan pendidikan dan suasana keluarganya yang mendorongnya mampu menguasai bahasa Ajam dan Arab. Terdapat sifat-sifat khusus yang melekat pada diri  pribadi Pemuda Bani Tamim ini :
    1. Dia adalah seorang mujaddid yang berperanan menghidupkan dan menyuburkan kembali agama. Kesuburan agama berawal dari iman yakni bagaimana manusia kembali mengenali Allah SWT. Nama Allah SWT itu kembali diagungkan di dalam kehidupan manusia. Hidup kembali berpanduan syariat, akhlak umat kembali mempesona. Pribadi Pemuda Bani Tamim itu sendiri pastilah seorang yang sangat kuat imannya seperti ciri-ciri keimanan orang-orang utama.
    2. Pemuda Bani Tamim termasuk pemimpin yang dijanjikan, iaitu seorang mujaddid yang disebut oleh Rasulullah SAW. Setiap pemimpin yang dijanjikan itu maka kemenangannya juga dijanjikan dan segala wasilah lahirah dan maknawiyah juga turut dijanjikan.
      Ketaqwaannya amat tinggi, disinilah sebenarnya letak kualitas seorang pemimpin.
    3. Sayidina Umar Ibnu Abdul Aziz memiliki anugerah khususiah yaitu menguasai pemerintahan negara (daulah). Maka Pemuda Bani Tamim juga memiliki anugerah khususiah yang memang telah disebut oleh hadis sebagai “panji-panji hitam” (kekuasaan) dan tempatnya berasal disebut “dari sebelah Timur”.
    4. Pemuda Bani Tamim ini ‘figurnya’ masih tersembunyi, hanya keterangan dan gambaran mengenai dirinya,sifat-sifat, keperibadian, pengaruh dan kekuasaannya sahaja yang dapat dinukil. Itupun lebih banyak merujuk kepada ciri-ciri atau sifat-sifat yang dimiliki oleh mujaddid sebelumnya. Kerana setiap mujaddid itu ada persamaan dalam beberapa aspek asas atau pokok. Namun oleh kerana setiap mujaddid itu muncul di zaman yang berbeda, suasana atau situasi yang berbeda, tantangan yang berbeda maka peranannya juga sangat berbeda.

    Mengapa dikatakan pemuda Bani Tamim adalah prince of Islam. Hal ini disebabkan karena antara pemuda bani tamim dan Imam Mahdi terkait ikatatan spiritual yang sangat kuat. Pemuda bani tamim adalah orang Indonesia asli. Namun kedudukannya dimata Allah dan RasulNya adalah setara dengan para sahabat Nabi Zaman dahulu kala. Pemuda Bani tamim dicari oleh kerajaan islam di dunia seperti kerajaan iran dan republik Indonesia ini. Sebenarnya kekhalifahan islam didunia berpusat kepada kekuasaan Tuhan yang dimandatkan kepada kepemimpinan Imam Mahdi kelak. Sehingga kepemimpinan islam tidak mengenal batas regional, karena pada hakikatnya bumi dan tanah air ini diwariskan kepada orang-orang yang shaleh yaitu yang menengakkan syariah islam dimana-mana. Kepemimpinan islam berpusat kepada kekhalifahan Imam Mahdi kelak, sehingga tidak mengenal sistem demokrasi liberal seperti yang diantu oleh bangsa-bangsa barat. Sifatnya berupa mandat dan menerapkan hukum Tuhan yaitu kumpulan kitab suci berupa Al-Quran dan Al-hadist.

    Pemuda Bani Tamim memiliki julukan Syuaib bin Shaleh, yang berarti kehidupannya seperti Nabi Syuaib yang mementingkan keadilan, berdasarkan filosofi timbangan atau neraca keadilan. Demikian pula dengan Ahmadinejad, Presiden Republik Iran sekarang memiliki julukan yang sama. Hal ini menandakan ciri kepemimpinan pemuda bani tamim akan meniru corak kepemimpinan Ahmadinejad di Iran. Arus gelombang politik islam di Indonesia akan berimbas ke dunia berpadu dengan putaran pemilihan presiden di Indonesia dan di Iran.

    Ahmadinejad

    Ahmadinejad

  • SBY Pembuka Jalan Satrio Piningit

    In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, religius, uga siliwangi on May 11, 2009 at 10:02 am

    SBY Pembuka Jalan Satrio Piningit

    Ramalan yang dicetuskan Prabu Joyoboyo maupun tokoh Ronggowarsito, sesungguhnya berujung pada satu hal. Yakni munculnya seorang tokoh atau ksatria yang akan membawa negeri ini mencapai masa kejayaan. Dialah yang disebut-sebut dengan satrio piningit. Ramalan kedua tokoh itu kerap menghangat ketika negeri ini mendekati proses suksesi kepemimpinan nasional.

    Susilo Bambang Yudhoyono

    Susilo Bambang Yudhoyono

    Ini merupakan fenomena yang wajar karena bangsa ini tengah merindukan satu negeri yang adil makmur, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerja raharja. Mengapa hal ini bisa terjadi? karena selama ini, sejak zaman kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, hingga orde reformasi, apa yang disebut keadilan dan kesejahteraan rakyat itu masih jauh panggang daripada api. Bahkan sebaliknya, keadaan semakin mengarah kepada kesusahan dan kesengsaraan. Padahal sejak kemerdekaan 1945 silam, Indonesia sudah 6 kali ganti pemimpin.

    Namun nyatanya, kemakmuran itu belum bisa juga diharapkan. Maka dalam kondisi yang demikian, wajarlah bila orang membuka-buka kembali kenangan masa silam. Termasuk kitab-kitab kuno yang berisi prediksi masa depan dari pujangga-pujangga di masa lalu. Prediksi atau ramalan para tokoh Joyoboyo dan Ronggowarsito kerap kali mendekati kebenaran. Oleh sebab itu, tidak salah jika menganggap ramalan itu berkait dengan zaman dan kondisi sekarang ini.

    Hanya, bila mengamati sepak terjang tokoh-tokoh nasional yang tengah memperebutkan kursi presiden dan wakil presiden, rasa-rasanya tokoh seperti yang digambaran Joyoboyo dan Ronggowarsito sebagai satrio piningit itu belum ada atau belum muncul. Memang benar ada tokoh yang kepemimpinannnya menguat atau mengkristal seperti Susilo Bambang Yudhyoyono (SBY). Apakah SBY itu Satrio Piningit yang ditunggu-tunggu? Berdasarkan Jongko Joyoboyo, munculnya satrio piningit harus diawali dengan suasana yang tidak karu-karuan atau goro-goro. Memang ketika SBY memimpin, bencana dari malapetaka terus menerus mendera Nusantara. Namun SBY bukan tokoh yang dimaksud. Beliau barulah tokoh pengantar munculnya satrio piningit yang ditunggu-tunggu itu. SBY hanyalah orang yang membawa jalan bagi kemunculan ksatria yang bakal membawa negeri ini menuju zaman keemasan.

    Satrio Piningit

    Satrio Piningit

    Ratu Adil Muncul dari Capres Independen

    In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, religius, uga siliwangi on May 11, 2009 at 7:08 am
    Ki Ronggowarsito

    Ki Ronggowarsito

    Ratu Adil Muncul dari Capres Independen

    Dua ramalan populer sepanjang masa dari dua pujangga legendaris Nusantara , Joyoboyo dan Ronggowarsito sama-sama menyebut ratu adil akan muncul pada zaman kolosubo. Masyaraat tiada jenuh menunggu kedatangannya. Akankah muncul Ratu Adil pada musim pemilu tahun ini?

    Jika melihat situasi bangsa ini, sulit rasanya mengharapkan sosok pemimpin seperti yang
    dimaksud dalam ramalan Jangka Tanah Jawa Joyoboyo Ronggowarsito. Kesempurnaan
    kebijaksanaanya, keadilan serta kemurnian hati dan niat Sang Ratu Adil atau Satrio Piningit yang bagaikan tunjung putih semune pudhak sinumpet, sungguh bertentangan dengan realitas zaman ini yang serba konsumtif, individualitstik dan serba materlialistik.

    Bukankah ramalan Ratu adil menjadi terkesan mengada-ada. Tak lebih dari sebuah mitos atau harapan semu yang muncul dari keterhimpitan psikoogis? Artinya ramalan itu hanya
    angan-angan. Halusinasi. Benarkah ? pandangan ini tentu teramat gegabah. Sebab, Jongko Joyoboyo ditulis juga dengan memasukkan faktor keterpurukan multidimensi yang disebut dengan Zaman Kolobendhu. Bahkan, Joyoboyo menggambarkannya secara lebih ekstrim.

    Dikatakan dalam Jongko Joyoboyo, situasi serba kacau dan carut-marut itu sebagai wong agunge padha jail pamasa, tanpa papamarteng darsih, dhene datan ana wahyu kang sanyata. Artinya, para pemimpinnya berhati jahil, bicaranya ngawur, tidak ada yang bisa dipercaya, dan tidak ada wahyu yang sejati.

    wayang kulit

    Ratu Adil adalah Satrio Piningit

    Joyoboyo mempertegas lagi dalam bait berikutnya, keh wahyuning eblis laknat kang temurun, apangling kang jalma, dumunuh kang sirna wiwirangra, yang berarti wahyu yang turun dari iblis dan sulit bagi kita untuk membedakan, dan para wanita banyak yang kehilangan rasa malu.

    Joyoboyo lalu menyambung lagi dalam baitnya, bandhol tulus, mandhoso rinamu puguh, krep grahana surya, kalawan grahana sasi, jawah, lindhu gelap cleret warsam yang berarti alam pun banyak berpengaruh dengan banyaknya gerhana matahari dan bulan, hujan abu dan gempa bumi.

    Kunci Logis

    Ratu Adil atau Satrio Piningit adalah sosok pemimpin sejati. Kemunculannya jelas bukan
    karena motivasi pribadi atau kelompok. Namun, murni karena niat menyelamatkan nasib rakyat. Ronggorwarsito pernah mengasumsi, berakhirnya zaman kolobendhu adalah ketika berakhirnya zaman penjajahan, 1945, sekarang, adakah momentum lain yang memungkinkan munculnya ratu adil?

    Ki Gondho Ngalam

    Ki Gondho Ngalam

    Ki Gondho Ngalam, spiritualis Jawa di Jogjakarta yang ditemui mengatakan, kunci logis dari
    ramalan munculnya Ratu Adila adalah terjadinya goro-goro atau gegeran besar. Artinya, Ratu Adil itu muncul setelah terjadi kekacauan luar biasa, yang merusak seluruh tatanan
    kehidupan. Bukan hanya tatanan sosial-politik, tetapi juga tatanan alam raya ini.

    Melihat realitas sekarang, Ki Gondho mewaspadai kemungkinan terjadinya goro-goro itu.
    Pasalnya, hasil pemilihan legislatif kemarin menyimpan banyak masalah yang berpotensi
    menimbulkan kekacauan. Namun demikian, Ki Gondho menegaskan, goro-goro sebagaimana yang dimaksudkan Jangka Jayabaya tidak hanya datang dari akibat polah tingkah laki manusia. Namun juga datang dari alam dalam berbagai bentuk bencana.

    Lalu, tidak mungkinkah Ratu Adil muncul tanpa prahara ? Ki Gondho mengatakan, mungkin saja. Syaratnya orang biasa harus boleh menjagokan sebagai capres. “Orang biasa ini, artinya bukan orang partai” ujar Ki Gondho, seraya menambah, Ratu Adil itu adalah pemimpin sejati yang mampu berbuat adil secara seimbang. Jika ada niat dan perubahan sistem politik, demikian Ki Gondho, seseorang mungkin saja menjadi Ratu Adil. Perubahan sistem politik ini adalah perubahan yang memungkinkan calon independen ikut dalam kontes capres.

    pertempuran antara kebaikan dan kejahatan

    pertempuran antara kebaikan dan kejahatan

    Berkait kekisruhan pileg yang berpotensi menimbulkan goro-goro, Ki Gondho mengatakan, saat ini kemungkinannnya belum terlihat. Sebab, partai pemenang pemilu kini sibuk berkoalisi, yang berarti sudah menerima hasi pilge. Namun sekali lagi, Ki Gondho tetap mengingatkan, berbagai ketimpangan selama proses pileg tetap akan menjadi bom waktu bagi siapa pun presiden terpilih nanti. Dalam kondisi demikian, sangat mungkin terjadi goro-goro. Bila diikuti dengan bencana alam besar, sangat mungkin Jongko Joyoboyo akan terbuki.

    Sistem Barter

    In Bank Indonesia, Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen Pertanian, GlobalVillage, Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Pemuda Bani Tamim, Perdagangan, Perekonomian Syariah, Perindustrian, Pertanian, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, religius on April 29, 2009 at 3:25 pm

    Sistem barter

    Sistem barter merupakan sejenis bentuk perniagaan yang tidak menggunakan sebarang bentuk perantara pertukaran, di mana barangan atau perkhidmatan ditukar dengan barangan dan/atau perkhidmatan lain. Ia boleh jadi dibuat antara dua atau beberapa pihak.

    timbangan

    timbangan

    barter chart

    barter chart

    Melalui sistem ini mereka terpaksa membuat pilihan sesama mereka untuk mendapatkan barang perantaraan yang dapat membawa manfaat bersama antara mereka. Oleh sebab itu, barang-barang yang digunakan sebagai alat perantaraan itu berbeza mengikut suasana dan zaman. maka jelaslah di sini bahawa pertukaran adalah tidak mustahil tanpa wang dan tidak hairanlah manusia boleh menjalankan kegiatan perdagangan dengan sistem pertukaran barter.

    barter

    barter

    Theater Barter

    Theater Barter

    barter 3

    barter 3

    barter animated

    barter animated

    Isi kandungan

    * 1 Kelemahan sistem barter
    o 1.1 Penemuan kehendak beregu
    o 1.2 Masalah membahagi
    o 1.3 Masalah simpanan nilai

    Kelemahan sistem barter

    Dalam ekonomi moden, kehendak manusia adalah pelbagai dan kegiatan manusia adalah luas termasuk di dalam dan di luar negara. Oleh itu, sistem barter mempunyai banyak kelemahan jika dipraktikkan dalam masyarakat moden. Antara kelemahan-kelemahannya ialah:

    Penemuan kehendak beregu

    Kedua-dua pihak A dan B harus mempunyai kehendak yang saling menggenapkan sebelum pertukaran boleh dilakukan. Pihak A harus dapat menawarkan barang X yang dikehendaki oleh B dan pada masa sama pihak A juga harus mempunyai keinginan kepada barang Y yang ditawarkan oleh B. Kadangkala proses pemadanan kehendak yang sesuai mengambil masa yang lama sebeluum proses pertukaran boleh dilakukan. Masalah penemuan kehendak bergu ini merupakan masalah paling utama dalam sistem pertukaran barter.

    Masalah membahagi

    Komoditi yang ditukarkan mungkin besar dan sukar dibahagikan kepada unit-unit kecil semasa membuat pertukaran dengan barang lain yang bernilai kecil. Contohnya, sekiranya satu pihak yang menginginkan sebahagian daging kerbau sahaja dan menawarkan seekor ayam sebagai pertukaran, sudah tentu pemilik kerbau tidak akan menyembelih seekor kerbau hanya untuk tujuan pertukaran dengan seekor ayam sahaja.

    Masalah simpanan nilai

    Oleh kerana sebahagian besar barangandalam masyarakat primitif itu merupakan hasil pertanian yang mudah rosak dan tidak tahan lama, maka pertukaran yang melibatkan barangan yang tidak tahan lama adalah tidak sesuai untuk ditukarkan, kecuali ia hendak digunakan dengan segera. Akan tetapi, pertukaran selalunya berasaskan barangan lebihan yang tidak akan digunakan dengan segera. Memang ternyatalah bahawa kebanyakan pihak tidak ingin melangsungkan pertukaran untuk memperoleh barangan lain yang tidak tahan lama dan tidak mempunyai ciri simpanan nilai.

    Walaupun terdapat beberapa kelemahan, harus diakui bahawa ekonomi yang menggunakan sistem barter atau pertukaran secara langsung itu merupakan satu sistem yang lebih baik daripada sistem sebelumnya, iaitu sistem mampu diri. Sistem barter membolehkan pengeluaran ditingkatkan sebab terdapat kemungkinan pertukaran. Kemungkinan pertukaran telah menggalakkan unit-unit ekonomi menghasilkan pengeluaran yang melebihi keperluannya sendiri. Pertukaran juga membolehkan unit-unit ekonomi menikmati barangan yang sebelumnya tidak pernah dinikmati. Walaupun terdapat kemungkinan pertukaran, proses pertukaran itu tidak sempurna. Banyak pertukaran tidak dapat dijalankan kerana masalah-masalah tersebut dan juga masalah-masalah lain seperti tidak mempunyai sistem penilaian am dan wujudnya kos dalam ekonomi. Oleh itu, pertukaran di bawah sistem barter adalah terhad. Sebahagian masalah itu berpunca daripada kekangan bahawa barangan itu harus ditukarkan satu demi satu dan secara langsung.

    Rahasia Bisnis Nabi Muhammad SAW.

    In Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Satrio Piningit, Sekretariat Kabinet, indonesia emas, religius on April 29, 2009 at 1:54 pm

    Rahasia Bisnis Nabi Muhammad SAW.

    Tulisan ini merupakan resensi dari sebuah buku yang berjudul ’Rahasia Bisnis Rasulullah’ yang ditulis oleh Prof. Laode Kamauddin, Ph.D. Fakta pertama, Nabi Muhammad SAW. adalah seorang pebisnis sukses. Buktinya, ditinjau dari sisi waktu, Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis selama 25 tahun, yakni dari umur 15 sampai umur 40 tahun. Sementara masa kerasulan beliau hanya 23 tahun. Fakta kedua, Nabi Muhammad SAW. adalah manusia yang kaya. Meski dilahirkan dalam keadaan miskin namun pada saat beliau menikah pada umur 25 tahun, beliau mengeluarkan mahar kawin, yang jika diperhitungkan dengan nilai sekarang berkisar 6 milyar rupiah.

    Onta

    Onta

    Muhammad

    Muhammad

    Fakta ketiga, Nabi Muhammad SAW. menganjurkan kita untuk kaya. Beberapa sabda beliau secara terang menganjurkan umat islam untuk menjadi kaya. Beberapa diantaranya: ”Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya sembilan dari sepuluh pintu rezeki di dunia ini adalah perdagangan” (HR. Ahmad), ”Sesungguhnya sebaik-baik mata pencaharian adalah seorang pedagang (entrepreneur)” (HR. Baihaqi), ”Allah itu cinta kepada seorang Mukmin yang bekerja” (HR. Al-Thabrani dan Al-Baihaqi). Dan banyak lagi hadist lainnya yang menyerukan umat muslim untuk menjadi sejahtera.

    Fakta keempat, Nabi Muhammad SAW. telah menerapkan prinsip bisnis modern dalam membangun kerajaan bisnis. Rasulullah menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga. Rasullullah menjadikan kejujuran (As Siddiqh) dan kepercayaan (Al Amin) menjadi prinsip utama dalam berbisnis. Rasulullah tegar dalam mewujdkan impian bisnis. Rasulullah memiliki pikiran visioner, kreatif, dan siap menghadapi perubahan. Rasulullah memiliki perencanaan dan goal setting yang jelas dalam membangun bisnisnya. Rasulullah pintar dalam mempromosikan dirinya. Rasulullah menggaji karyawan sebelum kering keringatnya. Rasulullah mengatahui rumus ”bekerja dengan cerdas”. Rasullah mengutamakan sinergisme. Rasulullah berbisnis dengan cinta. Rasulullah pandai bersyukur dan berucap terimakasih. Terakhir tapi juga terpenting dari rahasia bisnis beliau adalah menjadi manusia paling bermanfaat. Inilah rahasia bisnis Rasulullah yang sudah semestinya diikuti oleh semua orang jika ingin membangun kerajaan bisnis yang modern. Mari kita, termasuk saya, mengikuti jejak bisnis Rasulullah.

    Situasi Semula, Sarana Alternatif, Tujuan Hipotesis (Babak Sejarah Perjalanan Bangsa Indonesia)

    In Pemuda Bani Tamim, Perekonomian Syariah, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas on April 25, 2009 at 1:48 pm

    Telah lebih dari 63 tahun bangsa Indonesia mengecap kemerdekaannya. Sudah berbagai sejarah bangsa kita lalui. Namun yang patut disesalkan ketika memasuki era reformasi, bangsa Indonesia banyak terlena, dibuai oleh hawa nafsunya sendiri, dan tidak melihat ajaran agama yang benar. Hal ini terus berlanjut hingga sekarang. Akibatnya adalah banyaknya berbagai bencana alam terjadi di Indonesia, mulai dari tsunami tahun 2004, bencana gunung merapi,
    bencana gempa bumi, bencana banjir seperti di situ gintung, dan bencana akibat kekisruhan politik, seperti pilkada, zakat di pasuruan dan BLT. Namun kita perlu melihat kembali ke belakang, kembali melihat sejarah, seperti yang di amanatkan oleh Soekarno, melihat sejarah bangsa, bahwa situasi semula adalah dimulai dengan adanya pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia, bahwa Bangsa Indonesia mencapai pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Setelah itu terjadi berbagai orde yang disebut dengan orde lama dan orde baru. Orde lama diperintah oleh Soekarno, sedangkan orde baru diperintah oleh Soeharto.

    proklamasi Indonesia

    proklamasi Indonesia

    Setelah itu muncul yang dinamakan orde reformasi. Inilah yang disebut dengan sarana alternatif, yang membuka banyak cabang dan kemelut tak bertepi di Indonesia. Kini saatnya bangsa Indonesia berbenah untuk merumuskan kembali tujuan bangsa ini ke arah yang lebih baik. Orde alternatif ini atau yang disebut dengan orde reformasi diperintah oleh BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Terakhir dimotori oleh Amien Rais
    yang berasal dari Muhammadiyah. Hal ini terus terjadi sampai saatnya bangsa Indonesia memasuki era lepas landas  yang akan diperintah oleh Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Inilah yang akan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

    Amien Rais

    Amien Rais

    Tujuan bangsa ini tercakup dalam GBHN yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan
    pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

    Tujuan ini bisa diperbaiki jika kita merujuk kepada Al-Quran dan Al-hadist. Salah satu ayat dari Al-Quran yang dapat dijadikan pegangan kita adalah:

    wa-idz qulnaa udkhuluu haadzihi alqaryata fakuluu minhaa haytsu syi/tum raghadan waudkhuluu albaaba sujjadan waquuluu hiththhatun naghfir lakum khathaayaakum wasanaziidu almuhsiniina

    [2:58] Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini,
    dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai,
    dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud {54}, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada  orang-orang yang berbuat baik”. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 58)

    negeri yang baldatun toyibatun gafurrur rahim, yaitu negeri yang aman, yang dapat dimakan hasil buminya, yang banyak lagi enak dan disukai, yang dapat dimasuki pintu gerbangnya sambil bersujud, dan dapat terampuni dari dosa dan kesalahan, serta mendapat karunia dari Allah karena banyak orang-orang yang berbuat baik.

    Dengan merujuk kepada Al-Quran dan Al-hadist insya Allah tujuan bangsa ini akan tercapai dan kehidupan bangsa dan negara ini akan membaik.

