hadisetyono

Archive for January, 2008

Turut Berduka Cita Kepada Bapak H.M Soeharto

In indonesia emas on January 27, 2008 at 11:39 pm

Turut Berduka cita kepada Bapak H.M Soeharto yang telah meninggalkan kita semua.

Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT.

Berikut ini adalah petikan surat yang saya buat pada pukul 10:00 sebelum Pak Harto wafat.

Bandung, 27 Januari 2008 Jam 10:00 Kepada YTH. Bapak Soeharto
di RSPP Jakarta
Dari Hadi Setyono, cucunda , anak bangsa yang selalu memperhatikan keadaan Bapak Soeharto, mulai dari kanak-kanak sampai dewasa sekarang ini.Saya prihatin dengan keadaan bapak sekarang ini, yang sepertinya dirundung masalah yang tidak berketepian. Sebagai anak bangsa, saya sangat sayang kepada Bapak Pembangunan Bangsa yang telah membawa Indonesia kepada era kejayaan di era tahun 1980-an sampai tahun 1998.

Ketika saya masih kanak-kanak, ketika menginjak bangku SD, saya masih ingat membaca buku perjuangan Pak Harto dikala merebut tanah Yogyakarta, dan membebaskannya dari penjajahan Belanda. Judulnya waktu itu Serangan Umum 1 Maret, Bapak bisa menduduki Yogyakarta dalam waktu 6 jam. Waktu itu saya membacanya dalam buku PSPB (Pendidikan Sejarah Pembangunan Bangsa). Saya juga membaca dari buku yang lain tentang swasembada pangan yang Bapak canangkan. Dari situ saya menilai bahwa bapak memang layak untuk mendapatkan predikat sebagai Bapak Pembangunan Bangsa. Sekarang saya sudah menginjak dewasa, dan sudah bisa berfikir lebih mandiri.

Saat ini saya sedang mencanangkan program baru bagi Bangsa Indonesia, untuk mengikuti petunjuk Wahyu Allah dalm Al-Qur’an dan petunjuk Al-Hadist Nabi Muhammad saw, sehingga apa yang Bapak Soekarno dan Bapak Soeharto telah perjuangkan mendapatkan titik temu yang diridhai Allah SWT. Saya menyadari bahwa ada konflik internal antara Bung Karno dan Pak Harto ketika era pergantian dari Orde lama ke Orde baru. Sebagai pemerhati sejarah, walaupun saya dapatkannya dari biografi Bung Karno dan Pak Harto, dapat saya simpulkan bahwa konflik internal antara keduanya disebabkan karena adanya perbedaan prinsip dan ajaran yang dianut.

Bung Karno dengan nasakomnya, dan Pak Harto dengan ajaran kejawennya. Hal ini semakin meruncing dengan adanya gerakan pemberontakan G 30 S PKI, yang membawa ajaran komunisme. Terlebih lagi fihak asing yang ditunggangi oleh CIA untuk mempergunakan tangan Pak Harto sebagai dalang bagi penggulingan kekuasaan Bung Karno.Saat ini pak Harto terbaring di RSPP, rumah sakit pertamina, dimana pak harto dirawat. Ini menjadi perhatian saya yang setiap hari menyaksikan lewat media kaca pertelelvisian.Cucunda turut berbelasungkawa dan mengharapkan kesembuhan bagi Pak Harto.

Apapun kesalahan dari Pak Harto sebaiknya dimaafkan oleh Bangsa Indonesia. Adapun korupsi yang telah dilakukan oleh kroni-kroni Pak Harto dan pelanggaran HAM yang terjadi selama masa orde baru tidak bisa dimaafkan begitu saja, dan harus ada pertanggung-jawaban di sisi Allah SWT. Hal ini perlu dikaji ulang apakah hasilnya, nanti menjadikan suatu yang harus diselesaikan oleh Pak Harto sendiri ataupun oleh anakbuah Pak Harto.

Jangan sampai anak cucu ini menanggung hasil korupsi yang dilakukan oleh pendahulunya, yang mengakibatkan murka Allah dan bangsa ini menanggung akibatnya. Setiap tindakan kejahatan korupsi wajib diberantas, sehingga apa yang digambarkan oleh sunnah Rasulullah sedikit demi sedikit dapat diimplementasikan dalam jajaran pemerintahan Indonesia. Quraish telah berbicara tentang perempuan Makhzumi yang telah dituduh mencuri, dan berkata: Siapa yang akan berbicara dengan Nabi Allah (saw) ? Mereka berkata: Siapa yang berani melakukan hal itu kecuali Usamah, yang dicintai oleh Nabi Allah (saw)? sehingga Usamah berbicara kepadanya.