    Jika diringkas maka babak sejarah bangsa Indonesia meliputi:
    Situasi semula: Proklamasi Kemerdekaan NKRI, Orde Lama, dan Orde Baru (1945-1998)
    Sarana Alternatif: Orde Reformasi (1998-2009)
    Tujuan Hipotesis: Era lepas landas (2009-akhir zaman)

    Alam Indonesia Bisa Tenang Jika Di Perintah oleh Satrio Piningit

    In GlobalVillage, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas, religius on April 25, 2009 at 1:15 pm

    Alam Indonesia terdiri dari kepulauan-kepulauan. Lebih dari 3000 pulau-pulau kecil di Indonesia tersebar dari sabang sampai merauke. Ini tak lepas dari negara maritim dan negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut, samudra dan selat. Ini menjadi nilai tambah bagi bangsa Indonesia, menjadi letak strategis sekaligus tantangan bagi banyaknya perompak yang mendatangi Indonesia.

    Kepulauan Indonesia

    Kepulauan Indonesia

    Selain itu, Indonesia terdiri dari hutan-hutan yang menghijau, maupun hutan bakau yang terletak di pesisir pantai. Hutan-hutan ini berfungsi sebagai pencegah banjir dan tsunami, juga sebagai penghasil gas oksigen bagi makhluk hidup. Juga sebagai penampung hujan agar tidak banjir dan menggenangi daerah pedesaan. Jika kita telaah nasib bangsa ini ditentukan oleh manusianya, sebagai fungsi mikrokosmos untuk mengatasi masalah alam yang disebut dengan makrokosmos.

    rizqan lil’ibaadi wa-ahyaynaa bihi baldatan maytan kadzaalika alkhuruuju
    [50:11] untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan. (QAAF ayat 11)

    Jika manusia sudah bisa menguasai makrokosmos, dalam hal ini alam dan sumber daya alamnya, bagi kemakmuran bangsa Indonesia, maka masyarakat Indonesia akan makmur dan akan tercipta masyarakat adil dan makmur. Sekarang ini masyarakat Indonesia sudah lepas dari ajaran yang sudah diturunkan oleh Allah melalui Nabi-NabiNya. Terutama nabi yang terakhir adalah Nabi Muhammad saw beserta syariat islamnya.

    Siapakah penerus ajaran Nabi Muhammad yang bisa memerintahkan sumber daya alam di Indonesia ini agar menjadi tenang dan menjadi sumber kekayaan dan kebahagiaan bagi bangsa Indonesia ? Dialah yang disebut dengan satrio piningit. Tokoh yang tersembunyi yang dipersiapkan oleh Tuhan untuk memimpin bangsa ini.

    Syarat-syarat apakah yang dapat dijadikan pedoman bagi kita untuk dapat memerintah bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya agar dapat menjadi sumber kekayaan dan sumber kebahagiaan kita. Jawabnya adalah dengan mempraktekkan ajaran agama secara benar.

    alladzii ja’ala lakumu al-ardha firaasyan waalssamaa-a binaa-an wa-anzala mina alssamaa-i maa-an fa-akhraja bihi mina altstsamaraati rizqan lakum falaa taj’aluu lillaahi andaadan wa-antum ta’lamuuna
    [2:22] Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah {30}, padahal kamu mengetahui. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 22)

    Unsur-unsur alam semesta ini yang ada di Indonesia adalah secara garis besar dapat dibagi menjadi empat yaitu api, angin, air, tanah. unsur yang kelima adalah unsur kemanusiaan yang disebut dengan the fifth element. Jika satrio piningit mampu menguasai kelima unsur alam ini, maka insya Allah kekayaan alam dan sumber daya alam ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kemakmuran bangsa Indonesia.

    the fifth element

    the fifth element

    Pak SBY Tidak Relevan, Cari Penggantinya Yang Lebih Mengerti Keadaan Zaman

    In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Satrio Piningit, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, religius, uga siliwangi on April 25, 2009 at 12:37 pm

    Pak SBY tidak relevan, cari penggantinya yang lebih mengerti keadaan zaman

    susilo bambang yudhoyono

    susilo bambang yudhoyono

    Telah empat tahun Susilo Bambang Yudhoyono memerintah bangsa Indonesia. Masih ada suka duka yang terlintas dalam benak rakyat Indonesia. Kebanyakan dukanya karena berbagai bencana alam dan kejadian silih berganti mulai dari tsunami di Aceh tahun 2004, kerusuhan pilkada, kerusuhan zakat, kerusuhan BLT, banjir di solo, letusan gunung merapi di Jogjakarta, gempa bumi di Jogjakarta dan berbagai lokasi di Indonesia. telah banyak korban manusia dan keresahan rakyat kecil karena pak SBY tidak menuruti pepatah dan petuah orang-orang dulu yaitu selalu memperhatikan wahyu dan kembali kepada jalan Tuhan.

    masjid di Aceh pasca Tsunami 2004

    masjid di Aceh pasca Tsunami 2004

    wa-idz akhadznaa miitsaaqakum laa tasfikuuna dimaa-akum walaa tukhrijuuna anfusakum min diyaarikum tsumma aqrartum wa-antum tasyhaduuna
    [2:84] Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 84)

    Pernyataan Pak SBY tidak relevan diambil bahwa satrio bambukaning gapuro hanya berperan membukakan gerbang Indonesia yang dicita-citakan bangsa ketika memproklamasikan kemerdekaannya. Tujuan bangsa dan negara ini adalah untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Namun yang kita rasakan adalah penderitaan dan bencana alam dimana-mana. Siapa yang salah ? dan apa yang patut kita salahkan ? ternyata pemerintah sekarang ini memang tidak melihat realita. Kebijaksanaannya kebanyakan tidak relevan dengan kenyataan. Yang terjadi adalah bencana alam yang tidak bisa dicegah. Bencana alam terjadi karena banyak dosa yang perlu dikhafarat oleh manusia Indonesia, sehingga ridho Allah turun di Indonesia.

    Siapa penggantinya yang lebih mengerti keadaan zaman ? dialah yang disebut dengan satrio piningit, ratu adil, atau pemuda bani tamim, yaitu tokoh yang sudah ditentukan oleh Allah untuk memimpin bangsa ini. Jika tidak demikian, maka yang terjadi adalah kerusakan yang lebih parah lagi. Kita ambil contoh jika pemimpin semut yang disebut ratu semut digantikan oleh semut hitam, panglima perang semut, tidak bisa menghasilkan barisan yang kokoh dan produktif. Ini yang disebut dengan kontra produktif.

    Yang perlu direkomendasikan disini adalah mencari orang Tuhan. Bagaimanakah mencari orang Tuhan disini. Tentu saja dengan resep yang manjur. Salah satunya dapat dipaparkan dibawah ini:

    1. Dalami dan hayati apa yang terjadi di Indonesia. Jika bisa dengan dibantu dengan mata bathin, mata para spiritualis Indonesia, para bedanda, kiyai, ulama yang mencapai mukasyafah, bukan ulama yang buta mata hatinya, atau ulama su’.
    2. Cari orang Tuhan dengan mencari ciri-ciri yang sudah ditentukan oleh kitab suci, baik dari kitab suci apapun, seperti tokoh pemuda bani tamim yang dinyatakan oleh hadist Nabi Muhammad, tokoh Buddha Maitreya seperti yang disebutkan oleh kitab suci
    tripitaka, satrio piningit seperti yang disebutkan oleh kitab kuno jawa.
    3. Melaksanakan apa pun rekomendasi dari satrio piningit untuk kemajuan bangsa. Rekomendasi itu bisa meliputi rekomendasi teknis, rekomendasi perekonomian yang layak diterapkan diIndonesia (kemungkinan perekonomian syariah), rekomendasi moral, dan rekomendasi ajaran agama yang dibangkitkan kembali (ihya ulumuddin)
    4. Menyerahkan kekuasan kepada satrio piningit/pemuda bani tamim/satrio pinandito/ratu adil/buddha maitreya untuk kebaikan umat manusia di Indonesia. Jika SBY tidak menyerahkan kekuasaan kepada tokoh Tuhan ini, maka akan terjadi keguncangan-keguncangan di dalam negeri, apalagi adanya pemilihan presiden yang tidak diridhai oleh Allah dan RasulNya.
    5. Mengembalikan apa yang dicuri, mengembalikan apa yang diambil, dan bertaubatan nasuha. Insya Allah akan membuka ampunan dari Allah dan mendapatkan Indonesia yang lebih baik lagi. Insya Allah bisa mengantarkan bangsa Indonesia menjadi negara mercusuar, negara baldatun toyibatun gafurur rahim.

    Sekian artikel ini, semoga bangsa Indonesia bisa mendapatkan pengganti SBY yang lebih mengerti keadaaan zaman, dan terima kasih kepada Bapak SBY yang sudah berjuang menguak pintu gerbang bangsa Indonesia menuju Indonesia emas. Semoga amal ibadah bapak diterima sebagai pahala disisi Tuhan.

    Tokoh Pembaharu di Indonesia

    In pemilu 2009 on April 22, 2009 at 2:04 am
    Tokoh-tokoh berikut ini adalah tokoh pembaharu yang membawa perubahan keadan bangsa Indonesia. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono adalah satrio pambukaning gapuro, tetapi ada tokoh yang dinanti yaitu satrio pinandito sinisihan wahyu. Dialah yang akan memimpin bangsa Indonesia menjadi pemimpin yang menggantikan bapak susilo bambang yudhoyono.
    Soekarno

    Soekarno

     

    Soeharto

    Soeharto

    BJ Habibie

    BJ Habibie

    Gus Dur

    Gus Dur

    Megawati

    Megawati

    Punakawan

    Punakawan

    Abdullah Gymnastiar

    Abdullah Gymnastiar

    Hadi Setyono

    Hadi Setyono

    Tanah Air

    In kitab musasar jayabaya on April 21, 2009 at 10:26 am

    Bulan Purnama

    Bulan Purnama

    Tanah Air

     

    Tanah airku tidak kulupakan
    Kan terkenang selama hidupku
    Biarpun saya pergi jauh
    Tidak kan hilang dari kalbu
    Tanahku yg kucintai
    Engkau kuhargai

    Walaupun banyak negeri kujalani
    Nan mashyur permai dikata org
    Tetapi kampung & halamanku
    Disanalah ku m’rasa senang
    Tanahku tak kulupakan
    Engkau kubanggakan

    Indonesia Negeri Impian (Negeri dimana Dewata Mengejawantah)

    In GlobalVillage, indonesia emas on April 21, 2009 at 9:51 am

    Indonesia Negeri Impian (Negeri dimana Dewata Mengejawantah)
     by: Hadi Setyono

    Indonesia bisa dilihat dari berbagai perspektif. Hal yang konkrit yang dapat dilihat oleh mata kepala sendiri adalah adanya kepulauan Indonesia yang serba kompleks lengkap dengan keindahannya di kanan dan di kiri. Kalau kita cermati, kepulauan Indonesia ini mengingatkan betapa kita disayangi oleh Tuhan kita, sehingga kita tidak boleh melupakannya walau sedetikpun.

    Bali Landscape dilihat dari atas

    Bali Landscape dilihat dari atas

    Bagaimana cara kita menyayangi Tuhan kita sekaligus melihat Indonesia dari perspektif ketuhanan, sehingga Indonesia ini bisa terhindar dari malapetaka yang mengerikan. Tak lain tak bukan adalah dengan melihat Indonesia ini dari perspektif ketuhanan. Kita bisa melihat ke kiri dan kekanan dimana kepulauan Indonesian selalu dilimpahi keindahan-keindahan disana-sini. Jangan buang sampah sembarangan, dan selalu lestarikan kepulauan Indonesia ini dimanapun kita berada. Indonesia bisa dilihat dari segi kepulauan yang asri, ditumbuhi oleh pepohonan yang hijau dan terbentang dari sabang sampai merauke. Disebut sebagai zamrud khatulistiwa, sehingga Indonesia pantas menjadi negeri mercusuar, negeri yang dipenuhi keindahan-keindahan, laksana mutu manikam yang terbentang dari sabang sampai merauke. Yang kurang dari Indonesia adalah ajaran islam yang terpecah belah, karena tidak ada pemimpin islam yang memimpin bangsa ini. Inilah salah satu kendala yang menjadi kemunduran Indonesia saat ini. Jika Indonesia dipimpin dengan kepemimpinan wahyu, Indonesia bisa tumbuh makmur kaya raya tata tentrem loh jinawi. Inilah cita-cita bangsa yang luhur. Berpegangan kepada aturan-aturan agama islam yang ketat, insya Allah akan turun hidayah, rahmat dan cucuran kasih sayang serta karunia dari Allah SWT.

    Aturan-aturan yang manakah yang kita lupakan ? yaitu aturan-aturan hukum yang terpatri dalam Al-Quran dan Al-hadist. Perlu kita galakan aturan-aturan al-QUran dan Al-hadist yang membawa kebahagian kita bersama. Tag:

    Zanrud Khatulistiwa

    Zanrud Khatulistiwa

    Sistem Pemerintahan NKRI 2009-2014

    In indonesia emas on April 17, 2009 at 1:03 pm

    Presiden RI (President RI): Hadi Setyono

    Hadi Setyono

    Hadi Setyono

    Wakil Presiden (Vice President RI): Abdullah Gymnastiar

    Abdullah Gymnastiar

    Abdullah Gymnastiar

    1 Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
    2 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
    3 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
    4 Menteri Sekretaris Negara
    5 Menteri Dalam Negeri
    6 Menteri Luar Negeri
    7 Menteri Pertahanan
    8 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
    9 Menteri Keuangan : Antonio Syafei

    Antonio Syafei

    Antonio Syafei

    10 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
    11 Menteri Perindustrian
    12 Menteri Perdagangan
    13 Menteri Pertanian
    14 Menteri Kehutanan
    15 Menteri Perhubungan
    16 Menteri Kelautan dan Perikanan
    17 Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
    18 Menteri Pekerjaan Umum
    19 Menteri Kesehatan
    20 Menteri Pendidikan Nasional
    21 Menteri Sosial
    22 Menteri Agama
    23 Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
    24 Menteri Komunikasi dan Informatika

    Menteri negara
    25 Menteri Negara Riset dan Teknologi
    26 Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
    27 Menteri Negara Lingkungan Hidup
    28 Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
    29 Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
    30 Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
    31 Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional
    32 Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
    33 Menteri Negara Perumahan Rakyat
    34 Menteri Negara Pemuda dan Olahraga

    Pejabat setingkat menteri
    35 Jaksa Agung

    Tiberias River is Moslem Victory

    In indonesia emas on April 12, 2009 at 1:37 am

    Tiberias River is destinied owned by Muslim Victory. It is for Indonesian People Own.

    Tiberias River

    Tiberias River

    Tiberias is the largest city around the Sea of Galilee. Located on its western shore, its location produces a breathtaking view of the entire Sea of Galilee;
    its shores and mountains surround it.

    Tiberias was named after the Roman emperor Tiberius who ruled from 14-37 AD.
    It was a gift by Antipas the son of King Herod.

    The surroundings of Tiberias were well populated throughout the centuries, and it was the center of a large fishing industry, it’s lake waters remarkably rich in fish. Numerous trade routes intersected at the lake (Kinnereth). Of all ancient towns that flourished on its shores only Tiberias still exists today.

    Where the Jordan River leaves the Sea of Galilee is the site where tradition claims that John baptized Jesus. Many Christian pilgrims annually visit this holy site to be baptized. The Gospels tell of many episodes having happened there, including the meeting of James, John and Simon, the miraculous Draft of Fish, the Multiplication of the Loaves and the Walking on the Waters.

    Tiberias is a holy city in Judaism, one of the most important centers of Jewish studies and culture. After the destruction of the Temple, during the 2nd and 3rd centuries the Sanhedrin (Jewish council) moved to Tiberias.
    The Mishnah – The Oral Jewish Law – was completed here.

    Today Tiberias is a Jewish pilgrim city; famous Jewish Rabbis as Rabbi Maimonides and Rabbi Akiva are buried there.

    A Christian Community also lived in Tiberias throughout the ages.

    In the 6th century the Byzantine emperor Justinian, built a wall around the city.
    In 1990-93 the remains of a Byzantine church with its
    remarkable cultic objects were uncovered.

    In 1033 after an earthquake destroyed Tiberias, the Crusaders moved it two kilometers north of the remains of the old Roman Tiberias.

    The Crusaders built churches and dedicated one of the churches to
    In the 18th century, a local Bedouin Sheik, Dahar al Omar, revolted against the Ottoman rulers of Palestine and set up an independent region in Galilee. Dahar and his son rebuilt Tiberias, enclosed it and constructed a large fort there.

    In 1904 Jewish settlement activities started in the Galilee and Tiberias once again became the official center of the region of Galilee.

    Today, Tiberias has a population of 35,000. It is visited annually by hundreds of thousands of pilgrims and tourists. The calm climate, the pleasant breeze during the hot season, natural beauty and presence of therapeutic thermal springs has made the place a preferred health and holiday resort.

    Indonesia Emas – 12 April 2009

    In indonesia emas on April 12, 2009 at 12:27 am
    Garuda Pancasila

    Garuda Pancasila

    Hakikat Garuda Pancasila.

    Garuda Pancasila adalah lambang negara kita. Lambang negara kita adalah burung garuda pancasila. Arti dari Pancasila adalah adalah lima pasal yang mendasari tingkah laku makhluk hidup bernama manusia di Indonesia. Garuda Pancasila melambangkan hari kemerdekaan Indonesia. Yang menjadi perhatian adalah adanya Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara yang mengendarai burung garuda perkasa sebagai kendaraannya. Burung garuda ini menjadi visi dari perjuangan Bung Karno untuk membawa Indonesia menuju era keemasan. Sebagai dewa pemelihara, Dewa Wisnu berinkarnasi terhadap makhluk manusia di bumi pertiwi ini, baik sebagai Buddha Maitreya maupun nanti sebagai Kalki Avatar di bumi timur tengah.

    Sebagai Buddha Maitreya, Dewa Wisnu mendampingi mulai dari menitis, manifestasi menjadi seorang Buddha Maitreya yang dicintai oleh segenap makhluk khususnya Bangsa Indonesia, dan Bangsa Timur pada umumnya. Buddha Maitreya ini berperan sebagai jembatan bagi bangsa Indonesia untuk mengakhiri masa kala bendu menjadi kala suba. Kala bendu adalah era dimana Bangsa Indonesia mengalami gonjang-ganjing, goro-goro, kerusuhan, paceklik, banjir, dan bencana alam lainnya. Dengan adanya tokoh Buddha Maitreya ini Indonesia bisa melampaui bangsa lain dalam menghormati dan mengasihi antar sesama, dan bisa mencintai sampai ke akhir hayat. Bunga-bunga cinta dan bunga-bunga rampai bisa melampui kelezatan daripada bunga bank. Itulah makna sesungguhnya dari Buddha Maitreya yang memberikan cinta sejati kepada umat manusia ini. Seperti pangeran cinta yang berasal dari Persia atau dari timur tengah, Buddha Maitreya merupakan tokoh idaman bagi para wanita maupun manusia lainnya. Pemimpin inilah yang dinanti oleh bangsa Indonesia untuk menggantikan kepemimpinan SBY-JK yang sudah lapuk, korupsi, dan tidak bermartabat.

    Pemimpin yang disegani ini akan menguasai dunia dengan kepemimpinan wahyu dan kasih sayang antar sesama. Bukan hanya itu, dengan kepintarannya, akan menguasai bisnis Yahudi, mengetahui seluk beluk bisnis Yahudi, mengimplementasikannya, menyebarkannya ke masyarakat, dan memperoleh keuntungannya tanpa memasukkan unsur riba sesuai ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

    Goro-goro pemilu 2009, Harap Hati-hati

    In Disaster Warning, pemilu 2009 on April 11, 2009 at 5:10 pm

    Goro Goro Adalah Sebuah Peringatan

    Kalau kita perhatikan, adegan dalam goro-goro selalu berisi petuah-petuah tentang peringatan keadaan yang tidak normal, ke dalam kemasan bahasa yang ringan, diselingi banyolan-banyolan, sehingga orang-orang yang dikritik tidak terlalu malu, juga tidak terlalu terbawa suasana emosional yang kebablasan.

    semar

    semar

    Sebelum tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) muncul, sang Dalang biasanya akan memberikan intro berupa narasi yang menggambarkan kondisi yang tidak normal, alam yang tidak bersahabat, ekonomi, sosial politik, perilaku manusianya yang serba semrawut.

    Setelah adengan goro-goro, selalu ada perang tanding antara satria pejuangan kebenaran dan prajurit pendukungnya dengan musuhnya atau para penguji dalam perjuangannya, yang pada akhirnya menanglah sang satria pejuang dan pendukungnya sukses dalam menggapai tujuannya, tetapi selalu memakan korban jiwa.

    Coba kita kaji lebih mendalam, mengapa para Walisongo merangkai sebuah alur cerita yang runtut dan baku yang didalamnya ada adegan goro-goro? Dimaksudkan untuk apa adegan goro-goro oleh para walisongo? Para walisongo sudah pasti punya maksud yang luar biasa, Insya Allah untuk sebagai pembelajaran bagi generasi selanjutnya, agar cerdas membaca sinyalemen-sinyalemen dalam goro-goro dalam eranya, untuk diselesaikan agar tidak berlanjut pada babak selanjutnya, yakni perang tanding.

    Pertanyaannya, pada posisi dimana kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia? Apakah, pada tahap Pra-goro-goro, ataukah goro-goro, atau sudah mulai begeser ke perang tanding, seperti dalam pewayangan?

    Mudah-mudahan, pra goro-goro yang masih adem ayem tentrem, gimah ripah loh jinawi atau adil dan makmur, tapi rasanya tidak mungkinlah! Atau masih dalam tahap terjadi konflik yang terkendali, atau masih wajar sebagai dinamika dalam proses menuju perubahan. Ya, mudah-mudahan saja!

    Tetapi kalau melihat realita di masyarakat termasuk komentar-komentar para pengamat, rasanya sudah pada tahap Goro-goro, bahkan sudah mulai berkembang kearah perang tanding. Tapi kita belum terlambat untuk mencegah menjadi perang tanding dan mengembalikan kepada kondisi Pra Goro-goro!

    Pertanyaannya siapa yang harus melakukan, secara normatif adalah tugas kita bersama semua komponen bangsa, tetapi secara efektifitas dampaknya yang lebih cepat, harus dimulai dari elite-elite bangsa, karena dari merekalah yang punya otoritas untuk mengatur sebuah irama perubahan dengan baik.

    Kalau para elite tidak segera memulai berusaha membawa kearah yang lebih baik, kawatir keadaan semakin memburuk, yang akan mengakibatkan daya tahan rakyat yang sedang tidak diuntungkan oleh keadaan akan jebol atau mudah dijebol oleh pihak-pihak yang menghendaki terjadinya babak perang tanding.

    Lho, apakah ada? Berdasarkan pengalaman sejarah, selalu ada pihak-pihak yang menghendaki terjadinya kondisi perang tanding, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, yang biasanya ada saling kerjasama antara pihak dari dalam dan luar negeri.

    Yang dari luar negeri jelas, menghendaki supaya Indonesia menjadi lemah, yang pada akhirnya tidak menjadi saingan mereka, atau lebih parah lagi adalah agar Indonesia menjadi budaknya mereka.

    Yang dari dalam negeri tentunya ingin mengambil manfaat di air keruh, yang paling parah adalah merebut kekuasaan dengan jalan membenturkan komponen bangsa untuk perang tanding.

    Tulisan ini tidak ada maksud untuk membuat takut, memang serasa menakutkan, tetapi ibarat orang sakit, lebih baik tahu bahwa dirinya sakit, yang akhirnya untuk segera diobati, dari pada tidak merasa sakit, tahu-tahu…. wassalam!

    Sekali lagi, belum terlambat, tetapi waktu tidak pernah kompromi, artinya harus segera diantisipasi agar tidak terjadi yang tidak diharapkan, agar akhirnya yang terjadi adalah Indonesia yang Adil dan Makmur.

    Kalau tidak, akan dimakan oleh sang Waktu, yang dalam pewayangan akan dimakan oleh Betharakala (catatan: Kala adalah waktu), untuk tumbal!

    Budi Praptono, budayawan, cucu seorang dalang, ketua Forum Komunikasi Sosial Masyarakat Merah Putih Bersatu. Saat ini aktif sebgai Dosen Tetap di Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) Bandung

    Imam Mahdi

    In Satria Piningit, Satrio Pinandito, Satrio Piningit, Shalawat Nabi, Siapakah Imam Mahdi, indonesia emas on April 11, 2009 at 4:40 pm

    Kalki Avatar

    Imam Mahdi

    Imam Mahdi

    Halaman yang berisi tentang Imam Mahdi, Karakteristik, Prophecy Mengenainya dan Sepakterjangnya dimasa mendatang. Link:

    http://satriopinandito.wordpress.com/2008/05/01/kalki-avatar-adalah-imam-mahdi-part-2/

    http://satriopinandito.wordpress.com/2008/05/01/ kalki-avatar-adalah-imam-mahdi-as/

    Add to Technorati Favorites

    Buy Reviews

    Please contact us (hadi_st@yahoo.com) for Another Information.
    digg slashdotpng Reddit reddit stumbleupon delicious


    Fotolia


    Korean, Won, Rupiah, Rupee

    In Departemen Keuangan, indonesia emas on April 10, 2009 at 3:02 pm

    Rupiah

    Rupiah

    Korean Won, Rupiah, Rupee Cap Weekly Gains as Inflows Pick Up


     

    April 10 (Bloomberg) — South Korea’s won, Indonesia’s rupiah and India’s rupee strengthened for a fifth straight week as signs a global recession is abating bolstered investors’ risk appetite, helping Asia’s emerging markets attract funds.

    The won today touched 1,300 per dollar for the first time in three months on speculation record-low borrowing costs and government stimulus will revive an economy on the brink of recession. Asian equity funds outside Japan drew the largest amount of new money in a year for the week ending April 8, according to EPFR Global, a research company based in Cambridge, Massachusetts.

    “The market is pricing in a mild change in the view of the economy,” said Kim Sung Soon, a currency dealer with Industrial Bank of Korea in Seoul. “Offshore players are offloading dollars.”

    The won strengthened 0.6 percent this week to 1,333 per dollar as of 3 p.m. in Seoul, according to Seoul Money Brokerage Services Ltd. It earlier rose as high as 1,300.

    India’s rupee climbed 0.8 percent to 50.01 and this week traded stronger than 50 for the first time since February. Indonesia’s rupiah advanced 1.4 percent to 11,310. Financial markets in India, Indonesia and the Philippines were closed today for the Easter holiday.

    The won rose 14 percent against the dollar in the past month, Asia’s best performance. Bank of Korea Governor Lee Seong Tae said yesterday the pace of the nation’s economic slowdown has “moderated significantly.” The economy will shrink 2.4 percent this year, the first contraction since 1998, before expanding 3.5 percent in 2010, the central bank said today.

    Dollar Bond Sale

    This week’s gain in the won was also supported by the government’s $3 billion sale of global bonds. Proceeds from Korea’s first international bond issuance in three years will be used to support a currency that tumbled 26 percent against the dollar in the past 12 months.

    Data in the past two weeks suggests the economy may be improving. A government report showed factory output in February had its biggest monthly gain since 1987 and a central bank survey showed manufacturers’ were the least pessimistic in five months.

    The rupiah gained on speculation the central bank bought the currency to keep it stable before local markets were closed yesterday for the parliamentary elections. The currency also advanced as polls showed President Susilo Bambang Yudhoyono’s Democrat Party may more than double its seats in parliament, reducing the need for coalition partners that have blocked some of his economic stimulus proposals.

    India’s currency strengthened as foreign investors’ purchases of Indian shares this month already exceeded the total for March.

    Thailand’s Baht

    Thailand’s baht rose this week on speculation global funds bought stocks as Prime Minister Abhisit Vejjajiva said he would remain in office and refrain from using force against anti- government demonstrators.

    Abhisit has vowed not to resign and rejected calls for new elections after protesters used taxis to block Bangkok’s streets. Global funds bought $123 million more Thai stocks than they sold this month through yesterday, according to stock exchange data.

    “Let’s put it this way, things have been relatively calm so far and the government has said it won’t use force,” said Chatchawan Jumruswittayawong, a foreign-exchange trader at Bank of Ayudhya Pcl in Bangkok. “Investors are waiting to see if the situation turns worse,” next week, he said.

    The baht gained 0.1 percent this week to 35.36 per dollar, according to data compiled by Bloomberg.

    Sliding Output

    Malaysia’s ringgit completed its first weekly loss in five after the nation’s factory output fell for a sixth month, raising concern an economic slowdown is deepening. The currency dropped 1 percent to 3.6155 per dollar, according to data compiled by Bloomberg.

    A government report yesterday showed industrial production fell 14.7 percent from a year ago in February, compared with a 13.5 percent drop in a Bloomberg survey. Malaysian Prime Minister Najib Razak yesterday replaced a quarter of the Cabinet, less than a week after taking office, in a bid to resurrect support for the ruling coalition.

    “We’ve seen a lot of corporate orders for dollars this week,” said Jamil Baharuddin, a treasury dealer at RHB Bank in Kuala Lumpur. “We

    Tafsir Mimpi Sri Sultan HB X dan Sultan Herucakra

    In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, Satrio Piningit, Siapakah Imam Mahdi, Sultan Herucakra, pemilu 2009, tafsir mimpi on March 21, 2009 at 3:52 pm

    Ramalan tentang Sultan Herucakra – Wisik dari Ki Joko Lodang

    Pemilihan presiden masih beberapa bulan lagi, namun paranormal di Jember sudah meramalkan figur yang bakal memimpin negeri ini. Dan hasil ritual itu sungguh mencengangkan. Sebab alam ghaib menuliskan petunjuk berupa nama Sultan dalam huruf Hanacaraka dan menggambarkan figur Sultan dengan mengenakan blangkon dalam selembar kertas putih.

    Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu

    Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu

    Kertas putih itu sebelumnya dimasukkan dalam kotak hitam dan di dalamnya dimasukkan spidol ukuran besar yang sebelumnya dilakukan ritual dengan menggunakan bunga mawar dan dua buah keris kuno. Saat itu tepatnya didepan papan nama KPUD Jember juga dibeber sejumlah nama calon presiden yakni Megawati, Sultan Hamengku Buwono, Susilo Bambang Yudhoyono, Prabowo Subianto, Wiranto dan Jusuf Kalla.

    Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

    Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

    Penafsiran dari mimpi di atas, ialah bahwa sri sultan hamengkubuwono memang tengah menerima wisik ghaib berupa pulung keprabon mengenai bagaiman seharusnya menerima keadaan sekarang ini.

    Sri Sultan Hamengkubuwono X

    Sri Sultan Hamengkubuwono X

    Saat ini kerajaan mataram modern memang sedang mengalami ujian mengenai bagaimana menghadapi zaman yang serba pelik ini. zaman yang dikenal dengan zaman kalabendu, namun diakhir kalabendu ini selalu ada harapan bagi bangsa yang masih mencari jatidiri yang sebenarnya.

    Makna dari huruf hanacaraka adalah pertanda bahwa penguasa Jawa yang pertama, yaitu Raja Ajisaka menghendaki Sri Sultan HB X untuk kembali kepada ajaran jawa yang asli, yaitu ajaran jawa yang hanif, tidak memperturutkan hawa nafsu dan melihat kembali ajaran jawa yang sejalan dengan ajaran Tauhid, kembali kepada Tuhan dan kearifan Tuhan dalam mengembang kepemimpinan. Lambang blankon adalah lambang agama dimana pernik pakaian melambangkan agama yang wajib dijunjung tinggi untuk memimpin bangsa ini keluar selamat dari kemelut yang berkepanjangangan. Yang menarik adalah adanya selembar kertas putih. Rupanya sri sultan disuruh menulis suratan takdir yang dimau oleh sri sultan, namun harus sesuai dengan hati nurani yang tulus. kertas putih inilah yang berisi suratan takdir ilahi yang tidak bisa keluar dari skenario Tuhan bagi bangsa Indonesia. kertas putih ini berisikan rencana Tuhan,yaitu pemimpin pilihan Tuhan yang bernama sultan Herucakra, atau Satrio pinandito Sinisihan Wahyu, yang akan memimpin pulau Jawa dan bangsa Indonesia pada umuumnya. Kertas putih yang sudah berisikan nama pemimpin Jawa ketiga itu akan dimasukkan kedalam kotak hitam, pertanda hasil pilihan Tuhan akan masuk kotak suara, dimana pemilu saat ini sebenarnya tidak diperlukan, karena rencana Tuhan pulalah yang bekerja. Pemilu sekarang ini hanya berupa prosedur yang disepakati secara turun-temurun dalam kerangka masyarakat Indonesia. Sedangkan rencana Tuhan siapa yang mengetahui kecuali sedikit yang winasis dan waskita. Ritual bunga mawar dan keris kuno ini adalah lambang ruwatan dan kedigjayaan yang semuanya harus dikembalikan kepada kehendak Tuhan, agar Indonesia bisa selamat dari bencana yang berlebih, dan bisa menyambut era baru yang disebut zaman kalasuba atau dikenal juga dengan zaman kalamukti, yaitu zaman dimana setiap orang mengeluarkan bagiannya yang terbaik untuk membangun nusa dan bangsa ini guna menyambut kesejahteraan kita bersama.

    Selanjutnya ritual dilakukan di ruangan Ketua KPUD Jember Sudarisman. Pemimpin ritual Ki Joko Lodang alias Gus Lilik mengatakan, petunjuk itu berasal dari pulung keprabon dari sesepuh alam ghaib di bumi Pulau Jawa yang memadu menjadi petunjuk kekuatan pilihan presiden.

    “Sultan Herucakra akan menjadi calon terkuat yang bisa jadi presiden. Apalagi tahun ini bertepatan dengan bulan Suro dan tahun 2009 dan angka 9 merupakan angka keramat dan tertinggi, antara tahun ini juga diramalkan akan terjadi perselisihan atau goro-goro yang cukup panjang,”

    Menurutnya, dengan munculnya petunjuk dari orang-orang kebatinan dan orang tirakat atau puasa, maka kini saatnya paranormal se-Indonesia mendukung pencalonan Sultan. Namun demikian, Ki Joko Lodang belum bisa meraba dan meramalkan Sultan akan diusung oleh partai mana dan berpasangan dengan siapa.“Tapi yang jelas peletak dasar kebangkitan bangsa Indonesia adalah Susilo Bambang Yudhoyono,walaupun tidak ditakdirkan sebagai orang yang membawa Indonesia menuju kemakmuran dan kejahteraan yang sejati” ujarnya singkat seraya meneruskan perjalanan ke Lumajang.

    Satrio Piningit adalah Pemuda Bani Tamim

    In Ahlul Bait, GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009 on March 14, 2009 at 3:00 pm

    The PROPHET’s LEGACY : The LAST Era that was PROMISED

    Imam Ali Kakek Buyut Imam Mahdi as

    Imam Ali as Kakek Buyut dari Imam Mahdi as

    What a MIRACULOUS EAST, prepared for the Rising of the Great New Empire !?

    Soothsayers of many races using many languages and varied methods agree with the sayings of the Prophet (pbuh) about the last era. The last era is specifically for Islam. The most famous are the predictions of the Jewish, Christian and Javanese soothsayers.

    Most people know about the predictions of Nostradamus (a French Jew) concerning the coming of a saviour that he mentioned as “the man with the blue turban”. A Dutch writer, G. H. Brill wrote in his book The First Encyclopaedia of Islam (1913) about the rise of Islam from the East by someone he called “the standard bearer of Mahdi”. And in an ancient and famous Javanese book known as Babad Tanah Jawa, there is mention about the coming of one “Ratu Adil” (Al Mahdi) and “Satria Piningit” (The Prince of Bani Tamim) who will govern NUSANTARA Archipelago with pure Islamic teachings.

    Let me list out what the Javanese soothsayers said as explained by Permadi SH, head of the Indonesian Paranormal Foundation.
    Permadi
    Permadi

    Permadi SH is a famous name in Indonesia. He said clearly that Satria Piningit is the person who will lead to Ratu Adil. Before him is Satria Kinunjara and Satria Mukti Wibawa. Satria Kinunjara is the one who spent most of his life in prison and who set Indonesia free from colonization. That was Soekarno. Permadi SH also said clearly that Satria Piningit is an admirer and he echoes the message of Soekarno.
    Ir. Soekarno
    Ir. Soekarno (Satria Kinunjara)

    Satria Mukti Wibawa is a leader full of charisma who filled Indonesia’s independence. That was Soeharto. But Permadi SH also mentioned that Soeharto’s era was still an era of chaos and anarchy. There was no justice until the arrival of Satria Piningit.
    Seoharto
    Soeharto (Satria Mukti Wibawa)

    Satria Piningit literally means a hidden warrior. He exists but appears non-existent. He is non-existent but appears to exist. This means he is protected by God. He is surrounded by tyranny and injustice like maggots crawling and creeping all over his body.

    On one side, Satria Piningit has the good character of Soekarno. On the other side he has the good character of Soeharto. He is brave, vocal but calm and bound by strategy.

    That is why Permadi SH said he is the combination of both Soekarno and Soeharto.

    His arrival results in the merger of Nusantara. This is a continuation of the success of the Kingdom of Majapahit. That kingdom united the Nusantara Archipelago with the influence of Hindu and Buddhist religions. This time, the Nusantara Archipelago will unite under the banner of pure Islam. Permadi SH also mentioned this is the turn of the Malays to lead the world. The light of Islam will emerge from the Nusantara Archipelago and will brighten the whole world. The signs are already clear and the emergence of Satria Piningit is very near. He will emerge exactly at the time he is needed.

    These predictions of Permadi SH are almost similar to the predictions of the Jewish Nostradamus and the writings of G. H. Brill. Verily Allah in His own way has spread this dazzling news about the rise of Islam in the last era to most races and languages of the world. Almost all races have heard about it. It is exciting and elating news to all Muslims. But to the enemies of Islam, they are wary and very sad.

    But it will surely happen. Allah Himself promised that it will happen through the sayings (Hadith) of His Apostle. Let us see the particular Hadith that is almost 1500 years old now. It has survived a very long span of time to be inherited by Muslims of the last era at the end of time. Verily, Allah does not forget His servants among the followers of His Apostle in the last era, and hence for them Allah has reserved this Hadith which is crucial and very important. The Prophet said:

    Which means: From Abdullah bin Mas’ud, he said: When we were with Rasulullah suddenly came a group of children from Bani Hashim. When Rasulullah saw them, both his eyes became wet with tears and his facial expression changed. So I asked, “Why do we see in your expression something that does not please you?” Rasulullah replied: “Allah Has chosen for us, Ahlul Bait (the family and descendants of Rasulullah), the Hereafter above the worldly. My descendants will face misfortune and expulsion after me until the arrival of a group of people from the East who will bring with them the Black ‘pennon’. They ask for goodness but goodness was not given to them. So they fought and struggled until in the end, they were assisted (by Allah) and they achieved success. They were given what they asked for. But they did not take it for themselves but they hand it (Islamic Nation) over to a man of my descendant who will fill the earth with justice the way it was filled with tyranny (before that). Whoever among you gets the news about him, go to them even if you have to crawl on snow. Verily he is Al Mahdi.” (Narrated by Ibnu Majah)

    In another Hadith:

    Which means: From Ibnu Umar r.a. that Rasulullah (pbuh), whilst holding the hand of Sayidina Ali, said: “It will emerge from this sulbi (basis of descendance), a man who will fill the earth with justice. And so, when you are convinced of such, you must endeavour to be with the Prince of Bani Tamim. Verily he comes from the East and he is the holder of the standards of Al Mahdi.” (Narrated by At-Tabrani)
    Satrio Piningit (Satrio Pinandito)
    Satrio Piningit (Satrio Pinandito)

    For those who consider this a weak Hadith, I would like you to see what is happening in the East beginning from the early 15th Hijriah century. You will notice the revival of Islam in the Nusantara world that is growing and expanding although it is being hindered and obstructed. This is a strange phenomenon.
    Indonesia Nusantara
    Indonesia Nusantara

    Malays are becoming the best people in the practice of Islam and they are in the forefront of the Islamic struggle in the whole world today. It is not yet perfect, but is certainly progressing. This is no longer a secret. Although Islam was brought to the Nusantara Archipelago by Arab Traders more than 700 years ago, only now is Islam beginning to flourish in this region albeit in an era where the second age of ignorance has enveloped the whole world. Islam here did not die nor did it perish although it is was colonized and its enemies tried to kill it countless times.

    JK Bercerai dengan SBY

    In Satria Piningit, Satrio Pinandito, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, uga siliwangi on March 12, 2009 at 7:59 am
    SBY JK Pisah (Cerai)

    SBY JK Pisah (Cerai)

    Lembaga kajian seperti CSIS, LP3ES, P2P LIPI dan Puskapol Fisip UI dalam hasil survey yang dilakukannya masih menempatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih unggul dibanding Capres lainnya. Bahkan jauh melebih Megawati sebagai saingan terbesarnya dengan perolehan suara SBY yaitu 46% dan Megawati memperoleh suara 31%.

    Pengamat Politik LIPI, Syamsudin Haris menyatakan meskipun SBY dipasangkan dengan calon wakil presiden manapun, SBY masih tetap unggul.

    Selain itu, ia menuturkan bahwa sangat dilematis jika SBY harus berpisah dengan Jusuf Kalla (JK). Karena ia menilai penerimaan masyarakat terhadap JK lebih kecil dibandingkan dengan Capres lainnya.

    Menurutnya Syamsudin, peluang JK tidak signifikan jika berpisah dengan SBY dan mencapreskan diri. Begitu pula jika JK berdampingan dengan Hidayat Nurwahid tidak akan memperoleh suara yang maksimal.

    Menunggu Satria Piningit 2009

    In Pemuda Bani Tamim, Satria Piningit, Satrio Pinandito, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, uga siliwangi on March 5, 2009 at 10:41 am

    Satria Piningit

    Satria Piningit

    Menunggu Satria Piningit 2009

    Jakarta – Undang Undang Pemilihan Presiden memberikan implikasi pada dua hal penting. Pertama, dipastikan terjadi koalisi antar partai politik. Kedua, dimungkinkan munculnya tiga pasangan calon presiden. Akan lahir Satria Piningit?

    UU Pilpres menyepakati syarat pencalonan presiden-wakil presiden 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional.

    Selama ini, berdasarkan hasil survei maupun tren dukungan, dua kandidat yang beredar kuat adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri. Dengan postur UU Pilpres yang disahkan DPR, Rabu (29/10), akan ada satu calon lagi yang bakal menyodok. Bukan tak mungkin, dia adalah kuda hitam sekaligus satria piningit.

    Menurut Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, dengan syarat UU, membuka peluang munculnya tiga pasang calon pada Pemilu 2009 mendatang.

    “Ketentuan ini membuka peluang munculnya capres ketiga. Capres pertama dan kedua adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Sukarnoputri,” ujar Denny di Jakarta, Kamis (30/10)

    ketika melansir hasil survei nasional calon presiden yang digelar oleh LSI. Hal ini pun diyakini Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Menurut dia paling banyak empat pasangan capres-wapres yang bakal maju dalam Pilpres 2009. “Feeling saya, tiga pasangan calon. Paling banyak empat, tapi agak berat,” katanya seusai pengesdahan UU Pilpres di gedung DPR.

    Selain hanya akan memunculkan tiga pasangan capres, imbuh Priyo, diyakini dengan format persyaratan pengajuan capres-wapres hanya akan terjadi satu putaran pilpres.

    Dalam survei LSI, terdapat lima tokoh potensial yang dapat mengisi ‘lowongan’ capres ketiga setelah SBY dan Megawati. Di urutan pertama ada Ketua Umum DPP Hanura Wiranto yang mencapai popularitas 20,2%, Gubernur DIY Sultan HB X sebesar 15,1%, Ketua Dewan Pembina Partai

    Gerindra Prabowo Subianto sebesar 11,9%, dan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir mencapi 2,4%. Dari survei yang dilaksanakan sepanjang September di 33 provinsi dengan melibatkan 1.200 orang responden, SBY dan Megawati masih tetap merupakan dua kandidat terkuat. Selain itu, keduanya juga mengendalikan partai politik papan atas yang diprediksi akan mendominasi Pemilu 2009.

    Nominator capres tersebut bisa saja tidak saling berhadap-hadapan satu sama lainnya. Sangat terbuka kelima figur tersebut membentuk koalisi alternatif untuk menyodok SBY maupun Megawati Soekarnoputri. “Sultan dan Prabowo bisa menjadi representasi koalisi alternatif.

    Sultan sosok negawaran, sedangkan Prabowo adalah sosok yang tegas,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Bima Arya Sugiarto.

    Meski demikian, kelima nominator capres alternatif tersebut bisa saja tidak harus menjadi RI-1. Sangat terbuka kelima nominator capres unggulan untuk capres alternatif dapat menjadi pendamping di dua kekuatan besar, baik SBY maupun Megawati Soekarnoputri.

    Partai Golkar, misalnya, memiliki pijakan pada arus internal partai. Dalam hal ini, mereka berniat menduetkan kembali Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan SBY menjadi pilihan terbaik. JK maupun Partai Golkar dapat relatif aman dalam Pilpres 2009.

    Capres alternatif yang direpresentasikan lima nominator tersebut secara teknis koalisi, jelas bukanlah usaha yang mudah, baik dari sisi personal antar kandidat, maupun teknis pembentukan pemerintahan yang kuat. Kondisi ini jelas berbeda apa yang terjadi baik di figur Megawati maupun SBY yang didukung dengan kekuatan partai yang tak kecil.

    Oleh karena itu, dalam pandangan Direktur Ekskeutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, parpol harus mulai mengatur kode etik dan tata cara koalisi secara internal.

    Menurut Ray, koalisi harus terbentuk dengan benang merah visi-misi yang sama antar partai politik. “Harus ada irisan visi dan misi. Jadi koalisi tidak hanya untuk presiden atau wapres,” ujarnya kepada INILAH.COM, Kamis (30/10) di Jakarta.

    Selain itu, Ray mengusulkan, capres yang diajukan harus berpijak pada perolehan dalam pemilu legislatif dengan perolehan kursi parlemen terbanyak. “Ini juga mengarah kepada pengaturan jatah kursi kabinet yang tetap berpijak pada perolehan suara pemilu legislatif,” katanya.

    Tampaknya menemukan siapa ‘satrio piningit’ dalam Pemilu 2009 bukanlah pekerjaan mudah. Selain hampir mayoritas parpol menentukan arah koalisi maupun pengajuan capres-wapres pasca pemilu legislatif. Namun setidaknya lima nominator versi LSI segera melakukan komunikasi politik untuk menyamakan visi-misi.