Kemudian Nabi Allah (saw) berkata: Apakah kamu mengetengahkan mengenai hukumah dari seseorang yang digambarkan oleh Allah? Dia kemudian berdiri dan mengalamatkan kepada orang-orang sambil berkata: Hai Orang-orang, siapa yang pergi sebelum kamu telah dihancurkan, karena jika seseorang dari level tertinggi tertuduh mencuri diantara mereka, mereka berhemat dengannya, dan jika seseorang dari level terendah tertuduh mencuri, mereka terbebani oleh hukuman yang dibebankan kepadanya. Demi Allah, jika Fatimah putri Muhammad, mencuri, Saya akan mendapatkan tangannya terpotong. (Hadist Al-Bukhari)

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendakiNya tanpa batas. (Q.S Al-Baqarah 212)Dengan berpegang kepada hadist Nabi dan ayat suci di atas,marilah mengambil pelajaran yang amat berharga dan mau kembali kepada hukum Allah dimuka bumi ini.Demikian surat dari saya, apa-apa yang tersurat dalam surat ini adalah dari ilham yang dihidayahkan kepada saya. Semoga Bapak bisa segera sembuh,

Wassalamu ‘alaikum wr wb, 

Hadi SetyonoSatrio

Pinandito Sinisihan Wahyu  

gif of Presiden Soeharta

In kitab musasar jayabaya on January 27, 2008 at 11:34 pm

turutberdukacita.gif

Struktur Pemerintahan Negara Islam Madinah

In indonesia emas on January 26, 2008 at 6:47 am

 Struktur Pemerintahan Negara Islam Madinah

Struktur Pemerintahan Negara Islam Madinah pada zaman RasuluLlah SAW, telah sampai kepada kita secara mutawatir dalam bentuk umum, dan diperincikan melalui riwayat. Telah diketahui secara mutawatir, bahawa Rasulullah SAW sendiri telah mendirikan struktur Negara Islam, melengkapkannya semasa baginda masih hidup dan meninggalkan bentuk pemerintahan yang diketahui umum dan dapat dikaji sepanjang masa.Nabi SAW telah menguruskan semua urusan negara, mulai dari urusan pemerintahan, perundangan, politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Adapun struktur tsb ringkasnya seperti berikut:

1)Ketua Negara
Semasa kaum Ansar melakukan baiah Aqabah Pertama, mereka telah berjanji kepada Rasulullah SAW untuk membentuk kekuatan yang perlu untuk memastikan diperolehinya kekuasaan di Madinah untuk baginda. Rasulullah tidak berhijrah ke Madinah sehingga benar-benar ada jaminan tentang pembentukan Negara Islam di Madinah. Apabila ini telah wujud, baginda SAW sendiri memimpin pengurusan urusan kaum muslimin dan penerapan hukum Islam.

2) Naib Ketua Negara
Ketika Rasulullah SAW keluar dari Madinah untuk berperang, menunaikan ibadah haji ataupun umrah, baginda saw sentiasa melantik seseorang yang akan “menggantikan” kedudukan baginda dalam menguruskan urusan ummat Islam di Madinah.

3) Muawin/Wazir
Nabi SAW telah melantik pembantu untuk membantu baginda dalam hal ihwal pemerintahan. Pada zaman Nabi, mereka ini dikenali sebagi wazir. Rasulullah SAW telah meminta pandangan mereka dan menyerahkan hal ehwal pemerintahan, mahkmah, peperangan dan urusan umum yang lain kepada mereka. Dari Abi Said al-Khudri berkata, Rasulullah saw. bersabda:
– “Adapun dua orang wazirku dari penduduk bumi adalah Abu Bakar dan ‘Umar.” [An-Nasa'i, Sunan, hadith. no. 4133]

4) Setiusaha (Bitanah)
Bitanah merupakan setiusaha dan penasihat Nabi SAW. Abi Sa’id al-Khudri berkata, bahawa Nabi saw. bersabda:
– “Allah tidak pernah mengutus seorang Nabipun dan tidak pernah menggantikan seorang khalifahpun, kecuali ia mempunyai dua bitanah (setiausaha). Setiausaha yang memerintahkannya kepada kemakrufan dan mendorongnya untuk melakukannya, serta setiausaha yang memerintahkannya kepada keburukan dan mendorongnya. Adapun orang yang terjaga, adalah siapa sahaja yang dijaga oleh Allah SWT.” [Al-Bukhari, Sahih, hadith no. 6659]