    JK Rangkul PKS, SBY Jadi Musuh Bersama

    In Satrio Pinandito, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009, uga siliwangi on February 27, 2009 at 8:37 am

    SBY JK Turun

    SBY JK Turun

    JK Rangkul PKS, SBY Jadi Musuh Bersama

     

     Malam nanti Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla akan mendatangi markas besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS). JK dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara yang digagas partai Islam itu. Benarkah PKS hanya sekadar mengundang JK?

    Sumber detikcom di DPP PKS menyebutkan bahwa langkah PKS menggandeng JK dalam rangka menjajaki pembentukan blok alternatif di antara SBY dan Mega. Kalu informasi ini benar, berarti PKS juga ingin menjadikan SBY sebagai ‘lawan’ politiknya.

    “Selama ini kan hanya blok M dan Blok S yang seolah-olah paling siap mengajukan capres. Padahal tidak. Kalau Golkar dan PKS bersatu, peta akan berubah,” papar sumber itu. Benarkah SBY ingin dijadikan musuh bersama? Jawabannya memang tidak bisa diketahui sekarang. Namun, tanda-tanda ke arah sana sudah mulai tampak. Setidaknya tanda-tanda itu muncul dari sikap partai politik yang selama ini menjadi teman koalisi SBY di pemerintahan.

    Satu persatu partai yang selama ini menjadi teman diskusi SBY mulai lari menjauh. PPP dengan manuver ketua umumnya, Suryadharma Ali mulai lirik-lirikan dengan PDIP. PAN dengan komandannya Soetrisno Bachir juga sudah jauh hari mengaku pisah dengan SBY.

    Golkar yang selama ini menjadi partai pendukung paling ampuh di pemerintahan SBY-JK sudah tidak bisa lagi diharapkan. Karena ketua umumnya yang juga wakil presiden sudah terang-terangan siap meladeni SBY dalam pilpres 2009.

    Bahkan, untuk ‘nakut-nakuti’ SBY, Golkar mencoba menggandeng kekuatan yang konon selama ini diincar SBY, PKS. Kesan yang muncul, Golkar ingin menegaskan bahwa dirinya lebih dekat dan bisa kerja sama dengan PKS daripada SBY dan PD-nya dengan pertemuan sore ini.

    Kondisi ini meniscayakan kesan posisi PKS yang selalu bermain aman dan cari untung. Saat ini dengan bermanis-manis dengan JK, PKS pasti akan memainkan strateginya untuk mencitrakan partai yang digemari banyak capres. Akibatnya, SBY terlihat semakin terdesak.

    Hanya PKB yang sampai saat ini masih setia bersama barisan SBY. PKB masih bersabar dengan tidak melakukan manuver apapun soal capres dan cawapres. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan komitmennya menuntaskan koalisi dengan SBY sampai akhir pemerintahan.

    Dalam peta politik yang seperti ini, SBY dan PD hanya bisa bermain-main dengan PKB dan partai-partai kecil lainnya yang selama ini belum bermanuver. Kalau SBY gagal menjaring kekuatan partai menegah yang saat ini menjauh, bukan tidak mungkin SBY akan kesepian seperti
    nasib PDIP yang ‘kelimpungan’ mencari cawapres.

    Atau semua manuver ini adalah upaya sistematis semua parpol yang ingin menjadikan SBY musuh bersama? Menjelang Pemilu, peta politik berubah setiap saat dalam hitungan menit.

    Potensi Ancaman pada Pemilu

    In Hukum dan Keamanan, indonesia emas, pemilu 2009 on February 25, 2009 at 8:10 am

    Jendral TNI Djoko Santoso

    Jendral TNI Djoko Santoso

    Potensi Ancaman pada Pemilu 

    Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menegaskan, momen Pemilihan Umum 2009 adalah salah satu episode paling krusial dalam proses perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Meski begitu, Pemilu 2009 diyakini berpotensi menghadirkan kerawanan dan ancaman. Potensi tersebut akan muncul terutama jika semua pihak yang terlibat lebih menonjolkan logika ”kepentingan politik” demi mencapai kepentingan kelompok dan politik pragmatis dari aspirasi politik sendiri-sendiri. Hal itu disampaikan Djoko, Selasa (24/2), dalam pidato di depan 1.257 komandan kompi di lingkungan Komando Garnisun Tetap 1/Jakarta di Balai Samudra, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, ia juga melansir delapan poin indikator potensi ancaman. ”Diyakini, dalam prosesnya, sejumlah gesekan antarkepentingan politik bakal muncul dan terus meningkatkan suhu politik ke depan. Bukan tidak mungkin hal itu dapat mengganggu kondisi stabilitas nasional yang harusnya senantiasa dijaga agar kondusif, mantap, dan terkendali,” ujar Djoko. Acara bertajuk ”Commander’s Call” itu dihadiri ketiga kepala staf angkatan dan sejumlah panglima komando utama. Seusai pengarahan, acara dilanjutkan dengan proses tanya jawab yang dilakukan secara tertutup. Djoko menyatakan, ia hadir memberi pengarahan atas undangan Komandan Gartap I/Jakarta sekaligus Panglima Kodam Jaya Mayjen Darpito. Menurut Djoko, kedelapan poin indikator yang berpotensi sebagai ancaman itu secara umum diyakini dapat memicu gesekan, benturan, dan konflik kepentingan terbuka. Beberapa poin indikator itu adalah banyaknya jumlah partai politik peserta Pemilu 2009, masa kampanye yang panjang, serta banyaknya jumlah tokoh calon presiden-wakil presiden yang akan maju. Selain itu, faktor lain yang berpotensi memicu konflik juga terjadi akibat kuatnya nuansa ketidakpuasan parpol dan masyarakat terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU). Belum lagi soal makin terakumulasinya endapan persoalan, terutama akibat sengketa pemilihan kepala daerah dan pemekaran daerah. Endapan dan penumpukan persoalan seperti itu terjadi karena masalah yang muncul tidak segera diselesaikan. Masalah-masalah itu malah tertimpa isu baru lain yang jauh lebih besar. Kondisi seperti itu diibaratkan ”api dalam sekam” yang tinggal menunggu ”sumbu ledak” pemicu konflik komunal. ”Dalam alam demokrasi, kritik adalah hal wajar. Namun, ada kecenderungan kritik menjadi tidak konstruktif dan solutif serta hanya bersifat waton suloyo atau asal berbeda. Semangatnya bukan lagi untuk perbaikan dan kebaikan bersama,” papar Djoko. Manuver politik yang terjadi juga cenderung saling fitnah provokatif dan saling serang secara pribadi dalam bentuk kampanye hitam. Tak hanya itu, Djoko juga melihat masih ada kecenderungan untuk menarik TNI kembali dalam kancah politik, yang diwarnai pula dengan nuansa kecurigaan terhadap netralitas TNI. Wajar Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bhakti, menganggap wajar pemaparan Djoko terkait potensi ancaman pada Pemilu 2009. Namun, Ikrar meminta TNI tidak perlu bersikap khawatir berlebihan terhadap proses demokrasi di Indonesia yang, menurut dia, terus berproses mencari keseimbangan baru. Sementara itu, pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Andi Widjojanto, menganggap apa yang dipaparkan Panglima TNI itu konsisten dengan naluri organisasi militer. Militer memang akan selalu melihat segala sesuatunya dengan kerangka skenario terburuk. ”Apa yang disampaikan Panglima TNI mungkin hanya untuk kalangan internal, yang mengingatkan agar jajarannya selalu bersiap-siap mengantisipasi. Akan tetapi, penanganan masalah-masalah seperti itu sebenarnya sudah bukan lagi urusan TNI, tetapi institusi-institusi lain, seperti Polri, Mahkamah Konstitusi, dan KPU. Semua ada aturan mainnya,” ujarnya. Ikrar juga menilai, cara pandang TNI seperti itu masih menganut cara pandang lama yang melihat demokrasi sebagai sesuatu yang menakutkan. Padahal, dalam beberapa kali pemilu, terbukti maraknya parpol dan kandidat peserta pemilu adalah hal yang biasa-biasa saja dan malah menjadi hiburan tersendiri, seperti terkait ramainya aktivitas kampanye. Menurut Ikrar, justru pada masa Orde Baru, dengan jumlah parpol yang hanya tiga partai, pemilu malah lebih menyeramkan. Pada pemilu masa Orde Baru justru terjadi yang namanya insiden semacam peristiwa ”Lapangan Banteng”, yang bertujuan mendiskreditkan parpol-parpol lawan penguasa ketika itu. Sementara itu, Andi menambahkan, apa pun hasil Pemilu 2009, baik prosesnya berlangsung damai maupun memicu konflik, netralitas TNI tetap harus dijaga dalam arti TNI tidak berpolitik praktis. (DWA)

    Tank Baja

    Tank Baja

    Waspadai Guncangan Dalam Pemerintahan

    In kitab musasar jayabaya on February 23, 2009 at 6:15 am
    SBY JK Pisah

    SBY JK Pisah

    Waspadai Guncangan Dalam Pemerintahan
    Rivalitas SBY-JK Timbulkan Kekhawatiran
    Minggu, 22 Februari 2009 | 02:00 WIB

    Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengenai kesiapan menjadi calon presiden pada Pemilihan Umum 2009 sangat berpotensi menimbulkan guncangan dalam pemerintahan.

    Rivalitas antara Jusuf Kalla dan Susilo Bambang Yudhoyono dikhawatirkan membuat terbengkalai agenda pemerintahan yang masih akan berlangsung hingga Oktober 2009.

    Oleh karena itu, komitmen kedua pemimpin negara untuk melanjutkan pemerintahan sampai akhir masa jabatan sangat dibutuhkan.

    Demikian rangkuman pendapat pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Saldi Isra, dan pakar hukum tata negara dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Isharyanto, yang dihubungi terpisah, Sabtu (21/2).

    Menurut Saldi, walau belum ada jaminan sepenuhnya Jusuf Kalla betul-betul akan menjadi presiden, pernyataan Kalla otomatis menempatkan dirinya pada dua posisi, yakni posisi wakil presiden yang harus menyelesaikan pemerintahan bersama Yudhoyono hingga Oktober 2009 dan posisi sebagai rival Yudhoyono pada Pemilu 2009. Hal itu akan membuat duet ini sulit menjalankan sisa masa jabatan seperti layaknya hubungan presiden dan wakil presiden.

    ”Bagaimana keduanya bisa berjalan bersama kalau tahu di sampingnya rival. Ibaratnya tidur dengan musuh sendiri. Ini juga akan berdampak pada anggota kabinet, sebagian akan mengelompok ke Yudhoyono, sebagian lagi kepada Jusuf Kalla. Jadinya, satu perahu akan didayung dua nakhoda,” papar Saldi.

    Kendati rivalitas sulit dihindari, Saldi menegaskan, seperti apa akhir pemerintahan Yudhoyono-Kalla akan menjadi poin penting. Jika mereka mengabaikan agenda pembangunan nasional, hal itu akan menjadi penilaian rakyat terhadap keduanya.

    Pada bagian lain, dia melihat, kondisi politik yang terjadi saat ini sebenarnya merupakan gambaran utuh sistem ketatanegaraan dari pusat hingga daerah. Yang terjadi di pemerintahan pusat mirip dengan yang terjadi di daerah ketika kepala daerah dan wakil kepala daerah mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di daerah.

    Etika berpolitik

    Menurut Isharyanto, apa yang terjadi saat ini menunjukkan tata krama berpolitik di Indonesia belum melembaga sehingga menimbulkan berbagai spekulasi politik. Potensi keguncangan pemerintah pun akan sulit dihindarkan.

    ”Yang pasti, pemerintahan akan terguncang. Sulit membayangkan presiden menjalankan agenda pemilu dan wakil presiden juga punya agenda sendiri. Belum lagi di bawah presiden dan wakil presiden ada sejumlah menteri, termasuk menteri yang juga ketua partai,” ujarnya.

    Hal itu sangat memprihatinkan, kata Isharyanto, karena para pemimpin lebih mengedepankan aspek legal ketimbang moralitas politik.

    Dalam kondisi seperti ini, sangat sulit mengharapkan sisa pemerintahan Yudhoyono-Kalla akan diselesaikan dengan baik. Padahal, Yudhoyono banyak menetapkan pencapaian kinerja pemerintahan hingga tahun 2009.

    Agar tidak terjadi keguncangan pemerintahan yang besar, sebaiknya Yudhoyono-Kalla menjelaskan kepada publik mengenai kontrak politik mereka dan komitmen untuk menyelesaikan pemerintahan sampai akhir masa jabatan. ”Penjelasan mereka berdua harus didampingi Ketua DPR dan DPD sehingga ada simbol rakyat sudah bertanya,” ujarnya.

    Hanya emosional

    Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia, Andrinof A Chaniago, menilai pernyataan Kalla yang menyatakan dirinya siap maju sebagai capres disulut oleh sikap emosional sejumlah elite Partai Golkar di pusat yang kemudian menggalang para elite Partai Golkar di daerah.

    ”JK sebetulnya telah terjebak oleh sikap emosional elite Golkar tadi. Bagi saya, seandainya Golkar menang sekalipun pada pemilu legislatif pada April nanti, bukanlah tempat yang realistis bagi JK untuk mencalonkan diri sebagai RI 1 atau untuk cawapres dari capres yang berhadapan dengan SBY,” ujarnya.

    Menurut Andrinof, dua jalur itu hanya akan mengantarkan kepada kekalahan. Kalau mau realistis, hanya ada dua tempat terbaik bagi Kalla pasca-Pemilu 2009, tetap menjadi cawapres Yudhoyono atau menjadi negarawan.

    Berbeda dengan Andrinof, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz justru menyambut baik kesiapan Kalla menjadi capres. Hal itu akan membuat Pilpres 2009 lebih dinamis dan menambah pilihan bagi masyarakat. ”PPP mengapresiasi sikap tersebut. Artinya sekarang tersedia banyak figur nasional yang siap mengemban kepemimpinan nasional,” ujar Irgan.

    PPP menyambut kesiapan Kalla dengan melakukan kajian yang lebih intensif dan komprehensif untuk menentukan kecenderungan sikap politiknya, sambil menunggu hasil pemilu legislatif.

    Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismed Hasan Putro menilai pernyataan kesiapan Jusuf Kalla maju sebagai capres memang semakin menambah seru pertarungan politik nasional.

    Akan tetapi, ia mengingatkan jangan sampai elite politik keasyikan mengatur strategi politik untuk berebut posisi presiden dan wakil presiden, lantas agenda utama dan prioritas paling mendesak bangsa ini terbengkalai, yakni mengatasi dampak krisis ekonomi global pada perekonomian nasional.

    ”Semakin hari dampak negatifnya kian dirasakan masyarakat paling bawah, seperti pemutusan hubungan kerja yang berarti semakin membuat angka pengangguran membengkak dan bermuara pada angka kemiskinan yang kian membesar,” katanya.

    ”Pesawat Golkar”

    Jusuf Kalla dalam pembukaan Musyawarah Besar VIII Pemuda Pancasila (PP) di Jakarta, Sabtu, mengajak anggota PP dalam pemilu 9 April untuk memilih partai yang bisa cepat membawa ke tujuan bernegara dan berbangsa.

    Pilihannya adalah naik ”pesawat terbang” bersama Partai Golkar, naik ”kereta api” ataupun ”jalan kaki” bersama partai lain.

    Jika anggota PP memilih naik ”pesawat terbang” bersama Partai Golkar, kata Kalla, mereka akan cepat sampai ke tujuan bernegara, yaitu mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Adapun kalau naik ”kereta api”, apalagi ”jalan kaki”, cepat atau lambat sampai ke tempat tujuan akan berbeda.

    Dalam acara itu hadir, antara lain, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, yang juga anggota Majelis Pertimbangan Organisasi PP, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, dan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional PP Japto S Soerjosoemarno.

    Menurut Kalla, secara psikologis, jika mau bepergian, seseorang akan selalu ingin cepat sampai ke tujuan sehingga mereka akan memilih alat transportasi yang lebih cepat dan aman.

    Sebelumnya, dalam laporannya, Japto mempersilakan warga dan anggota PP untuk bebas memilih partai yang sesuai dengan pilihan masing-masing.

    ”Terserah anggota PP mau naik ’pesawat terbang’ Partai Golkar atau mau naik ’kereta api’ atau memilih ’jalan kaki’ partai lain, silakan. Asalkan, partai yang dipilih adalah partai nasionalis berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI,” katanya.

    Arsip Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu › Perkakas — WordPress

    In Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, pemilu 2009 on February 20, 2009 at 7:41 am

    Situs ini berisi informasi tentang Satrio Pinandito, tokoh yang diramalkan akan membawa bangsa Indonesia menuju kejayaan. Satrio pinandito adalah nama lain dari satrio piningit atau ratu adil. Indonesia dikatakan akan dipimpin oleh tujuh satrio yang masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Satrio pambukaning gapuro dikatakan identik dengan Susilo Bambang Yudhoyono, bertugas untuk membuat sistem guna membuka gerbang kejayaan bagi bangsa Indonesia yang diharapkan nantinya menjadi mercusuar dunia.

    Berbalas Pantun Partai PKS dan Partai Demokrat

    In Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, pemilu 2009, religius on February 19, 2009 at 4:18 am

    Kamis, 19/02/2009 10:52 WIB

    PKS

    PKS

    Perang Pro SBY Vs PKS di Pantun Politik Berlanjut

    Jakarta – Makin hari, Pantun Politik makin ramai. Saat ini, pertempuran pantun berjalan detik demi detik. Menjelang siang, pendukung SBY dan Partai Demokrat mendominasi. Namun, pendukung PKS masih memberikan perlawanan.

    Ke Pulau Madura jangan lupa lihat karapan sapi
    Kuda diikat ingin berlari-lari
    Buat apa partai Nomor 8 yang gayanya sok suci
    Lebih baik Partai Demokrat yang sudah teruji (ade_imang)

    Jumlah caleg sampai ribuan
    Jumlah partai sampai puluhan
    Daripada milih yang tidak karuan.
    Yang sudah ada, kita lanjutkan (abuwaras)

    Telor di dadar delapan senti
    Ikan kembung miring ke kiri
    Kader delapan telah terbukti
    Kembalikan semua gratifikasi (ahmaadya)

    Pagi-pagi menggali sumur
    Sumur digali air merembes
    Kalau ingin negeri makmur
    Jangan lupa pilih PKS

    Sumur digali air merembes
    Air mengalir sampailah ke laut
    Kalau semua pilih PKS
    Negri ini tak akan bangkrut

    Air mengalir sampailah laut
    Jaring nelayan tersangkut rumput
    Kalau tak ingin negeri bangkrut
    Jangan pilih yang suka ribut

    Jaring nelayan tersangkut rumput
    Ambil sabit di atas lemari
    kalau partai sukanya ribut
    gimana bisa mengurus negri

    Ambil sabit di atas lemari
    Naik meja diatas kursi
    Kalau ingin membangun negri
    Partai PKS pilihan pasti (guswib

    Gempita tahun baru sudah lewat
    Tak disangka bulan April sudah dekat
    Golkar, PDIP dan Demokrat
    Jangan dipilih karena Pengkhianat

    Menyambut hari di pagi yang cerah
    Awan bertabur mentari bersinar
    Rakyat mendengar janji sudah gerah
    Pilihlah nomor delapan PKS yang benar (D_Die)

    Dari Bau-bau ke Kendari lewat Raha
    Naik kapal lewat laut Banda
    Jangan lupa pilih Partai Keadilan Sejahtera
    Insya Allah Rakyat Indonesia akan bahagia (berdanhena)

    Anak Jakarta nonton Film Batman
    sambil nonton membawa es
    Gue juga bekas preman
    pilihan gue tetep PKS

    Dulu preman sekarang bukan
    menjadi preman karena stess
    Dulu preman sekarang mantan
    karena jasa ustadz PKS (dwijp)

    Ayo pendukung partai lain jangan sampai kalah. Buktikan kedigdayaanmu! Gabung dan kirimkan pantun politik Anda lewat: Forum Pantun Politik. ( asy / asy )

    Superman muncul dari Indonesia

    In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, kota Bandung, religius, uga siliwangi on February 14, 2009 at 4:35 am

     Diceritakan ada seorang anak super yang lahir di kota Bandung. Namanya berinisial S. Dia memiliki kemampuan super yaitu bisa mengetahui canggah, anak cucu, kakek buyut dari seseorang. Tidak hanya itu saja, dia bisa melihat sesuatu dibalik tembok dan dibelakang sesuatu penghalang. Bukan itu saja, dia juga bisa memiliki pendengaran super selain pandangan infra merah.

    Superman

    Superman

    Superman muncul dari Indonesia

    Pemuda berinisial S ini sekarang tengah menggodok ilmunya agar bisa memimpin bangsa Indonesia keluar dari kemelut berkepanjangan. Dia pernah menghajar banyak orang yang tidak mau taat kepadanya. Kekuatan supernya bisa mengangkat pesawat dari satu kota ke kota lainnya. Selain itu pukulan mataharinya bisa merontokkan gigi orang didepannya yang melakukan perlawanan terhadapnya.

    Dia dinaungi oleh komet Halley yang muncul di tahun 1986. Selain membantu memimpin bangsa Indonesia, dia juga membantu bangsa Amerika agar tidak arogan dan bisa berlapang dada membantu bangsa Asia.

    Tokoh S ini sekarang melihat berita di detik.com. Yaitu adanya suatu bongkahan es di sayap pesawat yang disinyalir berhubungan dengan kemunculan tokoh S ini nantinya di Indonesia.

    Komet Halley ini selalu menanunginya dan berkunjung ke bumi setiap 76 tahun sekali. Warnanya berwarna biru laut, dan berkilauan dengan kekuatan yang menyejukkan umat manusia di bumi.

    Kekuatan spiritual tokoh S ini menjadi-jadi ketika terjadi gerhana matahari cincin. gerhana matahari cincin ini telah datang terakhir di Indonesia awal tahun ini. Selain itu akan muncul lagi di pertengahan tahun ini dan terakhir akan muncul di tahun 2010.

    Kemunculannya akan membawa pembaharuan bagi bangsa Indonesia dan akan membawa kemajuan bangsa-bangsa di dunia.

    (c) Februari 2009.

    Ketua MPR: Ajak Teladani Nabi Muhammad Saat Tertimpa Musibah

    In indonesia emas, religius on February 13, 2009 at 10:52 am
    Muhammad

    Muhammad

    Ketua MPR Ajak Teladani Nabi Muhammad Saat Tertimpa Musibah

    Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyatakan keprihatinannya, khususnya kepada masyarakat Jakarta yang tertimpa musibah banjir. Hidayat berpesan, agar masyarakat meneladani nabi Muhammad SAW dalam menghadapi musibah.

    “Kami turut prihatin dan merasakan kesusahan yang dirasakan saudara-saudara. Semoga semuanya tetap memiliki semangat yang sama guna menyelesaikan problem banjir di lingkungan masing-masing,” sapa Hidayat, saat menemui warga Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat, daerah banjir paling parah di sebelah Barat Jakarta, Rabu (6/2).

    Hidayat terkesan dengan raut muka masyarakat, meski telah berlangsung 5 hari rumah mereka tergenang banjir. Namun, tidak terlihat rawut muka keputusasaan. Seolah-olah masyarakat tidak memiliki masalah apapun.

    “Memang bukan hanya di tempat ini saja yang tertimpa musibah banjir. Dahulu, tahun 2002 di tempat tinggal saya (Pondok Gede) tidak terkena banjir. Tapi sekarang malah terkena banjir. Sekarang banjir di sini lebih parah dari tahun 2002 lalu. Kita berdoa semoga banjir bisa segera surut. Sehingga kita bisa dan melanjutkan aktivitas keseharian.,” ujarnya.

    Masalah yang dihadapi Jakarta memang bukan sekadar banjir. Untuk itu, yang diperlukan sekarang, yaitu kebersamaan, ketabahan, dan gotong-royong seluruh komponen warga. Apalagi, sudah ada relawan yang siap membantu. Tanpa perlu mengaitkan mereka (para relawan) dengan kepentingan kelompok atau partai. “Kita semua satu warga Jakarta, satu umat, dan satu bangsa. Saya sendiri telah terjun langsung ke daerah lain yang juga terkena banjir,” tuturnya.

    Hidayat mengajak seluruh warga mengingatkan kembali ajaran agama. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan menurunkan sesuatu untuk menyusahkan umatnya. Tetapi untuk menguatkan iman, tawakal, dan kesabaran. Persaudaraan dan kebersamaan.

    Tujuannya, agar umatnya mampu meneladani nabi Muhammad SAW. Bagaimana dulu, sebelum nabi hijrah, ditimpa kesulitan luar biasa. Bukan hanya tertimpa bajir. Bahkan sampai 3 tahun lamanya ‘dibanjiri’ dengan masalah. Tidak ada yang bisa dimakan. Tidak ada yang mengajak bicara, tidak ada yang mengajak dagang. Belum lagi istri tercintanya Khadijah diwafatkan Allah. Pamannya juga.

    “Tetapi karena nabi tetap tabah, istiqamah, menjalin kebersamaan. Maka Allah SWT memberikan Isra’ Mi’raj untuknya,” sitir Hidayat. (mca)

    Di Cari Satrio Piningit Untuk Memimpin Bangsa Ini

    In Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya, pemilu 2009 on February 13, 2009 at 10:39 am

    Satrio piningit diramalkan akan memimpin bangsa ini dengan kepemimpinan wahyu. Dengan kepemimpinan wahyu, insya Allah bangsa ini terlepas dari bala dan kutukan. Diramalkan oleh ki ronggowarsito bahwa bangsa ini akan dipimpin oleh tujuh satria dan satria ke tujuh berjuluk satrio pinandito sinisihan wahyu. Siapakah beliau ini? Sosoknya yang sangat misterius menjadi kewajiban bagi bangsa ini untuk mencari beliau. Karena hanya beliaulah yang mampu memimpin bangsa ini keluar dari kemelut. Menurut Sabda Nabi Muhammad:

    Sesungguhnya Allah telah menguatkan lagi agama ini dengan seorang lelaki yang gagah perkasa. (H.R. Bukhari)

    Dialah satrio piningit yang mendapatkan derajat sebagai mujaddid atau sang pembaharu dalam bidang agama.

    Inilah waktunya, waktunya sudah dekat, karena tahun 2009 adalah tahun akhir dari kala bendu. kala bendu adalah zaman di mana bangsa Indonesia tengah di landa keterpurukan dan berbagai macam bala bencana melanda bangsa ini. Belum lagi tindakan anarkis yang melanda bangsa ini dari berbagai macam kejadian di muka bumi Indonesia. Hanya dengan kembali kepada Al-Quran dan Al-hadist saja bangsa ini hanya bisa keluar dari kemelut dan menjadi bangsa yang besar, aman tentram, tata titi tentrem loh jinawi.

    satrio piningit presiden berikutnyasatrio piningit presiden berikutnya

    Imam Ali as

    In Ahlul Bait, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, religius on February 13, 2009 at 10:11 am

    imamali

    Keutamaan dan Keagungan Imam Ali AS

    1- Kepahlawanan dan Pengorbanan

    Ali bin Abi Thalib adalah sosok manusia yang sempurna dari semua sisi. Kebesarannya diakui oleh kawan maupun lawan. Tidak ada seorangpun yang dapat melukiskan keagungan dan keutamaannya.

    Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepada Ali, “Wahai Ali tidak ada yang mengenal Allah dengan sebenarnya kecuali aku dan engkau. Tidak ada yang mengenalku dengan sebenarnya kecuali Allah dan engkau, dan tidak ada yang mengenalmu dengan sebenarnya kecuali Allah dan aku.”

    Untuk itu, apa yang coba kami angkat dalam kesempatan ini, tak lain adalah upaya untuk mengenalkan sosok agung yang pernah ada di tengah umat Islam ini, sekaligus menghiasi pertemuan kita ini dengan nama Ali bin Abi Thalib. Sebab Rasulullah SAW pernah bersabda, “Menyebut Ali termasuk amal ibadah.”

    Keutamaan pertama Imam Ali bin Abi Thalib adalah keberanian, kepahlawanan dan pengorbanannya dalam membela Rasulullah dan ajaran yang beliau bawa. Sejarah menyebutkan bahwa ketika berada di Mekah dan diboikot oleh Quresy, Rasulullah SAW bersama pamannya Abu Thalib dan keluarga besar Bani Hasyim tinggal di lembah atau Syiib Abu Thalib. Masa yang sulit itu berlangsung selama tiga tahun. Setiap malam, karena khawatir akan keselamatan Rasulullah SAW, Abu Thalib memerintahkan beberapa orang termasuk Ali untuk tidur di pembaringan Rasul, secara bergilir.

    Malam ketika Nabi Muhammad SAW hendak pergi meninggalkan rumah menuju Madinah, beliau memerintahkan Ali untuk berbaring di tempat tidur Nabi dan mengenakan selimut beliau, padahal puluhan pemuda Arab sedang menunggu di luar dengan pedang terhunus untuk secara serentak menyerang rumah Nabi dan membunuh beliau. Pengorbanan Ali di malam itu disanjung oleh Allah dan diabadikan di dalam Al-Qur’an.

    Ketika pasukan muslim yang berjumlah sedikit untuk pertama kalinya bertemu dengan pasukan kafir Quresy yang jumlahnya tiga kali lebih besar di Badr, Ali dengan keberanian dan kepahlawanan yang tertandingi berhasil menyungkurkan jawara-jawara kafir Quresy semisal Walid, Syaibah, Ash, Handhalah dan Naufal. Sejarah bahkan mencatat bahwa setengah dari 70 korban tewas di kubu pasukan Quresy, tersungkur setelah terkena sabetan pedang Ali.

    Di Uhud, ketika pasukan kafir Quresy berhasil membuat barisan muslimin kocar-kacir, bahkan banyak yang melarikan diri, Ali tetap menyertai Nabi dan berperang dengan gigih di sisi orang yang ia cintai itu. Di tangan Ali-lah pasukan Quresy yang mengepung dan berusaha membunuh Nabi, berhasil dipukul mundur. Di medan yang penuh hiruk pikuk itu, luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya, tidak membuat kendur semangat Ali untuk berkorban dan membela Rasulullah SAW. Di Uhud inilah terdengar suara Jibril yang memuji Ali dengan mengatakan, “Tidak ada pahlawan seperti Ali dan tidak ada pedang seperti Dzul Fiqar.”

    Tahun kelima Hijriyah, di saat kaum kafir dengan pasukannya yang berjumlah besar mengepung Madinah dan tertahan karena benteng parit yang dibuat kaum muslimin, Ali menunjukkan kepahlawanan dengan melawan Amr bin Abdi Wadd, jawara Arab yang sangat ditakuti. Ketika kuda tunggangannya, berhasil melompati parit, dengan congkak, Amr menantang siapa saja yang berani bertarung dengannya. Tantangan itu ia ulangi tiga kali berturut-turut, dan tiga kali pula Ali menyatakan kesiapannya untuk menjawab tantangan itu. Rasul mengizinkan dan Ali berhasil memenggal kepala Amr setelah melalui pertarungan yang sengit.

    Kisah kepahlawanan Ali terulang di Khaibar ketika beliau berhasil menundukkan benteng Khaibar yang paling kuat, padahal pasukan muslim telah dua kali gagal mendudukinya. Dalam perang itu, Marhab bin Abi Marhab, jawara Yahudi Khaibar tersungkur setelah pedang Ali memilah tubuhnya menjadi dua bagian. Padahal saat bertarung dengan Ali Marhab mengenakan pakian besi yang menutupi seluruh tubuhnya.

    Di Hunain, ketiika pasukan muslimin yang berjumlah sepuluh ribu orang diserang secara mendadak oleh suku Hawazin dan sebagian besar dari mereka lari tunggang-langgang meninggalkan Nabi, Ali bersama segelintir orang tetap berada di sisi Rasulullah SAW. Tebasan pedang Ali yang menjungkalkan Abu Jarwal, pahlawan kaum kafir di Hunain, berhasil menyiutkan nyali musuh-musuh Rasulullah dan mengundang pasukan muslim yang lari untuk kembali menyusun barisan.

    Apa yang disebutkan tadi hanyalah sedikit contoh dari kepahlawanan dan pengorbanan besar Ali bin Abi Thalib untuk agama Allah dan ajaran Rasulullah SAW. Tidak sedikit pujian yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an dan hadis mengenai pengorbanan Ali di jalan Allah ini.

    2- Keluasan dan kedalaman Ilmu

    Keutamaan Imam Ali as berikutnya adalah keluasan ilmu beliau. Sejak masa kanak-kanak, Ali selalu menyertai Rasulullah SAW ke manapun beliau pergi bahkan dalam sebuah ungkapannya, Imam Ali menyatakan bahwa beliau sering diajak Nabi SAW berkhalwat dan beribadah di gua Hira yang berada di luar kota Mekah. Imam bahkan menuturkan bahwa beliau merasakan kehadiran malaikat Jibril yang membawa wahyu untuk Nabi SAW di gua itu. Dengan menyertai Nabi, Ali menimba ilmu-ilmu ilahiyah dari manusia paling agung di dunia itu. Ali pernah mengatakan bahwa Nabi mengajarinya seribu macam ilmu yang masing-masing memiliki cabang seribu.

    Di hadapan sahabat-sahabatnya, Nabi SAW berulang kali bersabda bahwa beliau adalah kota ilmu yang pintunya adalah Ali bin Abi Thalib as. Sabda Nabi ini dibenarkan oleh para sahabat yang menyaksikan sendiri betapa Ali adalah satu-satunya orang sepenninggal Nabi yang menjadi rujukan dalam berbagai hal. Bahkan para khalifah, khususnya khalifah Umar bin Khattab sering meminta pendapat Ali dalam memghambil keputusan. Lebih jauh Umar mengatakan, “Jika tidak ada Ali maka celakalah Umar.”

    Pernyataan Ali yang meminta umat untuk bertanya kepadanya sebelum mereka kehilangan dirinya, adalah ungkapan yang diabadikan oleh para sejarawan dan ahli hadis. Ali dikenal sebagai bapak dari berbagai cabang ilmu. Abdullah bin Abbas yang dikenal sebagai guru besar tafsir Al-Qur’an sepanjang sejarah, adalah orang yang berguru kepada Ali. Abul Aswad Al-Duali, sasterawan besar Arab dan penyusun ilmu Nahwu adalah murid Imam Ali as. Bahkan, beliaulah yang memerintahkan dan menuntun Abul Aswad untuk menyusun ilmu Nahwu.

    Kepada sahabat dekatnya yang bernama Kumail bin Ziyad, Imam Ali as pernah menjelaskan kemuliaan ilmu dibanding harta. Kemudian beliau menunjuk dadanya secara mengatakan, “Di sini terpendam ilmu yang sangat luas. Andai saja aku menemukan orang yang bisa menerimanya.”

    BIDADARI DI SURGA

    In Satrio Pinandito, Shalawat Nabi, religius on February 13, 2009 at 9:15 am

    BIDADARI DI SURGA
    Sumber ajaran Islam, yaitu Al-Qur’an dan hadist banyak memuat penjelasan tentang kondisi di surga terkait dengan keberadaan bidadari ini. Beberapa hadist (sekurang-kurangnya melalui terjemahan Bahasa Inggeris atau Indonesia) memberikan gambaran tentang adanya hubungan seksual di surga, disamping adanya penjelasan Rasulullah tentang surga yang ‘tidak pernah terlihat oleh mata dan terpikirkan oleh pikiran’ – karena itu sulit untuk mengasosiasikannya dengan hasrat dan naluri seksual manusia – maka penjelasan hadist terasa terlalu simpang-siur. Untuk itu saya mencoba menjelaskan persoalan ini menitik-beratkan dengan ‘mengutak-utik’ Al-Qur’an.

    bidadari

    bidadari

    Melalui terjemahan Al-Qur’an berbahasa Indonesia kita menemukan sekurang-kurangnya 8 kelompok ayat yang memuat kata tentang bidadari di surga. Dari 8 kelompok ayat tersebut hanya 3 ayat yang menyebut secara jelas tentang bidadari, yaitu kata ‘huurin ‘iin’ :

    kadzaalika wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin
    [44:54] demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.

    muttaki-iina ‘alaa sururin mashfuufatin wazawwajnaahum bihuurin ‘iinin
    [52:20] mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

    Wahuurun ‘iinun, ka-amtsaali allu/lui almaknuuni
    [56:22] Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, [56:23] laksana mutiara yang tersimpan baik.

    kata bidadari melalui kata ganti termuat dalam 5 kelompok ayat Al-Qur’an :

    1. wa’indahum qaasiraatu alththharfi ‘iinun, ka-annahunna baydhun maknuunun

    [37:48] Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, [37:49] seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

    wa’indahum = dan disisi mereka
    qaasiraatu = tidak liar pandangan
    atthafri = ujung/mata
    ‘inun = mata

    2. wa’indahum qaasiraatu alththharfi atraabun

    [38:52] Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.

    wa’indahum = dan disisi mereka
    qaasiraatu = tidak liar pandangan
    atthafri = ujung/mata
    atraabun = sebaya

    3. fiihinna qaasiraatu alththharfi lam yathmitshunna insun qablahum walaa jaannun, ka-annahunna alyaaquutu waalmarjaanu

    [55:56] Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. [55:58] Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

    fiihinna = didalamnya mereka
    qaasiratu = pendek/menundukkan
    athafri = ujung/mata
    lam yathmitshunna = tidak/belum menyentuh mereka
    insun = manusia

    4. fiihinna khayraatun hisaanun, huurun maqshuuraatun fii alkhiyaami

    [55:70] Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. [55:72] (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.

    fiihinna = didalamnya mereka
    khayraatun = baik-baik
    hisaanun = bagus-bagus/cantik-cantik
    huurun = yang putih/jelita
    maqsuuraatun = tersimpan/terpingit
    filkhiyaami = dalam mahligai/rumah

    5. innaa ansya/naahunna insyaan, faja’alnaahunna abkaaraan, ‘uruban atraabaan

    [56:35] Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung [56:36] dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. [56:37] penuh cinta lagi sebaya umurnya.

    inna = sesungguhnya Kami
    ansya’naahunna = Kami jadikan mereka
    insyaa’an = dengan kejadian
    faja’alnaahunna = maka kami jadikan mereka
    abkaaran = gadis-gadis perawan

    Dari kelima kelompok ayat tersebut hanya yang nomer 5 yang secara jelas menyebut objek yang dimaksud adalah berjenis kelamin wanita, sedangkan keempat ayat lainnya tidak secara jelas mengindikasikan apakah yang dimaksud adalah wanita atau bukan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia kelompok ayat nomer 5 dibuat penjelasan dalam tanda kurung ‘bidadari’. Tafsir Jalalain juga memberikan penjelasan bahwa makhluk yang diciptakan tersebut adalah bidadari sekalipun Al-Qur’an tidak menyebut objeknya, dan kata ‘insyaa’an’ diartikan dengan kata ‘langsung’ yaitu yang diciptakan tanpa melalui proses kelahiran terlebih dahulu, sedangkan Tafsir Al-Mishbah tidak mengartikannya sebagai ‘bidadari’ dan tetap memakai kata ganti ‘mereka’, sedangkan kata ‘insyaa’an’ ditafsirkan dengan kata ‘sempurna’, sehingga bunyinya :”Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan penciptaan sempurna..”, suatu penafsiran yang belum tentu berarti ‘diciptakan tanpa melalui proses kelahiran’.

    Selanjutnya Ustadz Quraish Shihab menjelaskan kalimat ‘lagi sebaya umurnya’ dengan menyampaikan hadist diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa seorang wanita tua datang kepada Nabi Muhammad SAW memohon dido’akan agar masuk surga. Nabi menjawabnya dengan bersabda (dengan tujuan bergurau sambil mengajar) :”Beritahu wanita itu, bahwa dia tidak akan memasukinya dalam keadaan tua. Sesungguhnya Allah berfirman (lalu beliau membacakan ayat-ayat diatas) . Hadist ini diriwayatkan juga oleh al-Baihaqi dan ath-Thabarani, namun oleh Ibnu Hajar dinilai merupakan hadist lemah. Kalau kita merujuk kepada penjelasan ini maka ‘diduga keras’ wanita yang dimaksud QS[56:35-37] adalah manusia biasa yang mendapat anugerah surga dan bukan bidadari seperti yang dimaksud dengan kata ‘huurin ‘iin’ dalam QS[44:54], QS[52:20], QS[56:22].

    Dalam keempat kelompok ayat yang lain, Al-Qur’an menyampaikan adanya ‘sesuatu’ di surga yang mempunyai ciri-ciri : punya pandangan yang tidak liar, jelita matanya ibarat telur burung unta, berumur sebaya, sopan dan selalu menundukkan pandangan, belum pernah disentuh manusia, seperti permata yakut dan marjan, yang cantik (atau bagus) , putih dan tersimpan dalam mahligai. Kita tentunya boleh saja mengartikan ciri-ciri ini secara fisik dan harfiah dan itu mempunyai ‘peluang besar’ menuju kepada sosok wanita. Namun tidak salah juga kalau beberapa ahli tafsir mengartikan ciri-ciri tersebut secara majaazi, bahwa maksud ‘pandangan tidak liar’ adalah ‘sesuatu’ tersebut punya perhatian hanya terbatas kepada pasangannya, pandangan yang terbuka lebar penuh perhatian, murni, tulus dan setia kepada pasangan, intinya betul-betul merupakan ‘sesuatu’ yang cocok dihati. Keempat kelompok ayat tersebut tidak menjelaskan apa jenis kelamin ‘sesuatu’ itu. Dan ternyata ini juga sejalan dengan pengertian kata ‘huurin ‘iin’. Penjelasan ini juga tidak membatasi penafsiran bahwa yang dimaksud adalah ‘sesuatu’ yang diciptakan di surga atau merupakan manusia yang menjadi penghuni surga, baik laki-laki maupun perempuan.

    Tafsir al-Mishbah menjelaskan bahwa kata ‘hur’ adalah bentuk jamak dari kata ‘hauraa’ yang pertama menunjuk kepada jenis kelamin feminin dan yang kedua jenis maskulin. Ini berarti bahwa kata ‘hur’ adalah kata yang netral kelamin – bisa laki-laki dan bisa perempuan. Kata ‘hur’ sendiri menurut ar-Raghib al-Ashfahaani adalah tampak sedikit keputihan pada mata disela kehitamannya (dalam arti yang putih sangat putih dan yang hitam sangat hitam). Bisa juga ia berarti ‘bulat’, ada juga yang mengartikan ‘sipit’. Sedangkan kata ‘iin’ adalah jamak dari kata ‘aina’ dan ‘ain’ yang berarti’ bermata besar dan indah’. Penjelasan kata ‘huurin ‘iin’ berdasarkan arti katanya ternyata sejalan dengan bunyi ayat lain tentang ‘sesuatu’ yang akan menjadi pasangan manusia yang masuk surga nantinya.

    Pertanyaan muncul dengan adanya ayat [52:20] ..dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. Kata ‘dikawinkan’ berasal dari kata ‘zawwajnaahum’ tidak dipahami dalam arti mengawinkan. Ini bukan saja karena di akherat ini tidak ada lagi ‘taklif’ dan kewajiban syariat berupa akad nikah dan lain-lainnya, tetapi juga karena ayat diatas menggunakan idiom ‘bi’ ketika menggunakan kata ‘zawwaja’. Biasanya kata mengawinkan diungkapkan tanpa menyertakan idiom ‘bi’ yakni ‘zawwaja fulanah’ atau dalam konteks ayat ini – jika yang dimaksud dengannya mengawinkan tentu redaksinya ‘zawwajnaahum Huur ‘in’ dan bukan ‘zawwajnaahum bihuurin ‘iinin. Kalau begitu maka arti kata ‘zawwajnaahum’ bisa kita artikan lebih luas dan tidak hanya terbatas pada hubungan perkawinan antara laki-laki dan wanita. Kata ini mungkin boleh diartikan dengan ‘dipasangkan’ yang punya arti luas.

    Sekarang kita coba mencari penjelasan Al-Qur’an tentang adanya hubungan antar penghuni surga, misalnya disampaikan dalam ayat ini :

    [2:25] ..Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

    Dalam tafsir Jalalain, Imam Jalaluddin al-Mahalli secara jelas mengartikan ‘azwaajun muthahharatun’ sebagai isteri-isteri yang disucikan, sedangkan dalam Tafsir Al-Mishbah, Ustadz Quarish Shihab mengartikannya dengan ‘pasangan-pasangan yang disucikan’, sekalipun dalam beberapa penjelasannya beliau menyinggung bahwa yang dimaksud pasangan itu adalah suami atau isteri. Kalimat ‘azwaajun muthahharatun’ terkait dengan surga ini juga diungkapkan dalam QS[3:15], QS[4:57]. Kata ’azwaajun’ juga dipakai dalam beberapa ayat Al-Qur’an yang merujuk kepada ‘istri’ antara lain pada ayat QS[2:232], QS[9:24], QS[24:6]. QS[64:14], QS[66:5], dst. Sedangkan kata yang sama dan diartikan ‘pasangan’ dipakai pada ayat : QS[78:8], QS[6:143], QS[35:11], QS[36:36], QS[38:58], kata ‘pasangan’ pada ayat terakhir tidak selalu diartikan sebagai suami atau istri, misalnya QS [6:143] ..(yaitu) delapan binatang yang berpasangan (tsamaaniyata azwaajin).

    Berdasarkan beberapa penjelasan ayat Al-Qur’an diatas, marilah kita mencoba untuk ‘sedikit berkhayal’ tentang surga. Ternyata Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa di surga, manusia yang jadi penghuninya mempunyai pasangan dan hal tersebut tidak selalu diartikan sebagai pasangan suami istri, dan yang dikatakan sebagai ‘bidadari’ itu ternyata tidak hanya terbatas pada pengertian pasangan wanita saja. Persoalan ini tidaklah aneh dalam sejarah penafsiran Al-Qur’an, karena sebagai firman Allah, kemampuan kita untuk menafsirkannya sangat terbatas. Ketika Allah menyampaikan hanya satu kata firman-Nya, kelihatan tidak cukup jutaan buku yang dibuat manusia untuk menjelaskan maknanya, Allah menyatakan :

    [18:109] Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

    [31:27] Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    Maka ketika manusia berusaha menjelaskan kalimat-kalimat Allah, apalagi yang terkait dengan sesuatu yang masih ghaib, tidak akan habis-habisnya manusia memberikan penafsirannya, hebatnya seluruh penafsiran tersebut seolah-olah ‘tenggelam’ dalam kalimat-kalimat Allah tersebut.