5) Angkatan Bersenjata
Angkatan bersenjata Negara Islam adalah satu, iaitu askar, yang terdiri dari batalion-batalion, pengawal dan perajurit perbatasan. Rasulullah saw. sejak mula-mula menjadi ketua negara telah menyiapkan angkatan bersenjata. Bagindalah yang secara langsung menjadi Panglima Perang. Baginda juga melantik para ketua pasukan yang keluar untuk berperang, tanpa kehadiran baginda di sisinya. Mereka ini adalah detachment (pasukan gerak khas). Baginda juga telah melantik batalion dan menyerahkan panji batalion kepada mereka. Rasulullah SAW menguruskan hal ihwal pentadbiran ketenteraan, seperti persediaan logistik, pelatihan, persenjataan, panji dan bendera pasukan.

6) Wali dan Para ‘Amil
Apabila Negara Islam telah meluas dan berkembang, maka Nabi SAW membagi-bagikan Negara Islam Madinah menjadi beberapa wilatah dan daerah, kemudian setiap wilayah dilantik seorang wali dan setiap daerah dilantik seorang ‘amil (ketua daerah). Masing-masing bandar: Makkah, Taif, Yaman, Bahrain, Oman dan Yamamah merupakan wilayah, kemudian Yaman dibagi oleh baginda menjadi dua wilayah, iaitu San’a sebagai satu wilayah dan Hadramaut sebagai wilayah yang lain. Kemudian Yaman dijadikan menjadi lima wilayah.

7) Kehakiman
Rasulullah SAW sendiri telah mengepalai urusan kehakiman, samada berkenaan dengan persengketaan, mazhalim (kezalim pihak berkuasa) ataupun untuk mencegah daripada apa-apa yang boleh memudaratkan hak-hak masyarakat. Baginda juga melantik seseorang yang memutuskan persengketaan secara sementara.

8) Jabatan Pentadbiran (management) Awam Negara
Rasulullah SAW telah melaksanakan pentadbiran untuk menguruskan urusan kaum muslimin, menerapkan hukum-hukum Allah dan mentadbir kemaslahatan rakyat, sementara untuk membantu aktivitas seorang pentadbir, maka baginda SAW melantik seorang penulis untuk setiap urusan berkenaan.

9) Majlis al-Ummah
Rasulullah saw. telah mengkhususkan 14 orang lelaki iaitu tokoh-tokoh yang memawakili kaum mereka, untuk bermusyawarah, 7 orang dari mereka berasal kalangan Ansar, dan 7 orang lagi dari Muhajirin. Rasulullah senantiasa merujuk kepada mereka dalam urusan pemerintahan, pentadbiran dan perlantikan para wali dan pegawai pentadbiran.

10) Diwan
Ada bagian Diwan yang bertanggungjawab untuk mencatat wahyu, surat-surat kepada raja-raja dan regim yang ada, teks perjanjian, dokumen hutang-menghutang, dan akad-akad yang lain. Ada pula bagian yang bertanggung-jawab dalam hal mencatat ghanimah, hasil perolehan pertanian, harta sedekah, bilangan tanah yang diagihkan, dan sebagainya. Dalam realitasya, ini merupakan pendapatan Negara, semuanya catatan tsb disimpan dalam file. Diwan yang mencatat pendapatan negara ini kemudian disempurnakan pada zaman Khalifah ‘Umar bin al-Khattab dan dikenal sebagai sebutan Diwan al-Kharaj. Sistem pentadbiran Diwan ini mengalami perkembangan pada zaman al=Khulafa al-Rasyidun. Adalah Khalifah ‘Umar yang memperluaskannya lagi penyusunan pentadbiran ini, dan tercetuslah sistem Diwan. Ini diperkembang terus pada zaman Khilafah selanjutnya dengan Qaidah: Adapun perkara mu’amalaat semua boleh kecuali yang dilarang oleh Nash. Ini akan dibicarakan dalam Seri yang akan datang. WaLlahu a’lamu bisshawab.

mqsoft

In kitab musasar jayabaya on January 2, 2008 at 6:35 am

Kjofol

In music on January 2, 2008 at 6:17 am

please see this site to hear the sound:
http://www.team-mp3.com/mp3/players/kjofol.htm