    Disisi lain, Al-Qur’an juga bisa berfungsi sebagai cermin bagi manusia, memantulkan apa yang ada dalam diri kita ketika berhadapan dengannya. Pada mulanya Al-Qur’an diturunkan pada bangsa Arab dan para penafsir awal adalah kaum laki-laki dari bangsa tersebut, maka mereka yang memang terkenal punya karakter ‘manusia gurun yang perkasa’ terutama terkait dengan wanita, ayat tersebut ‘memantulkan’ karakter tersebut sehingga muncul penafsiran yang ‘berpihak’ kepada kaum lelaki yang menggambarkan wanita cantik, putih bersih, setia, tunduk, dan inilah penafsiran yang muncul bertahun-tahun sehingga membentuk ‘stereotip’ tentang surga yang dipenuhi bidadari. Tentu saja ini tidaklah salah karena seperti yang saya katakan sebelumnya, penafsiran ini seolah-olah ‘tenggelam’ didalamnya dan artinya tetap bisa diterima . Namun bagaimana kalau yang berhadapan dengan ayat tersebut adalah seorang wanita..?? kita juga ‘mempersilahkan’ wanita tersebut ‘berkhayal’ bahwa di surga nanti dia akan menemui pasangan, bisa seorang suami, bisa juga suaminya yang di dunia, bisa juga wanita lain sebagai sahabat ‘sejiwa’, pasangan yang tidak akan mengkhianati dan yang selalu mendampingi, tidak seperti pasangannya di dunia, bisa pacar, suami, sahabat yang dipastikan pernah berkhianat.

    Di kantor saya mempunya rekan seorang yang terobsesi untuk menjadi vokalis group heavy metal, namun sayang cita-citanya kandas karena umurnya sudah menjelang ’50-an dan group musik yang dibentuknya ketika remaja hancur berantakan akibat ketidak-kompakan. Apakah yang akan dia khayalkan kalau nantinya dia bisa masuk surga..?? tentu saja di surga nanti dia ingin menjadi vokalis dan rocker terkenal, seperti Ian Gillan ataupun Ronny james Dio. Tahukan anda siapa yang akan menjadi ‘bidadari’nya..?? maka yang akan menjadi ‘huurin ‘iin’ adalah teman se group, bisa gitaris model Ritchie Blackmore atau Steve Morse atau drummer jagoan seperti Ian paice, dll. Temannya tersebut akan menjadi pasangan yang setia, group musiknya tidak bakalan bubar, anggota yang lain hanya punya perhatian dan pandangan terfokus padanya, itulah yang menjadi ‘bidadari’ miliknya di surga nanti.

    Atau katakanlah anda terobsesi menjadi pemain bola seperti David Beckham, maka yang menjadi ‘huurin ‘iin’ anda adalah pemain lain seperti Garry Neville atau Wayne Rooney serta punya ‘huurin ‘iin’ pelatih sehebat Sir Alex Ferguson. ‘Huurin ‘iin’ anda tersebut merupakan anggota se team anda yang selalu tahu dan mengerti apa maunya anda, mampu memberikan ‘umpan-umpan matang’ agar anda bisa beraksi. Namun boleh-boleh saja kalau anda adalah seorang yang punya naluri model Kaisar Caligula, kaisar Romawi yang ‘gadang salero’, yang gemar mengoleksi perempuan sehingga singgasananya selalu dikelilingi puluhan wanita cantik dan seksi, maka ‘huurin ‘iin’ anda di surga ‘tidak akan jauh-jauh’ dari hal tersebut.

    Kalaupun kita bertanya :”Lalu apa maksudnya Allah sengaja menyampaikan ‘sesuatu’ di surga yang akan menjadi pasangan manusia penghuninya..??, apa pentingnya hal tersebut..??”. Kita mengetahui bahwa manusia adalah makhluk sosial karena tidak bakalan bisa hidup sendiri. Kelihatannya di surga nanti nalurinya sebagai makhluk sosial tidak akan berubah. Maka ketika manusia bersosialisasi di surga nanti dia akan berhadapan dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk lain. Dengan menyampaikan adanya ‘huurin ‘iin’ ini, maka Allah – yang sangat mengerti tentang manusia – tidak hanya menyiapkan, makanan dan minuman dan tempat tinggal yang indah, tapi juga menyiapkan ‘masyarakat’ tempat para penghuninya bersosialisasi dan berinteraksi.

    Ternyata ‘bidadari’ di surga tidak harus perempuan, dan hubungan kita dengannya tidak harus berupa hubungan seksual. Apa yang kita tafsirkan dari penjelasan Al-Qur’an tentang itu merupakan ‘pantulan’ dari obsesi kita sendiri, Allah menyampaikan :

    [43:71] Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”.

    Total Reply 441 | Read 904 hits | Beritahu Teman | Print | Reply this Entry

    Home War Siyasah E-Book Foto Galery Islam Fakta Hikayat | Chatting Active Forum Arsip1 Arsip-0

    Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta’ala
    TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
    untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari swaramuslim dicantumkan

    Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster

    Copyright © Sep 2002 – swaramuslim – power with Pmachine All right reserved

    in association with Muslim Netters Association

    best viewed with IE Resoluton 1024 X 768

    Sri Sultan Hamengku Buwono Seharusnya Menyerahkan Tahtanya kepada Satro Piningit

    In Satrio Pinandito, indonesia emas, kitab musasar jayabaya on February 8, 2009 at 6:35 am
    Sri Sultan Hamengkubuwono X

    Sri Sultan Hamengkubuwono X

    Sri Sultan Hamengkubuwo saat ini sedang memeriahkan pesta demokrasi Indonesia 2009, yaitu menjadi capres golkar, maupun menjadi cawapres PDIP. Nun jauh di sana ada kewajiban dari Sri sultan hamengkubuwono untuk bersiap-siap menantikan datangnya sang ratu adil di pulau Jawa.

    Buddha Maitreya

    Buddha Maitreya

    Tokoh satrio piningit yang diramalkan akan menduduki tahta kerajaan Jawa menggantikan kekuasaan Sri sultan hamengkubuwono X. Saat ini ada tokoh lain yang bernama Sultan herucakra yang akan menggantikan kekuasaan Sri sultan Hamengkubuwono X di Pulau Jawa. Sultan Herucakra adalah tokoh pembawa pencerahan bagi rakyat Indonesia. Saat ini rakyat Indonesia tengah di landa keterpurukan karena kebangkrutan ekonomi dan perpecahan antar bangsa yang dikenal dengan anarkisme. Adanya tokoh satrio piningit hendak memerintah di pulau Jawa sudah diramalkan jauh hari dalam kitab kuno Jawa dan diajarkan secara turun-temurun oleh raja-raja Jawa. Misalnya dari kitab kuno Jawa yang mengajarkan adanya tokoh ratu adil dipulau jawa sebagai berikut:

    Jangka Jayabaya-Sabda Gaib-KPH Suryanegara ing Ngayugyakarta

    1. Sesotyaning tanah Jawa. Oncat embananeki, owahing kang tata cara, golongan patang prakawis, aluluh dadi siji angrasuk kasudranipun, nagara tanpa tata, mung ngluru kasil pribadi, tingalira tumuju salak rukma.

    1. Seluruh tanah Jawa, pada berbenah, membetulkan tata cara, golongan empat perkara, meluluh menjadi satu merasuk kepada rakyat kecil, negara tanpa aturan, hanya menguntungkan diri pribadi, kelihatannya tujuannya salah dari pelaksanaannya.

    2. Kusuma taruna tama, mbeg suci ngupala wening, linawuran dening Allah, wus mantun denya piningit, kinen anyapih sami, kang samya gung perang pupuh, lan nyirnaken durmala, mamalaning Nungsa Jawi, gya tumindak nglakoni pakoning Allah.

    2. Bunga cinta perwira perkasa, membawa tugas suci mengaturkan hening, berbaluhkan tempat Allah, sudah keluar dari tempat persembunyian, sudah diurus sama hasilnya, yang mendapatkan titah untuk menggelar perang pupuh, untuk menghapuskan kejahatan, yang menjadi bencana manusia Jawa, untuk bertindak melakoni kehendak Allah.

    3. Ngrabaseng prang mung priyangga, prasasat tan ngadu jalmi prajurite mung sirolah (baca;sirullah), tutunggaleng langgeng eling, parandene kang san ara mangsah kabarubuh, duhaka tutumpesan, tan lami pan sirep sami, ginantyaning ing jaman kreta raharja.

    3. Meraba perang hanya sendirian, tidak mengadu manusia prajuritnya hanya sirrullah, senjatanya selalu ingat, mengakibatkan semunya musuh terkalahkan, yang durhaka pada di tumpas, tidak lama hanya tertidur oleh ilmu sirep, bergantinya zaman kaya sejahtera.

    4. Pan wus ilang malaningrat, sinalin tulusing becik, lire murah sandang tedha, durwiala, dursila enting, enak atine sami, wong Jawa sadayanipun, sawusnya tentram samya, neng gih Sang Satriya Suci, pan jinunjung wong ngakathah madeg nata.

    4. Sudah hilang bencananya,berganti kebaikan yang tulus, semua murah sandang pangan, tidak ada kejahatan, hilangnya bencana, enak hatinya semua, orang Jawa semuanya, setelahnya tentram semuanya, hanya menemui sang satria suci, sudah dijunjung orang banyak mendirikan pemerintahan.

    5. Ambawani tanah Jawa, julukira Narpati, Kanjeng Sultan Herucakra, ugi kangjeng Ratu Adil, kawentar asmaneki, tekeng tanah Sabrang kemput, tuhu musthikeng jana, nyata kekasihing Widhi, mila tansah pinuji mring wong sajagad.

    5. Membawahi tanah Jawa, berjuluk Narapati, Kanjeng Sultan Herucakra, disebut juga Kanjeng Ratu Adil, Terkenal namanya, sampai tanah sebrang di sana, karamahnya ada, nyata-nyata kekasihnya Tuhan, ikut menjadi pujian dari orang sejagad.

    6. Duh sanggyaning sanakingwang, mangga sami den titeni, dora tanapi temenya, ujare wirayat gaib, mugi saget netesi, yeku pitulungan agung, nging kedah sawi srana, sranane tobat mring
    Widhi, tobatira mung suci manah raharja.

    6. Duh seluruh anak cucu, mari sama-sama diingat, tidak perlu ditolak, perkataan riwayat gaib, semoga bisa melahirkan, yaitu pertolongan agung, hanya perlu mempersiapkan sarananya, sarananya yaitu taubat terhadap Tuhan, tobatnya hanya suci supaya sejahtera.

    7. Wirayat gaib kang weca, yekti nora cidra pasti, rawuhaw Sri Herucakra, lamun para pamugari, kang ngasta pusaraning, Tanah Jawa sami emut, marang para kawula, nanging yen katungkul sami salah wengweng rerebatan mas salaka.

    7. Riwayat gaib yang terbaca, yaitu tidak tercederai secara pasti, kenalilah sri herucakra, jika bisa dipagari, yang mencapai kesempurnaan tempat pusatnya, Tanah Jawa sama-sama ingat, mengajari para bawahan, namun jika menunduk sama-sama salah saling berebut mendapatkan tempat.

    8. Yen mangkono pasti gila, Herucakra Ratu Adil, nora teka malah lunga, sarwi nabda nyupatani, dhuh Allah mugi-mugi, maringi enget pukulan, mring pra manggaleng praja, suci jujur eka kapti, yen mangkono Ratu Adil enggal prapta.

    8. Jika demikian pasti gila, Herucakra Ratu Adil, tidak datang malah pulang, bisa bersabda menyumpahi, duh Allah semoga saja, beri kami berkat, terhadap para abdi kerajaan, suci jujur satu setia, bahwa di sana Ratu Adil muncul memerintah.

    Semoga Sri Sultan Mau menyerahkan tahta kerajaannya kepada sultan herucakra sebagai amanat negara dan sesepuh yang dijunjung tinggi.

    Bandung, 08 Februari 2009

    Isu ABS dan Presiden Buddha

    In Departemen Dalam Negeri, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Lembaga-Lembaga Negara, Satrio Pinandito, Sekretariat Negara, indonesia emas, pemilu 2009 on February 4, 2009 at 11:36 am

    Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meminta polemik ABS (asal bukan capres S) dianggap selesai dan berhenti digulirkan.

    Budda Maitreya

    Budha Maitreya

    “Sudah selesai dan tidak perlu dikembangkan lagi,” ujar Juwono seusai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/2).

    Sedangkan juru bicara kepresidenan Andi Mallaranggeng mengatakan isu yang dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapim TNI dan Rakor Polri, pekan lalu guna menegaskan netralitas TNI-Polri. “Salah satu unsur reformasi ialah netralitas TNI-Polri dalam kegiatan politik praktis, baik kelembagaan maupun individual. Ini perlu ditegaskan oleh Presiden karena beliau adalah selain kepala negara dan pemerintahan tapi waktu dulu sewaktu menjadi Kasospol beliau merumuskan cetak biru reformasi,” ujar Andi.

    Lima tahun lalu, ramai diberitakan oleh media massa adanya anggota TNI-Polri yang melanggar netralitas dalam pelaksanaan pemilu 2004. “Karena itu Presiden mengatakan yang dulu sudah saya maafkan tapi jangan terulang lagi,” tukas Andi.

    Presiden, ujar Andi sudah menyatakan tidak percaya terhadap informasi itu. Dimana informasi yang menyatakan adanya anggota TNI-Polri yang menjadi tim sukses calon presiden tertentu pada pemilu 2009.

    Mengenai sumber isu itu, diakui Andi diterima melalui pesan singkat yang masuk ke presiden. “Presiden ada sms kepada presiden, info-info yang masuk ke presiden tentang macam-macam,” ujar Andi yang membantah pernyataan itu terkait dengan kekhawatiran presiden tentang pemilu 2009.

    ABS (Asal Bukan Capres S) adalah isu yang mencuat menjelang pesta demokrasi tahun 2009 ini. Pesan yang tersirat dari isu ini adalah adanya calon presiden baru yang menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono dan ini merupakan presiden Buddha. Presiden Buddha yang akan mengajarkan kebaikan dan cara berfikir yang benar sehingga dapat meredakan kekalutan dan gontok-gontokkan antar komponen masyarakat, sehingga dapat membangun bangsa ini menuju kebahagiaan yang hakiki. Rumus dari isu ini adalah adanya kata S dibelakang isu ini yaitu Sang Buddha, yang terpilih dan diterangi Cahaya Ilahi untuk mengajarkan bangsa ini melaksanakan dharma dan kebaikan.

    Pembangunan di Bidang Pertanian

    In kitab musasar jayabaya on February 3, 2009 at 6:02 am

    Pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani dan nelayan, memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha, serta mengisi dan memperluas pasar, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri, melalui pertanian yang maju, efisien dan tangguh sehingga makin mampu meningkatkan dan menganekaragamkan hasil, meningkatkan mutu dan derajat pengolahan produksi, dan menunjang pembangunan wilayah.

    Penataan tata ruang perlu dilaksanakan agar perkembangan sektor industri, pemukiman, dan prasarana jalan tidak mengurangi lahan pertanian yang produktif.

    Pertanian di Indonesia

    Pertanian di Indonesia

    Keikutsertaan petani, peternak, dan nelayan dalam pembangunan pertanian melalui koperasi dan kelompok tani perlu lebih ditingkatkan.

    Usaha pertanian besar didorong untuk ikut serta dalam meningkatkan kegiatan koperasi dan membantu pengembangan usaha pertanian rakyat termasuk hasil produksinya.

    Tahun 2009, Zaman hadi dimulai

    In kitab musasar jayabaya on January 28, 2009 at 2:27 am

    Indonesia Saat Ini

    Indonesia Saat Ini

    Jangka Jayabaya, pethikan serat tangan

     

    Bilih sampun wonten tandha-tandha ingkang sampun celak rawuhipun calon Ratu Adil;

    (Tanda-tanda kehadiran Ratu Adil sudah dekat:

     

    Padha kaping 1

    Besuk ing jaman akhir, sawise jaman hadi, ratu Adil Imam mahdi saka tanah Arab meh rawuh, tengarane tatanduran suda pametune, para pandhita kurang sabare, ratu kurang adile, wong wadon ilang wirange, akeh wong padu lan padha goroh, akeh wong cilik dadi priyayi, wong ngelmu kurang lakune lan nganeh-anehi.

    (Nanti pada jaman akhir, setelah jaman hadi (Imam Mahdi orang asli Indonesia tetapi kebetulan beragama Islam) , ratu adil Imam Mahdi dari tanah Arab hampir datang, tandanya sudah hampir tiba waktunya, tanda-tandanya adalah; tanaman berkurang hasilnya, para pemuka agama kehilangan watak sabarnya, pemimpin kurang rasa keadilannya, perempuan kehilangan rasa malu, banyak orang bertengkar dan berbohong, banyak orang kecil menjadi priyayi, orang berilmu kurang pengamalannya dan tindak-tanduknya janggal/aneh.  

     

    Dene yen rawuhe ratu Adil wis cedhak banget, ana tengarane maneh:

    Tanda-tanda jika datangnya Ratu Adil sudah dekat sekali;

     

    1) yen sasi sura ana tundhan dhemit.

    (bulan sura ini terjadi pada sekitar Januari-Februari 2007, sebagai bulan sura duraka, di tahun kalabendu; maka banyak musibah dan kecelakaan mengerikan baik di udara, darat, laut (kereta, pesawat, kapal laut, bus, kendaraan)

    2) srengenge salah mangsa mletheke.

    (awal 2007 matahari terbit setelah jam 06.00 wib; seharusnya terbit mulai jam 05.30 wib)

    3) rembulan ireng rupane

    (dibarengi dengan kejadian gerhana bulan berturut-turut selama tiga hari, di tiga lokasi wilayah nusantara).

    4) banyu abang rupane.

    (awal bulan februari 2007 hampir diseluruh  wilayah Indonesia terjadi banjir, airnya keruh berwarna coklat kemerahan, lamanya sekitar 3-5 hari)

     

    Tengara iki telung dina lawase, yen wis ana tengara mangkono, kabeh wong bakal ditakoni, sing ora bisa mangsuli bakal dadi pakane dhemit, sebab ratu adil mau rawuhe anggawa bala jim, setan lan seluman pirang-pirang tanpa wilangan.

    (tengara ini 3 hari lamanya, bila sudah terdapat tengara itu, mulai memasuki zaman di mana semua orang akan ditanyai, yang tidak bisa menjawab bakal menjadi makanan makhluk halus, sebab ratu Adil kedatangannya membawa berjuta malaikat, jin dan makhluk halus (siluman) banyak tak terhitung.

    Keterangan; semua orang “ditanyai”; dalam arti disodorkan dua pilihan, ingin jalan yang baik dengan mengikuti langkah RA atau memilih jalan kegelapan dengan menentang RA. Yang tidak bisa menjawab, berarti termasuk orang-orang menentang kedatangan RA utusan Tuhan. RA dibimbing dan dituntun (jangkung dan jampangi) berjuta leluhur bumi nusantara (mayuta malekat), sedangkan orang-orang yang melawan RA akan mendapatkan celaka sebagai hukuman tuhan.

     

    Padha kaping 2

    Dene pitakone lan wangsulane mangkene;

    (Pertanyaan dan jawabannya sebagai berikut)

     

    asalmu saka ngendi = saking kodratulah,

    yen bali apa sangumu = sahadat iman tokid makripat islam,

    apa kowe weruh aranku = Gusti Ratu Adil Idayatullah,

    apa agamamu = sabar darana,

    apa kowe weruh bapakku = Gusti ratu adil Idayat Sengara,

    apa kowe weruh ing ngendi panggonanku dilairake = Kalahirake Hyang Wuhud wonten sangandhaping cemara pethak.

    Keterangan: ratu adil imam mahdi dari tanah arab maksudnya, pemimpin umat manusia di bumi nusantara yang bersifat universal, kebetulan sebagai pemeluk Islam. “berbaju” Islam tetapi memperoleh “makrifat” seluruh agama di bumi.

     

    Dari mana asalmu ? Jawab; atas kehendak Gusti Allah. Ratu adil lahir di bumi nusantara,  sudah menjadi kehendak Tuhan. Jika ‘pulang’ mempertanggungjawabkan tugas manusia sebagai utusan Tuhan, bekalnya adalah ikrar janji dan menepati janjinya, sebagai manusia yang menggapai makrifat. Kesaksian bahwa Ratu Adil membawa amanat bagi kebahagiaan seluruh rakyat melalui ilmu makrifat yang  universal melampaui semua agama, suku, ras, golongan.

     

    Apa kamu tahu namaku? Jawab; gusti Ratu Adil pembawa petunjuk dari Tuhan.

     

    Apa agamamu? Jawab; kesabaran yang seluas samudera.

     

    Apa kamu tahu bapakku? Jawab; gusti Ratu Adil Idayah Sengara, orang selalu mengutamakan keadilan dan keluhuran budi pekerti, dan hidupnya berada selalu dalam ‘laku prihatin’.

     

    Apa kamu tahu dimana aku dilahirkan? Jawab; Dilahirkan oleh Hyang Wuhud, di bawahnya pohon cemara putih.

    Maknanya; dilahirkan oleh seorang ibu yang berbudi pekerti amat luhur, suci hatinya, bersih lahir batinnya, cerdas pikirannya. Lahir di bawah (pohon) cemara putih, artinya RA dilahirkan dari rahim seorang ibu yang rambutnya sudah mempunyai uban, atau seorang ibu (yang secara teori), sudah tak mungkin bisa melahirkan anak.

    Wahyu Soekarno, Syarat Presiden

    In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Satrio Pinandito, Warisan Bung Karno, indonesia emas, main, pemilu 2009, religius, uga siliwangi on January 28, 2009 at 2:07 am

    Wahyu Soekarno, Syarat Presiden

    Tampaknya, sosok Ir. Soekarno (Presiden pertama RI) sangat legendaris. Betapa tidak, kerinduan akan munculnya pemimpin yang mirip Bung Karno, diwujudkan dengan bertafakur dan berharap akan kedatangan tokoh yang memiliki kharismatik seperti Soekarno.

    Soekarno Speech

    Soekarno Speech

    Seorang spiritualis bernama wiryo Soekarno mengatakan Indonesia saat ini dalam kondisi gelap. Untuk mengubah kondisi ini harus dipimpin oleh seseorang yang mendapatkan wahyu eko bawono. Penerus ajaran
    Soekarno harus tegas, gagah dan berani. Dengan demikian, lanjutnya, bisa menjadi pemimpin Indonesia seperti yang diimpikan oleh proklamator tersebut. Wahyu eko bawono sesungguhnya adalah wahyu Seokarno,
    yakni kemampuan memimpin sebagaimana Bung Karno. Padahal, dalam pewayangan, disebutkan, penerima wahyu Eko Bawono adalah raden sadewa, bungsu dari ksatria Pandawa, yang secara esensial merupakan wahyu ketentraman untuk bangsa dan negara.

    Kepemimpinan Nusantara mendatang adalah yang bisa memimpin revolusi. Dari latar belakang apa saja, dan dengan segala resikonya. Menurut Bung Karno, yang perlu dipegang dari ajaran islam adalah apinya, yaitu api yang
    bersemayang didalam dada, sehingga bisa berkobar dan bersemangat dan bergema setiap harinya. Api revolusi dan api cinta yang merupakan sebaran dari api Tuhan itu sendiri. Revolusi cinta yang menyala setiap harinya memberikan kemampuan bagi bangsa dan negara untuk bertahan. Solusi dan alternatif bangsa hanya bisa ditempuh dengan revolusi. Jika ini dilaksanakan, dijamin atau pasti bangsa dan negara mencapai cita-citanya. Jika tidak bisa dilaksanakan, nusantara bisa buyar (bubar).

    Ini adalah visi. Pemimpin mendatang harus yang berani memimpin revolusi, bisa ditafsirkan sebagai tokoh yang mirip Ir. Soekarno (Presiden pertama RI). Sepanjang sejarah bangsa Indonesia, hanya Bung Karnolah yang berani memimpin revolusi. Kalau sekarang ada figur yang seperti itu, dialah yang pantas memimpin Nusantara.

    Menurut Al-Quran, orang yang munafik diibaratkan orang yang menyalakan api tetapi dipadamkan oleh Allah, sebagai berikut:
    matsaluhum kamatsali alladzii istawqada naaran falammaa adhaa-at maa hawlahu dzahaba allaahu binuurihim watarakahum fii
    zhulumaatin laa yubshiruuna

    [2:17] Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api {26}, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya
    Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
    (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 17)

    allaahu waliyyu alladziina aamanuu yukhrijuhum mina alzhzhulumaati ilaa alnnuuri waalladziina kafaruu awliyaauhumu
    alththaaghuutu yukhrijuunahum mina alnnuuri ilaa alzhzhulumaati ulaa-ika ash-haabu alnnaari hum fiihaa khaaliduuna
    [2:257] Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya
    (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya
    kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
    (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 257)

    sedangkan orang yang beriman mendapatkan cahaya dari Allah diibaratkan sebagai misykat yang menaungi cahaya. Cahaya di atas
    cahaya. Itulah cahaya Allah yang melindungi orang-orang beriman dari kekafiran.

    allaahu nuuru alssamaawaati waal-ardhi matsalu nuurihi kamisykaatin fiihaa mishbaahun almishbaahu fii zujaajatin
    alzzujaajatu ka-annahaa kawkabun durriyyun yuuqadu min syajaratin mubaarakatin zaytuunatin laa syarqiyyatin walaa
    gharbiyyatin yakaadu zaytuhaa yudhii-u walaw lam tamsas-hu naarun nuurun ‘alaa nuurin yahdii allaahu linuurihi man
    yasyaau wayadhribu allaahu al-amtsaala lilnnaasi waallaahu bikulli syay-in ‘aliimun
    [24:35] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus {1040}, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) {1041}, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui
    segala sesuatu. (AN NUUR (Cahaya) ayat 35)

    Misykat Insaniah

    Misykat Insaniah

    Gerhana Matahari Cincin, Tanda perubahan Zaman di Indonesia

    In indonesia emas, main, pemilu 2009 on January 26, 2009 at 9:39 am
    gerhana matahari cincin

    gerhana matahari cincin

    Ratusan orang memadati Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (26/1) sore untuk melihat langsung gerhana matahari cincin.

    Petugas Planetarium memberikan penjelasan kepada pengunjung, mengenai fenomena alam yang akan terjadi sore ini. Staf bagian pertunjukan dan observasi Planetarium, Riser Fahdiran mengatakan, puncak gerhana akan terjadi pukul 16.41. Namun, fenomena kemunculannya akan berlangsung mulai pukul 15.21.

    “Terlihatnya ya akan seperti cincin. Kira-kira di Jakarta ada bagian dari matahari yang tertutup 86 persen dari seluruh permukaannya,” jelas Riser.

    Di kawasan Cikini, cuaca mulai cerah. Jika mendung, maka kemungkinan besar gerhana tidak akan terlìhat. Bagi para pengunjung,tersedia layar besar di hall Planetarium. Lima buah teropong juga tersedia, bagi pengunjung yang ingin mengamati secara langsung.

    Gerhana Mathari Cincin, Tanda Perubahan Zaman di Indonesia

    Indonesia berada pada saat-saat perubahan zaman, atau masa transisi dari zaman kalabendu ke kalasuba. Indonesia adalah sebuah bangsa yang mengalami masa transisi. Saat-saat perubahan zaman dahulu dijajah
    oleh VOC, kemudian dijajah jepang. Kemudian Indonesia mendapatkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

    seokarnodansoeharto

    Di awal abad ke-20, Indonsia dikenal sebagai bangsa yang memiliki berbagai etnis suku bangsa. Indonesia
    dikenal sjuga sebagai Nusantara, abad ini dikenal sebagai abad nusantara, dimana bangsanya dikenal sebagai
    bangsa Indonesia. Akhir dari masa penjajahan hanyalah menunggu waktu. waktu terus bergulir, dan masa pemerintahan
    ganti-berganti, mulai dari masa awal-awal kemerdekaan oleh pemerintahan Soekarno-Hatta. Kemudian digantikan oleh
    pemerintahan Soeharto di Masa Orde Baru. Bersama dengan sri Sultan Hamengkubuwono IX, dan Adam Malik, Soeharto
    membagi waktu tugas untuk ekonomi dan rekonstruksi politik. waktu terus bergulir sampai kejadian adanya pelanggaran
    hak asasi manusia pada suku etnis tionghoa atau suku chinese pada tahun 1998. Pada tahun itu terjadilah krisis finansial
    dan menyebabkan terjadinya perubhahan politik dan pemilihan kepemimpinan. Soeharto digantikan dengan cara mengundurkan diri
    dan digantikan oleh BJ. Habibie.

    Pemerintahan berganti dari Gus Dur menjadi Megawati.

    megawati

    megawati

    Pada saat ini, partai politik menjadi mesin politik untuk menggantikan tampuk pimpinan yang dipegang oleh Susilo Bambang
    Yudhoyono. PKS, PDI Perjuangan, PPP, PKB berkoalisi untuk menurunkan pimpinan pemerintahan saat ini.

    Susilo Bambang

    Zaman Kalasuba

    Zaman kalasuba ini ditandai dengan adanya pergantian politik dan suasana keagamaan di Indonesia. Zaman ini dipenuhi oleh sukaria dan canda tawa yang akan membawa kebahagiaan bagi Bangsa Indonesia.

    Sunset

    Sunset

    Sistem Pertahanan Semesta

    In Departemen Pertahanan, Satrio Pinandito on January 21, 2009 at 5:08 am
    indonesia-today1

    Indonesia Today

    Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Gus Dur, dan anggota Komisi I (Bidang Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri) DPR RI Happy Bone Zulkarnain. Daya tarik utama terletak pada Menhan. Mas Edy sangat dekat dengan Menhan, dan oleh karena itu saya pikir saya akan ada kesempatan foto bersamanya kalau saya minta tolong pada Mas Edy. Lagipula, sebagai pembahas, lagi-lagi kata Humprey, akan ada Kusnanto Anggoro. Mas Kus adalah salah satu pemerhati pertahanan dan militer yang terkenal di Indonesia. Seperti Mas Edy, dia juga adalah peneliti CSIS[3], dan mereka lumayan dekat. Nah, saya juga ingin bertemu langsung dengannya dan juga berfoto.

    Pada kenyataannya, di hari H, Menhan tidak bisa hadir karena harus menghadiri rapat dengan Malaysia di sebuah tempat. Ajudan Menhan pada malam sebelumnya menelepon Humprey dan menyatakan permintaan maaf karena tidak bisa menghadiri seminar. Demikian halnya dengan Gus Dur. Sampai malam sebelumnya sebenarnya dia sudah konfirmasi akan hadir, tetapi pagi harinya Gus Dur membatalkan. Katanya sih dia kemarinnya lupa cuci darah, jadi harus hari ini (hari seminar) dilakukan. Selain mereka, Kusnanto Anggoro pun tidak hadir. Kalau dia sih, seperti biasa, tidak hadir dengan alasan yang misterius. Kata Mas Edy setelah mencoba menghubungi ponselnya, “Gak ada nadanya sama sekali!”

    Jadi memang pada akhirnya pembicaranya hanya Mas Edy dan Happy Bone Zulkarnain, dengan Mas Hari sebagai Moderator.

    Mas Edy mendapat giliran pertama untuk memberikan paparan. Arti dari pertahanan semesta adalah pemanfaatan semua sumber daya nasional untuk pertahanan, dan ini bukan eksklusif milik Indonesia. Di Singapura dikenal dengan nama Total Defense, di Vietnam dan Cina disebut dengan People’s War, dan di negara-negara lain pun menggunakan sistem serupa. Bahkan juga Timor Leste.[4]

    Doktrin pertahanan Indonesia menurut Departemen Pertahanan memiliki dua dimensi. Pertama adalah menyiapkan kekuatan untuk daya tangkal menggunakan semua sumber daya nasional. Kedua, dalam keadaan perang mendayagunakan setiap sumber daya nasional tersebut. Inilah yang disebut Sishanta (Sistem Pertahanan Semesta), dulu dikenal dengan nama Sishankamrata. Inti dari sistem ini bukanlah melibatkan rakyat ketika terjadi perang, tapi memberi ruang bagi penggunaan sumber-sumber daya nasional.

    Indonesia memiliki berbagai produk UU tentang pertahanan tapi selalu gagal mengelaborasi ketentuan-ketentuan normatif yang tertuang dalam UU tersebut ke dalam suatu sistem. Sekarang ini sedang diupayakan pembentukan sebuah sistem untuk pelaksanaan Sishanta tersebut, yaitu Sistem Pertahanan Berlapis.

    Menurut sistem ini Kesemestaan ditujukan kepada dua hal. Pertama adalah kemampuan Indonesia untuk mempertahankan diri di semua wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Untuk melakukannya diperlukan pemetaan wilayah. Sekarang penempatan dilakukan dengan pola Armada Barat (Armabar) dan Armada Timur (Armatim) untuk AL, Corong Barat dan Corong Timur untuk AU, dan berbagai tingkatan wilayah untuk AD, mulai dari Babinsa, Koramil, Kodim, Korem dan Kodam.

    Dokumen terbaru Dephan telah memperbaharui gelar pasukan. Wilayah Indonesia akan dibagi dalam beberapa Komando Gabungan Wilayah (Kogabwil). Dengan demikian, harusnya, akan ada restrukturisasi komando teritiorial. Dalam Kogabwil, tiga angkatan akan menjadi satu, tidak terpisah seperti sistem gelar pasukan yang sekarang ini terjadi. Dengan kata lain, setiap Kogabwil akan memiliki kekuatan darat, laut dan udara. Harus ditentukan juga matra yang dominan untuk tiap Kogabwil. Misalnya Kogabwil I, sekitar Malaka dan Sumatera, yang konsentrasinya adalah pengamanan laut, maka semestinya yang menjadi komandan adalah Angkatan Laut. Untuk wilayah Kalimantan, untuk mengawasi perbatasan yang patoknya sering berpindah dan juga ada masalah penebangan liar, maka mungkin komandannya akan dari Angkatan Darat.

    Kemudian lagi, tiap-tiap wilayah akan diberi zona-zona. Zona I, yang terluar, ditujukan untuk menghancurkan musuh bahkan sebelum memasuki Zona Ekonomi Ekslusif. Zona II adalah ZEE termasuk udara di atasnya lalu Zona III adalah wilayah darat.

    Pada masa lalu penzonaan ini juga dilakukan. Dokumen tahun 1966 dan 1982 membagi pertahanan Indonesia menjadi tujuh lapis. Masalahnya, di dua dokumen tersebut, ada strategi pertahanan pada lapis ketujuh untuk mengatasi tindakan subversif. Ini adalah dasar pembentukan Kopkamtib. Padahal strategi di lapis I – VI memiliki isi yang luar biasa.

    Arti kedua Kesemestaan dalam Sistem Pertahanan Berlapis adalah dalam kekuatan yang hendak dibangun. Kesemestaan dalam konteks ini artinya selain kekuatan utama, yaitu TNI, ada komponen-komponen yang lain, yaitu komponen cadang dan komponen pendukung.

    Komponen cadangan pada dasarnya adalah sumber daya manusia yang direkrut oleh negara yang pada saat dibutuhkan akan dimasukkan ke dalam komponen utama. Orang-orang ini harus memenuhi syarat tertentu dan kemudian dipanggil untuk menjadi komponen cadangan. Ketika komponen cadangan ini diaktifkan, maka komponen ini bukan lagi hanya sebagai cadangan, tapi sudah masuk ke dalam komponen utama. Cadangan artinya sebelum diaktifkan negara sudah harus mempersiapkan mereka untuk dipakai ketika diperlukan.

    Indonesia merencanakan untuk memiliki komponen cadangan sebanyak 160.000 orang sampai tahun 2029. Dengan komposisi 130.000 untuk AD, 20.000 untuk AL dan 10.000 untuk AU. Proyek ini akan dimulai pada tahun 2010, sehingga berlangsung selama 20 tahun (termasuk tahun 2010-nya). Artinya, setiap tahun akan direkrut 8.000 orang untuk masuk ke dalam komponen cadangan. Jumlah tersebut akan diambil dari tiap kabupaten di Indonesia yang berjumlah sekitar 400. Artinya, setiap tahun dari setiap kabupaten hanya akan diambil 20 orang. Artinya, kekuatiran mengenai komponen cadangan Indonesia akan bersifat massal sama sekali tidak benar dan sistem ini bukanlah sistem wajib militer.

    UU Komponen Cadangan tidak ditujukan untuk membentuk sebuah sistem wajib militer. Ada kesalahan persepsi mengenai UU tersebut di khalayak ramai yang diakibatkan antara lain oleh kesalahan sosialisasi yang dilakukan sendiri oleh Dephan. Sebenarnya, ada tiga mekanisme yang bisa dilakukan untuk membentuk komponen cadangan. Pertama adalah regular reserve force. Warga negara diberi hak untuk melakukan bela negara dan kemudian warga negara tersebut akan dilatih sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan kekuatan utama. Biasanya mekanisme ini didasarkan pada kesukarelaan peserta. Negara mengumumkan penerimaan dan orang-orang tersebut akan mendaftar. Kanada memakai sistem ini untuk 40.000 komponen cadangannya. Hanya saja, kompensasinya tinggi. Gaji setiap hari $88, ada tunjangan kesehatan, liburan dan kesehatan gigi untuk masa tugas tiga tahun. Jika dia ditawari dan setuju untuk memperpanjang masa tugas untuk lima tahun lagi, maka gaji per harinya akan menjadi $120. Mekanisme ini dipakai juga di Inggris dan Australia.

    Mekanisme kedua dalam pembentukan komponen cadangan adalah wajib militer. Dengan sistem ini, negara memanggil warga negara untuk dilatih, dan warga negara itu tidak boleh mengelak panggilan tersebut. Sistem ini disebut juga dengan sistem Konskripsi (Conscript). Amerika Serikat memakai sistem ini. Prajurit-prajurit yang dulu dikirim ke Vietnam dan sekarang dikirim ke Irak adalah sebagian prajurit-prajurit wajib militer. Sistem ini membutuhkan sistem pelatihan fisik yang bagus, bahkan semenjak tingkat SD. Ini perlu agar setiap warga negara dilatih fisiknya semenjak dini sehingga pada saat terkena wajib militer kemampuan dasarnya sudah ada. Itulah sebabnya hampir semua negara barat memiliki pusat olahraga sekolah yang bagus. Selain Amerika, negara lain yang memakai sistem ini adalah Jerman, Belgia, Korea, Singapura dan Malaysia. Dephan tidak memakai mekanisme ini tapi mekanisme yang pertama seperti di Kanada.

    Mekanisme ketiga adalah kewajiban milisi. Ini tidak sama dengan kelompok milisi. Mekanisme ini adalah kewajiban warga negara untuk membela negara pada saat negara memanggil dalam kondisi darurat. Misalnya negara diserang, maka negara berhak menyatakan dalam kondisi darurat perang lalu memanggil semua warga negaranya untuk melakukan pembelaan. Warga negara yang menolak harus diberi hukuman, karena warga negara sudah menikmati berbagai fasilitas dari negara.

    Kesalahan lain adalah UU menyebutkan pemerintah bisa menggunakan komponen cadangan untuk semua konflik, termasuk konflik dalam negeri. Komponen cadangan seharusnya tidak boleh digunakan dalam konflik internal karena sama saja dengan mengadu sesama warga negara Indonesia. Jadi, komponen cadangan digunakan untuk menghadapi ancaman dari luar, atau penanggulangan bencana, dan terakhir untuk operasi pemeliharaan perdamaian.

    Sedangkan yang dimaksud komponen pendukung adalah penggunaan sumber daya lain untuk menyokong keperluan militer dalam keadaan perang. Misalnya, seberapa banyak yang bisa disediakan pabrik Aqua untuk menyuplai logistik prajurit, atau berapa persen dari produksi yang bisa disediakan pabrik ban Intirub untuk ban panser dan kendaraan militer lainnya.

    Kesalahan dalam UU Komponen Cadangan kita menyangkut komponen pendukung adalah, UU tersebut menyatakan untuk membentuk komponen cadangan dan komponen pendukung, aset-aset yang dimiliki swasta atau perorangan boleh diambil alih oleh negara. Menurut Mas Edy, negara harus menyatakan keadaan darurat dulu sebelum pengambilalihan aset-aset tersebut dilakukan. Dan pengambilalihan itu pun harus dibarengi kompensasi, misalnya pengurangan pajak. Lebih lanjut lagi, menurutnya yang harus dilakukan adalah melakukan sebuah kebijakan industri yang mengharuskan industri siap menyokong keperluan perang sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Misalnya, pabrik baja harus mampu menyuplai 5% dari kemampuan produksinya untuk menyuplai senapan atau material pembuat peluru. Sehingga pada saat dibutuhkan pabrik baja itu sudah siap membuat senapan atau peluru sebanyak 5% dari kemampuan totalnya. Pada masa damai, kemampuan 5% itu tidak boleh digunakan oleh negara atau pabrik tidak boleh diambil alih oleh negara.

    Contoh lain penggunaan sumber daya adalah berapa persen dari jalan raya kita yang bisa didarati oleh pesawat-pesawat tempur. Singapura dan Korea Selatan memiliki jalan-jalan yang superlebar sebagai persiapan bila sewaktu-waktu dalam keadaan perang bandara-bandara mereka dibom, mereka bisa mendaratkan pesawat-pesawat mereka di jalan raya. Gedung-gedung parkir bawah tanah adalah contoh berikutnya. Siapkah gedung-gedung parkir tersebut dijadikan bunker apabila diperlukan? Siapkah pelabuhan-pelabuhan untuk mobilisasi pasukan?

    Itulah yang disebut dengan sistem pertahanan semesta. Sistem inilah yang sekarang sedang dicoba dibuat menjadi operasional, dan bukan hanya bersifat normatif di atas kertas dan hanya dalam undang-undang.

    Setelah itu giliran Happy Bone yang memberikan paparannya. Dia memulai dengan menyatakan pertahanan semesta adalah sistem yang mengakomodasi semua elemen bangsa di samping kekuatan utama untuk mempertahankan bangsa dan negara, termasuk komponen yang kasat mata maupun yang tidak.

    Masalah pertahanan semesta ini seperti benang kusut, perdebatannya berlarut-larut, belum bisa ada solusi. Kenapa? Karena pertahanan semesta terkait dengan postur pertahanan. Postur pertahanan ini yang belum jelas formulanya. Saat ini di setiap angkatan setiap berubah kepala staf berubah pula kebijakannya. Misalnya untuk AL, apakah kita termasuk Brown Navy, Blue Navy ataukah, Green Navy? Ini perlu untuk ditentukan karena nantinya akan berpengaruh terhadap postur angkatan laut kita dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk AL.

    Postur pertahanan juga terkait dengan masalah profesionalisme. Artinya terkait dengan pemisahan antara TNI dan Polri, juga dilarangnya TNI untuk melakukan bisnis. Sampai saat ini, profesionalisme itu belum kunjung tercapai. Hal ini terlihat dari seringnya terjadi bentrokan antara TNI dengan Polri. Terjadi 44 konflik, di antaranya bersenjata, antara mereka setelah dua institusi tersebut dipisahkan. Bentrok ini bahkan sampai meminta korban jiwa. Bentrok ini bisa berawal dari masalah kesenjangan sosial antara prajurit TNI dengan Polri.

    Akar permasalahannya adalah anggaran. Anggaran TNI sekarang adalah 35 trilyun (sebelumnya 20, 23, dan 28 T). Sedangkan kebutuhan minimal TNI sekarang adalah 127 trilyun (naik dari 100 T). Ini menyebabkan TNI tidak bisa melakukan pembelian-pembelian alutsista yang diperlukan, bahkan untuk pemeliharaan pun perlu dilakukan kanibalisme. Misalnya, dari lima pesawat yang ada, satu harus dikanibal oleh pesawat lainnya, dalam arti suku cadang pesawat yang satu itu harus digunakan oleh empat pesawat sisanya untuk mengudara.

    Sekarang sedang diupayakan “penyegaran” kembali terhadap kapal-kapal selam Indonesia yang hanya dua buah. Bandingkan dengan Singapura yang memiliki delapan kapal selam kelas kilo untuk wilayah perairannya yang jauh lebih kecil daripada Indonesia. Happy Bone berseloroh, “Itupun kedua-duanya bermasalah. Yang satu susah nyelam. Yang satu, kalau udah nyelam, susah timbul.”

    Happy Bone juga kemudian bercerita mengenai hasil kunjungannya ke Ambalat sewaktu konflik yang baru lalu. Dia mendengar cerita ini dari Panglima Armada Barat (Pangamabar).

    “Kan kapal Frigate kita terbuat dari fiber. Itu pun sudah tua. Tapi di dalamnya persenjataannya masih ada, meskipun agak tua juga. Kemudian kita (kapal itu) diganggu oleh Malaysia. Kapal-kapal Malaysia dari baja. Jadi kalau mereka mengganggu mereka tidak perlu menembak, karena pasti akan terkena sanksi hukum internasional. Jadi dia cukup lewat dalam radius berapa meter, maksimal 50 meter, dari kapal kita dan ombaknya akan membuat kapal kita lompat-lompat. Bisa dibayangkan si prajurit di dalamnya lompat-lompat! Para prajurit itu kesal, karena Malaysia tidak menembak tapi sudah bisa mengganggu. Ada seorang prajurit yang sudah sangat kesal, tapi disuruh bersabar oleh komandannya dan diperingatkan jangan sampai menembak kapal itu, karena nanti justru kita yang dikenai sanksi hukum internasional, dan mereka memang memancing kita untuk menembak.

    “Tapi beberapa kali begitu, dan beberapa kali muntah-muntah, si prajurit tidak bisa lagi menahan kekesalannya, dia ambil meriam dan dia tembakkan ke arah kapal Malaysia. Pas dia mau nembak, macet! Si komandan lalu melihat hal itu dan langsung ditempeleng ‘Buak, buak!’ dan dimarahi. ‘Untung meriamnya sudah tua jadi macet! Coba kalau tidak!’ kata si komandan.”

    Masalah tidak hanya terlihat di masalah alutsista, tapi juga di kesejahteraan prajurit. Happy Bone mengungkapkan pengalamannya di Atambua, di daerah perbatasan Di sana dia bertemu dengan prajurit-prajurit dari Korea, Australia, Malaysia, Singapura. Katanya, prajurit-prajurit asing itu gagah, tegap, muda dan tampan. Sedangkan prajurit kita matanya merah, loyo, kurang gizi. Ternyata mereka kurang tidur karena jaga malam, dan hanya ditemani oleh kopi dan hanya makan nasi, mie instan, dan ikan asin. Sementara, makanan prajurit-prajurit asing itu adalah makanan kalengan yang gizinya ditakar secara khusus.

    Kalori yang diperlukan seorang prajurit adalah 1800 Kalori. Kalori sebanyak itu bisa didapatkan dengan uang Rp85.000,- Tapi uang lauk pauk prajurit TNI hanya Rp35.000,- itupun sering harus dipotong untuk dikirim ke anak-istrinya di kampung halaman.

    Begitu juga dengan seragam. Setahun hanya dapat satu kali. “Kalau kita dekat-dekat mereka kasihan juga, bau ketiaknya gak tahan,” demikian ujar Happy Bone.

    Dengan demikian, masalahnya ada TNI dituntut untuk menjadi profesional dengan mundur dari politik dan bisnis, tapi anggarannya cekak. Belum lagi adanya keinginan untuk membentuk komponen cadangan dan komponen pendukung. Untuk memperlengkapi 160.000 komponen cadangan itu, dari mana anggarannya mau diambil? Yang ada saja sekarang tidak optimal, karena dari kebutuhan 127 triliyun hanya dipenuhi 35 trilyun.

    Kekhawatiran Happy Bone, karena kesejahteraan yang kurang itu, anggota TNI di daerah-daerah akan melakukan sesuatu yang di luar tugas pokoknya, misalnya jadi beking dan rebutan wilayah.

    Dia berpendapat, profesionalisme TNI akan bisa terjadi kalau TNI ditempatkan di bawah supremasi sipil. Jadi, TNI tidak boleh mengatur anggarannya, tapi harus diatur anggarannya. Ini menimbulkan kesulitan lain, karena artinya anggaran itu diatur oleh DPR sebagai representasi supremasi sipil. Bagaimana DPR bisa melakukan kontrol terhadap TNI kalau dia sendiri tidak mengerti tentang alutsista, tugas pokok TNI, tugas nonpokoknya. Misalnya tentang tipe-tipe kapal selam, atau tipe-tipe Sukhoi yang setiap tipe berbeda harganya, tugas nonpokok TNI yang ada 14 butir, dll.

    Komisi I yang sekarang ini pengetahuan sudah lumayan, meskipun masih jauh dari yang pengetahuan idealnya. Happy Bone masih merasa sebagai tukang stempel saja, belum memiliki kekuatan untuk melakukan penolakan bila permintaan tidak sesuai dengan efisiensi, dll. Oleh karena itu, dia berpikir tentang pemilu berikutnya yang akan diikuti oleh pelawak dan artis. “Pelawak ngomongin tentang senjata yang diawaki. Gimana itu kira-kira ya?”

    Jadi, Happy Bone melihat semua pembicaraan tentang komponen cadangan dan komponen pendukung akan kembali kepada anggaran. Selama anggaran itu belum bisa dipenuhi, semua hanya berupa wacana yang entah kapan dapat direalisasikan. Anggaran dapat diwujudkan apabila ada terobosan dari pemerintah. Misalnya, dalam menangani penebangan liar di hutan-hutan Kalimantan yang merugikan negara ratusan trilyun setiap tahunnya. Belum kerugian dari pertambangan liar dan illegal fishing.

    Setelah itu seminar diisi dengan tanya-jawab, yang karena tidak saya rekam jadi saya tidak bisa menuliskannya di sini.

    Pada intinya saya setuju dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat militernya dengan membeli persenjataan baru. Dari hasil penelitian Andi Widjajanto, seorang peneliti militer CSIS, yang terbit tahun 2006, disarankan TNI tidak melakukan pembelian alat-alat militer baru sampai tahun 2013. Ini dilakukan untuk menghentikan ketergantungan berlebih TNI kepada senjata yang standar NATO, yang notabene adalah dari Amerika Serikat.

    Setelah itu, barulah kita beli lagi alat-alat militer baru. Mulai dari nol. Ini mungkin ada baiknya, tapi juga mungkin beresiko. Sambil menunggu tahun 2013, apa yang akan dilakukan kalau ada serangan dari dalam maupun luar negeri?

    Demikian juga saya setuju dengan pembentukan komponen cadangan. Toh dilakukan dengan cara sukarela. Toh tidak akan ada perekrutan massal warga negara. Bisa saja ini membantu masalah pengangguran yang melanda negeri ini.

    Tapi sekali lagi, betul sekali masalahnya ada pada dana. Itu sebabnya berbagai kasus hukum yang menyangkut kerugian negara dalam hal keuangan harus diselesaikan dan dituntaskan, serta uang hasil kejahatan itu dikembalikan kepada negara. Uang itulah yang bisa kita gunakan tidak saja untuk membangun kekuatan persenjataan yang mumpuni, tapi juga pembangunan di bidang lain yang selama ini terbengkalai seperti pendidikan dan kesehatan.

    Presiden Terpilih Satrio Pinandita

    In GlobalVillage, Pemuda Bani Tamim, Posmo, Satrio Pinandito, Siapakah Imam Mahdi, Warisan Bung Karno, indonesia emas, pemilu 2009 on January 15, 2009 at 8:42 am
    Satria Pinandita Presiden Terpilih 2009

    Satria Pinandita Presiden Terpilih 2009

    Tokoh ini dipercaya untuk menggantikan masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Tokoh ini disebut sebagai seorang spiritualis sejati.
    Sejatinya satrio pinandita adalah satrio piningit yang sudah menjalani masa penggodokan dan masa pematangan dalam hal bersikap dan kepemimpinan.

    Ki Ronggowarsito meramalkan adanya tujuh (7) satria yang akan akan memimpin bangsa ini dan memimpin negara seluas Majapahit. Susilo Bambang Yudhoyono dipercayai sebagai tokoh Satrio boyong pambukaning gapuro. Yaitu tokoh yang akan membuka gerbang mercusuar Indonesia dengan membangun sistem tanpa menikamti. Semoga pahalanya diberi balasan yang setimpal oleh Allah SWT. Tokoh Satrio pinandito ini akan berlaku sesuai petunjuk wahyu sehingga mencapai era keemasan Bangsa Indonesia. Mengantarkan bangsa Indonesia menyambut era kalasuba.

    Pemerintahan Indonesia Baru

    In kitab musasar jayabaya on January 13, 2009 at 9:52 am

    Indonesia Baru Tahun Kerbau 2009

    In indonesia emas on January 8, 2009 at 11:01 am
    nusantara baru

    nusantara baru

    Selamat Tahun Baru. Sekarang ini Indonesia memasuki era Kala Suba, kala dimana berakhirnya zaman penderitaan hidup yang disebut zaman kala  bendu. Akhir dari kala bendu ini ditandai dengan adanya pergantian tahun dari tahun 2008 ke tahun 2009.

    Salah satu cara Bank Indonesia menahan merosotnya nilai Rp dan laju inflasi adalah dengan menaikkan suku bunga bank (Rumus 1). Suku bunga deposito pernah mencapai 66%/tahun. Setelah itu perlahan-lahan menurunkan suku bunga bank (Rumus 2), sampai pada tingkat yang wajar, misalnya suku bunga deposito 20%/tahun, dan nilai US$1,- = Rp7.000,-.

    Permasalahan bangsa adalah permasalahan kita semua. Salah satu hadist Nabi yang memerintahkan kita untuk kembali melihat ke belakang dan melihat ke depan ke arah perbaikan adalah sebagai berikut:

    Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang harinya sama dengan kemarin, maka dia telah merugi, barang siapa yang harinya lebih baik dari hari kemarin, maka dia telah beruntung, dan barang siapa yang harinya lebih buruk dari hari kemarin, maka dia telah celaka.”

    Dari hadist ini kita dapat merasakan penderitaan hidup berlebihan dan memohon ampunan dari Allah agar bangsa Indonesia keluar dari kemelut yang berkepanjangan. Tahun 1430 H, atau tahun 2009 M adalah tahun atau era kebangkitan islam di masa ini. Masa penuh tantangan kehidupan, masa dimana Bangsa Indonesia tengah diuji penderitaan dan menjadi bangsa yang mumpuni dalam hal menanggulangi persoalan hidup.

    Sebuah harapan dipenghujung kala bendu

    Sebuah harapan itu adalah sebuah asa yang hilang, dimana Allah akan menghajar orang-orang yang membuat harapan bangsa lain punah dan bangsa Indonesia kembang kempis. Itulah dinamakan buah karma perbuatan kita. Dalam sebuah hadist disebutkan tanda-tanda pergantian zaman. Salah satunya adalah jika zakat telah dijadikan hutang, maka tunggulah bala yang akan terjadi di muka bumi. Itu salah satu ciri-ciri pergantian zaman. Semoga bangsa Indonesia mendapatkan cita-cita bangsa yaitu mencapai kesejahteraan di segala bidang. Tahun ini adalah tahun pertobatan dan menyesali segala kesalahan kita, demi tercapai kemajuan yang berarti. Secercah kehidupan ada di depan mata. Selamat datang tahun 2009.
     
     

     

    sunrice

    sunrise

    Memahami Metode Dakwah Walisongo

    In Perekonomian Syariah, Satrio Pinandito, indonesia emas, religius on January 7, 2009 at 4:26 pm

    Walisongo

    Walisongo

    Memahami Metode Dakwah Walisongo

    Tanggal: Kamis, 08 Januari 2009
    Topik: Sejarah Islam

    Telah masyhur di kalangan sejarawan, ulama, dan tokoh lainnya bahwa Islam tersebar luas di Indonesia atas jasa Walisongo dan murid-muridnya. Sebelumnya, usaha dakwah telah dilakukan orang, tapi lingkupnya sangat terbatas.

    Harian Duta Masyarakat mengungkap, sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Kemudian Marcopolo menyebutkan, saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M, telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. Begitu pula Ibnu Bathuthah, pengembara muslim, yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. Tapi baru abad 9 H (abad 15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat, 28-30 Maret 2007). Masa itu adalah masa dakwah Walisongo.

    Dakwah Kultural

    Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat, Afrika, dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan, Walisongo berdakwah dengan cara damai. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). Dakwah mereka adalah dakwah kultural.

    Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan, bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Misalnya, dalam Ensiklopedi Islam; Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa; Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri; Sekitar Walisanga karya Solihin Salam; Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As.; Kisah Para Wali karya Hariwijaya; dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA.

    Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha, dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha, sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama, selama tak ada larangan dalam nash syariat.

    Pertama-pertama, Walisongo belajar bahasa lokal, memperhatikan kebudayaan dan adat, serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Lalu berusaha menarik simpati mereka. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian, maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian, di antaranya dengan menciptakan tembang-tembang keislaman berbahasa Jawa, gamelan, dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. Setelah penduduk tertarik, mereka diajak membaca syahadat, diajari wudhu’, shalat, dan sebagainya.

    Walisongo sangat peka dalam beradaptasi, caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Misalnya, kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan, tapi diisi pembacaan tahlil, doa, dan sedekah. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”, mirip kata sanggar.

    Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkat-tingkat, bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Selain itu, untuk mendidik calon-calon dai, Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama.

    Bagaimana Memahaminya?

    Sebagian pihak mempermasalahkan metode dakwah Walisongo tersebut. Sebagian mempertanyakan kesesuaiannya dengan dalil syar’i. Sebagian lagi bahkan berani menyalahkan peninggalan para ulama-wali itu. Hal ini terutama dilakukan kaum modernis yang dipengaruhi pemikiran Wahabi yang kaku.

    Bila mau berpikir jernih dan bijak, metode dakwah Walisongo tidak selayaknya dipertanyakan. Bahkan semestinya dipuji, karena terbukti kesuksesannya. Untuk dapat memahami mengapa Walisongo menerapkan metode dakwah semacam itu, beberapa hal perlu dilakukan.

    Pertama, mempelajari sejarah mereka secara mendalam. Sebagaimana disebut di atas, banyak bacaan tentang sejarah Walisongo. Bacaan-bacaan tersebut bersumber dari kitab, babad, dan serat kuno, di antaranya Kitâb Kanzul Ulûm Ibnul Bathuthah; Babad Tanah Jawi; Babad Majapahit lan Para Wali; Hikayat Hasanuddin; Wali Sanga Babadipun Para Wali; dan Serat Centhini. Tulisan di masjid dan makam Walisongo juga dijadikan sumber. Beberapa buku orientalis juga dijadikan sumber, tapi para sejarawan Islam bersikap selektif dan hati-hati dalam mengutip keterangan dari non muslim ini.

    Kedua, selalu mengingat bahwa Walisongo ulama yang alim, yang tak akan sembarangan dalam berbuat. Menurut Kitâb Kanzul Ulûm Ibnul Bathuthah, Walisongo adalah sembilan ulama berilmu agama tinggi serta mempunyai karamah, yang diutus Sultan Muhammad I Turki untuk menyebarkan Islam di Jawa. Bila salah satu pergi atau meninggal, maka segera digantikan wali lain.

    Sunan Bonang meninggalkan Primbon Wejangan Sunan Bonang berisi Fikih, Tauhid, dan Tasawuf, di antaranya berdasarkan Ihyâ’ Ulûmid-dîn al-Ghazali, al-Anthâki dari Dawud al-Anthaki, dan kitab Syekh Abdul Qodir al-Jailani. Menurut Muhammad Syamsu As., ajaran Sunan Bonang mengikuti akidah Ahlusunah wal Jamaah dengan mazhab Syafii, dan mewakili ajaran semua Walisongo.

    Masih menurut ia, Sunan Giri dinamai Sultan Abdul Faqih, karena Ilmu Fikihnya sangat mendalam, ia mengajar Ilmu Fikih, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Nahwu, dan Sharaf; Sunan Kudus dijuluki Waliyul Ilmi, menguasai Ilmu Ushul Hadits, Ilmu Tafsir, Ilmu Sastra, Manthiq, dan terutama Ilmu Fikih; dan Sunan Gunung Jati mempelajari Ilmu Syariat, Hakikat, Thariqat, dan Ma’rifat.

    Ketiga, mempelajari metode dakwah Nabi Muhammad e, sahabat, dan ulama salaf sebagai perbandingan. Setelah diteliti, ternyata dakwah Walisongo yang bijak dan halus sesuai dengan dakwah Nabi. Dakwahnya sesuai ayat, “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” (QS an-Nahl [16]: 125). Dan ayat, “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” (QS Ali Imran [3]: 159). Juga pesan Nabi saat mengutus Abu Musa dan Mu’adz berdakwah, “Mudahkanlah, jangan mempersulit. Berilah kabar gembira, jangan membuat (objek dakwah) lari!” (HR Muslim). Dan Hadits dari Siti Aisyah, “Rasulullah memerintah kami menempatkan (memperlakukan) manusia sesuai keberadaan (akal) mereka.” (HR Abu Dawud)

    Tentang Walisongo membuat tembang dan puji-pujian Jawa, hal ini sebagaimana sahabat dan ulama salaf membuat syair-syair keagamaan Arab. Bahasanya saja beda. Tentang membuat dan menggunakan gamelan serta beduk, kemungkinan besar berpedoman pada pendapat al-Ghazali dalam Ihyâ’ Ulûmid-dîn bahwa alat musik yang dilarang hanya yang disebut dalam Hadits.

    Tentang pertunjukan wayang, awalnya Sunan Giri tak setuju, tapi akhirnya beliau dan wali lainnya menyetujui setelah Sunan Kalijogo mengusulkan wayang diubah bentuknya: tangan lebih panjang dari kaki, hidung panjang-panjang, kepala agak menyerupai binatang, dan lain-lain agar tak serupa persis dengan manusia. Tentang membakar kemenyan, bukan untuk arwah orang mati, tapi untuk mengharumkan ruangan dan karena Nabi suka wangi-wangian.

    Keempat, selalu husnudh-dhan (berbaik sangka) pada Walisongo. Apabila ada metode dakwah mereka yang tampak kurang sesuai syariat, sebaiknya menganggap (1) mungkin sumber/penulis sejarahnya yang keliru, bukan Walisongo; dan (2) mungkin diri kita yang belum memahami/menemukan dalil dan pendapat ulama salaf yang mereka gunakan.

    Jika tidak husnudh-dhan, kita akan menyalahkan mereka seperti kaum Wahabi dan modernis menyalahkan para ulama. KH Hasyim Asy’ari dalam Risâlah Ahlussunah wal Jamâ’ah mengutip ucapan Syekh Muhammad Bakhit al-Muthi’i, “Mereka (Wahabi dan yang sealiran) golongan yang bermain-main dengan agama, mereka mencela para ulama salaf dan khalaf, dan mengatakan, ‘Mereka itu tidak ma’shum (terjaga dari dosa seperti Nabi), maka tidak selayaknya mengikuti mereka.’” Na’ûdzu billâh. Walisongo memang tidak ma’shûm, tapi bukan muqashshir (orang sembrono), apalagi jâhil (orang bodoh). Mereka mahfûdz (terjaga dari dosa, sebagai wali Allah) dan ulama yang alim.

    Dan kelima, selalu menghormati Walisongo sebagai penyebar Islam dan guru. Seandainya bukan karena mereka, mungkin kita saat ini beragama Hindu atau Budha seperti nenek moyang kita. Walisongo guru kita, karena nenek moyang kita belajar pada mereka atau murid-murid mereka; dan kiai serta guru kita masa sekarang—utamanya di pesantren—belajar pada gurunya, gurunya belajar pada gurunya lagi, terus sampai Walisongo. Karena itulah para ulama dan habaib mengamalkan ajaran Islam tradisionalis Walisongo, bahkan beberapa menulis kitab/buku untuk membelanya. Masyarakat umum juga ikut mengamalkannya.

    Walhasil, Walisongo adalah ulama-wali yang alim dan bijak. Mereka dan metode dakwah serta peninggalannya seyogianya dihormati. Nabi bersabda pada Sayidina Ali, “Demi Allah, sungguh Allah memberi petunjuk pada seseorang (hingga masuk Islam) melalui kamu itu lebih baik bagimu daripada memperoleh unta merah” (HR Bukhari-Muslim). Nabi juga bersabda, “Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, dia mendapat pahala sebagaimana orang yang melakukannya” (HR Muslim). Hadits terakhir ini, menurut Sayid Alawi bin Abbas al-Maliki, menunjukkan keutamaan ilmu dan bahwa Nabi mendapat pahala seperti pahala seluruh umatnya, sejak diutus sampai Kiamat. Maka begitu pula Walisongo, sebagai penyebar Islam “pertama”, mereka mendapat pahala seperti pahala semua umat Islam Indonesia, sejak dakwahnya sampai Kiamat.[]

    Sumber Tulisan:

    Asnan Wahyudi & Abu Khalid MA. Tanpa tahun. Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa. Surabaya: Karya Ilmu.

    Dewan Penterjemah Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir al Qur’an. 1971. Al Qur’an dan Terjemahnya. Medinah: Mujamma’ Khadim al Haramain asy Syarifain al Malik Fahd li Thiba’at al Mush-haf asy-Syarif.

    Harian Duta Masyarakat, 28 Maret 2007; 29 Maret 2007; 30 Maret 2007.

    Hariwijaya. 2003. Kisah Para Wali. Yogyakarta: Nirwana.

    Hasyim Asy’ari, KH. Tanpa tahun. Risâlah Ahlussunah wal Jamâ’ah. Pasuruan: Pustaka Sidogiri.

    Imam al-Ghazali. 2002. Ihyâ’ Ulûmid-dîn. Juz II. Beirut Lebanon: Darul Fikr.

    Imam an-Nawawi. 2001. Riyâdhush-Shâlihin. Beirut Lebanon: Darul Fikr.

    Muhammad Syamsu As, Drg. H. 1996. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya. Jakarta: Lentera.

    Nur Amin Fattah. 1994. Metode Da’wah Walisongo. Semarang: CV Bahagia.

    Sayid Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani. Tanpa tahun. Fathul-Qarîb al-Mujîb ‘alâ Tahdzîbi at-Targhîb wa at-Tarhîb. Mekah: al-Haramain.

    Uang Rectoverso

    In BLT, Bank Indonesia, Departemen Keuangan, Departemen Sosial, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Koordinator Perekonomian, Perdagangan, Perekonomian Syariah, Perindustrian, indonesia emas on January 7, 2009 at 3:21 pm
    Uang 100 Ribu

    Uang 100 Ribu

    Uang Rectoverso adalah uang dimana ada gambar didepan dan dibelakang. Jika diterawang maka akan terlihat gambar yang berbeda, satu di depan dan satu di belakang. Gambar yang tersembunyi itu harus dilihat dengan mata bathin atau dilihat melalui cahaya terang. Jika kita menggunakan mata biasa, maka gambar tersebut tidak akan kelihatan.

    Nilai mata uang rectoverso tidak bisa dipalsukan. Hanya saja akan bermanfaat jika diproduksi oleh Bank yang berwenang. Perbedaan dengan mata uang zaman Bung Karno, mata uang ini lebih menyala dan lebih terang. Itulah manfaat teknologi untuk membuat uang yang bisa dipasarkan.

    Berikut contoh mata uang zaman dahulu yang sudah lusuh.

    100

    Uang rectoverso lebih stabil dan lebih aman untuk dipasarkan. Uang lusuh tidak stabil karena sudah kadaluarsa dan nilai devaluasinya semakin meningkat. Berbeda dengan uang rectoverso yang nilai kertasnya bisa dipertahankan, tidak lekang dimakan zaman. Apalagi jika uang ini dipatokkan kepada nilai emas, maka perekonomian insya Allah bisa membaik.

    Economi Islam

    In Departemen Keuangan, Departemen Sosial, Kementerian Koordinator Perekonomian, Perdagangan, Perekonomian Syariah, Perindustrian, kitab musasar jayabaya on January 7, 2009 at 12:27 am
    Ekonomi Syariah

    Ekonomi Syariah

    0 Akad Mudharabah Musytarakah


     

    FATWA
    DEWAN SYARI’AH NASIONAL
    NO: 50/DSN-MUI/III/2006
    Tentang
    AKAD MUDHARABAH MUSYTARAKAH


    Menimbang :
    Mengingat :
    Memperhatikan :
    MEMUTUSKAN :
    Menetapkan : FATWA TENTANG AKAD MUDHARABAH MUSYTARAKAH

    Pertama : Ketentuan Umum

      Mudharabah Musytarakah adalah bentuk akad Mudharabah di mana pengelola (mudharib) menyertakan modal atau dananya dalam kerjasama investasi.

    Kedua : Ketentuan Hukum

      Mudharabah Musytarakah boleh dilakukan oleh Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS), karena merupakan bagian dari hukum Mudharabah.

    Ketiga : Ketentuan Akad

    1. Akad yang digunakan adalah akad Mudharabah Musytarakah, yaitu perpaduan dari akad Mudharabah dan akad Musyarakah.
    2. LKS sebagai mudharib menyertakan modal atau dananya dalam investasi bersama nasabah.
    3. LKS sebagai pihak yang menyertakan dananya (musytarik) memperoleh bagian keuntungan berdasarkan porsi modal atau yang disertakan.
    4. Bagian keuntungan sesudah diambil oleh LKS sebagai musytarik dibagi antara LKS sebagai mudharib dengan nasabah dana sesuai dengan nisbah yang disepakati.
    5. Apabila terjadi kerugian maka LKS sebagai musytarik menanggung kerugian sesuai dengan porsi modal atau dana yang disertakan.

    Keempat : Ketentuan Penutup

    1. Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrase Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.
    2. Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

     

    Ditetapkan di : Jakarta
    Tanggal : 23 Shafar 1427 / 23 Maret 2006